Guna mulai melakukan kegiatan mencangkul di Sawah, petani di Bali mengawali dengan ritual ngendag memacul. Ngendag memacul atau juga ada yang menyebut dengan ngeluku atau ngendagin merupakan ritual memohon ijin kepada ibu pertiwi untuk mulai mencangkul. Peneliti dari Universitas Airlangga Ni Wayan Sartini dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Makna simbolik bahasa ritual pertanian masyarakat Bali” yang dipublikasikan dalam Jurnal Kajian Bali Volume 07, Nomor 02, tahun 2017 menuliskan bahwa Ngendagadalah kata kerja yang bermakna ‘memulai’. Memacul artinya ‘mencangkul’. Ritual ngendag memacul adalah upacara untuk memulai mencangkul sawah dengan mencangkul tiga kali pengalapan ‘hulu sawah’ secara simbolis diiringi dengan mantra (wacana ritual) yang diucapkan oleh petani dan ditujukan kepada Dewi Sri yaitu ” Om Bhatari Sri wastu ya nama swaha”. Wacana ritual ini bermakna permohonan dan pem...
Mapag Toya merupakan salah satu ritual pertanian masyarakat Hindu di Bali. Mapag Toya merupakan bentuk ungkapan syukur kepada penguasa air (Tuhan). Ritual ini juga bermakna memohon ijin agar diberikan air yang melimpah untuk kesuburan tanaman pertanian. Dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Makna simbolik bahasa ritual pertanian masyarakat Bali” yang ditulis oleh Ni Wayan Sartini dari Universitas Airlangga dan dipublikasikan dalam Jurnal Kajian Bali Volume 07, Nomor 02, tahun 2017 disebutkan mapag atau mendak memiliki arti ‘menjemput’. Sedangkan kata toya berarti ‘air’. Jadi mapag toya memiliki makna ‘menjemput air’. Upacara ini merupakan bagian dari ritual pertanian sebagai symbol menjemput air di sumber air sebagai sumber kehidupan agar tanaman padi dapat tumbuh subur tanpa kekeringan. Upacara ini bias...
Adalah suatu dongeng, yaitu mengenai Batara Siwa yang beristana di Gunung Mahameru. Beliau mempunyai tiga orang putera di Bali. Tabik pekulun 1) putera yang paling tua beristana di Gunung Agung putra yang kedua beristana di Andakasa. Putera yang ketiga atau yang terkecil di Pura Batur. Ketiga orang Putra yang bersaudara itu diberi nasehat oleh Betara Siwa.”Wahai putra-puteraku bertiga hendaklah kamu mengerti dan baik-baiklah kamu bersaudara di sini, di Bali. Kamu memerintah pulau Bali ini jangan sampai sekali –kali bertengkar antar saudara, Hendaklah kalian selalu rukun !”. Aku sekarang beristana di Gunung Semeru dan dari sanalah aku akan memperhatikan caramu memerintah pulau Bali ini”, demikian perkataan Batara Siwa. Lalu berkata ketiga putera beliau, “Ya,baiklah Betara, hamba akan menuruti sebagai yang Betara wejangkan. Hamba akan mengurus dan mengatur daerah Bali ini, demikian perkataan ketiga putera tersebut. Sesudah itu Batara Siwa pergi ke Gun...
Tradisi Ngoncang dipentaskan oleh Desa Pakraman Antapan, Desa Candikuning sebanyak 1 kelompok dengan jumlah 8 orang. Pementasan ini sangat menyita perhatian wisatawan karena suara elu (batang kayu bulat memanjang) saling bersahutan ketika dijatuhkan ke dalam ketungan (alat menumbuk padi tradisional. Tradisi Ngoncang sekarang sangat jarang dijumpai. Bahkan pada festival-festival yang diadakan di Tabanan jarang dipentaskan. Ngocang dulu difungsikan untuk menumbuk padi. Sejalan dengan itu tradisi ini dibangkitkan agar tidak semakin punah
Ratusan warga Desa Pakraman Geriana Kangin mepeed ngaturang bhakti pengayar dalam rangkaian Aci Ida Bhatara Mijil persembahan untuk Ida Bhatara Sakti Ngerti Gumi. Dalam bhakti penganyar tersebut, berbagai hasil bumi dijadikan sarana untuk dipersembahkan seperti Salaran misalnya. Berbentuk barong, beratnya sekitar 2 ton yang seluruhnya terbuat dari hasil bumi, seperti buah buah buahan, umbi umbian, pala gantung dan masih banyak lagi. Salaran inilah yang diarak dan diiringi tiga barung baleganjuran dari Desa setempat berangkat dari lapangan umum selat berjarak sekitar 1 kilometer dari Pura lokasi Pura Bale Agung Ide Betara Sakti Ngerti nyejer yang berada di Desa Selat, Karangasem. Tidak hanya salaran, dari masing masing warga juga membawa haturan berupa Sesayut dan Penyeneng ada juga yang membawa dulang atau Sokasi. Karya Agung Ide Betara Mijil ini dilakukan setiap 10 tahun sekali. Dimana saat Isaka berakhir dengan angka nol dan tahun Masehi berakhi...
