Buah Manecu banyak dijumpai sebelum tahun 1990-an. Manecu juga memiliki nama lain yaitu Kenitu yang banyak tumbuh di halaman rumah penduduk desa di Lumajang, Jawa Timur. Bentuk pohonnya besar dan tinggi, sedangkan buahnya memiliki warna luar seperti buah apel dengan kulit licin mengilap, cokelat keunguan, atau hijau kekunig-kuningan. Buah manecu dimakan dengan cara membuka kulitnya yang tebal dan mengandung getah. Daging buahnya berwarna putih dengan di dalamnya mengandung biji yang berbentuk pipih agak bulat. Daging buah manecu ini rasanya manis. Pohon Manecu biasanya berbuah pada musim kemarau. Beberapa bagian-bagian dari pohon manecu ini seperti kulit kayu, getah, buah, dan lainnya dapat dijadikan sebagai obat-obatan tradisional untuk penyakitdiabetes dan rematik. #OSKMITB2018
Sumedang merupakan sebuah kabupaten yang masuk dalam wilayah administratif provinsi Jawa Barat. Kabupaten Sumedang merupakan kawasan daerah yang terdiri dari 26 kecamatan dan terbagi dalam beberapa kelurahan dan desa. Kuliner makanan khas dari Sumedang mempunyai cita rasa yang sudah tidak diragukan lagi. Banyak sekali pilihan alternatif menu makanan yang bisa anda coba ketika berkunjung atau sekedar mampir ke kota tahu tersebut. Bagi anda yang sudah pernah ke Sumedang, pasti akan familiar dengan beberapa nama makanan dibawah ini. Sedangkan bagi anda yang belum pernah ke Sumedang, tidak ada salahnya jika anda menyempatkan mencicipi semua jenis makanan khas Sumedang dibawah ini. Jika anda merencanakan untuk berlibur ke kota tahu Sumedang, maka anda tidak boleh melewatkan ragam sajian kuliner khas Sumedang yang dijadim bisa menggugah selera anda. 1. Tahu Sumedang Makanan khas Tahu Sumedang diolah sebagaimana membuat tahu pada umumnya. Tahu Sumedang ini berbahan dasar kacang ked...
Seblak adalah makanan Indonesia, umumnya adalah makan khas dari Sunda, Jawa Barat yang bercita rasa gurih dan pedas, yang terbuat dari kerupuk basah yang dimasak dengan sayuran dan sumber protein seperti telur, ayam, boga bahari atau olahan daging sapi, dimasak dengan bumbu tertentu. Seblak adalah makanan khas Bandung, Jawa Barat. Seblak kini menjadi makanan jajanan jalanan yang digemari berbagai kalangan masyarakat terutama di daerah Jawa Barat dan Jabodetabek. Seblak disajikan di rumah makan dan warung, serta dijajakan di gerobak pedagang keliling. Makanan yang bertekstur kenyal ini memiliki rasa yang pedas dan menyegarkan, serta memiliki beberapa variasi, baik rasa maupun bahan tambahan juga kemasan. Namun beberapa sumber menyebutkan seblak berasal dari daerah Sumpiuh, Jawa Tengah, karena seblak sangat mirip dengan makanan rakyat kecil dari Sumpiuh yaitu Kerupuk Godog yang sudah populer sejak tahun 1940an, sementara seblak baru populer sekitar tahun 2000an. Seblak juga su...
Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia mungkin rasanya kurang nikmat kalau kita menikmati makan siang atau malam tanpa sambal. Tak terkecuali masyarakat Nusa Tenggara Timur, tentu saja rasa sambal mereka memiliki cita rasa yang unik sehingga mampu menjadi salah satu kuliner khas tanah Timor. Tak dapat dipungkiri lagi, racikan sambal ini akhirnya menjadi incaran bagi wisatawan yang datang berkunjung ke Nusa Tenggara Timur. Rasa khas sambal lu'at muncul dari perpaduan pedasnya rawit, aroma dan masam jeruk nipis, segarnya daun kemangi, dan yang paling penting adalah daun siba. Daun siba bisa dibilang pembeda sambal lu'at dengan sambal lainnya. Daun ini banyak ditemukan di daerah Nusa Tenggara Timur. Daging se'i dan nasi panas menjadi sahabat utama sambal lu'at karena rasa khas daging sapi atau babi asap yang dipadukan sambal lu'at menjadi sangat meriah dilidah. Bahan: 100 gram cabai rawit 5 buah jeruk nipis, iris tipis-tipis Segenggam daun siba Segenggam daun kemang...
