Jalakotek merupakan makanan khas majalengka yang berbahan dasar tepung tapioka atau tepung aci (singkong) dengan tambahan tahu mentah yang diiris dengan cabai dimasukan ke dalam jalakotek sebagai isiannya. bentuknya setengah lingkaran. dimasak dengan cara digoreng, disajikan selagi hangat dengan cocolan sambal kacang.
Karinding merupakan salah satu alat musik tiup tradisional Sunda . Ada beberapa tempat yang biasa membuat karinding, seperti di lingkung Citamiang, Pasirmukti , ( Tasikmalaya ), Lewo Malangbong , ( Garut ), dan Cikalongkulon ( Cianjur ) yang dibuat dari pelepah kawung (enau). Di Limbangan dan Cililin karinding dibujat dari bambu , dan yang menggunakannya adalah para perempuan , dilihat dari bentuknya saperti tusuk biar mudah ditusukan di sanggul rambut . Dann bahan enau kebanyakan dipakai oleh lelaki, bentuknya lebih pendek biar bisa diselipkan dalam wadah rokok. Bentuk karinding ada tiga ruas.
Lompat tali adalah permainan yang biasa dilakukan oleh anak-anak tahun 70an hingga 80an. Permainan ini biasanya dilakukan oleh 3 hingga 10 anak atau lebih pada saat sore hari.
Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur adalah salah satu tempat ditemukannya peninggalan kebudayaan prasejarah di Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Selain Cipari, ada paling sedikit delapan tempat di sekitar kaki gunung Ciremai yang terdapat peninggalan bercorak Megalitik, Klasik, Hindu-Buddha, dan kolonial Belanda. Di Cipari sendiri ditemukan tiga peti kubur batu yang di dalamnya terdapat bekal kubur berupa kapak batu, gelang batu, dan gerabah. Bekal kubur ini masih tersimpan dalam bangunan museum. Di dalam peti tidak ditemukan kerangka manusia, karena tingkat keasaman dan kelembapan tanah yang terletak 661 meter dpl itu terbilang tinggi, sehingga tulang yang dikubur mudah hancur. Area ditemukannya artefak-artefak batu dan gerabah masih tertata baik, juga tingkat kedalaman benda-benda itu terkubur masih orisinal. Peti kubur yang terbuat dari batu indesit besar berbentuk sirap masih tersusun di tempatnya semula. Mengarah ke timur laut barat daya yang menggambarkan konsep-konsep k...
Karedok adalah jenis makanan yang terdiri dari lenca atau kacang panjang yang dibumbui oleh bawang putih, bawang merah, cikur, garem, asem, gula merah yang diberi pewangi daun kemanggi Menjadikan karedok khas makanan sunda. Tempat yang menyediakan: Dapur Sunda Indonesian Restaurant Located in: smesco INDONESIA Address: Gedung Smesco Lantai Basement, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 94, Pancoran, RT.11/RW.3, Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12780 Phone: (021) 79196658
Getuk Lindri adalah makanan tradisional sunda yang terbuat dari Singkong kukus kemudian di haluskan atau dalam bahasa sunda ditutu didalam jubleg (lesung) menggunakan halu (alu) ditambah dengan irisan gula merah hingga tercampur rata dengan singkong dan menjadikannya warna kecoklatan. Setelah selesai pipihkan adonan ke dalam wadah balastrang dan ditaburi kelapa parut. Makanan ini hamir tersebar di seluruh wilayah priangan seperti bandung, majalengka dan sekitarnya. Getuk Lindri biasanya dibuat dalam dua rasa ada yang asin dan yang manis dan dijadikan jajanan atau penganan untuk ngopi (ngemil). Kunjungi resep getuk lindri
Prasasti Batutulis Bogor adalah sebuah prasasti peninggalan abad ke-16 dari jaman kerajaan Pajajaran yang letaknya di tepian Jalan Batutulis, persis di depan Istana Batutulis, Bogor. Prasasti Batutulis Bogor disimpan di dalam sebuah bangunan persegi empat berukuran sekitar 5 x 5 meter di atas tanah seluas 255 meter persegi. Tidak ada kelambu penutup situs, tidak ada harum dupa atau kembang, sehingga tidak ada kesan ‘wingit’ ketika masuk ke dalam ruangan dimana situs Prasasti Batutulis Bogor berada, sebagaimana biasa dijumpai pada situs yang dikeramatkan. Ini bisa dimengerti karena situs Prasasti Batutulis ini berada dalam pengawasan Dinas Purbakala, sehingga pemujaan kepada situs, jika pun ada, tidaklah kentara. Seperti namanya, Prasasti Batutulis ditulis pada sebuah batu Terasit, jenis batu yang terdapat di sepanjang aliran Sungai Cisadane, Bogor. Prasasti Batutulis Bogor ditulis dengan menggunakan huruf Sunda Kawi (Pallawa) dan memakai bah...
Prasasti ini pertama kali ditemukan oleh seorang Belanda N.W Hovenman di kali Ciarunteun anak sungai Cisadane pada tahun 1683. Dari ditemukannya hingga tahun 1965, prasasti tersebut tetap pada tempatnya, yaitu di sungai Ciarunteun. Di lokasi batu tulis kami bertemu dengan penjaga batu bersejarah ini yaitu pak Atma. Beliau sangat menyambut kedatangan kami. Usianya sekitar 60 tahunan. Dengan perawakannya yang kecil, namun tetap terlihat kuat. Sehari-hari bila ia tak di lokasi batu tulis mengawal para pengunjung, ia berada di ladangnya yang tak jauh dari lokasi. Dengan semangat dan cintanya pada situs ini, ia berkisah pada kami tentang peninggalan-peninggalan kerajaan kuno ini. Proyek Pengangkatan Batu Tulis Ciarunteun Sekitar tahun 1965-1975 banyak murid-murid SR (sekarang sejajar dengan SD) yang ingin melihat batu bersejarah ini. Untuk melihat batu tulis Ciarunteun, para pengunjung dahulu harus menyebrang sungai. Kadangkala bila musim hujan datang, batu tulis tak dapa...
Prasasti Koleangkak terletak ± 24 km sebelah barat dari Kota Bogor, atau ± 10 km dari Kota Leuwiliang atau ± 14 km sebelah selatan Kota Kecamatan Nangung. Prasasti ini termasuk di dalam Kampung Pasir Gintung RT 02/RW 04, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung. Secara geogrfis terletak pada koordinat 106°32'46"BT dan 06°34'06" LS dengan ketinggian ± 485 m di atas permukaan air laut. Lokasi dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda empat atau kendaraan roda dua. Dari Kota Bogor menggunakan kendaraan umum Bogor – Leuwiliang, kemudian dilanjutkan anggkutan umum Leuwiliang-Nanggung, berhenti di Parakanmuncang (depan rumah kepala Desa Parakanmuncang). Dari sini berjalan kaki menyusuri jalan setapak sejauh ± 700 m melewati perkampungan, ladang, sawah menuju Bukit Koleangkak. Dahulu daerah itu termasuk tanah perkebunan Jambu sehingga prasasti itu dikenal dengan nama Prasasti Jambu. Sekarang ada yang menyebutnya Prasasti Pas...