Kue langar merupakan kuliner khas Kei. Berbahan dasar dari singkong. Biasanya kue langar dijadikan oleh – oleh khas Kei. Saat ini kue langar telah banyak dimodifikasi. Kue langar dapat juga ditemukan dalam bentuk panjang dengan berbagai rasa seperti keju, coklat, pandan, dan rasa lainnya. Cara membuat: Singkong disangrai setengah matang. Dalam keadaan hangat, singkong disiram dengan santan kemudian digumpal – gumpal dibentuk seperti anyaman. Kemudian digoreng dengan minyak panas. Alamat Penjual: Istana Roti Ambon Jln. Sultan Hasanuddin, Kota Ambon 0813-43279999 Sumber : https://www.triptrus.com/news/5-kuliner-khas-kei-yang-sangat-menggiurkan
Lad/Lat adalah makanan yang berbahan dasar rumput laut yang berbentuk seperti anggur namun memiliki ukuran yang lebih kecil. Berwarna hijau dan diberi parutan kelapa yang sudah diberi bumbu. Sekilas mirip seperti urap di Pulau Jawa. Lad apabila dimakan memiliki tekstur seperti caviar. Lad juga biasa disebut sebagai sayur dari laut. Sumber : https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-1512910/kuliner-tradisional-kei https://www.triptrus.com/news/5-kuliner-khas-kei-yang-sangat-menggiurkan
Resep: Bahan Wortel 1 buah Kubis 2 lembar Telur 4 buah Bumbu Daun bawang 1 batang diiris tipis melintang Bawang putih 3 siung Kemiri 2 buah Merica ½ sdt Garam dan minyak goreng secukupnya Cara Membuat Kubis dan wortel diiris memanjang. Haluskan bawang putih, garam, merica, dan kemiri. Tumis wortel lalu masukkan kubis bersama bumbu halus. Masukkan daun bawang lalu masak hingga layu. Kocok telur dan masukkan ke dalam tumisan sayuran, aduk hingga tercampur rata dan telur mengental. Sumber: Murdijati Gardjiton Dkk. 2017. Kuliner Yogyakarta: Pantas Dikenang Sepanjang Masa . Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Resep: Bahan Ayam kampung utuh 1 ekor Telur rebus 4 butir Bumbu Susu cair 150 ml Bawang merah 5 buah diiris halus Merica 1 sdt dihaluskan Pala secukupnya Jahe ½ ruas dimemarkan Daun salam 2 lembar Lengkuas 1 ruas dimemarkan Serai 1 batang dimemarkan Gula kelapa, mentega, dan garam secukupnya. Cara Membuat Bersihkan ayam kampung lalu ambil kulitnya. Potong sedikit sayap dan kaki di bagian ruasnya akan tetapi tidak sampai lepas. Cincangan daging ayam dicampur dengan merica, pala, garam, dan susu. Daging cincang berbumbu dimasukkan ke dalam perut ayam yang utuh. Tambahkan telur rebus lalu jahit rapat hingga membentuk ayam utuh kembali. Ke...
Resep: Bahan Manding atau petai Cina yang tua 20 g Kelapa agak muda 300 g Daun melinjo 10 g diiris kasar Ikan teri nasi 50 g dicuci bersih Daun pisang secukupnya untuk membungkus Bumbu Daun salam 1 lembar dipotong-potong Cabai hijau besar 1 buah dipotong-potong Bumbu yang Dihaluskan Bawang merah 3 butir Bawang putih 2 siung Cabai merah keriting Garam dan gula masing-masing1/2 sdt Cara Membuat Kupas kulit petai Cina, ambil bijinya. Parut kelapa. Bumbu halus, cabai rawit, kelapa parut, dan daun salam campur dengan petai Cina hingga merata. Campuran tersebut dibungkus dengan daun pisang dan dikukus hingga matang. &nb...