Permen ting-ting jahe merupakan permen khas jawa timur, lebih spesifiknya di Kota Pasuruan. Bahan utama dari permen ini terdapat di dalam namanya, Jahe, dan beberapa bahan lainnya seperti tepung tapioka, gula pasir, dan lain lain. Jika memakan permen ini, pertama yang anda akan rasakan adalah rasa manis dan tekstur kenyal dan lengketnya. Lalu hangatnya jahe mulai terasa saat anda terus memakan permen ini, cocok untuk dimakan pada saat udara dingin. Karena kehangatan ini, ting-ting jahe populer di negeri yang memiliki 4 musim, terutama saat musim dingin. ting-ting Jahe biasa dibungkus oleh kertas, tetapi mengikuti perkembangan jaman, ting-ting Jahe mulai memakai bungkus plastik. bentuk ting-ting jahe juga lebih bervariasi. Bentuk ting-ting jahe biasa balok, tetapi ada ting-ting jahe datar atau gepeng. Ting-ting jahe memiliki rasa manis, biasanya di taburi oleh gula pasir. Ada juga ting-ting jahe yang lebih pahit dan ditaburi oleh gula aren. Ting-ting jahe ternyata juga pernah di sebu...
Gadungan adalah makanan tradisional dari Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. Gadungan merupakan makanan yang terbuat dari singkong yang di parut. Makanan ini sudah ada sejak zaman Belanda masih menjajah di Indonesia. Sayangnya, makanan ini terlupakan karena hanya dapat mengenyangkan perut tanpa ada kandungan gizi didalamnya. Cara membuat makanan ini adalah dengan memarut singkong, kemudian peras hingga air dalam singkong hilang. Setelah itu, ampas dari parutan singkong didiamkan selama 3 hari kemudian di kukus. Selesai dikukus, ampas singkong di cetak sebesar bola ping pong dan di alasi dengan daun pisang. Makanan ini akan menjadi terasa lebih nikmat dengan menambahkan sambal ketek (sambal yang terbuat dari fermentasi ampas pembuatan minyak kelapa). #OSKMITB2018
Kita pasti sudah terbiasa dengan makanan Indonesia seperti nasi goreng, rujak, gado-gado dan sebagainya. Tetapi apakah anda tahu tentang ada kuliner aneh, bahkan ekstrem di Indonesia? Terutama di Manado, Sulawesi Utara.Sejumlah tempat di Sulawesi Utara menjual sejumlah kuliner ekstrem seperti daging ular dan tikus hutan bakar, serta sate kolombi.Bagi anda yang pertama kali datang ke Manado jangan heran. Di kota ini, semua jenis hewan peliharaan bisa dijadikan santapan. Yang aneh untuk kalian, mungkin tidak aneh untuk yang lain. Maka marilah kita sesama menghargai keanekaragaman makanan serta budaya semua kota di Indonesia! #OSKMITB2018
Ada satu makanan penutup yang seringkali menjadi makanan penutup yang paling dicari-cari pada sebuah perhelatan. Entah itu pernikahan, acara formal, maupun acara-acara lainnya. Adalah sebuah makanan penutup yang berbahan dasar pisang dan kacang tanah. Sanggara' Balanda, adalah makanan yang berbahan dasar pisang yang tengahnya diisi dengan campuran margarin, gula, dan kacang tanah goreng yang telah ditumbuk. Sanggara' dalam bahasa Makassar sendiri berarti "Pisang", dan Balanda berarti "Belanda". Jajanan pisang ini telah ada sejak lama di tanah Sulawesi. Julukan ini mulai menyebar setelah kedatangan orang-orang Belanda di Indonesia. "Sanggara' Balanda" adalah sebutan atas makanan ini bagi orang Belanda pada zaman itu, yang sekarang diadopsi menjadi sebuah kultur khas. Ciri khas dari makanan ini adalah penggunaan pisang raja yang telah matang. Tidak boleh menggunakan pisang yang lain, karena tidak cocok secara aroma, tekstur, dan rasa. Pembuatannya juga mengha...
Kue pancong 46 merupakan camilan yang nikmat, murah, dan mengenyangkan. Camilan ini sangat diminati oleh anak-anak muda biasanya. Bahan-bahan untuk membuatnya pun tidak rumit. Anda hanya memerlukan tepung terigu, gula pasir, santan, telur, dan fermipan. Alat-alatnya pun sama seperti alat untuk memasak kue pada umumnya, seperti mixer, wadah (ember), sendok, loyang khusus pancong, sendok dan serok. Cara memasaknya pun cukup mudah. Anda hanya perlu mencampur semua bahan, kemudian diaduk sampai rata dan menjadi adonan, kemudian tuang di atas loyang yg sudah dioleskan mentega, lalu tunggu hingga matang atau setengah matang, kemudia angkat dan sajikan. Biasanya kue pancong 46 disajikan bersama topping-topping yang menarik, seperti coklat, keju, susu, nutella, tobleron, dan lain-lain sesuai selera. Bagaimana mudah bukan? Sayangnya, camilan yang mudah dan murah ini hanya dapat dijumpai di kota bekasi, Jakarta, dan beberapa ada di cikarang.