Kesultanan Yogya adalah pemerintahan tradisional yang berlokasi di Jawa Tengah. Dibentuk pada tahun 1755 saat Kesultanan Mataram dibagi menjadi dua berdasarkan Perjanjian Giyanti: Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta. Daerah Teritorial YOgyakarta dibagi empat kelompok: 1. Keraton: daerah sekitar istana kerajaan yang menjadi residensi resmi Sultan 2. Nagari Yogyakarta: Ibu kota kerajaan 3. Negara Agung: Kawasan di luar Nagari Yogyakarta yang masih dikuasai oleh keluarga kerajaan 4. Mancanegara: kawasan luar Yogyakarta yang memiliki pemerintahan otonom. Birokrasi Kerajaan dapat digambarkan sebagai berikut: - Pemerintahan Pusat Sultan: penguasa di Yogyakarta dengan gelar Hamengku Buwono Patih Dalem: kementerian tertinggi dan duduk sebagai representasi Sultan sebagai kepala eksekutif dalam birokrasi Yogyakarta. Menteri Dalam Negeri: terdiri dari 4 departemen yang dipimipin oleh menteri kerajaan, disebut yaitu Kanayakan Keparak (Menteri Yayasa...
Bahan 150 gram kacang tolo 200 gram daging sapi, potong-potong kecil 150 gram tempe, potong kecil-kecil 750 ml santan dari ½ butir kelapa 4 sdm minyak, untuk menumis Haluskan 5 butir bawang merah 4 siung bawang putih 8 buah cabai merah keriting 3 buah keluwak 3 buah kemiri ½ sdt ketumbar 1 cm kencur 1 ½ sdt garam 10 buah cabai rawit merah, biarkan utuh 2 lembar daun salam 3 lembar daun jeruk purut 2 batang serai, memarkan 3 cm lengkuas, memarkan 1 sdm irisan gula merah Cara Membuat Rebus kacang tolo sampai empuk. Angkat dan sisihkan. Rebus daging sapi, rebus sampai empuk. Angkat dan sisihkan. Goreng tempe sampai kuning kecoklatan. Sisihkan. Tumis bumbu halus sampai harum dan matang. Tambahkan cabai rawit, daun salam, daun jeruk, serai, lengkuas. Masukkan kacang tolo dan daging, aduk rata. Beri santan masak sampai santan berkurang. Masukkan tempe goreng, mas...
bahan yang diperlukan : 1. nasi hangat 1 bakul 2. daun pisang 3. Karet Gelang Lauk : 1. Mie goreng : - mie 10 grm - kecap 1 sdm - bawang putih 1 sung , cincang - merica 1/4 sdt - bawang merah 2 siung, cincang - minyak 1 sdm - garam.1/4 sdt - air 1/4 cup cara membuat : 1. panaskan minyak, masukkan bawang merah, banwang putih, tumis, tambahakan air dan masukkan mie 2. tambahkan kecap, garam, merica,dan mie aduk.. masak hingga matang. 2. Tempe oseng : - tempe 20 grm, iris tipis dan kecil. - kecap 1 sdm - bawang putih 1 buah, cincang - bawng merah 2 buah, cincang - garam1/2 sdt - gula 1 sdt - cabai cincang 2 buah - minyak cara membuat : 1. panaskan minyak , masukkan bawang, tempe dan tumis sebentar. 2. masukkan kecap, dan bumbu lain. 3. Sambel teri 1. teri 10 grm 2. sambal terasi cara membuat : 1. goreng teri campur dengan sambal. Cara Membuat Nasi Kucing 1. Ambil bungkus daun pisang, ambil 1/2 centong nas...
Bahan Lapisan Kulit Bakpia Pathuk : - tepung terigu protein sedang 125 gram - minyak sayur 50 ml - margarin 1/2 sendok makan Bahan Kulit Bakpia Pathuk : - tepung terigu protein sedang 250 gram - tepung terigu protein tinggi 125 gram - gula pasir 75 gram - garam 1/2 sendok teh - air 200 ml - minyak sayur 200 ml Bahan Isi Bakpia Keju Susu : kacang hijau kupas 250 gram, kukus, haluskan gula halus 50 gram margarin 2 sendok makan susu bubuk 100 gram keju cheddar parut 100 gram Cara Membuat Kulit Bakpia Pathuk : Bahan lapisan kulit bakpia : Campur semua bahan, aduk rata dan sisihkan. Bahan kulit bakpia : Panaskan 100 ml air, masukkan gula. Aduk hingga rata dan gula larut, lalu tiriskan. Campur terigu dan garam. Tuangi air larutan gula lalu uleni hingga rata. Kemudian tuang 100 ml minyak sayur, uleni hingga adonan kalis. Gulung adonan hingga berbentuk bulat panjang...
