Tradisi Regregan atau yang oleh masyarakat disebut Tradisi Angkatan adalah tradisi ketika acara pernikahan/khitanan berlangsung dengan menggunakan perangkat alat musik seperti bedug, lesung, terbang gede, kohkol dan perangkat musik lainnya. Tujuannya untuk meramaikan pihak yang sedang mengadakan acara pernikahan/khitanan dan juga mendoakan agar bisa berjalan dengan baik. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada pagi hari. Tradisi ini terdiri dari laki-laki dan perempuan/Ibu-ibu. Dimana laki-laki sebagai pemain alat-alat musik tradisional dan kaum perempuan yang menari/berjoged mengelilingi rumah yang sedang mengadakan khitanan/pernikahan sebanyak tiga kali. Dalam budaya masyarakat Sunda memang banyak sekali tradisi yang melekat dalam kehidupan masyarakatnya. Sudah ada sejak berpuluh-puluh/beratus-ratus tahun yang lalu bahkan sebelum Indonesia ini berdiri. Tradisi merupakan bagian dari sebuah kebudayaan yang harus kita lestarikan. Tradisi bisa dijadikan sebagai tolok ukur kehidupa...
Tradisi adalah kebiasaan masyarakat setempat yang sudah ada berpuluh-puluh atau bahkan beratus-ratus tahun yang lalu. Di Indonesia tradisi ini merupakan hal yang biasa, karena hal itu tercipta dari adanya perbedaan budaya di setiap daerah masing-masing. Tradisi adalah bagian dari sebuah kebudayaan, dan kebudayaan adalah bagian dari pada adanya sebuah bangsa. Salah satunya yang dapat kita lihat adalah tradisi "Ngembang" yang berada di Desa Paja, Kecamatan Sajira ini. Menurut tokoh masyarakat setempat, tradisi ini sudah ada berpuluh-puluh tahun yang lalu. "Ngembang"sendiri sebenarnya adalah Ziarah, hanya saja disini diiringi perangkat alat musik, seperti kentongan, rebana dan diiringi shalawat atas Nabi Muhammad SAW. Waktu"Ngembang" sendiri biasanya dilaksanakan setelah lebaran idul fitri dimana semua sanak saudara mereka sedang berkumpul. Kontributor Website : https://distrikbantennews.com/2024/05/27/ngemang-tahunan-tradisi-syukuran-masyarakat-desa-...
Di Kampung Seni Yudha Asri, tradisi ini dilaksanakan ketika seorang anak akan di khitan. Prosesinya yaitu si anak harus berjiarah terlebih dahulu ke makam bapak/ibu atau kakek neneknya untuk mendoakannya. Setelah itu anak tersebut akan melaksanakan tradisi ngayun, yaitu duduk diatas kursi sambil diayun sambil dibacakan doa agar ketika disunat anak tersebut bisa berjalan dengan baik dan juga tidak sakit. biasanya anak-anak yang belum disunat ikut mengayun-ayun agar suatu saat anak tersebut disunat bisa diayun-ayun oleh anak-anak yang belum disunat dan prosesnya bisa berjalan dengan baik pula. Setelah melewati tradisi ngayun anak tersebut duduk dilapangan terbuka yang selanjutnya akan dinyanyikan pupuh sunda, sambil bernyanyi sambil melemparkan uang kepada orang-orang yang berada disekitarnya. Biasanya anak-anak kecil sangat senang sekali dengan tradisi ini, karena mereka bisa berebut uang yang dilemparkan oleh pembaca pupuh tersebut. Selanjutnya setelah prosesi pelemparan uang sele...
Tradisi Marhaban / Marhaba. Seni Marhaban atau Marhaba adalah seni sahut-menyahut dengan suara melengking-lengking/nada tinggi atau oleh masyarakat setempat disebut Beluk. Mereka saling sahut-sahutan mengikuti juru baca pupuh / wawacan Syeh Abdul Qodir Zailani. Umumnya terdiri dari bapak-bapak dan anak muda. Seni ini tidak diiringi alat musik hanya nyanyian dan saling sahut-menyahut dengan beluk. Tradisi Marhaba umumnya dilaksanakan ketika malam tujuh bulanan atau yang berhubungan dengan kelahiran bayi. Tujuannya yaitu mendoakan agar sang bayi bisa lahir dengan lancar dan agar dikarunia anak yang sholeh dan patuh terhadap agama dan orang tua. Selain itu acara ini juga dimaksudkan untuk rasa syukur mereka kepada Allah SWT atas bayi yang sedang dikandungnya. Kontributor Website : http://kampung-seni-yudha-asri.blogspot.com
Kontributor YouTube: likeblueocean ___ Tarian Prajurit Banten, merupakan tarian yang dimainkan secara massal oleh penari perempuan maupun laki-laki(campuran). Tarian ini menggambarkan bagaimana prajurit gerak cepat yang dimiliki oleh kesultanan Banten. Perpaduan antara gerakan pencak dan formasi yang dinamis merupakan salah satu karakteristik dari tarian ini. Umumnya dalam tarian ini disertai juga dengan pertunjukan Debus (seni bela diri asal Banten). Terompet dan kendang, merupakan alunan musik dominan yang mengiringi tarian ini.
