Campuran Kornet (sumber: E-b ook Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Upacara bersih desa merupakan salah satu warisan budaya lokal yang perlu dilestarikan, dan masyarakat desa di lereng Gunung Bromo ini telah membuktikannya. Hal tersebut memang perlu, sehingga masyarakat tetap dapat menangkap semangat kebersamaan dan gotong-royong, serta rasa peduli dengan budaya sendiri tanpa harus mengorbankan keyakinan yang mereka anut. Lokasi Tradisi Bersih Desa Desa Pusungmalang termasuk wilayah Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, terletak di lereng Gunung Penanjakan salah satu anak Gunung Bromo. Dari kota Pasuruan menuju ke desa tersebut akan melewati beberapa desa antara lain, desa Gondangwetan, desa Pasrepan, desa Puspo dan kemudian naik menelusuri bukit-bukit yang ber kelok-kelok dan terjal kurang lebih selama dua jam perjalanan, barulah sampai ke Desa Pusungmalang ini. Desa Pusungmalang terdiri atas lima Dusun yaitu: Dusun Mangu, Wonogriyo, Kenongo, Jagungsromo, dan Dusun Pusungmalang. Tim Balai Arkeologi Yogyakarta sudah empat tahap (sa...
Foto: Muhammad Aminudin Sebuah monumen mengenang jasa Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) ada di Kota Malang. Lokasinya masih di kawasan Jalan Ijen, atau depan Gereja Katedral. Jalan didepannya pun dikenal sebagai Jalan Pahlawan Trip. Monumen ini diresmikan oleh Presiden Soekarno tahun 1959 untuk mengenang gugurnya 35 prajurit TRIP dalam mempertahankan kemerdekaan atas Agresi Belanda I tahun 1947. Deretan nama-nama pejuang juga diukir dalam dinding kompleks monumen. Tidak banyak yang tahu, pejuang pelajar ini gugur sampai berkorban nyawa melawan Belanda. TRIP merupakan embrio dari lahirnya Barisan Keamanan Rakyat (BKR) ketika tentara Jepang melawan Sekutu, di tahun 1945 lahirnya BKR pelajar diikuti prajurit berusia 15-18 tahun bergabung bersama tentara melawan penjajah, kemudian berubah nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat Pelajar (TKRP), dan pada tahun 17 Januari 1946 menjadi TRIP.Saat Agresi Belanda I, pertahanan Kota Malang dibagi menj...
Kota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia, sekaligus kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Daerah metropolitan Surabaya yaitu Gerbang Kertosusila yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa, Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan Arek-Arek Suroboyo (Pemuda-pemuda Surabaya) dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari serangan penjajah. Kata Surabaya sering diartikan secara filosofis sebagai lambang perjuangan antara darat dan air. Menurut sejarah, nama kota ini sudah muncul sejak awal Kerajaan Majapahit, yakni dikenal dengan nama Ujung Galuh. Namun karena sebuah peristiwa, maka daerah itu dinamakan “SURABAYA” yang berarti “SELAMAT DARI BAHAYA”. “Surabaya” sendiri diambil dari simbol ikan sura atau hiu (selamat) dan buaya (bahaya) untuk menggambarkan kepahlawanan tentara Maj...
Di kalangan masyarakat Jawa Timur, Indonesia ada satu legenda cerita rakyat yang beredar dan dituturkan turun temurun tentang kisah JAKA SEGER dan RARA ANTENG. Legenda yang mengisahkan tentang percintaan antara Jaka Seger dan Rara Anteng ini menerangkan tentang asal-usul GUNUNG BRAHMA (BROMO) dan GUNUNG BATOK, serta asal-usul nama SUKU TENGGER, yaitu sebuah suku yang tinggal di sekitar Gunung Bromo. Bagi suku Tengger, Gunung Bromo merupakan gunung yang suci. Itulah sebabnya, setiap setahun sekali, yaitu setiap bulan Purnama pada bulan ke-10 tahun Saka, mereka melaksanakan upacara yang dikenal dengan YADNYA KASADA terutama bagi saudara-saudari penganut agama Hindu. Konon, keberadaan upacara tersebut juga diyakini berasal dari legenda cerita rakyat Jaka Seger dan Rara Anteng ini. Di sebuah rumah sederhana di lereng Gunung Bromo, seorang laki-laki setengah baya sedang duduk menunggu istrinya yang akan melahirkan anak kedua mereka. L...
