Bahan-bahan: 50 gram tepung beras 50 gram tepung sagu 200 ml air ½ sendok teh daun bawang, iris tipis Telur puyuh secukupnya Garam secukupnya Lada secukupnya Mentega secukupnya Penyedap rasa secukupnya Saus sambal (opsional) Cara membuat: Campurkan tepung, air, garam, lada, dan daun bawang. Aduk rata. Olesi teflon dengan mentega. Ceplok telur puyuh (hancurkan) dengan lidi. Tuang adonan tepung di atasnya, lalu lebarkan (bentuk dadar). Taburi bubuk makanan (penyedap rasa) di atas dadar. Setelah itu, masukkan sambal. Gulung dadar dimulai dari pinggir dengan tusuk sate. Angkat dan tiriskan. Papeda siap disantap.
Bahan-bahan: Tempe bosok (kurleb tempe papan 5cm x 10cm) 10-15 buah Tahu kulit uk kecil 1/4 kg Tetelan sapi 3 buah cabe merah keriting 5 buah cabe rawit merah 7 butir bawang 5 butir bawang putih 1 ruas jari kencur 2 lbr daun salam Lengkuas 2 batang serai 5-6 lbr daun jeruk secukupnya Garam dan gula jawa Santan kara sachet 65ml Boleh pake penyedap kalo suka Langkah: Rebus tempe bosok, tetelan dan tahu, daun salam, daun jeruk, serai dan lengkuas. Krg lebih 20-30 menit, smp tetelan empuk Masukkan cabe, bawang merah, bawang putih dan kencur ke dalam rebusan sktr 5 menit, lalu angkat. Spy mudah, masukkan ke plastik tahan panas, jd ga ngambilin satu-satu dr panci. Ulek bawang merah, bawang putih, cabe dan kencur yg sudah direbus smp halus. Tumis smp wangi di tungku kompor yg satunya, setelah itu tuang ke panci yg isinya rebusan tahu dll. Bumbui dgn garam, gula, dan penyedap (royco/totole) bila suka. Cek rasa. Masukkan santan kara. Aduk. Cek rasa lagi. Setelah mantap dan kuah m...
Makanan khas Kuningan ini mungkin bisa Anda coba. Nasi Kasreg identik dengan nasi bungkus, seperti nasi Kucing punya Yogyakarta. Biasanya, menu ini disantap dengan beraneka lauk pauk, seperti ikan parai, pepes, sambal, lalapan tauge, gorengan, dan lainnya Hidangan khas Kota kuda ini bisa Anda jumpai di daerah Kuningan, terutama Luragung. Harganya ekonomis dan banyak dicari. Cocok digunakan sebagai pengganjal lapar sementara. Bahan : Nasi putih Sambal terasi super duper pedas toge mentah sebagai Lalap bahan gorengan rebon (Udang kecil) menu makan lainnya sesuai selera Langkah : Nasi Putih Sambal terasi Super duper pedas Toge mentah sebagai lalap (Jangan lupa cuci dengan bersih yaaa teman - temaaan hihihi) Berbagai Macam gorengan hangat sesuai selera Dicampur taburan rebon (Udang kecil) Diatas nasi Dan selanjutnya bisa kalian tambahkan menu makan lainnya seperti Ayam goreng, Telur goreng, Tumis sayuran dan berbagai variasi menu makanan sesuai selera mas...
Nasi remes memiliki banyak varian lauk seperti: paru goreng bacem, perkedel, srundheng, daging sapi, babat sapi, sayur tempe pedas, telur ceplok balado dan tahu bacem. Begitulah gambaran besar tentang kuliner khas Banjarnegara yaitu Ramesan Krandegan. Ramesan Krandegan sendiri sudah dijual di berbagai tempat, kebanyakan penjual di Kelurahan Krandegan sendiri. sumber: http://budparbanjarnegara.com/pariwisata/cindera-mata/kuliner-khas/ramesan-krandegan/
BAGI anda pecinta kuliner mungkin sudah tidak asing lagi mendengar ataupun mencicipi makanan yang satu ini, yaitu Buntil daun talas ataupun singkong. Namun tahukah anda bahwa Buntil merupakan salah satu kuliner khas daerah Banjarnegar, Jawa Tengah yang terkenal dengan es Dawetnya. Buntil merupakan kuliner yang terbuat dari daun singkong berisi parutan kelapa yang diberi bumbu berupa cairan kuah pedas yang terbuat dari santan. Bahkan saking terkenalnya makanan buntil, konon di daerah Laut Tengah seperti Yunani dan Turki dikenal pula makanan semacam buntil dengan pembungkus daun anggur muda dan diisi dengan nasi, jadi walaupun namaya agak norak ternyata makanan ini juga di kenal di luar negri. Di Banjarnegara, makanan berbahan kelapa muda parut berbungkus daun talas yang terasa lembut dan gurih ini bisa dinikmati di Waroeng Buntil Mbah Abu Jl. Jend Soedirman No.21 Telp.085291828436 Selain Buntil daun talas, Banjarnegara juga memiliki Makanan Buntil dengan berbungkus daun Cekla Cikli...
