1.686 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Prasasti Rukam
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Rukam merupakan sebuah prasasti di Indonesia yang mencatat peristiwa gunung meletus pada masa kerajaan. Prasasti ini berangka tahun 829 Saka atau 907 Masehi, ditemukan pada tahun 1975 di Desa Petarongan, Kecamatan Parakan , Temanggung , di kawasan lereng Gunung Sindoro di Jawa Tengah. Prasasti ini terdiri atas dua lempeng tembaga yang berbentuk persegi panjang. Lempeng pertama berisi 28 baris dan lempeng kedua berisi 23 baris. Aksara dan bahasa yang digunakan adalah Jawa Kuno. Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, prasasti ini ditemukan bersama temuan-temuan arkeologis lain berupa alat-alat upacara dari perunggu (baki berbentuk bulat yang tersusun mulai dari yang kecil hingga yang besar), bokor, cepuk, gentong, gantungan lampu, mangkok-mangkok baik terbuat dari perunggu maupun dari keramik asing, dan beberapa benda kecil. Prasasti ini merupakan prasasti tinulad otentik, yang artinya berupa salinan yang dibuat bersamaan dengan prasasti a...

avatar
Oskm18_16218024_ribka
Gambar Entri
Budaya Panji yang Mulai Pudar dari Peradaban
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Budaya Panji yang Mulai Pudar dari Peradaban   Cerita Panji  merupakan sebuah karya sastra Jawa periode klasik, yang tepatnya dari era Kerajaan Kadiri (1104-1222). Karya sastra ini berisi kumpulan cerita mengenai kepahlawanan dan cinta yang terpusat pada dua orang tokoh utama, yaitu Raden Inu Kertapati (atau Panji Asmarabangun) dan Dewi Sekartaji (atau Galuh Candrakirana). Cerita tersebut memiliki beragam versi dan menyebar tidak hanya lingkup Indonesia khususnya Jawa, tapi  Kamboja, Myanmar, dan Filipina. Beberapa versi diantaranya Keong Mas, Ande-Ande Lumut,Panji Kuda Sumirang, Panji Kamboja, Panji Serat Kanda, Angron Akung, Jayakusuma, Panji Angreni Palembang, Panji Kuda-Nurawangsa, Ketek Ogleng , Ragil Kuning dan Golek Kencana. Karena terdapat banyak cerita berbeda tetapi saling berhubungan, maka cerita-cerita tersebut dimasukkan dalam satu kategori yang disebut “Lingkup Panji”. Cerita-cerita dalam Lingkup Panji banyak digunakan dalam b...

avatar
OSKM18_16718143_ Mohamad Yayik
Gambar Entri
Prasasti Bebetin
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

PRASASTI BEBETIN Prasasti Bebetin adalah sebuah prasasti yang ditemukan di Bebetin,  Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Prasasti ini tidak disebutkan siapa raja yang membuatnya tetapi terdapat nama keratonnya. Pr asasti ini berisi keterangan tentang suatu desa (banwa) bharu, atau secara lengkapnya kuta di banwa bharu, yang bermakna desa bharu yang berbenteng dan berbahasa Bali Kuno. ISI PRASASTI BEBETIN Dalam prasasti diceritakan tentang desa itu yang diserang atau dirusak oleh perampokdan banyak penduduk mati terbunuh atau terluka, serta banyak pula yang mengungsi ke desa-desa tetangga. Setelah keadaan aman, penduduk lalu kembali ke desa bharu. Kemudian raja menyuruh pejabat nayakan pradhana, yaitu kumpi ugra dan bhiksu Widya Ruwana untuk memimpin pembangunan kuil Hyang Api, dengan tujuan untuk melengkapi desa tersebut dalam bidang spiritual, pada batas-batas wilayah yang telah ditentukan. Desa bharu diperkirakan terletak di pesisir pantai u...

