Dibuat oleh : OSKM18 16018209 AnnisaEfendi TARI INDANG Tari indang atau yang disebut juga dengan tari badindin juga merupakan salah satu tarian yang berasal dari minangkabau. Tarian ini biasanya dimainkan oleh 7 orang laki-laki. Namun seiring dengan berkembangnya zaman tarian ini juga dimainkan oleh wanita. Awal mulanya tarian ini dibuat untuk tujuan penyebaran dakwah agama islam yang dibawa oleh Syekh Burhanuddin, namun pada saat ini tarian ini telah beralih fungsi sebagai hiburan. Makna yang terdapat dalam tarian ini mengajarkan kita untuk bekerjasama satu sama lain. Ini terlihat dari gerakan tarian ini yang sangat membutuhkan kekompakan, dinamis dan ceria. Lagu dari tarian ini juga mengandung kata "dindin badindin" yang artinya adalah untuk mengajak orang-orang untuk saling bertegur sapa. OSKMITB2018
"Ronggeng Pasaman" merupakan salah satu tradisi yang masih hidup dan lestari di Pasaman Barat. Tradisi kesenian ini merupakan seni pertunjukan yang terdiri atas pantun, tari atau joget, dan musik. "Ronggeng pasaman" berfungsi sebagai salah satu sarana hiburan masyarakat di Pasaman Barat dan biasanya dimainkan pada malam hari di tanah lapang atau di pesta "baralek". Nyanyian berupa sajak pantun yang di bawakan oleh seorang anggota "Ronggeng Pasaman" berirama sedih, senang, dan sindiran atau bergurau. Nyanyian tersebut diiringi dengan alunan musik yang berasal dari "Rabab" atau Biola seirama dengan hentakan tari dari personil nya secara bersama-sama. Pantun atau Sajak adalah unsur utama tradisi "Ronggeng Pasaman". Bentuk pantun yang dibawakan adalah pantun muda-mudi dan didendangkan atau dinyanyikan mengikuti irama lagu. Pantun-pantun yang didendangkan atau dinyanyikan mengikuti irama-irama lagu tadi dilantunkan oleh `ronggeng' yaitu penari dan pelantun wanita atau pria yang memakai kos...
TARI INDANG Tari indang atau yang biasa disebut juga dengan tari badindin ini merupakan salah satu tarian yang berasal dari minangkabau. Tarian inibiasanya dimainkan oleh 7 orang laki-laki. Namun dengan seirong berkembangnya zaman tari indang ini juga dimainkan oleh wanita. Awal mulanya tarian ini dibuat untuk menyebar luaskan dakwah agama islam yang dibawa oleh Syekh Burhanuddin, namun sekarang tari indang ini telah beralih fungsi sebagai tari penghiburan. Makna yang terdapat didalam tari indang ini mengajak kita untuk bekerjasama satu sama lain. Ini terlihat dari gerakan tari indang yang sangat membituhkan kekompakan, dinamis dan ceria. Dan didalam lagu tari indang ini juga terdapat kata "dindin badindin" yang mengandung makna untuk mengajak orang-orang saling bertegur sapa. OSKMITB2018
Menurut legenda, Ada seorang raja yang berkuasa di Kampung Dalam, Pariaman. Sang Raja memiliki tiga orang anak dari ibu yang berbeda yaitu Sutan Lembak Tuah, Sutan Pangaduan dan Puti Sari Makah. Ibu Sutan Lembak Tuah berasal dari kalangan biasa, ibu Sutan Pangaduan bernama Puti Andam Dewi yang merupakan keturunan bangsawan, sedangkan ibu Puti Sari Makah adalah seorang keturunan Arab. Jadi secara adat, Sutan Pangaduan adalah putra Mahkota yang sah karena ibunya, Puti Andam Dewi, masih keturunan bangsawan. Menurut cerita rakyat Sumatera Barat, Sang Raja memutuskan untuk bersemayam ke Gunung Ledang di saat anak-anaknya masih kecil. Sepeninggal ayahandanya, ibunda Sutan Pangaduan, yaitu Puti Andam Dewi, berusaha dipersunting oleh Rajo Unggeh Layang seorang raja yang berkuasa di negeri Taluak Singalai Tabang Papan. Puti Andam Dewi menolak pinangan Rajo Unggeh Layang. Akibatnya, Rajo Unggeh Layang marah dan menculik Puti Andam Dewi dan membawanya ke sebuah bukit. &...
Tarian tradisional dari Sumatera Barat yang dilakukan sebagai ungkapan kasih sayang kepada seorang kekasih. Payung dalam tari payung menjad lambang perlindungan terhadap kekasihnya. Tari payung sering dilakukan secara berpasang-pasangan karena unsurnya yang romantis. Alat lain selain payung adalah selendang yang dapat dipakai wanita, sedangkan payung dipakai pria. Tari payung pada umumnya dibawakan dengan musik dinamis untuk memeriahkan acara seperti pesta, pameran, dan lain sebagainya. Tari payung mempunyai pola irama 1-2-3-4. Pola tersebut dijadikan dasar dari gerakan tarian. Gerakan tari payung pada umumnya terbagi atas 4 tahap: Gerakan 1 1. Tangan kanan memegang payung dan tangan kiri di pinggang, 2. Payung diayun ke kiri pada hitungan ganjil, 3. Payung diayun ke kanan pada hitungan genap, 4. Kaki melangkah maju hitungan 1 sampai 4, 5. Kaki melangkah mundur hitungan 5 sampai 8. Gerakan 2 1. Tangan kiri memegang payung dan tangan kanan di pinggang 2. Payun...
