Buku
140 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Watu Tulis di Desa Dermawuharjo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Watu Tulis yang terletak di Desa Dermawuharjo, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sebenarnya sebuah menhir. Dinamakan Watu Tulis karena terdapat guratan-guratan berpola pada batunya, yang dalam anggapan masyarakat mirip dengan tulisan Jawa, sekalipun pada kenyatannya tidak.  Bahannya sendiri terbuat dari batu kapur-padas, atau biasa disebut batuan lokal daerah Tuban. Lokasi Watu Tulis boleh dibilang terpencil sehingga sulit dicari. Apalagi tidak ada penunjuk arah. Sebelum mencapai batu ini, pengunjung akan mendaki semacam bukit kecil tepat di belakang sendang. Batu ini tidak terletak di puncak bukit, melainkan tepat di bawah sumber mata air utama sendang tersebut. Tepat di bawah lokasi Watu Tulis terdapat sendang yang berair dingin dan juga sumber mata air panas yang mengandung belerang. Menyeberangi jalan, terdapat tumpukan batu yang mengeluarkan gas belerang. Tumpukan batu ini sangat disakralkan oleh masyarakat karena dianggap tempat Mpu Supo dalam me...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Legenda Delapan Dewa, Klenteng Kwan Sing Bio
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Kwan Sing Bio di Jalan RE Martadinata, Kabupaten Tuban, mulai bersolek. Klenteng tertua ini siap menyambut datangnya tahun baru Imlek 2566. Bangunan berlantai empat yang ada di bagian belakang merupakan bangunan terbesar yang ada di klenteng ini, dari lantai atas kita dapat melihat sebagian besar area klenteng. Selain dapat melihat keindahan dan kemegahan klenteng, kita juga dapat melihat laut lepas yang ada di sebelah utara. Kelenteng Kwan Sing Bio menganut  ajaran Tri Dharma  yaitu Budha, Tao dan Konghucu dengan pemujaan pada dewa utamanya yaitu Dewa Kwan Kong.  Selaras dengan arti nama Kwan Sing Bio yang berarti kelenteng untuk memuja dan menghormati Dewa Kwan Kong.   Kelenteng Kwan Sing Bio  ini adalah satu-satunya kelenteng di Indonesia yang menghadap ke laut. Jika di kelenteng-kelenteng lain yang menjadi simbol di pintu masuknya adalah naga, maka simbol di pintu masuk  Kelenteng Kwan Sing Bio  ini tidak menggunakan simbol...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Legenda Penemuan Guo Lowo dan Daerah Watu Limo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Guo Lowo terletak di desa Watuagung kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, kurang lebih 30 km dari kota Trenggalek, juga 30 km dari kota Tulungagung atau kurang lebih 180 km dari Kota Surabaya kearah pantai selatan, tepatnya kearah pantai Prigi Kecamatan Watulimo. Berikut ini adalah cerita penemuan Guo Lowo dan Watulimo : Seorang bernama Lomedjo bertempat tinggal di Desa Watuagung waktu masih kecil sering kali mendengar cerita ayah maupun kakeknya bahwa prajurit kerajaan Mataramlah yang berhasil membuka hutan dan membuka wilayah Prigi, yang pada saat itu masih merupakan hutan belantara yang belum terjamah manusia. Ksatria mataram tersebut adalah Raden Tumenggung Yudho Negoro yang nama aslinya Raden Kromodiko. Karena jasa-jasanya terhadap mataram maka mendapat anugerah nama kehormatan Raden Tumenggung Yudho Negoro tersebut. Ketika itu tidak mudah untuk membuka suatu lahan membentuk wilayah baru. Berbagai hambatan dijumpai Raden Tumenggung Yudho Negoro beserta rombongan, ba...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Usul Kabupaten Sumenep Jawa Timur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Sumenep bermula dari zaman Singhasari hingga sekarang, Indonesia. Sumenep (bahasa Madura: Songènèb) adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.093,45 km² dan populasi 1.041.915 jiwa. Ibu kotanya ialah Kota Sumenep. Sumenep adalah nama salah satu Kabupaten diujung paling timur Pulau Madura, yang konon katanya merupakan Kadipaten berpangaruh atas lahirnya Kerajaan Majapahit dahulu. Berdirinya Kabupaten ini tak luput dari peran tokoh zaman kerajaan yang bijaksana dan pintar yakni “Arya Wiraraja”. Dalam tulisan kali ini, Warta Giligenting mencoba mengingatkan akan sejarah Sumenep dilihat dari asal usul nama “Sumenep”.   Logo Kabupaten Sumenep Sumber :  https://www.google.com/ Dari kabar yang berkembang di kalangan masyarakat Kabupaten Sumenep, soal asal usul nama Sumenep masih terdapat perbedaan dalam memaknainya. Misalnya kalangan...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Sejarah Kabupaten Pamekasan Jawa Timur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Kabupaten Pamekasan adalah sebuah kabupaten di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Pamekasan. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Selat Madura di selatan, Kabupaten Sampang di barat, dan Kabupaten Sumenep di timur. Kabupaten Pamekasan terdiri atas 13 kecamatan, yang dibagi lagi atas 178 desa dan 11 kelurahan. Pusat pemerintahannya ada di Kecamatan Pamekasan. Sejarah Pamekasan Kabupaten Pamekasan lahir dari proses sejarah yang cukup panjang. Istilah Pamekasan sendiri baru dikenal pada sepertiga abad ke-16, ketika Ronggosukowati mulai memindahkan pusat pemerintahan dari Kraton Labangan Daja ke Kraton Mandilaras. Memang belum cukup bukti tertulis yang menyebutkan proses perpindahan pusat pemerintahan sehingga terjadi perubahan nama wilayah ini. Begitu juga munculnya sejarah pemerintahan di Pamekasan sangat jarang ditemukan bukti-bukti tertulis apalagi prasasti yang menjelaskan tentang kapan dan bagaimana keberadaannya....