lagu Meyong Meyong, salah satu lagu daerah yang berasal dari provinsi Bali. Lagu Meyong Meyong yang berasal dari bali ini menceritakan seeokor Kucing yang harus mencari tikus yang selalu membuat masalah. Lirik Lagu Meyong Meyong Meong-meong… Alih je bikule … Bikul gede gede … Buin mokoh-mokoh … Kereng pesan ngerusuhin … Arti Lagu Meyong Meyong Kucing-kucing … Carilah tikusnya … Tikus besar-besar … Juga gemuk-gemuk … Selalu membuat masalah … Sumber : http://www.lagudaerah.xyz/meyong-meyong/
Ngusak-Asik merupakan lagu tradisional daerah Bali dengan tempo cepat dan riang. Seperti pada lagu-lagu daerah Bali lainnya, lagu ini banyak menggunakan sinkop dan pengulangan pola ritme.lagu Ngusak asik yang berasal Bali ini menceritakan tentang percintaan. Lirik Lagu Ngusak asik Cai ketut demai rusuh Bas kaliwat cai ngawe sakit hati Cang sing demen. Ngidih olas ketut pang enggal megedi. Arti Lagu Ngusak asik Menceritakan antara dua insane laki – laki dan perempuan yang di landa asmara tentang percintaan. Sumber : http://www.lagudaerah.xyz/ngusak-asik/
Tradisi Matekap atau membajak lahan pertanian dengan menggunakan tenaga sapi atau kerbau hingga kini masih bisa di jumpai di beberapa wilayah pedesaan di Bali. Walaupun perkembangan teknologi telah menghadirkan sebuah mesin traktor, namun siapa sangka tradisi matekap merupakan bagian dari kearifan lokal dalam merawat ibu pertiwi. matekap terdiri dari beberapa tahapan dan masing-masing tahapan memiliki sebutan berbeda yaitu: makal, mungkahin, ngelampit dan ngasahan. “Tahapan matekap menyesuaikan dengan kondisi lahan, kecepatan, waktu, minat dan kenyamanan kerja sehingga pola tanam bisa selaras dengan siklus sosial budaya masyarakat di wilayah setempat: matekap dengan teknis dan tahapan yang benar akan berdampak pada pelestarian ekosistem dan sumber daya air yang ada di sebuah kawasan persawahan. Dimana matekap membutuhkan volume air lebih sedikit dibandingkan menggunakan traktor. Sementara dengan traktor membutuhkan air lebih banyak sehingga petani pemilik la...
Tari Topeng Yang pertama adalah seni Tari Topeng. Tari ini adalah salah satu tari sakral dari daerah Bali. Topeng memiliki peran penting dalam masyarakat Bali. Hal ini sangat berkaitan erat dengan upacara keagamaan Hindu, karena kesenian luluh dalam agama dan masyarakat. Nah, Tari Topeng Bali sendiri adalah sebuah tradisi yang kental dengan nuansa ritual magis, umumnya yang ditampilkan di tengah masyarakat adalah seni yang disakralkan. Tuah dari topeng yang merepresentasikan dewa – dewa dipercaya oleh masyarakat lokal yang mampu menganugrahkan ketentraman dan keselamatan. https://www.silontong.com/2018/09/18/tarian-adat-tradisional-daerah-bali/