TENGGOLI adalah sejenis manisan yang diolah dari air tebu. Di Kota Subulussalam manisan ini dinamai tenggoli dan sudah turun temurun dibuat secara tradisional oleh warga setempat. Manisan ini paling laris saat bulan Ramadhan pengganti gula. “Paling banyak dicari pada bulan puasa untuk membuat kue lebaran,” kata Jahar Kombih (41) warga Desa Panglima Sahman, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam kepada Serambi, Sabtu (13/8) lalu. Jahar yang didampingi Jaddam Basri tokoh masyarakat setempat, mengaku sudah menggeluti usaha pembuat manisan tebu sejak tiga tahun lalu. Sejauh ini, poses pengolahan tebu menjadi manisan dilakukannya secara tradisional yakni dengan mengandalkan air sungai sebagai motor penggerak pemeras tebu. Sepintas, alat penggerak tebu yang disebut ‘Ilangen’ dan terapung di atas sungai Souraya itu mirip dengan jamban, bedanya alat ini dilengkapi dengan kincir yang berputar. Menurut Jahar, usaha pembuatan tenggoli sebenarnya merupakan trad...
PACIK KULE Bahan : - ½ Kg ikan jurung atau ikan mas besar - 30 lembar daun labu tanah - 30 lembar daun kunyit - 2 buah kelapa diambil airnya - 1 buah asam jeruk nipis - Garam secukupnya Bumbu : - 1 ons cabai merah - ½ ons cabai rawit - ½ ons bawang merah - 2 siung bawang putih - 2 buah kemiri - 2 batang sere - 1 ibu jari lengkuas - Kunyit 1 jari kelingking Cara Memasak : - Ikan dibersihkan dan dipotong sedang, beri garam + asam jeruk nipis. - Semua bumbu digiling halus - Ikan + bumbu diaduk rata beri garam secukupnya. - Balut ikan dengan daun labu dan daun kunyit. - Susun rapi dalam kuali - Beri santan secukupnya masak hingga kering. Sumber: - http://www.adatnusantara.xyz/2017/08/asal-usul-dan-kebudayaan-suku-alas-dari.html - http://indonesia.go.id/?p=8528  ...
Cemilan yang satu ini sudah sangat populer sekali dikalangan masyarakat Aceh bagian Tengah/Tenggara, Tanah Karo, dan bahkan dikenal juga di Tapanuli Selatan (Mandailing). Makanan khas ini, cara pembuatanya agak sedikit berbeda bila dibandingkan dengan beberapa daerah yang menjadikan sebagai penganan khas. Demikian dalam persoalan penyebutan nama. Di Kalak Alas (Orang Alas) biasanya menyebut makanan ini dengan nama cimpe. Sementara di Gayo mengenal makanan ini dengan nama yang berbeda yakni gutel. di Karo disebut cimpa unung. Cara pembuatan dan menyajikannya agak sedikit berbeda baik untuk nama cimpe, cimpa unung, maupun gutel, tetapi bahan-bahannya tetap sama. Contoh perbedaannya saja sebelum dikukus cimpe akan dibalutkan pada daun pandan sedangkan pada cimpa unung dibungkus dengan daun pisang atau daun palma. Sementara di Gayo ada yang dibalut dengan daun pisang ada juga yang langsung dikukus, tanpa pembalut terlebih dahulu. Bahan-bahan yang perlu kita sediakan dan...
Di Kabupaten Aceh Selatan yang dijuluki sebagai Negeri Pala, ada salah satu kuliner yang sangat khas. Masyarakat setempat menyebutnya dengan nama gulai taleh . Taleh artinya talas, jadi gulai taleh adalah gulai batang talas atau keladi. Dalam bahasa Aceh disebut juga bak leubue atau bak eumpeuk . Keladi ini jenisnya banyak, ada keladi putih, keladi hijau, dan keladi hitam atau leubue adang . Tanaman talas ini juga tumbuhnya sangat mudah dan menyukai struktur tanah yang lembab, seperti di parit-parit. Banyak tumbuh di sekitar pemukiman warga, sehingga tidak perlu dibeli seperti di kota-kota besar seperti Banda Aceh. Bumbu-bumbu yang digunakan untuk meracik gulai ini sama seperti bumbu untuk meracik gulai santan atau gulai lemak pada umumnya. Yaitu cabai rawit, cabai merah, kemiri, bawang merah, bawang putih, dan kunyit. Untuk menguatkan aroma ditambah serai, daun salam, dan daun kunyit. Dan tentunya santan kelapa. Cara m...
