Tari Sekapur Sirih ialah tari selamat datang yang ditarikan oleh muda mudi dalam menyambut para jemputan (tamu) yang datang ke Bumi Melayu Lancang Kuning, Provinsi Riau. Para penari dengan jumlah banyak , lengkap dengan tepak sirih dan peralatan penyambutan. Para jemputan dipersilakan untuk mencicipi sirih dari tepak sirih yang dibawa oleh penari sebagai ungkapan pernghormatan dan persahabatan dengan masyarakat melayu Riau di akhir sesi tari ini.
Bubu adalah salah satu alat menangkap ikan tradisional. Alat tersebut tetlah dikenal sejak lama oleh masyarakat sekitar, namun sejak kapan alat ini digunakan dan siapa yang menemukan pertama kali alat ini tidak diketahui dengan pasti. Menurut mereka alat ini telah dikenal sejak lama dan telah digunakan secara turun temurun dari kakek nenek mereka sejak masa lalu. Peralatan ini tergolong sangat sederhana, namun cukup ampuh dan sangat efektif jika digunakan untuk menangkap ikan dan sejenisnya. Alat tradisional menangkap ikan tersebut sangat aman digunakan serta sangat aman terhadap lingkungan, tidak merusak lingkungan saat digunakan. Kearifan lokal masyarakat dalam menangkap ikan tersebut merupakan salah satu cara masyarakat setempat menjaga kelestarian lingkungan dan habitatnya, sebab dengan menggunakan alat ini keberadaan ikan dan lingkungan tetap terjaga tidak habis diambil. Dalam kaitannya dengan pemeliharaan lingkungan terutama menjaga habitat kehidupan laut, maka...
Salah satu rumah untuk tempat tinggal masyarakat Kepulauan Riau adalah rumah belah bubung. Nama rumah belah bubung diberikan oleh orang melayu karena atapnya terbelah.
Konon, tari melemang telah ada sejak zaman kerajaan Bentan. Ini artinya tarian tersebut sudah dikenal sejak abad-12. Waktu itu, melemang merupakan tarian istana. Para penarinya pun bukan rakyat biasa, tetapi para dayang yang berasal dari sekitar istana. Sejak kerajaan Bentan runtuh, tarian ini masih bertahan dan menjadi tarian rakyat.
Salah satu minuman wajib di daerah Batam dan kawasan Kepulauan Riau adalah Teh Obeng .Minuman ini meskipun sebutannya keras dan menakutkan tapi rasanya sangat enak dan nikmat terutama di minum sesudah makan atau saat hari panas . Teh obeng adalah kegemaran dan kesukaan bagi sebagian orang-orang di Kepulauan Riau terutama saat makan di kedai makan atau di warung-warung dan kedai kopi. Teh obeng adalah sejenis minuman teh di tambah Es batu atau orang di luar Batam mengatakan Teh Es. Ciri khas penyajian cukup dituang ke dalam gelas ukuran hampir setengah liter di tambah pipet sebagai penyedot. Tentu rasanya segar dan nikmat. Teh Obeng dinikmati semua lapisan masyarakat Batam hingga pejabat pemerintah, para pebisnis atau pengusaha, jadi tidak heran jika saat ini beberapa pengusaha sedang study untuk membuat pengalengan atau berbentuk botol plastic kemasan terhadap minuman Teh Obeng ini. Sumber Foto : klik77.blogspot.com
Teater Bangsawan atau sering di sebut wayang bangsawan adalah salah satu jenis teater khas Melayu yang berasal dari Kepulauan Lingga ,Provinsi Kepulauan Riau. Seperti kebanyakan seni teater di Indonesia, teater Bangsawan ini juga menyuguhkan Tari, Musik,silat, Drama dan Banyolan- banyolan sebagai bumbu untuk mengundang tawa para penonton nya. Meskipun di negara melayu lain nya seni teater ini juga ada seperti di Malaysia dan Brunai Darusalam, namun seni teater ini lebih lekat dengan kebudayaan Riau. Seni teater ini umumnya bercorak istanasentris, yang mana banyak menceritakan tentang kisah-kisah sultan melayu dan lingkungan kerajaan.
Tuju lubang adalah permainan rakyat yang terdapat di Sedanau Kecamatan Bunguran Baiat Kepulauan Riau. Permainan tuju lubang biasanya dimainkan oleh anak- anak tanggung yang bertempat tinggal di pantai ataupun yang berdekatan dengan laut. Dimainkan oleh sesama anak laki-laki atau sesama anak perempuan yang berusia 6 sampai 20 tahun dengan jumlah 2 sampai 5 orang secara perorangan. Permainan tuju lubang dimainkan untuk mengisi kekosongan waktu bermain-main di pantai Di sana mereka hersuka ria sambil memungut kulit kerang dan siput untuk dijadikan benda permainan. Lapangan tempat bermain disebut jembang yaitu tanah datar 3 x 1 meter dan dibuat lubang lebih kurang sebesar telur ayam sedalam 2 ruas jari telunjuk. Dari arah tempat menikam dibuat sebuah garis yang disehut garis batas tikam. Dari situlah pemain menikam buah permainannya. Sebagai alat penikam dibuat dari benda yang lebih bagus dari benda permainan seperti kulit kerang yang mengkilap dan bagus, pecahan kaca atau uang ring...
Pada suatu masa, hiduplah sepuluh orang putri raja yang sangat cantik-cantik. Ibu mereka sudah lama meninggal dan ayah mereka, sang raja, begitu sibuk dengan urusan kerajaannya sehingga mereka hampir tidak punya waktu untuk berkumpul bersama. Akibatnya putri-putri ini menjadi nakal dan manja, kecuali sang putri bungsu, putri Kuning. Ya, mereka memang diberi nama dengan nama warna. Ada putri Jambon, putri Hijau, putri merah merona, putri nila dan lain-lain. Barangkali dulu sang ibu berharap anak-anaknya akan memberi banyak warna di kehidupan ini. Sayang, sang ibu keburu meninggal sehingga tidak sempat mendidik mereka sengan baik. Kesepuluh putri ini selalu memakai pakaian dan perhiasan yang sewarna dengan nama mereka. Putri Merah selalu memakai warna merah, demikian juga putri-putri lainnya. Sementara kakak-kakaknyabermalas-malasan dan membuat keonaran, putri Kuning menghabiskan waktu dengan membantu inang-inangnya, atau membaca buku, dan atua merawat kebun bunga kesayanganny...
Asal mula nama kota Bengkalis diambil dari kata ”Mengkal” yang berarti sedih atau sebak dan “Kalis” yang berarti tabah, sabar dan tahan ujian kata ini di ambil dari ungkapan raja kecil kepada pembantu dan pengikutnya sewaktu baginda sampai di Pulau Bengkalis ketika ingin merebut tahta Kerajaan Johor.Dengan ungkapan “Mengkal” rasanya hati ini karena tidak diakui sebagai sultan yang memerintah negeri, namun tidak mengapalah, kita masih ”Kalis” dalam menerima keadaan ini. Sehingga hal itu menjadi buah bicara penduduk bahwa baginda sedang Mengkal tapi masih Kalis akhirnya ungkapan itu menjadi perkataan, “oh baginda sedang Mengkalis “. Dari kisah ini timbullah kata ”Mengkalis”, dan seiring perjalanan waktu berubah menjadi kata Bengkalis. Sejarah Bengkalis bermula ketika Tuan Bujang alias Raja Kecil bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah mendarat di Bengkalis pada tahun 1722. Beliau disambut oleh Batin...