Seperti masyarakat lain, warga Betawi juga memiliki makanan tradisional yang khas. Sejak zaman dahulu, makanan ini biasanya lebih banyak dibuat ketika Ramadan tiba. Alhasil, suasana puasa pun semakin terasa nikmat. Selain itu juga mudah dibuat bilamana banyak nasi yang tidak habis tinggal berkerak. Makanan tradisional Betawi ini adalah Ali Bagente. Makanan ini merupakan campuran dari China, Arab, Jawa dan Betawi. Makanan ini bisa dikatakan sudah langka, bahkan orang-orang etnis Arab-Betawi pun sudah banyak yang tidak lagi mengenal jajanan ini. Paling-paling, makanan ini baru bisa ditemukan di sekitar kawasan Condet. Menurut Indra Sutisna, pengamat budaya Betawi, makanan ini amat sederhana. Ali Bagente terbuat dari kerak (sisa nasi yang mengeras di pantat kuali ketika menanak) yang dikeringkan, kemudian digoreng, dan disiram gula ganting (gula merah yang dikentalkan). “Diduga dulunya ada orang bernama Ali yang sangat suka jajanan ini dan cinta pada orang yang me...
Nasi Tumpeng - menurut agama Buddha - merupakan asimilasi budaya Indonesia dengan agama Buddha aliran Vajrayana/Tantrayana. Nasi tumpeng itu sendiri merupakan sebuah simbol mandala/persembahan. Di tengah nasi tumpeng terdapat nasi kuning berbentuk kerucut. Nasi kuning ini mensimbolkan Gunung Semeru, dimana dalam agama Buddha Vajrayana merupakan gunung emas yang merupakan pusat dari dunia. Makanan pelengkapnya seperti perkedel, tempe orek, dan lain lain yang disajikan di sekitar nasi menyimbolkan 8 pulau yang berada di 8 mata angin. Sementara itu, potongan cabai yang tertusuk di nasi menyimbolkan matahari dan bulan. #OSKMITB2018
Kinca bisa dibilang adalah sebuah olesan khas tradisional Betawi. Kinca terbuat dari campuran durian dengan gula merah. Biasanya orang membuat kinca dikarenakan durian yang dipetik/didapatkan terasa hambar. Orang membuat kinca untuk mengolah durian yang tidak termakan ini menjadi olesan atau penambah agar tidak ada durian yang terbuang. Jadi, fungsi durian disini bukan sebagai perisa utama tetapi hanya sebagai penambah bau dan rasa. Kinca Betawi berbeda dengan kinca dari daerah lain. Di daerah lain, kinca berfungsi sebagai kuah dari suatu hidangan. Biasanya kinca dibuat dengan menambahkan santan sehingga hasilnya menjadi lebih cair. Sedangkan kinca dari Betawi tidak menggunakan santan sehingga menghasilkan campuran yang lebih lengket dan kental. Cara membuat kinca sangatlah mudah. Bahan yang dibutuhkan antara lain: Durian Gula merah Gula pasir Air Daun pandan Langkah yang harus dilakukan untuk membuat kinca adalah: Masak air dala...
Sesuai namanya, asinan betawi merupakan suatu makanan khas dari betawi yang dibuat dengan cara pengacaran(melalui pengasihan dengan garam atau pengasaman dengan cuka). Bahan untuk membuatnya sendiri dibagi menjadi 4 macam, yaitu bahan utama, kuah, bumbu halusan, dan taburan. Untuk bahan utama, kita memerlukan wortel, sawi asin, tauge, mentimun, lokio, bengkuang,tahu takwa, dan kol. Untuk bahan membuat kuah kita memerlukan gula merah, air matang, dan cuka. Untuk bumbu halusan kita memerlukan cabai, ebi, garam, dan gula pasir. Sedangkan untuk membuat bahan taburan, kita memerlukan kacang tanah, dan kerupuk mi. Sering-sering coba dirumah ya, selain enak juga bisa mengenalkan makanan ini ke generasi selanjutnya:)
Apakah kalian pernah makan kerak telor? Kalau kalian pernah, pasti rasanya enak. Nah buat temen- temen yang belum pernah mencicipi kerak telor, saya mau memberi tahu pengalaman saya. Kerak telur itu makanan khas Betawi yang sangat lezat. Rasanya lezat ditambah dengan kenikmatan dari rasa telur khas Betawi. Tidak hanya itu, ditambah cita rasa khas dari masing-masing penjual, serta dengan bumbu khas masing-masing penjual membuat cita rasa dari kerak telur menjadi luar biasa. Nah, sampai disana pengalaman saya mencicipi kerak telur. Di artikel ini, saya ingin memberi teman-teman resep dari kerak telur, makanan khas Betawi. Membuat kerak telur bukanlah hal yang sulit. Bagi mereka yang sudah pernah melihat abang-abang dijalan membuat kerak telur, mungkin sudah sadar kalau pembuatan kerak telur tidaklah sesulit yang kita bayangkan. Kerak telur khas Betawi biasanya menggunakan batok kelapa agar memiliki bau yang khas dan juga serundeng sehingga memiliki cita rasa khas Betawi yang s...
