Tersebutlah dalam sebuah kisah, pada mulanya yang memerintah di negeri Sungai Serut ini ialah seorang raja yang berasal dari Majapahit, namanya Ratu Agung . Sebagai cikal-bakal dari kerajaan Sungai Serut, konon ceritanya, Ratu Agung adalah jelmaan bangsa dewa dari Gunung Bungkuk yang mendapat tugas untuk mengatur bangsa manusia di bumi. Adapun rakyat yang diperintahkan oleh Ratu Agung ialah rakyat Rejang Sawah. Rakyatnya berperawakan tinggi, tegap, dan besar melebihi ukuran manusia pada umumnya. Disamping itu, dibagian tulang sulbinya agak sedikit menonjol yang panjangnya sekitar satu jari. Oleh sebab itulah, rakyat Ratu Agung ini juga disebut oleh orang sebagai Rejang Berekor . Sebagai jelmaan dewa dari Gunung Bungkuk, Ratu Agung tidak saja mampu memerintah dengan adil, bijak, dan penuh wibawa, tetapi juga telah berhasil membangun negeri Sungai Serut hingga menjadi negeri yang kaya dan makmur. Sebuah istana yang sangat megah...
Pada dahulu kala di daerah Lebong, Provinsi Bengkulu, Indonesia pernah berdiri sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Kutei Rukam. Pada suatu hari, keluarga kerajaan ini dilanda kepanikan luar biasa, karena putra mahkota menghilang pada saat melakukan prosesi upacara mandi bersama dengan calon istrinya di Danau Tes. Dikisahkan di sebuah daerah di Bengkulu, Indonesia, berdiri sebuah kerajaan bernama Kutei Rukam yang dipimpin oleh Raja Bikau Bermano . Raja Bikau Bermano mempunyai delapan orang putra. Pada suatu waktu, Raja Bikau Bermano melangsungkan upacara perkawinan putranya yang bernama Gajah Meram dengan seorang putri dari Kerajaan Suka Negeri yang bernama Putri Jinggai . Mulanya, pelaksanaan upacara tersebut berjalan lancar. Namun, ketika Gajah Meram bersama calon istrinya sedang melakukan upacara prosesi mandi bersama di tempat pemandian Aket yang berada di tepi Danau Tes, tiba-tiba keduanya menghilang. Tida...
Danau Tes adalah sebuah danau terbesar di Provinsi Bengkulu yang terbentang antara dua buah dusun adat suku Rejang, yaitu: dusun adat Kutei Donok (Desa Tengah) dan dusun adat Tes. Danau ini terletak di kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, dan berada di lereng pegunungan Bukit Barisan dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Secara geografis topografi Danau Tes dan daerah di sekitarnya adalah lereng perbukitan dengan ketinggian menengah (sekitar 500 meter di atas permukaan laut), hal ini praktis menjadikan Danau Tes dan daerah sekitarnya memiliki cuaca yang sejuk dengan curah hujan yang kebanyakan adalah merata sepanjang tahun. Konon, Danau Tes ini dulunya merupakan aliran Sungai Air Ketahun. Namun, karena terjadi suatu peristiwa, aliran itu berubah menjadi danau. Dikisahkan di Dusun Kutei Donok, Tanah Ranah Sekalawi (atau daerah Lebong sekarang ini), hidup seorang sakti bersama seorang anak laki-lakinya. Oleh masyarakat Kutei Donok, orang sakti itu dipanggi...
Eket Pun Pisang Eket Pun Pisang merupakan permainan tradisional anak-anak suku Rejang. “Eket Pun Pisang” dapat diartikan juga menjadi “rakit pohon pisang”. Permainan ini dimainkan di sungai kecil yang berada di sekitar tempat tinggal anak-anak suku tersebut. Cara bermain permainan ini adalah dengan berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama mencapai garis finish atau tujuan yang telah di tentukan . Eket Pun Pisang terbuat dari batang pohon pisang yang telah dipotong sehingga memiliki panjang yang sama, lalu batang-batang tersebut dapat diikat menggunakan tali atau dengan cara ditusuk dengan kayu maupun bambu agar batang tersebut menyatu. Setelah batang pohon pisang tersebut sudah terikat / disatukan maka anak anak dapat memainkan permainan tersebut. 1 buah Eket Pun Pisang dapat di naiki 1 sampai 4 orang anak. #OSKMITB2018
Makan luar adalah tradisi makan bersama yang dilakukan di sebuah acara pernikahan. Hal yang membuat tradisi makan ini berbeda dari biasanya, hidangan makanan yang disediakan itu berada di luar daerah tempat resepsi pernikahan dilaksanakan. Hidangan makanannya disediakan di rumah keluarga atau tetangga dari yang menikah. Jadi di rumah kelaurga atau tetangganya itu sudah disiapkan makanan untuk para tamu undangan yang datang. Tamu undangan yang makan di tradisi makan luar ini dipilih secara acak. Bisa 4-5 orang untuk di setiap rumah. Makan luar ini dilakukan setelah dilaksanakan akad nikah. Jadi, tujuan dari tradisi ini adalah agar para tamu undangan tahu bahwa orang-orang yang menjamu makan luar itu adalah keluarga besar dari keluarga yang menikah. Setelah para tamu undangan dihidangkan makanan di makan luar itu, mereka wajib datang kembali ke tempat resepsi pernikahan dan akan disediakan makanan lagi. Para tamu undangan diharuskan makan lagi untuk menghargai tuan rumah yang melaksan...
Bahan-bahan 250 gr cumi asin (direndam dulu air panas 2-3 menit) Bumbu : secukupnya Minyak goreng 1 sdm terasi goreng secukupnya Gula pasir secukupnya Garam secukupnya Penyedap masako ayam 1 buah jeruk limo (ambil airnya) Pelengkap : 5 buah bawang merah 5 buah bawang putih 1 ruas kecil jahe 10 buah cabe rawit merah 10 buah cabe rawit hijau...
Bahan-bahan 8 pcs kepala cumi iris Bumbu 4 pcs cabai rawit orange 3 pcs B.merah 2 pcs B.putih 1 ruas jari jahe secukupnya Garam secukupnya Gula secukupnya Saus tiram 2 sdm minyak goreng untuk menumis Lemon Langkah Cuci bersih kepala cumi (sisakan 2 kepala cumi tanpa dibuang kantung tintanya). ...
Bahan-bahan porsi keluarga 1/4 kg Cumi asin 1 buah Kecombrang ukuran besar 5 siung Bawang merah 2 siung Bawang putih sesuai selera Cabe rawit 2 sdm Kecap ikan secukupnya Saus teriyaki secukupnya Kecap manis Langkah 15-20 menit Cuci bersih cumi, rebus, tiriskan, potong-potong Iris semua bawang, cabe dan kecombrang ...
Bahan-bahan 2 porsi 2 ekor cumi ukuran sedang 7 buah Cabe keriting hijau (iris melintang) 3 buah Cabe keriting merah (iris melintang) 3 buah cabe rawit (optional kalau mau lebih pedas) 1 buah Tomat hijau uk sedang potong tipis 6 buah bawang merah iris tipis 4 buah bawang putih iris tipis 1/4 sdt jahe bubuk 1/2 sdt lada putih 2 sdm saus tiram 1 sdm kecap manis 3 lembar daun salam secukupnya Garam...