Leugoek adalah salah satu makan khas yang berada di Kabupaten Aceh Barat Daya. Makanan ini terbuat dari sagu rumbia. Proses pembuatannya sagu dimasak pakai air dengan takaran tertentu hingga mengumpal lalu dibulat-bulatkan pakai tangan dengan besar seukuran bola pimpong atau sedikit lebih kecil dari godok-godok ketila . Selanjutnya diaduk dalam kelapa parut. Lazimnya warga membuat leugoek ketika ada kegiatan meuseuraya (saling bantu) misalnya membuat atap dari daun rumbia, potong kayu, ceumeuloe pade (mengarit), memanen padi bersama-sama serta menanam padi. Sumber: http://sumaterapost.com/berita1/Leugoek-Makanan-Tradisional-yang-Nyaris-Hilang-di-Aceh-Barat-Daya-34268
Bahan bakunya adalah kulit kerbau, hati kerbau, dan jeroan yang direbus dengan sedikit garam. Kemudian dirajang halus. Dicampurkan dengan bumbu yang juga sudah digiling halus. Serai, jahe, empan (andaliman), lengkuas, bawang merah, bawang putih, dan garam. Bumbu halus ini mentah, tidakk ditumis lagi sehingga rasanya segar. Rajangan halus bahan rebusan tadi, dicampurkan dengan bumbu, lalu ditambahi air perasan kayu weng (wing/ uweng) dan air jeruk. Kabarnya ini adalah hidangan khas dari wilayah Toa. Dan menjadi hidangan wajib saat hari raya. Sumber: http://helloacehku.com/8-masakan-yang-hanya-ada-di-dataran-tinggi-gayo/
Gegerip, makanan yang satu ini sudah jarang ada dan dibuat atau dijual oleh masyarakat gayo yang dikarenakan jarangnya peminat makanan ini mungkin dikarenakan tekstur makanan ini yang sangat keras dan alot (liet-Gayo). Gegerip terbuat dari nasi yang dijemur dan dikeringkan yang kemudian dicampur dengan gula merah baru dionseng-onseng sebentar. Sumber: http://seni-indonesia45.blogspot.co.id/
Tenaruh Itik Dedah atau bila kita Bahasa Indonesia-kan Telur Bebek Dedah ini adalah salah satu masakan khas daerah Gayo. Teksturnya seperti yoghurt atau lelehan keju dengan rasa lemak dan asam yang lembut di mulut. Masyarakat Gayo pada umumnya pasti sudah tidak asing lagi dengan makanan yang satu ini. Selain karena rasanya yang enak dan unik, bagi Orang Gayo pasti punya cerita tersendiri dengan Tenaruh Itik Dedah ini. Pada dasarnya telur lain selain telur bebek juga bisa diolah menjadi telur Dedah. Namun telur bebek-lah yang paling enak untuk diolah dengan Olahan Dedah ini. Cara Pembuatan Tenaruh Itik Dedah Bahan Bahan Telur Bebek Selembar daun pisang Jeruk Sayur (Asam Jantar) Garam Alat-alat Sendok makan Kuali (boleh pakai Teflon juga) Kompor gas atau alternatif lain untuk memasak. Pisau Cara pembuatan Setelah semua bahan dan alat-alat tersedia potong terlebih dahulu daun pisang dengan bentuk potongan b...
Bahan: Daun pagagah 2 ikat Bumbu-bumbu: Bawang merah 5 buah Lombok rawit 5 buah Asam sunti/belimbing wuluh 3 buah Kelapa sangan halus 2 sdm Sereh 3 batang Garam 1 sdm Daun jeruk purut 5 lembar Cara membuatnya: 1. aun pagagah, daun jeruk purut dan sereh dirajang halus. 2. Bawang merah, lombok rawit dan garam digiling halus. 3. Asam sunti/belimbing wuluh diiris halus atau digiling halus. 4. Semua bahan dan bumbu-bumbu dicampur rata. Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halaman 766