Menu khas pedesaan ini telah menghiasi daftar menu di restoran sederhana dipinggir jalan Raya Semampir Banjarnegara, sangat spesial karena jarang sekali menjumpai menu seperti ini, ikan wader ukuran kecil sepintas mirip ikan teri digoreng garing dihidangkan bersama urap (kluban). Menu lainnya yang tak kalah lezat diantaranya Ayam bakar, Gurame goreng, Nila goreng, Nila bakar, dan yang terakhir inilah yg paling unik ikan kali goreng garing. Ikan kali dari jenis wader tersedia berbagai ukuran, dari yang sebesar kelingking sampai ukuran telapak tangan dewasa. Rumah Makan “Sari Rahayu” yang terletak di Jl. Raya Semampir Km.4 Banjarnegara (0286-595124) sengaja menjajakan menu ini sebagai daya tarik tersendiri. Langkanya komoditas ikan wader di pasar-pasar tradisional membuat banyak orang tertarik ingin mencicipi gurihnya daging wader. Ikan wader tergolong jenis ikan yang hidup di sungai. Di RM Sari Rahayu ikan wader disulap menjadi menu andalan yang paling digemari. Ikan digoreng disajikan...
Serabi kadang disebut srabi atau surabi merupakan salah satu makanan ringan atau jajanan pasar yang berasal dari Indonesia. Serabi serupa dengan pancake namun terbuat dari tepung beras (bukan tepung terigu) dan diberi kuah cair yang manis (biasanya dari gula kelapa). Kuah ini bervariasi menurut daerah di Indonesia. Jajan pasar yang cukup exist sampai sekarang ini memang sungguh sangat nikmat. Dengan berbahan dasar kelapa parut. Serabi Banjarnegara ini mirip dengan serabi Jakarta. Bedanya sirup gula Jawa diguyur di permukaan serabi saat proses memasak. Serabi khas Banjarnegara ini tidak memakai saus kinca seperti serabi Bandung. Jika berkunjung di Banjarnegara, kita dapat menikmatinya di pagi hari di sekitar jalan Pasar Kota Banjarnegara yang masih menggunakan alat tradisional atau original. Dengan menggunakan tungku kecil menggunakan bara api untuk memasak serabi tersebut. Dengan menggunakan wajan atau panci kecil yang terbuatdari tanah liat semakin menambah cita rasa serabi Banjarn...
Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara memiliki hawa yang sejuk dan potensi pertanian yang cukup baik. Para petani kebanyakan menanam tembakau dan kentang. Tetapi dengan hawa yang dingin layaknya di puncak Bogor, para petani Dieng juga sekarang menanam tanaman teh. Teh tersebut dimanfaatkan sebagai minuman khas Dieng yang memiliki aroma yang khas. Teh khas Dieng dibuat dengan bahan pucuk daun teh yang disangrai, beda dengan minuman teh yang lain. Karena diproses dengan sangrai, teh Dieng ini lebih nikmat dengan aroma teh yang tajam. Memang ada aroma sangit khas sangrai,namu teh ini murni dari daun teh asli dan batang muda. Dan benar benar tanpa tambahan aroma lain seprti melati atau vanili. Teh ini cocok diminum selagi hangat apalagi diminum disaat dingin seperti di Daerah Tinggi Dieng ini. Pas dingin dingiin..,minumlah teh sangrai khas Dingin,badan langsung anget. Kalau berkunjung ke Dieng jangan lupa minum Teh Sangrai Khas Dieng! Dijamin langsung anget sumber: http://budparbanjarneg...
Nasi putih yang dibumbui dengan rempah dengan isi suwiran daging ayam kemudian dibungkus daun pisang. Disajikan dengan tempe goreng, ikan goreng, sambel, dan kerupuk. Rasanya enak, gurih, dan agak pedas nikmat. Anda bisa menikmati Sajian ini dengan mengunjungi PIKAS, Ds.Kutayasa, Kec. Madukara. Telp (0286)59300. Nasi yang bercampur rempah dan daging ikan, dibungkus dengan daun pisang dan dibakar di aras bara api. Setelah ber arung jeram, badan pegel pegel, Menikmati indahnya sungai Serayu dengan menyantap hidangan spesial khas PIKAS Banjarnegara! sumber: http://budparbanjarnegara.com/pariwisata/cindera-mata/kuliner-khas/nasi-bakar-ikan-berempah/