Bila kita yang ke Jakarta dan menemukan banyak kehidupan modern yang sudah dipenuhi kesibukan dan kemacetan, kita jadi sering kurang menyadari banyaknya variasi makanan di Jakarta. Padahal, banyak yang dapat kita coba daripada hanya pergi makan di restoran yang belum tentu bersih. Banyak makanan khas Jakarta yang dapat kita nikmati, salah satunya adalah rujak pengantin. Mungkin kita bertanya-tanya apa sih yang membedakan antara gado-gado dengan rujak pengantin, bukankah rasanya sama saja ? Memang benar, rujak pengantin dengan gado-gado sama-sama memakai bumbu kacang yang rasanya sedikit pedas. Namun memiliki perbedaan dalam hal bahan, rasa, dan tampilan. Rujak pengantin disajikan oleh orang Betawi yang bertempat di DKI Jakarta, di saat-saat syukuran, hajatan besar, dan terutama di pernikahan. Itulah mengapa namanya dapat disebut rujak pengantin. Sekilas, mungkin tidak membedakannya dari gado-gado yang sering kita jumpai. Di awal tadi sudah disampaikan bahwa hanya berbeda dalam b...
Tentu beberapa dari kita tau beberapa dari kita tau apa itu kue keranjang. Kue keranjang ini sendiri sebenarnya adalah kue yang merupakan adat dari orang chinese. Kue ini berasa sangat kenyal dan lengket. Berbanding terbalik dengan warnanya yang agak kehitaman kue ini berasa sangat manis. Memang karena kue ini awalnya digunakan untuk dipersembahkan kepada dewa. Kue ini biasanya dimakan saat perayaan capgomeh. Kue Keranjang berbahan dasar dari tepung beras ketan, santan, gula pasir, dan gula merah. Cara membuatnya adalah mencampurkan tepung beras ketan dengan gula merah lalu memasukan santan sambil direbus. Pada saat perebusan masakan harus diaduk. Masakan dapat ditambahkan gula pasir agar lebih nikmat. Setelah selesai taruh kedalam cetakan. Peringatan : lebih baik menggunakan peralatan yang mudah untuk dibuang dikarenakan kue yang sangat lengket sehingga sulit dibersihkan. #OSKMITB2018
Kue Talam Udang adalah salah satu makanan khas betawi yang kurang terekspos. Kue talam udang ini bukan lah hal yang sama dengan kue talam yang biasanya. Kue talam yang biasa kita lihat adalah kue talam manis yang dibuat dari berbagai jenis tepung. Berbeda halnya dengan kue talam biasa pandan atau pisang yang biasa kita lihat, kue talam udang ini tidak manis. Kue talam biasa mengandung vanilli dan gula, namun kue talam ini hanya mengandung tepung beras, sagu, garam dan santan sehingga menghasilkan rasa yang gurih asin dan kenyal. Pada dasarnya bahan-bahan tersebut dicampur dan dikukus, lalu pada akhirnya di atas kue tersebut ditaburi tumisan udang, cabai dan daun seledri. Kue ini biasa dicetak dengan ukuran seperti mangkuk kecil, namun banyak juga yang mencetaknya di loyang yang besar lalu di potong kecil-kecil. Kue talam udang ini biasa disuguhi di Hari Raya Idul Fitri, pada saat acara-acara keluarga dan pada saat berbuka puasa sebagai takjil. Berikut bentuk dari kue talam...