Ada dua jenis ikan air tawar yang dapat dijadikan menu ikan bakar, yaitu Gurame dan Nila. Pengolahan ikan ini dimulai dengan membersihkannya di air yang mengalir. Hal ini dilakukan agar seluruh sisa kotoran ikan menjadi bersih, Jika mencuci di dalam baskom atau di air tenang, air sisa kotoran akan berulangkali terpakai untuk mencuci ikan. Setelah itu, ikan dibelah dari bagian punggung, namun tak dipotong di bagian perut, sehingga jadi melebar. Setelah berul-betul bersih, mulailah proses pembubuan. Bumbu terdiri dari jahe, lengkuas, kunyit, bawang merah, bawang putih, cabai, serta garam yang dihasilkan.
Dengan proses pembakaran yang sempurna, bumbu akan meresap ke dalam ikan. Dan sejak perbersihan hingga pembakaran juga tidak membuat ikan bakar menjadi anyir. Untuk menghilangkan bau dan rasa anyir tersebut, sebagian orang membumbuinya dengan jeruk nipis. Resep ikan tawar bakar ini pun terkenal di daerah Danau Maninjau, Kabupaten Agam, dan Danau Singkarak, Kabupaten Solok/Kabupaten Tanah Datar. Di daaerah-daerah ini, ikan yang digunakan adalah yang berasal dari danau dan ikan yang dibudidayakan di keramba (jala apung). Namun, karena makanannya yang alami, ikan asli danau jauh lebih manis ketimbang ikan kolam atau budidaya.
Di Danau Maninjau, ikan paling besar yang terkenal adalah kailan. Ikan Kailan ini memiliki ukuran sebesar betis orang dewasa dengan panjang satu hasta (sekitar 45 cm). Ikan jenis ini biasanya cukup dibakar dengan daun kunyit, ditambah garam, dibalut dengan daun pisang, lalu dibakar di atas bara batok kelapa. Hasilnya akan terasa manis. Ikan asli danau dengan makanan alami akan tidak terasa anyir. Tanpa banyak bumbu, rasanya sudah terasa enak.
Bahan Utama Ikan Nila Bakar:
Bumbu Ikan Bakar:
Bahan Sambal Kecap Sederhana Ikan Nila Bakar:
Cara Membersihkan Ikan Nila Sebelum Dibumbui:
Cara Membuat Ikan Nila Bakar Sederhana:

sumber: Selerasa (http://selerasa.com/resep-dan-cara-membuat-ikan-nila-bakar-bumbu-sederhana-yang-enak-dan-gurih)
Alamat dan Kontak Penjual:
Rumah Makan Fuja
Jl. Samudera No.24, Purus, Padang Bar., Kota Padang, Sumatera Barat 25115
0813-7836-1231
Reference:
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...