Produk Arsitektur
Alat Penangkap Ikan
Kepulauan Riau
Bintan
Bubu
Bubu adalah salah satu alat menangkap ikan tradisional. Alat tersebut tetlah dikenal sejak lama oleh masyarakat sekitar, namun sejak kapan alat ini digunakan dan siapa yang menemukan pertama kali alat ini tidak diketahui dengan pasti. Menurut mereka alat ini telah dikenal sejak lama dan telah digunakan secara turun temurun dari kakek nenek mereka sejak masa lalu. Peralatan ini tergolong sangat sederhana, namun cukup ampuh dan sangat efektif jika digunakan untuk menangkap ikan dan sejenisnya.
Alat tradisional menangkap ikan tersebut sangat aman digunakan serta sangat aman terhadap lingkungan, tidak merusak lingkungan saat digunakan. Kearifan lokal masyarakat dalam menangkap ikan tersebut merupakan salah satu cara masyarakat setempat menjaga kelestarian lingkungan dan habitatnya, sebab dengan menggunakan alat ini keberadaan ikan dan lingkungan tetap terjaga tidak habis diambil. Dalam kaitannya dengan pemeliharaan lingkungan terutama menjaga habitat kehidupan laut, maka alat tradisional bubu ini sangat baik untuk digunakan.
Peralatan ini juga sangat murah tidak memerlukan modal yang banyak untuk membuat alat ini, namun untuk membuatnya tidak dapat dilakukan sembarangan tetapi harus mengetahui proses pembuatannya serta bahan-bahan yang diperlukan agar hasil pembuatan bubu tersebut dapat bertahan lama dan tidak cepat rusak. Umumnya nelayan di Bintan memiliki beberapa ‘Bubu’, idealnya setiap nelayan memiliki 10-15 ‘Bubu’. Hasilnya? Jangan ditanya, keuntungan hasil dari alat tangkap ini cukup luar biasa. Jika nelayan dapat menangkap ikan dalam jumlah yang banyak, mereka dapat menjual tangkapan ikan hingga mencapai 40kg atau dapat bernilai hingga jutaan rupiah. Alat tangkap tradisional ini masih menjadi andalan para nelayan dalam mencari ikan merah, ikan kuning, kerapu dan ikan jebung termasuk kepiting totol ataupun kerang (keong) dan lobster.