Asal-usul nama Banten banyak berbagai versi yang mencatatnya, Banten diterjemahkan sebagai yang berasal dari Ketiban Inten artinya kejatuhan inten. Catatan sejarah itu terdapat dalam buku Pakem Banten yang ditulis Tb. H. Ahmad dicetak oleh Drukkerij Oesaha tahun 1935. Namun asal-usul nama Banten itu dibantah oleh ilmuwan yang mempelajari sejarahnya. Menurut sebagian ahli nama Banten berasal dari Bantahan. Sebab masyarakat Banten dikenal sebagai masyarakat yang sering membantah perintah atau aturan yang telah ditetapkan.
Oleh banyak kalangan, Banten dikenal sebagai daerah para jawara. Jawara adalah jagoan atau pesilat yang disegani oleh masyarakat. Mereka adalah orang-orang yang siap mempertahankan tanah tumpah darahnya. Dan dalam tradisinya, aktivitas pencak silat ini diikuti oleh jenis kuliner tertentu, yakni Rabeg. Selain aktivitas pencak silat, Rabeg juga populer kala ada acara tontonan tradisional warga, seperti Ubrug, Wayang, dan Jaipongan. Tak hanya itu, ia juga menjadi konsumsi saat ada perjamuan ritus peralihan yang dilakukan masyarakat, seperti perkawinan atau sunatan. Beberapa pedagang berspekulasi bahwa masakan ini berasal dari pengaruh Arab yang biasanya menggunakan daging kambing sebagai bahan dasar olahan. Dugaan ini diperkuat dengan penggunaan rempah-rempah yang menimbulkan rasa yang tajam. Konon, di daerah Arab juga ada sebuah kota yang bernama Rabeg. Tetapi, jika melihat pemakaian jeroan sebagai bahannya, masakan Rabeg ini juga identik dengan gulai khas Betawi ataupun ton...
Pepes Nasi Sumsum merupakan makanan khas Banten. Ia memiliki bahan dasar dari nasi dan sumsum tulang kerbau yang mudah diperoleh dari tukang jagal. Dibanding sapi, masyarakat Banten memang lebih menyukai daging kerbau. Pada kerbau, dagingnya dimakan, kulitnya dijadikan bedug, tulangnya dijual ke pedagang golok untuk menguji kekuatan, dan sumsumnya dimanfaatkan untuk diolah menjadi pepes nasi sumsum. Pepes sumsum ini biasanya disajikan bersama dengan mentimun dan teh tawar hangat. Paduan mentimun dan teh tawar merupakan penawar dari efek sumsum yang dapat menetralisir akibat dari kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat. BAHAN : 500 gram beras 150 gr sumsum sapi / kambing, potong dadu. 800 ml Air 2 butir telur ayam, kocok 2 Batang Daun bawang 1 sdt garam 1 sdt gula merah iris 1/4 sdt bumbu penyedap / kaldu bubuk ( lebih baik pilih Kaldu bubuk non MSG ) 3 sdm minyak sayur untuk menumis daun pis...
Sate Bandeng identik dengan Banten. Makanan ini dapat diperoleh di hampir seluruh daerah di Banten, terutama Banten Utara. Biasanya makanan ini dapat diperoleh pada acara perjamuan perkawinan atau pesta lainnya yang melibatkan hubungan kekeluargaan atau hubungan kerja. Sebagai makanan khas, Sate Bandeng punya cerita tersendiri. Cerita ini terbagi menjadi dua versi. Versi pertama menyebutkan, makanan ini berasal dari keinginan sultan Banten, yang tak diketahui sultan yang mana, untuk menyajikan makanan pada tamunya. Sultan menginginkan agar makanan tersebut tidak memiliki duri dalam daging sehingga tidak merepotkan tamunya. Masakan tak berduri itulah yang kemudian dikenal sebagai Sate Bandeng. Sementara versi kedua, mengatakan, makanan ini biasa dikonsumsi oleh kalangan ulama untuk menjamu tamu-tamunya. Meski kedua versi ini tampak berbeda, keduanya bisa jadi benar sekaligus. Sebab, ulama di Banten biasanya keturunan sultan Banten yang menjauhi kehidupan politik kerajaan. Kini, m...
