Berdasarkan pengamatan dan penelitian, terlihat bahwa dalam kesenian suku bangsa Kenyah, khususnya sastra lisan mereka, terdapat semacam kidung yang menurut fungsinya dapat dikelom pokkan atas dua jenis kidung. Kedua kidung itu masing-masing adalah :
(1) Kentau, yaitu kidung yang berfungsi untuk menghibur dan
(2) Tidau, yaitu kidung yang berfungsi untuk meratapi kematian.
Kedua jenis kidung ini, kentau dan tidau, memiliki unsur-unsur pembentuk kidung. Masing-masing unsur pembentuknya adalah :
(1) Nyekilun melodi kentau dan
(2) Mipet syair kentau'
Hal yang patut dicatat adalah kemampuan dari pembawa kentau untuk membawakan mipet secara improvisasi bergantung pada situasi yang dihadapinya. Dalam hal ini, kreativitas dari pembawa kentau tersebut sangat dibutuhkan. Jadi, nyekilun dari kentau akan membedakan jenis kentau, dan juga membedakan kentau dari tidau, misalnya kentau yang dinyanyikan di ladang akan berbeda nyekulunnya dari kentau yang dinyanyikan di amin 'rumah'. Akan tetapi, kita tidak akan menemukan mipet yang sama untuk kentau-kentau yang dinyanyikan di ladang. Untuk keterangan yang lebih jelas, sebaiknya kita lihat dahulu uraian mengenai pengelompokan kentau berdasarkan situasinya.
Sumber: Konsep Tata Ruang Suku Bangsa Dayak Kenyah di Kalimantan Timur – Edi Sedyawati, EKM. Masinambow, Gunawan Tjahyono
<!DOCTYPE html> Restore in Progress Hacked By Raxor404 The breach wasn’t impressive. Your protection was.
<!DOCTYPE html> Restore in Progress Hacked By Raxor404 The breach wasn’t impressive. Your protection was.
<!DOCTYPE html> Restore in Progress Hacked By Raxor404 The breach wasn’t impressive. Your protection was.
<!DOCTYPE html> Restore in Progress Hacked By Raxor404 The breach wasn’t impressive. Your protection was.
<!DOCTYPE html> Restore in Progress Hacked By Raxor404 The breach wasn’t impressive. Your protection was.