Tradisi perhelatan pernikahan menurut adat Minangkabau lazimnya melalui sejumlah prosesi yang hingga kini masih dijunjung tinggi untuk dilaksanakan serta melibatkan keluarga besar kedua calon mempelai, terutama dari keluarga pihak wanita. Berikut beberapa tradisi dan upacara adat yang biasa dilakukan baik sebelum maupun setelah acara pernikahan: 1. Maresek Maresek merupakan penjajakan pertama sebagai permulaan dari rangkaian tatacara pelaksanaan pernikahan. Sesuai dengan sistem kekerabatan di Minangkabau, pihak keluarga wanita mendatangi pihak keluarga pria. Lazimnya pihak keluarga yang datang membawa buah tangan berupa kue atau buah-buahan sesuai dengan sopan santun budaya timur. Pada awalnya beberapa wanita yang berpengalaman diutus untuk mencari tahu apakah pemuda yang dituju berminat untuk menikah dan cocok dengan si gadis. Prosesi bisa berlangsung beberapa kali perundingan sampai tercapai sebuah kesepakatan dari kedua belah pihak keluarga. 2. Meminang dan Bertukar T...
TUANKU KERAMAT : Nan Dipertuan Saleh ibni Nan Dipertuan Hela Perhimpunan Makam Keramat Gambar makam yang kita lihat disebelah kiri ini berada di kampung Padang Lowe di dalam kenagarian Tepi Selo, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar. Masyarakat setempat mengenalnya sebagai makam Ongku Kiramat. Saat PRRI berkecamuk di Minangkabau, salah seorang komandan pasukan APRI menemukan makam ini dan juga sebilah keris masih terhujam di atas makam. Sang Komandan APRI mencari tahu siapa yang dimakamkan di Padang Lowe ini, namun tidak banyak mendapatkan informasi banyak selain banyak keterangan yang ia dapatkan di Buo. Sang Komandan APRI kemudian memutuskan untuk menyelamatkan makam ini lengkap dengan bangunan atap bergonjong yang dibangun di atas makam Ongku Kiramat. Nah, saat sekarang inilah foto makam Ongku Kiramat yang belum lama diambil tetapi kita sudah tidak menemukan lagi keris yang terhujam tersebut. Mungkin sudah diselamatkan Sang Komandan APRI saat itu. Jujur saja...
Perayaan tabuik yang diselenggarakan setiap 1--10 Muharam adalah suatu upacara untuk memperingati meninggalnya Husein (Cucu Nabi Muhamad SAW) pada 61 Hijriah yang bertepatan dengan 680 Masehi. Cucu Nabi Besar Muhammad ini dipenggal kepalanya oleh tentara Muawiyah dalam perang Karbala di Padang Karbala, Irak. Kematian tersebut diratapi oleh kaum Syiah di Timur Tengah dengan cara menyakiti tubuh mereka sendiri. Akhirnya tradisi mengenang kematian cucu Rasulullah tersebut menyebar ke sejumlah negara dengan cara yang berbeda-beda. Di Indonesia, selain di Pariaman, ritual mengenang peristiwa tersebut juga diadakan di Bengkulu. Dalam perayaan memperingati wafatnya Husein bin Ali, tabuik melambangkan janji Muawiyah untuk menyerahkan tongkat kekhalifahan kepada umat Islam, setelah ia meninggal. Namun, janji itu ternyata dilanggar dengan mengangkat Jasid (anaknya) sebagai putera mahkota. Versi-versi Tabuik Ada beberapa versi mengenai asal-usul perayaan tabuik di Pariaman. Versi pertama m...
Secara harfiah Bundo Kanduang berarti ibu sejati atau ibu kanduang tapi secara makna Bundo Kanduang adalah pemimpin wanita di Minangkabau, yang menggambarkan sosok seorang perempuan bijaksana yang membuat adat Minangkabau lestari semenjak zaman sejarah Minanga Tamwan hingga zaman adat Minangkabau . Gelar ini diwariskan secara turun-menurun di Minangkabau dan dipilih pada lembaga Bundo Kanduang Sumatera Barat . Istri seorang Datuk kadang-kadang juga disebut sebagai Bundo Kanduang untuk level klan / suku. Sebagian pendapat menyatakan bahwa gelar ini pertama kali diberikan kepada Dara Jingga , seorang putri dari raja Tribuanaraja Mauliawarmadewa yang dinikahi oleh seorang bangsawan Kerajaan Singasari pada waktu ekspedisi Pamalayu tapi pendapat ini tidak mempunyai bukti yang kuat. Di Lunang , Pesisir Selatan Sumatera Barat sekarang, keturunan Bundo Kanduang dipanggil sebagai Mande Rubiah yang sudah merupakan turunan ke-7. Sementara itu di kab.Lebong,(Re...
