Rempeyek Jingking adalah makanan khas Daerah Istimewa Yogyakarta yang hanya bisa didapatkan di daerah pantai. Makanan ini dapat dijumpai di pesisir Pantai Parangtritis, Bantul atau di Pantai Baron, Gunungkidul. Rempeyek ini pada dasarnya sama seperti rempeyek pada umumnya hanya saja peran kacang atau kedelai diganti dengan hewan jingking. Jingking sendiri adalah kepiting kecil yang dapat ditemukan di sekitar pantai di Gunungkidul dan Bantul. Jenis makanan ini nyaris tidak bisa didapatkan di kios atau warung-warung karena hampir 90 persen makanan jenis ini dijajakan dengan cara asongan di sepanjang garis pantai Laut Selatan Bantul atau Gunungkidul. Jadi, untuk mendapatkan makanan jenis ini orang harus mencari penjualnya di pantai sebab penjual makanan jenis ini untuk saat ini semakin sulit ditemukan. Langkanya penjual rempeyek jingking di pasaran tersebut berkait erat dengan semakin sulitnya orang mendapatkan bahan baku peyek jingking, yakni binatang Jingking itu...
SARI KEDELAI "SHINTA" Jika mengunjungi Kecamatan Pare, Kediri, tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi minuman olahan khas kecamatan ini. Sari Kedelai "SHINTA" merupakan minuman khas Pare yang berasal dari olahan kacang kedelai. Perusahaan sari kedelai ini telah berdiri sejak tahun 1990. Sari Kedelai "SHINTA" telah menjadi minuman yang digemari berbagai kalangan dari anak muda maupun orang tua. Toko pusat sari kedelai ini terletak di Jalan Lawu No. 42 Pare, Kediri. Kacang kedelai mengandung nutrisi yang diperlukan oleh tubuh, seperti karbohidrat, protein, vitamin, air, gula, zat besi, fosfor, dan berbagai kandungan lainnya yang tentunya sangat bergizi bagi tubuh kita. Oleh karena itu, selain untuk minuman penghilang dahaga karena rasanya yang enak, ringan, dan segar, Sari Kedelai "SHINTA" juga dapat dikonsumsi menjadi minuman kesehatan. Keunggulan dari sari kedelai ini selain kemurniannya adalah pemilihan bahan baku yang berkualitas tinggi sehingga dapat menghasilka...
Palembang ! Bila mendengar nama ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini disebut, pasti kita akan segera teringat akan Sungai Musi atau kulinernya yang sangat populer itu, pempek. Makanan tersebut sangat digemari oleh banyak orang karena citarasanya yang gurih dan sedap. Akan tetapi, masih ada lagi varian lain dari kuliner khas kota Palembang yang mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat umum. Ya, kincak duren. Bagi para pecinta buah durian, ini adalah salah satu makanan yang wajib dicoba. Kincak duren sendiri adalah semacam selai yang diolah dari daging buah durian yang dicampur dengan gula merah dan santan, kemudian dimasak hingga daging durian melembut dan teksturnya menjadi halus seperti selai. Membuatnya pun sangat mudah, bahkan dapat dibuat di rumah. Nah, mengingat teksturnya yang seperti selai, kincak duren ini dapat disajikan dengan beberapa makanan, contohnya pada nasi ketan. Nasi ketan yang dikukus disiramkan dengan kincak duren di atasnya dan dapat dinikmati sebagai ma...
Kue mipan adalah salah satu makanan yang mungkin sudah jarang kita temui. Kue ini terkadang bisa ditemukan di Bandung jika kita beruntung. Biasanya kita bisa membelinya di pedagang kue keliling. Dari namanya, makanan ini dibawa oleh orang Tiongkok pada zaman dulu.Kue mipan terbuat dari beras sesuai dengan namanya, mi yang berarti beras dan pan yang berarti kue yang diambil dari bahasa Hakka. Kue mipan ini dimakan dengan kecap asin atau kecap manis sesuai dengan selera pembeli dan diberi bawang putih cincang goreng beserta minyaknya agar terasa wangi yang khas. Untuk kue mipan nya sendiri, terbuat dari tepung beras dan air khi. Tekstur dari kue ini kenyal dan licin, biasanya untuk memakannya bukan dengan garpu, melainkan dengan bambu kecil datar yang dihaluskan dan ujungnya diruncingkan. Rasa dari mipan ini manis, asin dan gurih. Terkadang ada yang memakannya dengan cakue sehingga menambah sedap rasanya. Walaupun porsi dari kue mipan ini ukurannya tergolong kecil, nam...
