Prosesi Tawur Agung Kesanga merupakan upacara yang digelar oleh umat Hindu sehari jelang perayaan Nyepi. Upacara ini berdasarkan pada konsep ajaran Tri Hita Karana, yakni menyelaraskan hubungan dengan tiga elemen, manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam semesta. Tawur Agung Kesanga sendiri bertujuan untuk membersihkan dan mewisuda bumi sebelum Nyepi, yakni dimana umat akan melaksanakan tapa brata penyepian. Tawur Agung Kesanga diawali dengan ritual pengambilan air suci dari situs Istana Ratu Boko yang terletak di pinggang Pegunungan Batur Agung, tak jauh dari Candi Prambanan. Sekitar pukul 09.00 WIB, para umat memulai perayaan dengan prosesi Mendak Tirta alias menjemput air suci. Dalam ritual Mendak Tirta ini, para umat beriringan mengarak umbul-umbul, berbagai persembahan, gamelan dan ogoh-ogoh menuju ke Candi Dewa Siwa. Setelah tiba di depan candi, hanya yang membawa umbul-umbul dan persembahan saja yang masuk ke dalam candi. Di dalam Candi Dewa S...
Museum Lokal Grobogan yang dikelola oleh Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) itu letaknya tepat berseberangan dengan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Grobogan Jalan Pemuda Purwodadi. Di dalamnya tersimpan berbagai macam koleksi benda-benda purbakala serta fosil-fosil hewan prasejarah. Namun sungguh ironi, museum yang terletak di pusat kota Purwodadi itu masih belum menarik wisatawan. Terutama generasi milenial. Hal itu di ungkapkan salah satu petugas Museum , Bambang Pujo, kepada KIM pekan lalu. "Sebenarnya sih museum ini banyak koleksinya, seperti benda- benda prasejarah, namun ya masih banyak yang belum tertarik untuk berkunjung ke sini", beber Bambang. "Tampaknya para wisatawan lebih tertarik ke obyek-obyek yang lebih menantang, seperti pantai, dan candi daripada mengunjungi museum", tambahnya. Bambang pun juga merinci jumlah kunjungan wisatawan museum melalui daftar tamu kunjungan. Tertera hanya segelintir...
Seperti dikutip dari Antara, Jumat (17/10) selain meresmikan Museum Paviliun 5, pada kesempatan tersebut Presiden juga meresmikan Skuadron Udara XVI Pekan Baru dan Batalyon Infanteri X Marinir Batam. "Saya menyambut baik hadirnya kekuatan baru jajaran TNI AU yaitu Skuadron Udara XVI, kekuatan udara di era modern sangat penting, oleh karena itu Angkatan Udara harus semakin tangguh kuat dan modern dan harus mampu menjaga wilayah udara yang terbentang luas dari Sabang hingga Merauke," kata Presiden yang juga menyambut baik hadirnya pangkalan baru yang merupakan pos depan tempur bagi negara kepulauan Indonesia, yaitu dibangunnya Batalyon Infanteri X Marinir yang akan memperkuat jajaran kekuatan marinir. "Saya juga mengucapkan terima kasih atas dibangunnya Museum Paviliun 5 ini, Insya Allah akan memberikan semangat, inspirasi, dan motivasi bagi para taruna untuk meraih cita-cita," katanya. SBY juga berharap museum tersebut menjadi saksi sejarah dari masa ke masa yang menjad...
Masjid Agung Nur Sulaiman merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Kabupaten Banyumas yang telah terdaftar oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah pada 2004 dengan Nomor 11-12/Bas/44/TB/04. Masjid yang berlokasi di sebelah barat Alun-Alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas ini dilindungi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Semula masjid tersebut dikenal dengan sebutan Masjid Agung Banyumas. Namun sejak 1992 berganti nama menjadi Masjid Agung Nur Sulaiman Banyumas. Masuknya Masjid Agung Nur Sulaiman ke dalam daftar cagar budaya bukan tanpa alasan. Bangunan tersebut merupakan peninggalan sejarah yang dibangun saat ibu kota kabupaten itu masih berada di Banyumas atau sebelum dipindah ke Purwokerto. Masjid tersebut diperkirakan dibangun tidak lama setelah pembangunan pendopo "Bale Sipanji" atau rumah kabupaten. Berdasarkan Babad Banyumas yang dihimpun Oemardani dan Poerbasewojo, pendopo "Bale Sipanji" dibangun Rade...
Desa Karanggayam terletak kurang lebih 5 km sebelah utara Karanganyar. Desa ini dipakai juga sebagai nama Kecamatan Karanggayam, karena kantor Camatnya berada di sini. Pada masa itu di Karanganyar masih ada kantor Kawedanan yang dulunya pernah menjadi kantor kabupaten Karanganyar. Peristiwa pertempuran Karanggayam terjadi pada hari Jumat Pon, tanggal 19 Agustus 1947, satu Batalyon Belanda yang berkedudukan di Gombong menyerang kedudukan Batalyon 62 TNI di Kajoran Karanggayam. Belanda bergerak melambung ke Utara melalui desa Sidayu, Penimbun, Kenteng dan menyusup menuju Karanggayam yang waktu itu merupakan Front terdepan di pedalaman Jawa Tengah yang langsung berhadapan dengan musuh yang berkedudukan di Gombong. Melalui pengintaian udara, Belanda mengetahui di kuburan Pamekas ada kubu pertahanan dengan kekuatan senjata otomatis berat Watermantel (nama senjata berpendingin air). Di tegalan medan terbuka berkibar bendera Merah Putih dengan tiangnya dua batang bambu...