Sumatera Barat adalah gudang kuliner. Di sini banyak sekali makanan khas yang dapat menggoda imajinasi. Sebut saja rendang, gulai kepala ikan, atau pun ikan bakar. Dari semua makanan ini, cabai selalu menempati posisi penting. Hampir seluruh lauk dari Ranah Minang menggunakan cabai sebagai bumbu utama. Hal serupa juga terjadi pada dendeng khas Sumatera Barat, Dendeng Balado. Dendeng balado berarti dendeng yang dimasak dengan menggunakan bumbu utama cabai. Mungkin di daerah lain ada juga yang membuat dendeng sebagai makanan khas. Namun, perbedaan keduanya terletak pada cara memasak lado (cabai) dan pengolahan daging menjadi dendeng. Tidak ada catatan sejarah yang menjelaskan sejak kapan dendeng balado menjadi salah satu lauk andalan rumah makan Padang. Yang jelas, saat ini terdapat beberapa varian dendeng balado yang sudah berkembang dan menjadi masakan utama masyarakat Sumatera Barat. Dari dendeng balado, ia dimodifikasi menjadi dendeng kering, dendeng lambok, dendeng bakar, d...
Jalan Karet hanya sebuah jalan kecil yang berinduk ke Jalan Veteran di Kota Padang, Sumatera Barat. Karena bukan jalan besar, tak banyak warga kota yang tahu jalan ini, kecuali mereka yang sudah pernah ke sana dan para penggemar gulai ikan karang. Ketika bisnis rumah makan marak, gulai kepala ikan berkembang dalam banyak varian. Rasanya sendiri sangat tergantung dari cara memasak serta perbandingan bumbu. Dan kepala ikan yang dipilih untuk digulai adalah ikan-ikan yang hidup di karang atau dekat dengan pantai. Sebut saja Ikan Kerapu atau Ikan Kakap. Sementara cara membuat gulai kepala ikan ini hampir sama dengan gulai masakan Minang lainnya. Hanya saja, ia berbeda pada pemilihan kelapa yang belum terlalu tua. Bahan-bahan Gulai Kepala Ikan Kakap : 700 gr kepala ikan kakap (2 potong) berukuran sedang yang dicuci bersih 1 sendok makan air jeruk nipis 1 liter santan dari satu butir kelapa 1 batang serai yang dimemarkan 1 cm lengkuas yang...
Ada dua jenis ikan air tawar yang dapat dijadikan menu ikan bakar, yaitu Gurame dan Nila. Pengolahan ikan ini dimulai dengan membersihkannya di air yang mengalir. Hal ini dilakukan agar seluruh sisa kotoran ikan menjadi bersih, Jika mencuci di dalam baskom atau di air tenang, air sisa kotoran akan berulangkali terpakai untuk mencuci ikan. Setelah itu, ikan dibelah dari bagian punggung, namun tak dipotong di bagian perut, sehingga jadi melebar. Setelah berul-betul bersih, mulailah proses pembubuan. Bumbu terdiri dari jahe, lengkuas, kunyit, bawang merah, bawang putih, cabai, serta garam yang dihasilkan. Dengan proses pembakaran yang sempurna, bumbu akan meresap ke dalam ikan. Dan sejak perbersihan hingga pembakaran juga tidak membuat ikan bakar menjadi anyir. Untuk menghilangkan bau dan rasa anyir tersebut, sebagian orang membumbuinya dengan jeruk nipis. Resep ikan tawar bakar ini pun terkenal di daerah Danau Maninjau, Kabupaten Agam, dan Danau Singkarak, Kabupaten Solok/Kabupate...
Sebutan Sate Padang hampir sama dengan rumah makan Padang. Penyebutan ini hanya bisa ditemui di luar Sumatera Barat dan tidak di Ranah Minang. Sebab, jarang sekali penjual sate di wilayah ini yang menyebut sate mereka adalah Sate Padang. Kalaupun ada, itu karena sudah terpengaruh dengan sebutan Sate Padang yang terkenal di luar Sumatera Barat. Di Sumatera Barat sendiri, ada tiga jenis sate yang paling terkenal, yaitu Sate Pariaman, Sate Darek, dan Sate Danguang-danguang. Dari ketiga jenis sate ini, yang paling mirip dengan apa yang disebut Sate Padang, yang biasa dijual di kota-kota lain di Indonesia adalah Sate Pariaman. Sate Pariaman berasal dari Padang Pariaman. Ia memilki ciri khas yakni saos yang berwarna merah kecoklatan dan bercitarasa pedas. Kalau Sate Darek, yang biasa dikenal dengan sebutan Sate Padang Panjang, saosnya berwarna agak kekuningan dengan cita rasa tidak terlalu pedas. Darek berasal dari wilayah daratan Minangkabau seperti Padang Panjang dan Agam. Sedangkan...
Pakaian Adat Bundo Kanduang - Padang Bundo Kanduang (diterjemahkan secara kasar ke dalam bahasa Indonesia sebagai Bunda Kandung ) adalah personifikasi suku bangsa Minangkabau sekaligus julukan yang diberikan kepada perempuan yang memimpin suatu keluarga dalam Minangkabau baik sebagai ratu maupun selaku ibu dari raja (ibu suri). Secara harfiah Bundo Kanduang berarti ibu sejati atau ibu kanduang tetapi secara makna Bundo Kanduang adalah pemimpin wanita di Minangkabau, yang menggambarkan sosok seorang perempuan bijaksana yang membuat adat Minangkabau lestari semenjak zaman sejarah Minanga Tamwan hingga zaman adat Minangkabau . Gelar ini diwariskan secara turun-menurun di Minangkabau dan dipilih pada lembaga Bundo Kanduang Sumatera Barat . Istri seorang Datuk kadang-kadang juga disebut sebagai Bundo Kanduang untuk level klan / suku. Sebagian pendapat menyatakan bahwa gelar...