avatar
OSKM18_SF_Natasha Natasha Belvani
Gambar Entri
Prasasti Luitan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Luitan berangka tahun 823 caka atau 901 masehi. Prasasti yang ditemukan pada tahun 1976 di Cilacap, Jawa Tengah. Prasasti ini memuat masalah sosial dari suatu kelompok masyarakat, yaitu proses pengenaan pajak tanah yang tidak benar. Pada zaman dahulu, masalah yang sering dijumpai adalah manipulasi pengukuran tanah oleh petugas pajak. Seorang petani protes kepada petugas pajak terhadap perhitungan luas tanah yang dimilikinya. Menurut petugas pajak luas tanah petani tersebut adalah 40,5 tampah (ukuran tanah pada masa itu). Sedangkan untuk setiap tampah pajak yang harus dibayar adalah 6 dharana, si petani harus membayar 40,5 ÃÆ'-- 6 yaitu 243 dharana. Namun setelah diukur oleh pejabat pajak yang kain ternyata kuas tanahnya hanya 27 tampah. Rupanya tampah yang dogunakan untuk mengukur oleh pejabat pajak pertama berjkuran lebih kecil yaitu 2/3 dari ukuran yang sebenarnya. Otomatis pajak yang harus dibayar petani membengkak. Atas kejeliannya si petani dapat menye...

avatar
Oskm18_16318240_agung
Gambar Entri
Prasasti Luitan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Luitan berangka tahun 823 caka atau 901 masehi. Prasasti yang ditemukan pada tahun 1976 di Cilacap, Jawa Tengah. Prasasti ini memuat masalah sosial dari suatu kelompok masyarakat, yaitu proses pengenaan pajak tanah yang tidak benar. Pada zaman dahulu, masalah yang sering dijumpai adalah manipulasi pengukuran tanah oleh petugas pajak. Seorang petani protes kepada petugas pajak terhadap perhitungan luas tanah yang dimilikinya. Menurut petugas pajak luas tanah petani tersebut adalah 40,5 tampah (ukuran tanah pada masa itu). Sedangkan untuk setiap tampah pajak yang harus dibayar adalah 6 dharana, si petani harus membayar 40,5 Ã-- 6 yaitu 243 dharana. Namun setelah diukur oleh pejabat pajak yang kain ternyata kuas tanahnya hanya 27 tampah. Rupanya tampah yang dogunakan untuk mengukur oleh pejabat pajak pertama berjkuran lebih kecil yaitu 2/3 dari ukuran yang sebenarnya. Otomatis pajak yang harus dibayar petani membengkak. Atas kejeliannya si petani dapat menyelamatkan harta...

avatar
Oskm18_16318240_agung
Gambar Entri
Bahasa Bekasi
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Et dah ntu bocah, kagak prele pisan dah urusannya. pegawean dikit doang ge, ampe ora kelar-kelar…!!!” (Gawat anak itu, tidak beres urusannya. Pekerjaan sedikit saja sampai tidak bisa selesai…!!!) Kalimat diatas adalah salah satu contoh kalimat yag pernah saya dengar dari teman SMP saya yang berasal dari bekasi. Bahasa ini sudah sangat jarang digunakan oleh warga bekasi karena sudah tercampur dengan bahasa indonesia. Pada artikel kali ini, saya akan memperkenalkan kepada pembaca tentang bahasa yang mulai punah ini, bahasa Bekasi. Berbicara masalah kata serapan dari bahasa Betawi ke dalam bahasa Indonesia memang agak sedikit sulit. Hal ini disebabkan karena identitas bahasa Betawi itu sendiri yang pada eksistensinya sudah tercampur dengan banyak bahasa, baik bahasa Jawa, Sunda, bahkan bahasa Asing lain, seperti Belanda, Inggris dan Portugis. Contoh yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari adalah seperti contoh berikut ini : “Gimana din...