Meski dilaksanakan dengan sangat sederhana, Peringatan Hari Pahlawan pada tanggal 10 November 2013 di Makodim 0709/Kebumen berlangsung khidmat, penuh nilai kejuangan serta kepahlawanan dengan diresmikannya “Monumen Perjuangan di Keboen Radja Panjer” . Monumen ini dibangun sebagai penghormatan kepada rakyat dan para pemuda Kebumen yang tergabung dalam Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan Pelajar yang melakukan aksi pengambilalihan kekuasaan terhadap pemerintah Jepang di Kebumen. Peristiwa ini dilatarbelakangi sikap Jepang yang masih merasa menguasai pemerintahan hingga waktu penyerahan secara resmi kepada Sekutu sehingga memicu rakyat dan pemuda Kebumen yang tergabung dalam BKR melucuti tentara bersenjata Jepang yang berada dalam kesatrian PETA, Pabrik, Instansi Pamong Praja dan kelembagaan lain yang ada di Kebumen. https://kebumen2013.com/peresmian-monumen-perjuangan-di-keboen-radja-panjer-kebumen-10-november-2013/
Desa Sugihwaras termasuk dalam wilayah kecamatan Adimulyo. Pada masa perang kemerdekaan desa ini menjadi salah satu bagian pertahanan tentara RI. Untuk menghindari banyaknya korban penyerangan Belanda terhadap pos pertahanan TNI di Sidobunder pada Selasa akhir Agustus 1947, tentara RI mundur ke desa Sugihwaras (sebagai batas pertahanan terluar) hingga ke Podohurip (markasnya kini menjadi SDN Podohurip). Salah satu pejuang yang bermarkas di Sugihwaras adalah Supardjo Rustam (mantan Gubernur Jawa Tengah). Selanjutnya pada peristiwa Canonade Candi 19 Oktober 1947 Belanda juga mengawali serangan pendahuluannya ke desa ini. Beberapa hari setelah peristiwa Canonade Candi dan Sugihwaras, tepatnya pada tanggal 23 Oktober 1947 Belanda berhasil mendapat informasi mengenai banyaknya markas tentara RI serta catatan struktur penggerak perjuangan masyarakat dari Podohurip hingga ke Sugihwaras yang ternyata didominasi oleh para pemuda desa Sugihwaras....
Meskipun telah berdiri BKR di berbagai tempat sebagai wadah perjuangan sesuai dengan seruan Presiden pada 23 Agustus 1945, oganisasi kelaskaran-kelaskaran tetap aktif dan memperkuat diri. Organisasi Kelaskaran yang ada di Kabupaten Kebumen antara lain: Barisan Pemuda Rakyat Indonesia (BPRI) Sejak November 1945, atas anjuran Bung Tomo (pemimpin peristiwa 10 November 1945) setelah para pemuda kembali dari pertempuran Surabaya, Barisan Pemuda Rakyat Indonesia (BPRI) berubah nama menjadi Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI). Di Kebumen, BPRI dipimpin langsung oleh Soekirno dan Koencoro. Dalam pengembangannya, disusunlah Pasukan Laskar Rakyat (PLR) yang dipimpin langsung oleh Soekirno dengan markas di Gedung Bunder (dahulu termasuk wilayah jalan Stasiun, kemudian berubah menjadi jalan Pemuda; Depan Hotel Putra). Barisan Banteng 45 Barisan Banteng 45 Kebumen dipimpin RM. Syafei dan Moh. Sodik; bermarkas di belakang Gedung Bunder (belakang Markas BPR...
KEBUMEN – Pusaka Ki Badranala dikirab dalam ruwat situs kerajaan Panjer Kuno, Selasa (13/12). Kegiatan yang dipusatkan di Kelurahan Panjer, Kecamatan/Kabupaten Kebumen itu, diikuti iring – iringan grup Ebleg Singa Mataram serta Jamjaneng. Peserta yang terdapat anggota Pramuka dan Saka Wira Kartika Ki Badranala Kodim 0709 Kebumen itu juga membawa hasil bumi, tumpeng, serta panji kebesaran yang diarak mengelilingi Kelurahan Panjer. Prosesi diawali di pertigaan eks pabrik Sarinabati, yang menjadi pusat lumbung padi Kerajaan Mataram dahulu. Iring – iringan peserta kirab lantas menuju jalan depan Makodim 0709/Kebumen, Jalan Pemuda, Jalan Gelatik, Jalan Kutoarjo, dan kembali di Pamokshan Gajah Mada, Kompleks eks pabrik Sarinabati. Kirab tersebut mengundang perhatian masyarakat. https://kebumen2013.com/pusaka-ki-badranala-dikirab/