Galamai adalah salah satu makanan kecil dengan bahan dasar tepung beras ketan, gula aren dan santan yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Di daerah lain, Galamai dikenal sebagai dodol atau jenang. Makanan ini dibuat untuk keperluan pesta pernikahan dan pesta adat lainya atau menjelang hari raya. Galamai biasanya dibuat dengan cara bergotong-royong karena memerlukan banyak tenaga untuk mengaduk adonan dalam jumlah besar dan waktu lama. Hasil dari masakan ini berbentuk makan yang bewarna hitam mengkilat dan terasa manis. Bahan-bahan: 300 gr gula merah, sisir halus 250 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa 200 gr tepung beras ketan 175 ml santan encer dari 1/4 butir kelapa 1/4 sdt garam Secukupnya kacang tanah. Cincang dan sangrai Cara Membuat: 1. Rebus santan kental dengan setengah bagian santan encer. 2. Masukkan garam dan gula pasir, setelah mendidih segera angkat dan sisihkan. 3. Siapkan sebuah wadah. Masukkan tepung beras ketan dan sisa santan encer, aduk rata. 4. Tuang ad...
Semua orang pasti tahu bila mendengar kata rendang. Masakan asli Padang, Sumatera Barat ini sudah terkenal seantero Nusantara, bahkan hingga mancanegara. Bila selama ini kita mengetahui rendang itu terbuat dari daging sapi, ternyata ada juga rendang berbahan lain. Ialah Rendang Ayam Bedug Tabuh sebuah kreasi rendang dengan menggunakan daging ayam. Penasaran cara pembuatannya? Simak resep di bawah ini. Bahan-bahan: 300 gram chicken drum stick 2 lembar daun kunyit 2 batang serai, memarkan 8 lembar daun salam 8 lembar daun jeruk 1,5 liter santan kental dari 3 butir kelapa Minyak untuk menumis Air secukupnya untuk merebus Bumbu yang Dihaluskan: 7 siung bawang putih 15 buah bawang merah 7 butir kemiri 7 buah cabe merah keriting 2 cm lengkuas 1 cm kunyit 2 cm jahe Garam secukupnya Cara Membuat: 1. Tumis bumbu halus sampai harum, tambahkan daun salam, daun jeruk daun kunyit dan serai, tumis hingga bumbu matang, tuangkan setengah bagian santan, masak hingga mendidih dan santan b...
Kopi talua merupakan salah satu jenis racikan kopi nusantara, dimana kopi talua berbalur buih yang lembut dengan paduan citarasa manis-gurih yang khas. Perpaduan kopi dan telur ini menjadi suguhan menggoda sebagai teman bersantai menikmati waktu senggang maupun dapat dinikmati saat berbincang-bincang bersama rekan maupun keluarga. Seperti juga teh talua, jenis minuman khas lainnya dari Sumatera Barat, sajian ini menggunakan kuning telur sebagai komponen utama racikannya. Meskipun sama-sama menggunakan kuning telur, ada beberapa hal berbeda dalam teknik peracikan kopi talua jika dibandingkan dengan teh talua. Perbedaan tersebut diantaranya ada pada tahap pengocokan telur. Pada kopi talua, kuning telur yang telah terpisah dari putihnya dimasukkan dalam gelas berisi susu kental manis dan ditambahkan satu sendok teh bubuk kayu manis. Campuran ini kemudian dikocok hingga merata, lalu ditambahkan air panas sebagai seduhan kopi. Air seduhan kopi berfungsi untuk mematangkan telur sa...
Rendang Sumatera Barat Rendang atau randang adalah masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah . Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan berulang-ulang dengan santan kelapa . Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga kering dan berwarna hitam pekat. Dalam suhu ruangan, rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu. Rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dan santannya belum mengering disebut kalio, berwarna coklat terang keemasan. Rendang dapat ditemukan di Rumah Makan Padang di seluruh dunia. Masakan ini populer di kalangan masyarakat Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara , seperti Malaysia , Singapura , Brunei , Filipina , dan Thailand . Di daerah asalnya, Minangkabau , rendang disajikan dalam berbagai upacara adat dan perhelatan istimew...
Lamang Tapi Padang Salah satu jajanan pasar yang masih awet hingga sekarang di daerah Minangkabau adalah lamang tapai. Panganan ini disajikan dari lamang yang dimasak dengan medium bambu kemudian ditambah dengan tapai hasil fermentasi. Uniknya untuk membuat tape tersebut, bahan yang digunakan adalah ketan hitam yang telah dikukus sebelum akhirnya difermentasi. Proses fermentasinya sendiri menggunakan perantara ragi dengan kandungan jamur bernama Saccharomyces yang membuat beras ketan lebih encer dan berair. Rasa yang ditimbulkan oleh proses ini adalah asam, bahkan terasa seperti soda karena telah difermentasi selama 2 sampai 3 hari. Sedangkan cara membuat lamangnya adalah hanya dengan memasak beras ketan di dalam bambu kemudian setelah masak isiannya akan ditaruh ke piring dengan lumuran tapai beras ketan hitam tadi. Rasa lamangnya yang khas dengan rasa gurih akan dipadukan dengan enaknya beras ketan hitam alias tape. Bahkan jika lamangnya telah habis, mengonsumsi tapenya sa...