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Usul Kabupaten Nganjuk Jawa Timur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Nganjuk dahulunya bernama Anjuk Ladang yang dalam bahasa Jawa Kuno berarti Tanah Kemenangan. Dibangun pada tahun 859 Saka atau 937 Masehi. Berdasarkan peta Jawa Tengah dan Jawa Timur pada permulaan tahun 1811 yang terdapat dalam buku tulisan Peter Carey yang berjudul : ”Orang Jawa dan masyarakat Cina (1755-1825)”, penerbit Pustaka Azet, Jakarta, 1986; diperoleh gambaran yang agak jelas tentang daerah Nganjuk. Apabila dicermati peta tersebut ternyata daerah Nganjuk terbagi dalam 4 daerah yaitu Berbek, Godean, Nganjuk dan Kertosonomerupakan daerah yang dikuasai Belandadan kasultanan Yogyakarta, sedangkan daerah Nganjuk merupakan mancanegara kasunanan Surakarta.   Sejak adanya Perjanjian Sepreh 1830, atau tepatnya tanggal 4 Juli 1830, maka semua kabupaten di Nganjuk (Berbek, Kertosonodan Nganjuk ) tunduk di bawah kekuasaan dan pengawasan Nederlandsch Gouverment. Alur sejarah Kabupaten Nganjuk adalah berangkat dari keberadaan kabupaten...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Usul Kota Probolinggo Jawa Timur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Berbicara tentang sejarah lahirnya kota Probolinggo, kita tidak akan lepas dari sejarah kerajaan besar yang pernah berdiri di pulau Jawa, yaitu kerajaan Majapahit. Pada zaman pemerintahan Raja Majapahit ke IV, yaitu Prabu Radjasanagara atau Sri Nata Hayam Wuruk (1350-1389), daerah Probolinggo dikenal dengan nama “Banger”, sesuai dengan nama sungai yang mengalir ditengah daerah ini. Di dalam Kakawin Nagarakertagama, Prapanca, pujangga Majapahit yang terkenal menyebutkan bahwa Banger, yang semula merupakan pedukuhan kecil di muara kali Banger berkembang menjadi Pakuwon yang dipimpin oleh seorang Akuwu di Sukodono di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Pada saat Bre Wirabumi (Minakjinggo) bertahta sebagai Raja Blambangan, Banger masuk ke dalam daerah kekuasaan Bre Wirabumi. Perselisihan menyebabkan Banger yang merupakan perbatasan antara Majapahit dan Blambangan menjadi kancah peperangan antara Bre Wirabumi (Blambangan) dengan Prabu Wikramawardhana (Majapahit) yang...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Serat Arjunasasrabahu
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Karya tulis Raden Ngabehi Sindusastra  terdiri atas 6 jilid. Isi naskah itu mengambil dasar cerita dari Serat Kanda, yang sudah membaurkan cerita wayang dari Mahabarata dengan unsur-unsur keislaman. Kitab ini ditulis dalam bentuk tembang macapat, dan kadang-kadang disebut juga  Kitab Lokapala atau Kitab Arjunawijaya . Serat Arjunasasrabahu ditulis pada tahun 1757 (Jawa) atau 1830 Masehi. Oleh  Palmer van den Broek , kitab karya R. Ng. Sindusastra ini dimuat dalam  Verhandelingen van het Bataviaasche Genootschap No. 34 Th 1870 , dan dicetak ulang pada tahun 1872, 1883, dan 1886 oleh  Van Dorp , Semarang. Selanjutnya Balai Pustaka Jakarta juga menerbitkan kembali buku ini pada tahun 1932. Isi ringkas Serat Arjunasastrabahu adalah: Perjalanan Resi Wisrawa dari Lokapala ke Alengka untuk melamar Dewi Sukesi bagi anaknya, Wisrawana atau Danaraja. Setelah menguraikan Sastra Jendra Hayuningrat, Dewi Sukesi dinikahi sendiri oleh Resi Wisrawa. Danaraja ma...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Cemporet
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Karya besar pujangga Ranggawarsita memang banyak yang terkenal. Selain memiliki bobot yang berkualitas, kata-kata sastrawinya juga selaras dengan perkembangan zaman. Karya Ranggawarsita yang terkenal, antara lain: Jaka Lodhang, Pustaka Raja Purwa, Sabda Jati dan Hidayat Jati. Selain itu, ada juga Serat Cemporet.   Serat Cemporet lebih terkenal lantaran digubah memakai bahasa Jawa yang indah. Zaman dahulu, sebelum Jepang menjajah Indonesia, buku tersebut digemari banyak orang untuk bacaan, khususnya yang senang melantunkan  macapat . Namun demikian, juga tidak sedikit orang yang mencela kitab tersebut lantaran bahasa yang digunakan terlalu halus (bahasa sastrawi tinggi). Obrolan orang desa yang memakai bahasa tadi dianggap terlalu tinggi, sehingga terkesan dibuat-buat. Kesan itu pernah ditulis oleh Prof. Dr. R. Ng Purbacaraka dalam bukunya “ Kepustakaan Jawa ”. Tapi banyak juga orang yang setuju dengan pendapat tersebut karena karya sastra itu mempun...

avatar
Arum Tunjung