Permainan pecah piring merupakan permainan tradisional yang berasal suku batak Pakpak yang berasal dari kabupaten Pakpak Barat dan kabupaten Dairi di provinsi Sumatera Utara. Permainan tradisional ini mampu menambah kelincahan gerak tubuh, daya tahan tubuh, kerjasama team, kontrol emosi, kesehatan tubuh dan memacu daya fikir. Permainan pecah piring salah satu jenis permainan sehari-hari orang batak, permainan ini merupakan permainan yang sangat populer dikalangan orang batak, baik anak-anak, remaja, bahkan sampai orang dewasa. Permainan pecah piring ini biasanya di mainkan oleh kalangan anak-anak sebagai aktivitas mereka setelah pulang dari sekolah yang dimainkan pada waktu sore hari. Dikalangan orang batak permainan pecah piring dijadikan sebagai perlombaan rakyat bagi anak-anak pada festival nasional seperti pada perayaan hari jadi Negara Kesatuan Repoblik Indonesia, ini ditujukan untuk membangun semangat anak-anak dalam menjunjung tinggi persaudaraan diantara perkampungan, un...
Permainan ini adalah permainan yang dimainkan oleh dua orang.permainan ini dimainkan dengan menggerakan pion. Pion hanya bisa pindah ke satu titik melalui garis yang disedakan. Permainan ini dimenangkan apabila membuat garis di luar base sendiri. OSKMITB2018
Permainan sangat erat di tengah masyarakat. Tidak ada yang bisa mengelak jika diperhadapkan dengan permainan. Menurut keterangan orang-orang tua bahwa permainan ini sudah ditemui, tumbuh serta berkembang dalam masyarakat lama sekali. Kapan lahirnya permainan itu, tak seorangpun dapat menjelaskan. Ada yang menjelaskan bahwa sejak peristiwa Kratakau meletus, permainan tersebut sudah ada. Ada dua penafsiran orang-orang Melayu tentang perkataan "Cina Buta" tersebut yaitu : Cina Buta dalam arti sebenarnya adalah seorang orang Cina yang buta matanya, dan adapula Cina Buta dalam arti kiasan bagi seorang yang menjadi penebus "kawin" sementara bagi orang yang telah bercerai "talak tiga" yang ingin rujuk kembali; konon, tersebutlah kisah seorang Cina yang buta matanya masuk Melayu (Islam) yang lazim disebut "Muallaf". Kemudian ia dijadikan "Nuja" (pesuruh) mesjid. Saat itu pula ada sepasang suami istri yang bercerai dengan talak tiga. Tetapi kemudiannya ingin rujuk kembali. Menurut hukum...
Teman-teman semua pasti merasa asing dengan judul yang saya berikan diatas. Mungkin diantara kalian bertanya-tanya, apa itu pulutan?. Pulutan atau yang nama ilmiahnya adalah Urena Lobata adalah sebuah tanaman herbal yang biasanya tumbuh liar di tepi jalan, di ekbun, ataupun persawahan. Tanaman ini juga dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dalam tubuh. Di Malaysia sendiri ekstrak daun dan akar pulutan digunakan untuk mengobati malaria, gonorrhea, sakit gigi, reumatik, radang usus dan demam. Namun, bukanlah hal tersebut yang digunakan oleh anak-anak yang tinggal di daerah Nganjuk, Jawa Timur, pada tahun-tahun silam. Anak-anak di Nganjuk lebih sering menggunakan buah Pulutan yang sudah mengering untuk dijadikan permainan.Permainan ini dilakukan dengan cara melempar buah pulutan yang sudah mengering hingga mengenai pakaian tim lawan. Buah pulutan yang sudah mengering memiliki karakteristik yang agak tajam dan bila mengenai baju akan sukar untu...
Panjat Pinang adalah salah satu permainan khas yang sering dijadikan perlombaan pada perayaan 17 Agustus, hari kemerdekaan Indonesia. Nama permainan ini sudah tidak asing lagi, karena permainan pasti ada pada perlombaan 17 Agustus di sekitar daerah kalian. Panjat Pinang adalah permainan di mana beberapa orang berlomba untuk memanjat pohon pinang (pohon yang sangat tinggi) untuk mengambil hadiah yang diletakkan di paling atas pohon tersebut. Biasanya hadiah yang diberikan sangat menarik dan beragam, sehingga para peserta akan berlomba-lomba memanjat untuk mencapai puncak terlebih dahulu. Seiring perkembangan zaman, lomb panjat pinang ini mulai diadaptasikan sehingga mudah dilakukan di mana saja. Pohon pinang dapat diganti dengan pohon-pohon tinggi lainnya, seperti pohon pisang, ataupun pohon bambu yang panjang. Bhkan bila lomba ini di tengah perkotaan, peserta harus memanjat sebuah tiang yang tinggi saja. Untuk menyulitkan peserta, biasanya pohon/tiang yang akan dipan...
