Seperti yang kita tahu, setiap daerah di Indonesia pasti punya bermacam-macam kebudayaan lokal yang menjadi ciri khas daerahnya. Entah itu bangunan bersejarahnya, makanan dan minuman tradisionalnya, pakaian adat, tarian serta pertunjukan seni lainnya, dan lain-lain. Tidak hanya itu, dalam hal mode berbusana pun menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain batik, tenun juga merupakan mode berbusana yang sudah dikenal luas di masyarakat Indonesia bahkan dunia. Daerah pengrajin tenun di Indonesia antara lain: Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Setiap daerah tentu mempunyai keunikan serta ciri khasnya masing-masing. Namun, tahukah kamu, Suku Baduy di Banten juga memiliki kain tenun yang sangat khas? Para perempuan suku Baduy yang bermukim di pengunungan Kendeng, Leuwidamar ini biasanya diajarkan menenun sejak usia dini. Uniknya, kegiatan menenun ini hanya boleh dilakukan oleh kaum perempuan saja. Konon, jika ada kaum laki-laki yang...
Ngarengkong atau Ngunjal Pare merupakan tradisi masyarakat adat yang ada di Kampung Guradog, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak-Banten. Ngarengkong adalah tardisi turun temurun atau warisan dari nenek moyang yang sudah lebih dulu melakukan ritual tersebut. Ngarengkong itu sendiri dapat diartikan sebagai mengangkut hasil panen. Ritual ngarengkong wairisan para leluhur ini biasanya dilaksanakan pada saat panen tangtu. Kegiatan ini digelar setiap tahun oleh masyarakat setempat bersama tokoh masyarakat dan tokoh adat. Pada ritual Ngarengkong ini, hasil panen padi dari sawah adat milik warga Kampung Guradog akan dibawa dan kemudian disimpan di Leuit (lumbung padi adat) yang nantinya dapat digunakan untuk keperluan tatanan adat, juga bisa digunakan oleh masyarakat yang sedang mengalami kesusahan terutama bagi masyarakat yang tidak mampu dengan cara meminjam padi tersebut dan membayarnya pada saat panen. Sawah adat tersebut hanya bisa digarap oleh petani dan tokoh...
Banten memiliki banyak situs peninggalan zaman batu besar atau megalitukum. Sebut saja situs megalitikum Batu Ranjang (Pandeglang), Patapan (Serang), Lebak Kosala (Lebak), dan Sanghyang Dengdek (Pandeglang). Situs-situs tersebut masih terjaga dan menjadi destinasi wisata sejarah di Banten. Salah satu situs megalitikum cukup terkenal di Banten, tepatnya di Kabupaten Lebak yaitu situs megalitikum Sibedug. Situs ini menjadi terkenal karena menyerupai piramida. Situs Sibedug diperkirakan dibangun pada 500 tahun SM. Situs Sibedug merupakan peninggalan kebudayaan megalitikum berbentuk punden berundak atau stepping pyramid. Punden berundak Situs Sibedug memiliki 9 teras ke arah penjuru angin. Teras pertama berdenah bujur sangkar dengan panjang 115 meter. Punden berundak merupakan tempat pemujaan arwah leluhur. Di sini, punden berundak menegaskan fungsi pemujaan terhadap arwah leluhur dengan struktur tempat tertinggi di puncak. Situs Sibedug tepatnya...
Seren taun adalah upacara adat panen padi masyarakat Sunda yang dilakukan setiap tahun. Upacara ini berlangsung khidmat dan semarak di berbagai desa adat Sunda. Upacara adat sebagai syukuran masyarakat agraris ini diramaikan ribuan masyarakat sekitarnya, bahkan dari beberapa daerah di Jawa Barat dan mancanegara. Istilah Seren taun berasal dari kata dalam Bahasa Sunda seren yang artinya serah, seserahan, atau menyerahkan, dan taun yang berarti tahun. Jadi Seren taun bermakna serah terima tahun yang lalu ke tahun yang akan datang sebagai penggantinya. Dalam konteks kehidupan tradisi masyarakat peladang Sunda, seren taun merupakan sarana untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala hasil pertanian yang dilaksanakan pada tahun ini, seraya berharap hasil pertanian mereka akan meningkat pada tahun yang akan datang. Lebih spesifik lagi, upacara seren taun merupakan acara penyerahan hasil bumi berupa padi yang dihasilkan dalam kurun waktu satu tahun untuk disimpan ke dalam lum...
Masyarakat adat di Kasepuhan Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, memiliki prinsip 'Kudu Bisa Ngigeulan Jaman'. "Kalau misalkan kita tidak akan pernah bisa menampik modernisasi dengan media sosial dan media komunikasi. Kalau kita tidak bisa mengikuti perkembangan zaman, maka kita punah. Semua harus dilakukan sesuai keseimbangan adat," ucap Abah Usep, Ketua Adat Desa Kasepuhan Cisungsang, Lebak, Banten, Minggu (28/8/2016). Ramuan itulah yang bisa membuat warga Kasepuhan Cisungsang bisa terus bertahan selama 700 tahun lebih tanpa menghilangkan adat dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman leluhur. Salah satunya Prosesi Adat Seren Taun yang masih ada hingga saat ini. Di mana, Seren Taun adalah menyimpan padi hasil tani ke dalam lumbung yang bisa digunakan oleh seluruh warga di saat terjadi kesulitan bahan pangan. Dengan demikian, masyarakat terhindar dari kelaparan. Prosesi ini berjalan selama tujuh hari tujuh malam. Di mana, pada mal...
