Adat Nusantara
498 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kabuyutan Ciburuy
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Merupakan situs peninggalan jaman Prabu Siliwangi yang kemudian dilanjutkan oleh anaknya yaitu Prabu Kian Santang. secara administrasi Kabuyutan Ciburuy terletak Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut berada di titik koordinat 7° 17' 18" S, 107° 49' 43" E.   Di daerah Situs Kabuyutan Ciburuy terdapat tiga buah rumah adat yang bernama Bumi padaleman (tempat menyimpan benda-benda naskah kuno,daun lontar dan nipah), Bumi Patamon (tempat penyimpanan benda tajam seperti keris, kujang trisula, dan alat kesenian goong renteng) dan lumbung padi atau “leuit”, (tempat menyimpan bahan makanan terutama padi). Alat kesenian goong renteng yang ditemukan di daerah ini merupakan cikal bakal dari kesenian degung yang ada sekarang ini.  Luas daerah Kabuyutan Kabuyutan Ciburuy ini sekitar 1 hektar. Panorama indah serta suasana damai dengan udara yang sejuk akan dijumpai ketika kita berada di kawasan situs ini. Setiap hari rab...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Kuta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Nama Kampung Kuta ini mungkin diberikan karena sesuai dengan lokasi Kampung Kuta yang berada di Iembah yang curam sedalam kurang lebih 75 meter dan dikelilingi oleh tebing-tebing/perbukitan, dalam bahasa Sunda disebut Kuta (artinya pager tembok). Mengenai asal-muasal Kampung Kuta, dalam beberapa dongeng buhun yang tersebar di kalangan masyarakat Sunda sering disebut adanya nagara burung atau daerah yang tidak jadi/batal menjadi ibukota Kerajaan Galuh. Daerah ini dinamai Kuta Pandak. Masyarakat Ciamis dan sekitarnya menganggap Kuta Pandak adalah Kampung Kuta di Desa Karangpaninggal sekarang. Masyarakat Cisaga menyebutnya dengan nama Kuta Jero. Dongeng tersebut ternyata mempunyai kesamaan dengan cerita asal-usul Kampung Kuta. Mereka menganggap dan mengakui dirinya sebagai keturunan Raja Galuh dan keberadaannya di Kampung Kuta sebagai penunggu atau penjaga kekayaan Raja Galuh.   Pelapisan sosial yang didasarkan atas status dan peranan, telah menyebabkan dalam masyarakat terdap...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Labuh Saji
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara adat yang hidup dan berkembang di Palabuhanratu Sukabumi Jawa Barat merupakan wujud nyata perilaku masyarakat yang menjunjung tinggi para leluhur mereka. Salah satunya adalah upacara Labuh Saji yang dilaksanakan oleh masyarakat nelayan sebagai ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widi yang memberikan kesejahteraan dalam kehidupan mereka.   Upacara adat labuh saji merupakan tradisi turun-temurun nelayan Palabuhanratu untuk memberikan penghormatan kepada seorang putri bernama Nyi Putri Mayangsagara atas perhatiannya terhadap kesejahteraan nelayan. Mayangsagara mulai melakukan upacara labuh saji sebagai tradisi tahunan sejak abad ke-15 untuk memberikan bingkisan kepada Nyi Roro Kidul yang waktu itu dipercaya sebagai penguasa laut selatan. Mayangsagara melakukan upacara itu agar rakyatnya mendapat kesejahteraan dari pekerjaan mereka sebagai nelayan.   Mitos yang berkembang menyatakan, Nyi Putri Mayangsagara merupakan putri Raden Kumbang Bagus Setra dan Rat...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Mapag Sri
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara Mapag Sri merupakan ritual lokal yang unik. Keunikan yang akan Anda dapati adalah bahwa upacara ini menjunjung tinggi aturan agama Islam, tetapi percampuran adat tradisi Sunda kuno masih sangat kental terasa di setiap bagiannya. Upacara ini dilaksanakan setiap bulan Agustus dan merupakan pernyataan rasa syukur atas keberhasilan pertanian yang diperoleh. Selain itu, upacara ini juga diadakan sebagai upaya memelihara hubungan serta mendekatkan diri kepada Allah Swt.  Anda akan melihat bahwa upacara ini ini dilaksanakan dengan mengarak simbol Dewi Sri mengelilingi kampung, dengan diiringi berbagai atraksi kesenian. Setelah itu, diadakan pergelaran Wayang Kulit Purwa dengan lakon Sulanjana (cerita mengenai asal-usul padi). Usai pergelaran dilanjutkan dengan selamatan dan acara memperebutkan air yang berasal dari tujuh mata air yang dipercaya masyarakat sebagai obat untuk segala macam penyakit dan tolak bala – suatu acara yang sangat menarik untuk Anda ikuti.  ...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Upacara ke Makam Karomah
Ritual Ritual
Jawa Barat