Ketika anda dan teman-teman anda akan memainkan permainan tradisional seperti petak umpet, bancakan, dan kucing-kucingan (kejar-kejaran), anda dan teman-teman anda pasti membutuhkan 1 orang yang menjadi setan (ucing) dalan permainan. Terdapat dua cara yang sering digunakan ketika kelompok bermain anda membutuhkan "setan", yaitu metode "kacang panjang" dan "Hompimpa". Akan tetapi, muncul sebuah pertanyaan, "Manakah yang lebih adil di antara dua metode tersebut?". Kacang panjang merupakan metode pemilihan "setan" yang dilakukan dengan menjulurkan dan menarik lengan sambil diiringi lagu "Cang kacang panjang, yang (panjang/pendek) (teu ucing/ucing)" yang dinyanyikan oleh satu moderator. Pemain yang memenuhi kriteria moderator akan menjadi ucing). Jika tidak ada orang yang memenuhi kriteria tersebut, maka akan dilakukan pengulangan. Kalau terdapat lebih dari satu pemain yang memenuhi kriteria menjadi "setan", maka akan dilakukan sesi dua antara pemain yang memenuhi kriteria. Hompimpa...
Mejikuhibiniu adalah permainan tradisional khas Sunda yang dapat dimainkan oleh sekelompok orang dengan jumlah maksimum tujuh orang. Masing-masing peserta dapat memilih satu warna dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Peserta tidak boleh memilih warna yang sama dengan peserta yang lainnya. Setelah memilih warnanya masing-masing, permainan dapat dimulai. Seperti permainan ABC 5 Dasar , peserta bebas mengeluarkan jumlah jari tangan yang kemudian di hitung dengan hitungan me-ji-ku-hi-bi-ni-u yang diulang terus-menerus hingga semua jari terhitung. Jika hitungan berakhir di 'ME' maka peserta yang memilih warna merah lolos. Jika berakhir di hitungan 'JI' maka peserta yang memilih warna jingga lolos. Jika berakhir di hitungan 'KU' maka peserta yang memilih warna kuning lolos. Jika berakhir dihitungan 'HI' maka peserta yang memilih warna hijau lolos. Jika berakhir di hitungan 'BI' maka peserta yang memilih warna biru lolos. Jika berakhir di hitungan 'NI' maka peserta yang...
Permainan tradisional merupakan salah satu bagian dari kebudayaan yang berasal dari berbagai daerah di negeri ini, Indonesia. Setiap daerah memiliki permainan tradisional yang sangat banyak macamnya. Salah satu daerah yang memiliki permainan tradisional adalah Tanah Sunda, Jawa Barat. Di Jawa Barat permainan tradisional disebut 'Kaulinan Sunda'. Kaulinan Sunda itu banyak macamnya, salah satunya adalah Sépdur-sépdur. Adapun lirik/tembangnya adalah sebagai berikut : "Sépdur-sépdur. Mantri-mantri maan jedur Kahijina, kaduana, katiluna, saha nu di tangkap!" Kaulinan Sunda ini biasanya dimainkan oleh banyak orang, berjajar seperti kereta. Permainan Sépdur-sépdur ini terbagi ke dalam 2...
Di beberapa lokasi di Pulau Jawa, ada tradisi mencengangkan setiap kali bulan Ramadan tiba. Tradisi itu adalah permainan sepak bola api yang dilaksanakan setelah selesai menunaikan ibadah salat tarawih. Ada yang menganggap sebagai hiburan, ada juga yang meyakini sepak bola api adalah latihan kekebalan diri. Tradisi tak biasa ini barangkali akan membuat mayoritas orang memilih mundur daripada mengikutinya. Pasalnya, seperti namanya, bola yang dipakai bukan bola biasa. Sepak bola ini menggunakan buah kelapa yang disiram atau direndam dalam minyak tanah, kemudian dibakar hingga api menyala. Para santri di berbagai pesantren di kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur sangat menggemari permainan yang menjurus bahaya ini. Misalnya, di Pondok Pesantren Nurul Islam yang terletak di Kota Probolinggo, Jawa Timur. Contoh lainnya adalah Pondok Pesantren Singo Ludiro di Sukoharjo, Jawa Tengah. Anehnya, meski api berkobar, kaki mereka tidak terluka. Para santri justru sangat bersemang...