Deskripsi : Rampak Beduk merupakan sajian instrumen berupa perkusi, yang ditingkahi suara bedug berbagai ukuran. Ada empat bedug diikat kain merah biru, yang dipukul oleh pemain yang berdiri di tengah. Di pinggirannya, kelompok musik menimpali dengan bedug berbagai ukuran. Sesekali suara terdengar dari mulut para pemainnya, mirip suara musik tiup. Namun, tak ada sajian instrumen tiup. Yang terdengar, suara harmonis antara bedug dan para vokalis tradisi saling menyahut. Seni Rampak Bedug berawal dari kebiasaan penduduk berkeliling kampung sambil memukul bedug kala sahur di bulan puasa. Yang kemudian dijadikan ajang untuk beradu keras memukul bedug. Alhasil terjadilah pertemuan antar mereka, saling beradu kekuatan bedug. Tari Rampak Beduk Banten dimainkan oleh secara masal. Sekilas, gerakannya mirip tarian dari daerah Aceh. Kontributor Youtube : likeblueocean Rampak Bedug Yudha Kota : Kabupaten Serang - Banten ___ Deskripsi : Rampak Bedug berasal dari ka...
Bedug Kerok Kota : Kabupaten Serang - Banten Deskripsi : Bedug Kerok adalah Kesenian asli Provinsi Banten dari Kampung Yudha, Desa Mander, Kecamatan Bandung, Kabupten Serang. Asal muasalnya seni Bedug Kerok ini tercipta ketika negara ini sedang gonjang-ganjing oleh krisis, yaitu pada tahun 1998 dimana terjadi peralihan pemerintahan dari masa Orde Baru ke masa Reformasi. Pada saat itu terjadi kerusuhan dimana-dimana, pembakaran, penjarahan, penculikan dan lain sebagainya. Rakyat dimana-mana panik, resah dan gelisah, masa itu negara dalam keadaan kacau balau, perekonomian Indonesia jatuh, pengangguran dimana-mana, perusahaan-perusahaan bangkrut dan masih banyak dampak negatif lainnya. Nah, melihat hal itu beliau Bapak M. Jufri Nur mencetuskan suatu ide kesenian dimana supaya rakyatnya menjadi terhibur, sehingga diciptakanlah Bedug Kerok, bedug yang menghibur dengan penari laki-laki berjoged sesuai irama musik bedug dan kohkol/kentongan dengan menggunakan topeng serta meng...
Dzikir Saman Kota : Kabupaten Serang - Banten Deskripsi : Dzikir Saman yang ada di Banten berbeda dengan Saman yang ada di Aceh, disini para pemainnya terdari dari laki-laki dengan membentuk lingkaran. Sambil berputar, sambil menyebutkan shalawat Nabi Muhammad SAW. Seni Dzikir Saman ini tidak diiringi dengan perangkat alat musik, hanya nyanyian dengan menyebut asma Allah, alok dan gerakan tubuh yang berputar-putar. Seni ini sudah ada sejak dahulu, biasanya dalam acara tertentu seperti Khol Syeh Abdul Khodir Jailani, Rasullan, dan acara keagamaan lainya. Kontributor Youtube : kampungseniyudhaasri Kontributor Website : http://kampung-seni-yudha-asri.blogspot.com
KAMPUNG SENI YUDHA ASRI Kota : Kabupaten Serang - Banten Deskripsi : Pada mulanya, Kampung Seni Yudha Asri yang terletak di Jl. AMD Koramil KM. 2 Kampung Yudha, Desa Mander, Kec. Bandung, Kab. Serang - Banten adalah sebuah sanggar seni yang tercipta dari kecintaan sang pendirinya mengenai hasil karya/seni. Berbekal dari kecintaan itulah beliau Bpk. M. Jupri Noor mendirikan sebuah sanggar yang diberi nama "Padepokan Asri Bangbuskolbebesanan" pada tahun 1982, yang mana didalamnya terdapat banyak sekali ciptaanya baik dalam bentuk Seni Tari, Rampak Bedug, Bedug Kerok, Beluk, Dzikir Saman, Bendrong/Lesung, Tongtrong/Kentongan, Terbang Gede/Rebana dan Gambus. Selain itu, kecintaan beliau mengenai seni juga bisa kita lihat dalam bentuk bangunan, rumah, serta perangkat alat musik. Misalnya saja "Saung", Saung adalah tempat istirahat pengunjung menyerupai villa yang dibuat dari bahan bambu, kayu, serta atapnya terbuat dari injuk/daun rumbia. Diantara saung-saung itu memiliki pe...