Ziarah ke makam karomah dilaksanakan pada setiap hari Sabtu. Tamu yang datang mempunyai maksud berziarah, datang ke Dukuh di hari Jum'at atau hari sebelumnya. Untuk tamu yang datang di hari-hari sebelum Sabtu; seperti hari Rabu, Kamis, atau Jum'at harus menunggu sampai hari Sabtu, terutama tamu yang jauh atau yang dari luar propinsi Jawa Barat. Sedangkan tamu-tamu yang dekat kadang-kadang datangnya Sabtu pagi pada waktu ziarah. Sedatangnya ke Kampung Dukuh tamu langsung ke rumah Kuncen untuk menceritakan maksud kedatannganya, selebihnya tamu ada yang menginap dirumah Kuncen, tapi kadang-kadang ada juga yang dirumah masyarakat terdekat sebab di rumah Kuncen tidak tertampung.    Semua tamu yang datang ke Kuncen disuguhi makan sebab merupakan kewajiban Kuncen. Di waktu malam tamu-tamu yang ada di rumah Kuncen diberikan penjelasan asal muasal Karomah, Kampung Dukuh, serta adat istiadat yang ada di Kampung Dukuh, lalu diteruskan dengan membaca salawat.  Pad...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Wuku Tahun
Ritual Ritual
Jawa Barat

Wuku Tahun dilaksanakan setiap tanggal 1-14 Muharam (tahun baru Islam). Wuku Taun berasal dari kata buku yang bermakna membuka lembaran tahun baru (Islam) dan menutup tahun lalu. Tujuan upacara ini adalah untuk memohon perlindungan dari Allah Swt dan leluhur kampung, tolak bala, serta memohon keselamatan dan melestarikan tradisi gotong royong. Upacara ini dipusatkan di Bumi adat dengan doa bersama dipimpin oleh kuncen. Pada upacara ini terdapat hiburan kesenian Tarawangsa. Alamat: Kampung Cikondang Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan Kab. Bdg Koordinat :  7° 7' 4" S,  107° 32' 40" E - 

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Adat Sirna Resmi
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Secara geografis, Desa Sirnaresmi terletak di  6° 48' 54" BT dan  106° 33' 3" LS. Secara administrasi, Desa Sirnaresmi termasuk dalam Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. Batas-batas administrasi Desa Sirnaresmi adalah:  Sebelah utara, berbatasan dengan Kabupaten Lebak . Sebelah timur, berbatasan dengan Kecamatan Kelapa Nunggal   Sebelah selatan dan barat, berbatasan dengan Desa Cicadas  Kampung Sirnaresmi merupakan salah satu dari tujuh kampung yang ada di Desa Sirnaresmi. Batas-batas Kampung Sirnaresmi adalah :  Sebelah utara, berbatasan dengan Sungai Cibareno  Sebelah selatan, berbatasan dengan Kampung Cibongbong  Sebelah timur, berbatasan dengan Kampung Cikaret  Sebelah barat, berbatasan dengan Desa Cicadas  Suhu udara di wilayah desa berada pada kisaran 21-28°C dengan curah hujan antara 2120-3250 mm/lahun serta kelembaban udara 84%.  Desa Sirnaresmi berada pada...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Pulo
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Merupakan suatu perkampungan yang terdapat di dalam pulau di tengah kawasan Situ Cangkuang. Menurut cerita rakyat, masyarakat Kampung Pulo dulunya menganut agama Hindu, lalu Embah Dalem Arif Muhammad singgah di daerah ini karena terpaksa mundur pada saat mengalami kekalahan sewaktu menyerang Belanda. Karena malu kepada Sultan Agung maka Embah Dalem Arif Muhammad tidak mau kembali ke Mataram. Pada saat itu beliau mulai menyebarkan agama Islam pada masyarakat Kampung Pulo. Sampai dengan beliau wafat dan dimakamkandi Kampung Pulo, beliau meinggalkan 6 orang anak dan salah satunya adalah pria. Oleh karena itu di Kampung Pulo didirikan 6 buah rumah adat yang berjajar saling berhadapan masing-masing 3 buah rumah di kiri dan di kanan ditambah dengan sebuah mesjid. Jumlah dari rumah tersebut tidak boleh ditambah ataupun dikurangi, serta yang tinggal di dalam rumah tersebut tidak boleh melebihi dari 6 kepala keluarga. Jika seorang anak laki-laki sudah dewasa dan menikah maka paling lamba...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Dukuh
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Berada pada ketinggian ± 390 m di atas permukaan laut dengan luas ± 5 hektar. Dalam kisah tradisi yang dipercayai masyarakat setempat bahwa yang berjasa sebagai pendiri Kampung Dukuh adalah Syekh Abdul Jalil.   Menurut cerita nama dukuh diambil dari bahasa Sunda yang berarti tukuh (kukuh, patuh, teguh), dalam mempertahankan apa yang yang menjadi miliknya, atau taat dan sangat patuh menjalankan tradisi warisan nenek moyangnya. Menurut penuturan (2006) Lukmanul Hakim, Juru Kunci (Kuncen) Kampung Dukuh istilah dukuh berasal dari padukuhan atau dukuh = calik = duduk. Jadi padukuhan sama dengan pacalikan atau tempat bermukim. Kampung Dukuh merupakan kesatuan pemukiman yang mengelompok, terdiri atas beberapa puluh rumah yang berjajar pada kemiringan tanah yang bertingkat. Pada tiap tingkatan terdapat sederetan rumah yang membujur dari arah barat ke timur. Letak antar rumah hampir berdempetan, sehingga jalan kampung terletak di sela-sela rumah penduduk berupa jalan s...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17