Kaligrafi aksara Jawa merupakan kebudayaan Jawa warisan nenek moyang masyarakat Jawa. Tidak seperti batik yang kini sudah lestari, kaligrafi aksara Jawa bisa dikatakan terancam punah. Fan Page dan Group Kaligrafi Aksara Jawa di Facebook: Kaligrafi Jawa dan Kaligrafi Aksara Jawa. Twitter: @KaligrafiJawa Foto Relief Kaligrafi Aksara Jawa yang terbuat dari limbah kertas. Water resistant (tahan air). Bunyi: Kembang. Jika anda tertarik dengan produk ber-Kaligrafi Aksara Jawa, di Yogyakarta ada Rikswa Craft yang memproduksi Hiasan Dinding Relief Kaligrafi Aksara Jawa dari Limbah Kertas. Produk Rikswa Craft ini juga dapat dijumpai di Mirota Batik Jl. Malioboro Yogyakarta. Anda juga bisa memesan nama anda untuk dibuat Relief Kaligrafi Aksara Jawanya. Sebaiknya anda memesan satu minggu sebelum datang ke Jogja, sehingga ketika sudah sampai di Jogja tinggal membawa pulang Relief Kaligrafi Aksara Jawa yang sudah anda pesan.
Bank Indonesia Yogyakarta awal mulanya adalah sebuah kantor cabang De Javasche Bank Djogdjakarta. Keberadaan Kantor Cabang De Javasche Bank Yogyakarta ini merupakan usulan dari Firma Dorrepaal and Co Semarang. Dengan beberapa pertimbangan diantaranya dengan melihat Volume perdagangan di Yogyakarta yang semakin meningkat dan perputaran uang yang ada di Yogyakarta mencapai 2 hingga 3,5 juta gulden yang dilihat melalui Kantor Cabang De javasche Bank Soerakarta serta nilai produksi gula yang mencapai kurang lebih 2.580 ton per tahun maka preseiden De Javasche Bank ke -7 yakni MR. N P Van den Berg beserta jajaran direksi menyetujui usulan tersebut. Dan pada tahun 1879 dibnagunlah sebuah bangunan sebagai Kantor Cabang De Javasche Bank di Yogyakarta dengan menempati area seluas 300 meter dan tanah yang dipergunakan tanah berstatus eigendom atau bukan merupakan tanah milik Sultan Yogyakarta lagi melainkan milik De Javasche Bank sendiri. Rancangan Bangunan Kantor Cabang D...
Pesanggrahan Gambirowati adalah bangunan periode Islam yang terletak di Dusun Watugajah, Desa Girijati, Kecamatan Purwosari, Gunungkidul. Menurut Babad Tanah Jawi, situs Gambirowati ini merupakan bekas pesanggrahan yang digunakan oleh Sultan HB II lur.. Situs Gambirowati mempunyai luas 13.200 m2 dan terletak pada ketinggian 138 mdpl memiliki struktur bangunan berteras dan berbahan batu putih. Di dalam OV (Oudheidkundige Verslag) tahun 1925 FDK Bosch menyebut bangunan tersebut berasal dari abad XVI.
Tari Bedhoyo Ketawang (Tarian yang percintaan antara raja Mataram dengan Ratu Kencanasari) Menurut kitab Wedbapradangga yang dianggap pencipta tarian Bedhoyo Ketawang adalah Sultan Agung (1613-1645) raja ke-1 dan terbesar dari kerajaan Mataram bersama Kanjeng Ratu Kencanasari, penguasa laut selatan yang juga disebut Kanjeng Ratu Kidul. Sebelum tari ini diciptakan, terlebih dahulu Sultan Agung memerintahkan para pakar gamelan untuk menciptakan sebuah gendhing yang bernama Ketawang. Konon penciptaan gendhingpun menjadi sempurna setelah Sunan Kalijaga ikut menyusunnya. Tarian Bedhoyo Ketawang tidak hanya dipertunjukan pada saat penobatan raja yang baru tetapi juga pertunjukan setiap tahun sekali bertepatan dengan hari penobatan raja atau " Tingalan Dalem Jumenengan ". Bedhoyo Ketawang tetap dipertunjukkan pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Paku Buwana ke-XII (sekarang), hanya saja sudah terjadi pergeseran nilai filosofinya. Pertunjukan Bedhoyo Ketawan...
Pada masa Sultan Hamengkubuwana I beliau membangun tari bedhaya tersebut sebagai tarian ritual istana. Disebut ritual karena ada persyaratan-persyaratan tertentu di dalam penyelenggaraannya. Justru persyaratan inilah yang membuat tari bedhaya ini unik dan mengagumkan. Persyaratan itu misalnya seperti penari harus suci (tidak sedang menstruasi), sebelum pertunjukan harus berpuasa, tempatnya suci di Bangsal Kencana, ada sesaji, waktunya tertentu, ada pemimpin, dan lain-lain. Ada sebuah cerita yang menyatakan bahwa apabila syarat-syarat penyelenggaraannya ada salah satu yang dilanggar maka akan berakibat fatal. Bisa saja penarinya pingsan, gila, atau bahkan yang paling buruk meninggal. Sehingga tidak sembarang orang boleh dan bisa menarikan tarian bedhaya ini di bangsal Kraton Ngayogyakarta pada saat upacara adat maupun ritual. Tari klasik bukanlah semata-mata komposisi gerak tubuh yang disusun menjadi satu kesatuan sajian tontonan yang utuh. Tapi diba...