Suku Badui telah mempertahankan tradisi yang sudah berlangsung sejak lama. Salah satunya adalah ritual Seba yang dikhususkan untuk kaum lelaki. Tradisi ini melibatkan anak-anak lelaki muda Badui. Ritual Seba Badui merupakan acara tahunan yang wajib digelar setelah masyarakat yang mendiami kaki Pegunungan Kendeng di Desa Kanekes itu melakukan tradisi yaitu Kawalu, Ngalaksa dan yang terakhir adalah Seba. Salah satu ritual Kawalu selama tiga bulan itu adalah berpuasa serta berdoa meminta keselamatan bangsa dan negara. Sedangkan Ngalaksa adalah membuat laksa, sejenis makanan olahan berbentuk seperti mie dari tepung beras. Laksa itu pula yang menjadi salah satu oleh-oleh yang diberikan kepada kepala daerah yang mereka sebut Bapa Gede saat Seba. Seba artinya seserahan atau upeti hasil bumi Suku Baduy terhadap Bapak Gede atau gubernur Banten. Acara itu digelar setelah musim panen ladang huma, sebagai rasa syukur masyarakat Bad...
Masyarakat Baduy, atau dalam sebutan lainnya dikenal Urang Kanekes (orang Kanekes) sebagaimana mereka tinggal di desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. Adalah masyarakat yang sampai saat ini masih mengikuti adat-istiadat secara ketat. Sejak berdirinya Kesultanan Banten yang berawal sekitar tahun 1526, ketika Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Demak memperluas pengaruhnya ke kawasan pesisir barat Pulau Jawa, secara otomatis memasukkan Kanekes ke dalam wilayah kekuasaannya. Sebagai tanda kepatuhan atau pengakuan kepada penguasa, masyarakat Baduy secara rutin melaksanakan Seba ke Kesultanan Banten (Garna, 1993). Upacara Seba digelar setelah musim panen dan menjalani ritual Kawalu selama tiga bulan. Dimana pada saat ritual Kawalu, wisatawan dilarang memasuki wilayah Baduy Dalam di tiga kampung, yakni Cibeo, Cikartawana dan Cikeusik. asal suku Baduy Dalam berjalan kaki di Kampung Petir, Serang dari Rangkasbitung sejauh 43 km untuk mengikuti upacara...
Provinsi Banten yang terletak di ujung Pulau Jawa telah berdiri pada awal tahun 2000. Kebudayaan yang berada di provinsi ini banyak dipengaruhi oleh kebudayaan sunda. Hal ini dikarenakan sebelumnya banten adalah bagian dari Provinsi Jawa Barat yang kemudian memisahkan diri. Kebudayaan yang ada pada provinsi ini sangat beragam, salah satunya adalah pakaian adat Banten. Berdasarkan kegunaan dan bentuknya, salah satu pakaian yang banten punya adalah pakaian adat pengantin. Pakaian ini digunakan oleh para mempelai ketika acara resepsi pernikahan dilaksanakan. Pakaian ini mirip dengan pakaian pengantin sunda dilihat dari motif dan desainnya. Untuk pria menggunakan atasan baju koko dengan kerah, kain samping atau batik banten sebagai bawahan, sabuk dari kain batik, penutup kepala, selop, sebilah parang/keris/golok sebagai pelengkap. Sedangkan untuk wanita memakai baju kebaya sebagai atasan, dengan bawahan berupa kain samping atau batik, selendang untuk dibahu, hiasan k...
Provinsi Banten yang terletak di ujung Pulau Jawa telah berdiri pada awal tahun 2000. Kebudayaan yang berada di provinsi ini banyak dipengaruhi oleh kebudayaan sunda. Hal ini dikarenakan sebelumnya Banten adalah bagian dari Provinsi Jawa Barat yang kemudian memisahkan diri. kebudayaan yang ada pada provinsi ini sangat beragam, salah satunya adalah pakaian adat Banten. Berdasarkan kegunaan dan bentuknya, salah satu pakaian yang banten punya adalah baju pangsi. Baju ini merupakan baju keseharian yang digunakan oleh masyarakat banten. Selain itu baju pangsi dikenal juga dalam kebudayaan masyarakat sunda sebagai pakaian adat Jawa Barat. Baju ini dipadukan dengan celana komprang, baju pangsi juga dipakai untuk latihan silat tradisional ataupun latihan debus yang sering digelar oleh masyrakat adat banten. sumber : http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/07/pakaian-adat-banten-dan-penjelasannya.html