Ketan Biru adalah makanan tradisional yang berasal dari provinsi Jawa Tengah, tepatnya berasal dari Wonosobo. Makanan ini merupakan jajanan pasar sederhana yang tidak hanya dijumpai di Wonosobo, melainkan juga di berbagai daerah di Pulau Jawa. Salah satu bahan dasar Ketan Biru yang utama adalah bunga Telang. Bunga Telang ( Clitoria Ternatea ) atau lebih akrab disebut Kembang Teleng adalah tumbuhan merambat yang dapat dijumpai di daerah tropis di berbagai wilayah Asia Tenggara. Tumbuhan ini memiliki hal yang khas, yaitu bunga yang berwarna biru. Dari Kembang Telang inilah asal warna Ketan Biru. Ketan Biru memiliki rasa yang manis dan gurih. Bagi yang belum pernah mencoba, tenang saja! Berikut adalah resep Ketan Biru yang mudah dan dapat dicoba di rumah. Resep Ketan Biru Wonosobo Bahan : 1 kg beras ketan 1 gelas santan kental yang dicampur sedikit garam. Bunga Telang ( Kembang Teleng ) atau pewarna kue biru....
Bubur Pacar Cina merupakan salah satu makanan yang berasal dari daerah Bandung yang berupa hasil olahan pacar cina atau biasa disebut sagu mutiara. Pacar cina atau sagu mutiara sendiri banyak digunakan di berbagai negara, salah satu hasil olahannya adalah bubur pacar cina yang menjadi bagian dari budaya Indonesia. Bubur Pacar Cina merupakan makanan yang rasanya manis dan memiliki tekstur unik. Bubur Pacar Cina biasanya banyak dijual pada saat bulan Ramadhan sebagai makanan untuk berbuka puasa. Pacar cina atau sagu mutiara yang digunakan biasanya berbentuk bulat kecil degan berbagai warna sehingga menarik juga untuk dilihat sehingga banyak anak kecil yang suka bubur pacar cina. Apakah kalian sudah tahu bagaimana cara membuat bubur pacar cina buatan rumah yang tentunya sehat dan enak? Berikut adalah cara mudah untuk membuat Bubur Pacar Cina: Bahan yang diperlukan : Pacar cina/sagu mutiara, santan, daun pandan, gula pasir, tepung tapioka, garam dan air Cara membuat: Reb...
Kue Rangi adalah makanan khas Bekasi yang dibuat menggunakan kelapa yang diparut dan tepung kanji sebagai bahan dasarnya, lalu dimasak pada suatu cetakan khusus . Kue Rangi biasa disajikan dengan saus gula merah yang kental dan manis, menciptakan perpaduan rasa yang lezat dimulut. Kue Rangi biasa dijual oleh pedagang keliling menggunakan gerobak dengan harga yang relatif murah dibandingkan jajanan modern di toko toko. Penjual baru akan memasak kue rangi ketika ada yang membeli sehingga kue ini ketika dibeli masih dalam keadaan panas atau hangat. Kue rangi sebaiknya dimakan ketika masih hangat untuk merasakan cita rasa yang maksimal. Sumber Tulisan : hasil wawancara terhadap penjual kue putu keliling di Bekasi Utara. Sumber Gambar : https://id.openrice.com/en/jakarta/r-gerobak-betawi-pantai-indah-kapuk-betawi-halal-r375670/photos #OSKMITB2018
Tentu beberapa dari kita tau beberapa dari kita tau apa itu kue keranjang. Kue keranjang ini sendiri sebenarnya adalah kue yang merupakan adat dari orang chinese. Kue ini berasa sangat kenyal dan lengket. Berbanding terbalik dengan warnanya yang agak kehitaman kue ini berasa sangat manis. Memang karena kue ini awalnya digunakan untuk dipersembahkan kepada dewa. Kue ini biasanya dimakan saat perayaan capgomeh. Kue Keranjang berbahan dasar dari tepung beras ketan, santan, gula pasir, dan gula merah. Cara membuatnya adalah mencampurkan tepung beras ketan dengan gula merah lalu memasukan santan sambil direbus. Pada saat perebusan masakan harus diaduk. Masakan dapat ditambahkan gula pasir agar lebih nikmat. Setelah selesai taruh kedalam cetakan. Peringatan : lebih baik menggunakan peralatan yang mudah untuk dibuang dikarenakan kue yang sangat lengket sehingga sulit dibersihkan. #OSKMITB2018
Kue mangkuak badeta adalah sejenis makanan(kue) yang berasal dari Desa Pasar Kuok, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan. Desa Pasar Kuok berjarak sekitar 2 kilometer dari bibir pantai barat pulau sumatera dan berada pada daerah yang memiliki hutan-hutan kecil sehingga cocok untuk ditumbuhi pohon kelapa dan pohon aren. Disisi lain, penduduk setempat juga melakukan kegiatan bercocok tanam padi. Maka dari itu ada masyarakat setempat yang berinovasi untuk membuat suatu makanan yang berbahan dasar utama yaitu tepung beras dan kelapa. Kue Mangkuak Badeta ini sudah diproduksi sekitar tahun 50-an, namun hanya sebatas konsumsi keluarga. Kemudian untuk menambah penghasilan keluarga, maka dipasarkan dengan cara menitipkan ke warung-warung disekitar rumah keluarga. Metode pemasaran seperti ini berlangsung cukup lama, hingga pada tahun 2016 barulah dipasarkan lebih luas dengan cara membuka warung sendiri di pinggir jalan raya. Dengan cara ini, pemasarannya bias menjadi lebih lua...