avatar
OSKM18_16918082_M. Zuhdi Faturrahman
Gambar Entri
Mengenal Pustaha: Buku Lipat dari Batak
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Pustaha adalah sebuah buku atau surat dalam budaya Batak yang berisi catatan pengobatan tradisional, ilmu-ilmu gaib, keterangan tentang cara menolak hal-hal yang jahat ( poda ), mantra, ramalan-ramalan baik yang baik maupun yang buruk, serta ramalan mimpi. Buku ini biasa ditulis dengan aksara Batak. Secara fisik, pustaha terdiri dari lampak (sampul) dan laklak (kulit kayu sebagai media penulisan). Sampul buku ini sering dihiasi dengan motif llik, seekor kadal yang melambangkan dewa Boraspati Ni Tano. Istilah pustaha disebut sebagai buku ramalan masyarakat Batak yang telah dikenal di dunia Barat sejak 200 tahun yaitu saat Van der Tuuk menjadikan isi pustaha sebagai objek penelitiannya. Akan tetapi artikel yang ditulis oleh Rene Teygeler ini tidak akan mengulas isi penelitian Van der Tuuk, melainkan untuk merekonstruksi proses produksi dari pustaha berdasarkan beberapa studi literatur serta mengkaji beberapa alat tulis dan bahan naskah yang digunakan olehnya. Heterogenitas mas...

avatar
OSKM18_16918047_Mauritz Daniel Mangiring Siahaan
Gambar Entri
Kuburan Keramat
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jambi

Jambi merupakan salah satu provinsi dimana ada banyak peninggalan budayanya dari masa lampau. Salah satunya yaitu di kabupaten merangin, tepatnya di daerah bangko. Di Bangko, ada salah satu kuburan peninggalan pahlawannya yang bersejarah, yaitu kuburan Keramat. Kuburan itu merupakan lokasi kuburan keluarga Raden Haji Muhammad Thalib, yang merupakan salah satu pejuang kabupaten Merangin. Kuburan ini dinamakan kuburan keramat karena dulunya memang merupakan salah satu kuburan keramat. Adapun lokasi kuburan ini terletak di dekat sungai, sehingga dibuatlah jembatan gantung untuk memudahkan akses walaupun tidak muat untuk mobil/bus. Dulu, di lokasi itu sempat dibangun jembatan gantung yang di bangun pada masa penjajahan Belanda. Namun, jembatan itu tak bertahan lama dan akhirnya putus. Pada sekitar tahun 70-an, dibangun lagi jembatan gantung rangka baja. Sebelum dibangun jalan lintas tengah Trans Sumatera pada tahun 1980-an, seluruh lalu lintas melewati jembatan yang dekat kuburan itu. Unt...

avatar
Oskm18_16418111_farid
Gambar Entri
Guguritan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

  Guguritan merupakan karya sastra yang tergolong puisi lama. Guguritan adalah karangan yang terikat oleh aturan pupuh. Diantara aturan pupuh ialah : 1. Guru lagu yaitu bunyi yang jatuh pada suku kata terakhir dalam suatu baris. 2. Guru wilangan yaitu banyaknya suku kata dalam setiap baris. 3. Jumlah baris pada setiap paragraf. Aturan tersebut disesuaikan dengan jenis pupuh yang dipakai untuk guguritan. Biasanya sebuah guguritan dibangun oleh satu jenis pupuh saja, sehingga pendek hanya terdiri dari beberapa baris saja. Itu yang membedakannya dengan wawacan yang panjang dan dibangun oleh lebih dari satu pupuh. Isi guguritan bisa berupa nasihat, kejadian, pengalaman, keindahan alam, dan isi surat/pidato. Di dalam sebuah guguritan terdapat 4 unsur intrinsik yaitu : 1. Tema yaitu ide pokok yang menjiwai isi guguritan. 2. Nada adalah sikap pengarang yang dirasakan oleh pembaca gugu...

avatar
OSKM18_16718062_Rizma