Bahan: Daging sapi + gemuk 1 kg Bumbu-bumbu: Bawang merah 15 buah Bawang putih 6 siung Lombok merah 10 biji Terasi 1 sdt Asam 4 mata Garam 1 sdm Serai 1 batang Gula 1 sdm Minyak 2 sdm Cara membuatnya: 1. Daging diiris-iris persegi empat. 2. Garam dan sereh diuleg dulu, kemudian yang lain. 3. Setelah bumbu halus, dicampurkan kepotongan daging dan minyak juga dimasukkan dengan diremas dan biarkan sebentar. 4. Ditusuki dan dibakar sampai matang. 5. Enak disajikan ketika panas-panas. RM/Toko yang Menyediakan : Pondok Makan Sate Asmawi Rumah Makan Alamat: Jl. Jenderal Ahmad Yani No.86, Sukmajaya, Kec. Jombang, Kota Cilegon, Banten 42411 Telepon: (0254) 377563 Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halaman 748
Bahan-bahan: Ayam 1 ekor Bawang timur 1 buah Bumbu-bumbu: Bawang putih 2 siung Lombok merah 2 biji Lada halus 1 sdt Mentega 2 sdm Kecap 2 sdm Jeruk nipis 1 buah Garam 1 sdm Cara membuatnya: 1. Ayam dibersihkan, dibelah dua. 2. Bumbu dihaluskan, ayam digelimangi bumbu halus. 3. Dipanggang sampai setengah kuning; setelah itu ditotok-totok sedikit 4. Mentega, kecap dan air sedikit diencerkan. 5. Ayam disemir dengan hancuran kecap lalu dibakar sampai kecap masuk kedalam daging ayam 6. Bawang timur mentega, kecap dan lombok diiris, dituangi air setengah cangkir dan sisa kuah dimasak sampai bawangnya setengah laju. 7. Ayam diletakkan dipiring, disiram kuah. RM/Toko yang Menyediakan : Restoran Taman Ayam Panggang Situ Gintung Restoran Alamat: Salon Situ Gintung, Jl. Ir H. Juanda No.6, Cireundeu, Ciputat Tim., Kota Tangerang Selatan, Banten 15412 Telepon: (021) 7402637 Sumber : Buku Musti...
Bahan-bahan: Ayam 1 ekor Kelapa 1/2 butir Bumbu-bumbu: Bawang merah 15 buah Bawang putih 5 siung Lombok merah 5 biji Lada 1 sdt Kemiri 5 biji Kencur 2 ruas jari Asam 4 mata Garam 1 sdm Daun kemangi sedikit Cara membuatnya: 1. Ayam dibersihkan, diberi lada dan garam, dibakar smapai kuning. 2. Kelapa diparut, dibuat santan. 3. Bumbu-bumbu dihaluskan, diberi santan, dimasak sampai mendidih sambil diaduk. 4. Kuah dituangkan diatas ayam, diberi daun kemangi. RM/Toko yang Menyediakan : Restoran Taman Ayam Panggang Situ Gintung Restoran Alamat: Salon Situ Gintung, Jl. Ir H. Juanda No.6, Cireundeu, Ciputat Tim., Kota Tangerang Selatan, Banten 15412 Telepon: (021) 7402637 Sumber : Buku Mustika Rasa Halaman 544
Bahan-bahan : ayam 1 ekor telur 1 bh. mentega 3 sdm. tepung 2 sdm. Bumbu-bumbu : bawang putih 4 siung lada halus 1 sdt. pala halus 1/4 sdt. garam 1 sdm. Cara membuatnya : Ayam dibersihkan dan dipotong-potong. Direbus dengan bawang putih dan garam sedikit, sampai setengah empuk. Air perebus diambil sedikit, diberi tepung dan mentega, diaduk dan kemudian dituangkan kembali ke dalam ayam itu. Dimasak lagi dengan diaduk sampai daging ayam empuk. Untuk pengentalan, sausnya diputar sebentar dengan kuning telur yang dimasukkan setelah ayam diangkat keluar. Ditambahkan sedikit air jeruk nipis, lada, sepotong pala, dan garam secukupnya. Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno, hlm. 370
Bahan-bahan : ayam 1 ekor telur ayam/bebek 5 btr. roti tawar 1/2 btg kentang 5 bj. Bumbu-bumbu : bawang merah 5 bh. bawang putih 3 siung lada halus 1 sdt. pala halus 1/4 sdt. garam 1 sdm. vetsin 1 sdt. minyak goreng atau mentega 4 sdm. Cara membuatnya : Ayam dibersihkan, dikeluarkan isi perutnya, dijahit separo, diisi dengan pure kentang yang telah dibumbui. Teluar direbus, dikupas, dimasukkan dalam perut ayam kemudian dijahit yang rapat. Ayam setelah dijahit, dikukus sampai masak. Setelah masak, dioven dengan api atas dan bawah, tiap kali dibuka, disiram dengan mentega yang telah dilelehkan. Bila sudah kuning rata, betutu dikeluarkan dari oven. Keterangan : Dihidangkan di piring lonjong, dihias daun selada, tomat dan daun seledri. Cara mengambil tulang dari tubuh ayam : Ayam dipotong dan dibersihkan...