Bagi kamu pecinta kopi, pasti tidak ketinggalan informasi bahwa Jember salah satu kota dengan penghasil kopi terbaik. Kamu wajib mampir ke Puslit Kopi dan Kakao Jember, yang terletak di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji, atau sekitar 12km kearah selatan kota Jember. Tempat ini adalah salah satu lembaga yang meneliti kopi dan kakao di Indonesia. Nah, kamu bisa menikmati beberapa hasil produksi ini untuk oleh-oleh, seperti produk kopi hingga berbagai jenis juga permen, blok, dan es krim. Sumber : https://www.idntimes.com/food/dining-guide/fransisca-stefanie-chandra/makanan-khas-jember-untuk-oleh-oleh-c1c2/full
Siapa yang tidak kenal serabi? Maknan khas Bojonegoro ini memang sudah men-Indonesia, ya serabi banyak diterima di masyarakat Indonesia, selain rasanya yang manis ada serabi juga bisa di kembangkan dan dijadikan sebagai makanan modern. Serabi ini dibuat dengan bahan dasar beras dan campuran bahan lainnya, makanan serabi ini mudah dan banyak ditemui di Kabupaten Bojonegoro, serabi biasanya hadir pada saat pagi hari saja, karena serabi biasanya dijadikan makanan untuk sarapan sebelum memulai aktivitas. Sumber : https://azzamaviero.com/makanan-khas-bojonegoro/
Gethuk nama yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita ini, menjadi makanan tradisional khas indonesia, selain itu gethuk juga dijadikan sebagai makanan khas Bojonegoro, karena keberadaanya yang sudah lama dan kepopulerannya di Kabupaten Bojonegoro. Gethuk asli Bojonegoro dibuat dari bahan utama singkong, nama lain gethuk di Bojonegoro dikenal juga dengan sebutan gethuk lindri. Pada gethuk lindri ini terdapat dua warna utama yaitu warna kuning dan warna putih, sebelum disajikan gethuk ditaburi parutan kelapa yang pasti membuat keributan diperut kamu. Itulah beberapa oleh-oleh, jajanan, minuman dan makanan khas Bojonegoro, kamu tahu enggak makanan khas Timika di Papua? Kalau belum tahu kamu bisa baca dan klik di sini makanan khas Timika yang pastinya akan membuat kamu ingin berkunjung ke sana. Sumber : https://azzamaviero.com/makanan-khas-bojonegoro/
Membahasa Kota Kediri dari sisi kekhasannya memang tidak akan ada habisnya. Selama ini banyak orang yang mengenal kota Kediri dengan tahu takwanya yang melegenda. Namun tahukah kamu bahwa ada cinderamata khas Kediri yang juga layak untuk dijadikan oleh-oleh khas Kediri ? Ya, adalah tenun ikat bandar yang diproduksi langsung oleh masyarakart Bandar Kidul, Kediri. Tenun ikat adalah salah satu kriya tenun Indonesia yang berasal dari kain tenun atau helaian benang pakan dan benang lungsin yang sebelumnya diikat serta dicelupka dalam sebuah zat pewarna alami. Alat tenun yang dipakai mayoritas alat tenun manual alias bukan mesin. Kain tenun ikat bandar yang merupakan oleh oleh khas Pare Kediri ini bisa kamu gunakan sebagai pakaian dan pelengkapan busana seperti penghias interior rumah, dan juga kain pelapis mebel. Sumber : https://dapuranggi.id/10-oleh-oleh-khas-kediri-populer-dan-murah.html