Salah satu kue basah tradisional nusantara yang masih populer hingga sekarang adalah kue carabikang. Kue berbentuk mangkok yang merekah seperti bunga mawar ini disajikan dengan berbagai rasa dan warna, mulai dari pandan, cokelat, moka, dan lain-lain sesuai selera. Kue carabikang merupakan kue tradisional jajanan pasar yang memiliki tekstur sangat empuk dan berbentuk bunga mekar yang tentu saja membuat kue ini menjadi semakain lebih cantik dan indah ketika dipandang dan nikmat ketika dimakan. Kue ini mungkin sudah tidak asing ditelinga orang-orang Indonesia karena sangat mudah di jumpai dan di gemari oleh masyarakat luas di Indonesia. Bahan-bahan pembuatan yang digunakan untuk membuat kue ini tidak jauh berbeda dengan membuat kue basah tradisional lainnya. Meskipun bahan yang digunakan sama, namun kue yang dihasilkan biasanya berbeda karena yang membuatnya pun oleh tangan yang berbeda. Untuk membuat kue ini memang tergolong mudah, tetapi masih lumayan susah bagi pemula. Kue yang...
Kue si KENTUT atau Ta Phi Pan dalam bahasa Hakka merupakan salah satu kue yang cukup aneh dari Bangka Belitung. Nama kue ini bukan suatu hal yang jorok atau mengada-ada. Melainkan, nama kue unik ini ternyata memang demikian adanya. Kue si kentut ini telah memiliki sejarah ribuan tahun. Kue ini hadir pertama kali di Bangka Belitung bersama dengan hadirnya Orang Tionghoa suku Hakka / suku Khek di kepulauan Bangka Belitung (Babel) ribuan tahun lalu. Kue ini wajib dimakan setiap setahun sekali, yakni setiap tanggal 8 bulan 4 Kalender Tionghoa. Sekarang kue ini sudah tergolong langka, di akibatkan oleh arus modernisasi. Kue ini dibuat dari daun Ta Phi (Kentut). Daun Ta Phi memiliki aroma yang cukup menyengat menyerupai bau kentut. Namun setelah melalu proses pemasakan, nyatanya bau yang di hasilkan kue ini tidak terlau bau dan dapat tergolong mempunyai bau harum yang khas dan enak dimakan. Warna kue ini memiliki warna hijau lumut hingga hitam, warna alami ini di dapat...
Ikan sale adalah bahasa daerah Mandailing Natal, Sumatera Utara, yang artinya ikan yang dikeringkan menggunakan asap. Seperti yang ada di warung nasi milik Sobar Mardia, tepatnya di Simpang 4 Jalan Mesjid Taqwa, Kelurahan Kota Siantar, Panyabungan, Madina, Sumut. Ikan sale atau ikan asap adalah salah satu teknik mengolah ikan agar lebih awet, namun membuat rasa ikan tambah nikmat. Pada awalnya ikan sale dibuat para penangkap ikan di Sungai Batang Gadis, karena takut ikannya membusuk ditemukanlah cara pengasapan itu. Ikan sale jika digulai sangat mudah terasa pedasnya meski ukuran cabainya dengan gulai lainnya sama, tapi pedasnya lebih dari gulai lainnya. Ikan yang bisa dibuat sale adalah ikan sale jenis limbat atau lele. Namun ikan mas pun sering dijadikan para pengelola ikan menjadi ikan sale. Resep: Bahan Ikan sale secukupnya, rendam dalam air panas selama 5 menit, angkat lalu tiriskan. Lembaran daun jeruk purut....
Meski bernama bir, salah satu minuman khas Bogor ini tidak akan memabukan, justru berkhasiat baik untuk kesehatan tubuh. Agus Sugandi salah satu pewaris generasi ketiga resep tradisional ini mengatakan bir tersebut sudah ada sejak 1965. Resep minuman ini didapatnya dari sang kakek dan ayahnya. Awalnya jualan di depan pintu Kebun Raya Bogor. Minuman ini dahulunya untuk perayaan pernikahan etnis Tionghoa karena berada di kawasan pecinan Bogor. Resep utama minuman tradisional ini terdiri dari jahe merah, kayu manis, cengkih, gula pasir, dan aren. Bahan-bahan tersebut lalu direbus jadi satu dan diambil sarinya hingga berwarna coklat. Dalam penyajiannya, sari dari rempah-rempah tadi dimasukan ke dalam gelas aluminium besar yang dicampur dengan es batu. Kemudian dikocok beberapa kali hingga menimbulkan buih seperti bir. Busanya itu dari cengkih dengan kayu manis yang dikocok bersama es batu tadi. Sepintas mirip bir pletok Betawi, tapi bedanya ada tidak menggunakan secang...