Selain makanan berat yang sering Anda jumpai di rumah-rumah makan Padang, di Sumatera Barat juga banyak terdapat jajanan pasar tradisional, salah satunya adalah lamang tapai. Apasih lamang tapai ini? Lamang tapai adalah makanan atau jajanan pasar tradisional yang terbuat dari beras ketan. Lamang tapai dimasak menggunakan medium bambu dan disajikan bersama dengan tape atau masyarakat sekitar menyebutnya dengan tapai ketan hitam. Sebenarnya jajanan pasar ini tidak hanya terdapat di Sumatera Barat, tapi juga di daerah timur Indonesia lamang dikenal dengan nama nasi ketan bambu. Bedanya, bagi masyarakat minang, lamang disantap dengan tapai ketan hitam, sedangkan di daerah lain memiliki campuran tersendiri. Lamang tapai biasanya banyak ditemukan ketika bulan Ramadhan tiba. Lamang tapai banyak disajikan di rumah-rumah masyarakat minangkabau sebagai salah satu menu berbuka puasa. Selain banyak dijumpai di bulan puasa, lamang tapai juga sering ditemukan saat hari-hari besar ag...
Tauco Ikan, salah satu bukti pengaruh kuliner mancanegara yang diadaptasi penduduk lokal dan sukses memperkaya khasanah kuliner tradisional Indonesia saat ini. Kuah santan yang menjadi ciri khas masakan Padang dipadu dengan saus tauco dari daratan Tiongkok. Paduan yang eksotik dan lezat ;-) Sajian ini hanya salah satu contoh masakan hasil mix match yang sudah tumbuh beberapa abad lalu saat saudagar2 dari Portugis, India dan Cina berlayar ke kepulauan Nusantara untuk melakukan perdagangan dengan penduduk lokal khususnya di daerah pesisir yg dekat dengan pelabuhan sekaligus pusat perdagangan. Masih banyak contoh yang lain mulai dari Martabak Telur atau Martabak Mesir, Tauto/Soto Pekalongan , Soto Banjar yang kental dengan aroma bumbu 5 Spice atau Ngo Hiong, Panada dari Manado yang mirip dengan Empanada dari Portugis dll dll. Ngelantur?? Tentu saja tidak, setiap masakan tradisional menyimpan nilai sejarah dan identitas yang disandangnya, ta...
Martutu aek adalah pembaptisan , pada tradisi Batak kuno , dengan air kepada seorang anak yang baru lahir (sekitar usia tujuh hari) dengan membawanya ke homban (mata air di tengah ladang). Upacara ritual ini dimulai dengan doa yang disampaikan oleh Ulu Punguan kepada Mulajadi na Bolon. Kemudian sang Ulu Punguan membentangkan ulos ragi idup di atas pasir. Lalu Ulu Punguan meneteskan minyak kelapa ke dalam cawan yang telah berisi jeruk purut untuk memastikan bahwa tondi si bayi tersebut berada di dalam badan. Setelah itu, bayi yang hendak diberi nama dimandikan di mata air. Ulu Punguan lalu menyapukan kunyit ke tubuh bayi dan menguras bayi tersebut degan jeruk purut. Setelah diuras, Ulu Punguan mengoleskan minyak kelapa ke dahi bayi. Lalu, Ulu Punguan mencabut pisau Solam Debata yang dibawanya untuk memberkati bayi tersebut. Dengan memohon kepada Mulajadi Na Bolon, Ulu Punguan menarikan kain putih agar kain putih tersebut diberkati oleh Mulajadi Na Bolon sebagai...
Martutu aek adalah pembaptisan , pada tradisi Batak kuno , dengan air kepada seorang anak yang baru lahir (sekitar usia tujuh hari) dengan membawanya ke homban (mata air di tengah ladang). Upacara ritual ini dimulai dengan doa yang disampaikan oleh Ulu Punguan kepada Mulajadi na Bolon. Kemudian sang Ulu Punguan membentangkan ulos ragi idup di atas pasir. Lalu Ulu Punguan meneteskan minyak kelapa ke dalam cawan yang telah berisi jeruk purut untuk memastikan bahwa tondi si bayi tersebut berada di dalam badan. Setelah itu, bayi yang hendak diberi nama dimandikan di mata air. Ulu Punguan lalu menyapukan kunyit ke tubuh bayi dan menguras bayi tersebut degan jeruk purut. Setelah diuras, Ulu Punguan mengoleskan minyak kelapa ke dahi bayi. Lalu, Ulu Punguan mencabut pisau Solam Debata yang dibawanya untuk memberkati bayi tersebut. Dengan memohon kepada Mulajadi Na Bolon, Ulu Punguan menarikan kain putih agar kain putih tersebut diberkati oleh Mulajadi Na Bolon sebagai...