BATTU RATEMA’ RIBULANG MA’RENCONG-RENCONG ) 2 x MAKKUTA’NANG RIBINTOENG APA KANANNA ATTUDENDANG BAULE BUNTING LOMPO JAKO SALLANG LONTAJA IJAMMENGJA’ IA DENDANGA DA’DUMBA IA PARAMATA BENGKO’NA IA DENDANGA DA’DUMBA GUNTURU’NAJI MALOMPO MA’RENCONG RENCONG ) 2 x KILA’NA MALA’BANG LINO BOSI SARRONA ATTUDENDANG BAULE TAMALLIANG TOMPO’ BANGKENG LONTAJA IJAMMENGJA’ IA DENDANGA DA’DUMBA IA PARAMATA BENGKO’NA IA DENDANGA DA’DUMBA Sumber : https://andihidayat1505.wordpress.com/2013/06/23/marencong-rencong/
Takunjunga bangung turu’ galle Nakuginciri naung gulingku KualleannaTallanga natoalia Dongang-dongang la bella karaeng Dongangla dongang dongang la nia te’ne Na’tenne nala lo apamigau Tutuki ma’lepa-lepa galle Ma’biseang rate bonto Tallangki sallang Kinasakko alimbu’bu Dongang-dongang la bella Karaeng Dongangla dongang dongala nia te’ne Na’tenne nala lo apamigau. Artinya: Tak begitu saja aku mengikuti angin Dan kuputar kemudiku Lebih baik kupilih Tenggelam daripada surut kembali Bila layarku telah berkembang Temaliku telah kurentang Aku tak berharap Kembali dari tengah lautan Sumber : Makna Gerak dan Syair Dongang-Dongang Pakarena Anida di Sulawesi Selatan
Kekukilalai tonta sola sangmane Manglaa diong randanan Untiro to pariu peagi panglelena Tamerrandang sola dua Mamali' penaangku tommu male memboko Lako padangna tau Torro na' aku dikka' sisola sara'mu Manglaa misa misa Reff : Totemo e sangmane umbara munai Kutayanko inde' lembang ta.. Piran ra musule umbawanna kinallo Tamale rokko randanan Sumber : http://www.brankaslagu.com/2015/04/lirik-lagu-toraja-to-manglaa.html
Lagu berjudul "Indramayu" dan reaksinya, kurang-lebih menyiratkan dua sisi pandangan yang berbeda antara ideologi seni dengan ideologi pembangunanisme. Lirik Lagu : Indramayu kau selalu kurindu/ Indramayu masihkah kau ingat aku/ ku pergi ke kota karena terpaksa/ demi hidupku yang terhimpit derita// Ku di dalam kaca menunggu durjana/ siang-malam aku menjadi si hina/ Indramayu kau yang selalu aku rindu/ hati menjerit batin menangis/ tak tahan ku menerima siksaan // Hatiku sakit teriris-iris/ aku diperlakukan bagai hewan/ Sayangku Indramayu aja gemuyu/ sayangku aku ingin kembali ke pangkuanmu.
Berdasarkan pengamatan dan penelitian, terlihat bahwa dalam kesenian suku bangsa Kenyah, khususnya sastra lisan mereka, terdapat semacam kidung yang menurut fungsinya dapat dikelom pokkan atas dua jenis kidung. Kedua kidung itu masing-masing adalah : (1) Kentau, yaitu kidung yang berfungsi untuk menghibur dan (2) Tidau, yaitu kidung yang berfungsi untuk meratapi kematian. Kedua jenis kidung ini, kentau dan tidau, memiliki unsur-unsur pembentuk kidung. Masing-masing unsur pembentuknya adalah : (1) Nyekilun melodi kentau dan (2) Mipet syair kentau' Hal yang patut dicatat adalah kemampuan dari pembawa kentau untuk membawakan mipet secara improvisasi bergantung pada situasi yang dihadapinya. Dalam hal ini, kreativitas dari pembawa kentau tersebut sangat dibutuhkan. Jadi, nyekilun dari kentau akan membedakan jenis kentau, dan juga membedakan kentau dari tidau, misalnya kentau yang dinyanyikan di ladang akan berbeda nyekulunnya dari kentau yang dinyanyikan di...
Kentau adalah jenis kidung Kenyah yang dibawakan untuk menghibur hati. Kentau dapat diuraikan melalui dua aspek. Pertama, dilihat dari situasi pada saat kentau dibawakan; dan, kedua, dari cara melantunkan sebuah kentau. Situasi Saat Kentau Dilantunkan Kentau dapat dikelompokkan berdasarkan situasi pada saat kentau dilantunkan. Istilah yang digunakan untuk subklasifikasi kentau adalah dayung 'lagu”. Jenis dayung yang ditemui pada saat penelitian ini adalah : Dayung Arui, yaitu dayung yang dilantunkan pada saat memanggil orang agar keluar dari amin mereka dan berkumpul di usei, beranda”, untuk menyambut tamu atau untuk bersantai. Dayung Badetiang, yaitu dayung yang dilantunkan untuk menghibur hati dan biasanya dapat pula digunakan untuk mengiringi tarian. Dayung Ajau, yaitu dayung yang dilantunkan pada saat ada kegiatan di ladang, misalnya pada saat uyen umaq 'membuka ladang', menugal menanam', maupun pada saat padei muding ...
Lagu "Anging Mammiri" tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita, berkat buku-buku kumpulan lagu daerah yang menjadi pegangan para pelajar sekolah dasar di Indonesia. Namun, tidak banyak yang tahu bahasa apa yang digunakan lagu ini. Banyak yang mengira lagu ini dalam bahasa Bugis, padahal yang benar adalah bahasa Makassar. Lho, memang apa bedanya? Meski sama-sama berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan, bahasa Bugis dan bahasa Makassar adalah dua bahasa yang berbeda. Penutur kedua bahasa ini tidak bisa memahami satu sama lain, oleh karena itu komunikasi antar-suku di Sulawesi Selatan biasanya dilakukan dalam dialek Makassar. Lho, beda bahasa Makassar dan dialek Makassar apa? Bahasa Makassar adalah bahasa tersendiri yang tidak bisa dimengerti oleh penutur bahasa Indonesia/Melayu, sedangkan bahasa Indonesia (atau Melayu) dialek Makassar kurang lebih sama dengan bahasa Indonesia yang digunakan di daerah lain, tapi banyak menyerap fitur berbagai bahasa dan dialek di Sulawesi...
DIUNGGAK IJAN Diunggak ijan nyak tihoning mouli busumbah di hati susah Diunggak ijan nyak timonung makniku rupa mak mulang - mulang Dang uniga, dang uniga gancang la mulang kyai ku pona https://www.youtube.com/watch?v=AvO58MOM3jI&list=RDAvO58MOM3jI&t=23
Menebang batang kapuk kapuk ade dipingger ayek adek dirumah dek pacak tidok mikirke kakak lah jarang balek (laki-laki) sayur tu sayur kesek sayur dimasak pati sangkan kakak jarang balek adek dirumah nak marah bae (Perempuan) putih-putih bungemu padi maseh putih bunge melati adek dirumah nak marah bae kakak tu balek kalah bejudi (Laki-laki) mengetam nian padi padi banyak dipingger tebeng bukannye balek kalah bejudi kakak ni balek lah dari manceng (Perempuan) jalan jalan ke tebeng tebeng ade berang sane ngomong nak pegi manceng rupenye mendap di bini mude (Laki-laki) alangke lemak ke tanjung raje nyemerang sungai pinang sangkan mendap di bini mude malak sayur nagke nak sayur asam (Perempuan) jalan jalan ke kota l...