Pengertian. Jika dikembalikan ke dalam bahasa Indonesia, manyiriah disebut juga dengan menyirih dengan kata dasarnya sirih. Apabila ditambah dengan me- pada bahasa Indonesia ataupun imbuhan ma- dalam bahasa minang, maka kata benda ini akan berubah menjadi kata kerja. Jadi secara keseluruhan istilah menyirih dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan mengunyah sirih. Tradisi mengunyah sirih sebenarnya merupakan tradisi yang kerap dilakukan oleh segenap kaum wanita dahulunya. Di Minangkabau, khususnya di Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam, manyiriah tidak hanya sebuah kebiasaan wanita. Akan tetapi manyiriah juga merupakan sebuah cara yang digunakan untuk mengundang masyarakat dalam sebuah acara. Dengan kata lain manyiriah merupakan pengganti undangan seperti yang kita kenal pada saat sekarang ini. Tentang Manyiriah. Tradisi manyiriah ini digunakan untuk mengundang masyarakat dalam kaegiatan pesta, seperti pesta pernikahan, akikah (mangarek rambu...
Masyarakat Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat hingga saat ini masih mempertahankan tradisi "Manduduakan Urang" atau berkumpulnya ninik mamak, sumando (minantu pria), dubalang dan kaum ibu untuk bermusyawarah guna mencapai mufakat. Kegiatan itu bertujuan membagi tugas dalam mengabarkan/menginformasikan pihak keluarga dan warga sekitar hajat dilaksanakan. Adapun maksud diadakannya acara "Manduduakan Urang" adalah pertama,ketika menentukan waktu/hari menggelar perhelatan pernikahan (baralek) pihak pria ataupun pihak wanita. Kedua, kegiatan digelar ketika akan memperingati/mendoa seratus hari (malapeh) meninggalnya salah satu anggota keluarga. Tradisi ini biasanya digelar saat malam sehabis salat Maghrib di rumah keluarga yang ingin melakukan hajat. Pembagian tugas sesuai dengan kapasitas masing-masing. Misalnya, kaum ibu menyiapkan makanan untuk dihidangkan untuk yang menghadiri musyawarah itu. "Bagi keluarga yang mampu tak jarang menyembelih kerbau atau sapi untuk hidangan...
Tersebutlah negeri telah aman. Padi masak, jagung maupiah, ternak berkembang biak, orang kampung bersukaria, sanak saudara bersenang hati. Pasar ramai dikunjungi, mesjid penuh didatangi, tidak terganggu beribadah. Tiudak terndengar lagi kata yang meningkah,tidak ada kusut yang tak selesai, tidak ada keruh yang tidak akan jernih. Oang-orang tua sepakat hendak memperbaiki negeri, yang mudapun seiya hendak memperindah kampung. Demikianlah keadaan di kampung Pandeka Lompong. Semua penduduk kamung mersa perutnya kenyang lantaran padi di sawah telah pulang. Banyak di antara penduduk di sat ini berniat melepaskan nasarnya. Dan dalam hal ini tidak ketinggalan nasar orang tua Pandeka Lompong. Mereka berniat hendak mencarikan teman hidup anaknya itu. Pada ketika yang baik sesudah makan, berkatalah ibu Pandeka Lompong kepadanya. "Kami bermaksud hendak memperkatakan sesuatu enganmu sekarang." Entah apa sebabnya tersirap juga darah Pandeka Lompon mendengar ucapan ibunya itu. Bermacam...
Cerita ini merupakan cerita yang populer di daerah Pesisir Selatan. Ada orang yang berangapan bahwa cerita ini memang terjadi di daerah Pesisir Selatan. Ada juga orang yang beranggapan bahwa cerita ini termasuk mitos/dongeng, tidak masuk di akal manusia, sebab manusia meninggal tidak dikuburkan, diletakkan saja dianjung peranginan rumah gadang. Dan arwahnya tetap hidup dan menjelma kepada anaknya, Sutan Lembak Tuah dan Sutan Pengaduan. Secara ringkas kami kemukakan di sini, jalan cerita Nan Gombang Pituanan. Nan Gombang di sini dianggap orang keramat dan begitu pula orang tuanya. Nan Gombang tidak dimakan peluru, tahan besi tahan ilmu bathin, pandai berperang. Peluru tiba ditubuhnya berobah menjadi panau, tahan pedang jenawi, pandai pencak silat dan sebagainya. Nan Gombang memerintah sebagai raja di daerah Batang Kapas yang bernama Taluek Sunyi Air Batu. Lawannya yang terkuat Rajo Unge Layang berkuasa di daerah Carocok Tarusan yang bernama waktu itu Kualo Gadueng Intan. Nan Gomb...