Pentol Ghepek ini terbuat dari daging ikan laut, bahkan jajanan tradisional tersebut tidak berbentuk bulat, sehingga mampu menarik selera para anak muda. Pentol Ghepek rata-rata yang membeli kalangan anak muda, karena jajanan ini memiliki rasa yang cukup lezat, sehingga tidak kalah dengan jajanan baru dari pabrik. Walaupun makanan ini terbuat dari bahan sederhana, tetapi tidak dapat ditemukan di daerah lain, sehingga para penjual yang mayoritas tinggal di daerah pesisir ini menjadi tumpuan pecinta jajanan kuliner yang ingin menikmati lezatnya makanan khas desa. Jajanan ini masih terbilang baru, tetapi sulit dijumpai di daerah lain, sehingga makanan ini menjadi khas desa ini. Jajanan kuliner Pentol Ghepek bukan hanya menjadi kesukaan masyarakat yang ada tinggal di desa saja, tetapi masyarakat kota yang pada umumnya anak muda juga berbondong-bondong mendatangi daerah pesisir wilayah utara Kabupaten Sumenep untuk mencicipi kelezatan pentol tersebut, sehingga apabila hari libu...
Etnis Tana Ai di wilayah timur Kabupaten Sikka dikenal masih kental mempertahankan adat dan budaya. Makanan lokal sederhana namun terasa memanjakan lidah sering kali disajikan setiap ada perhelatan pernikahan, sambut baru (komuni pertama) maupun ritual adat. Ohu Ai Prungan salah satunya, kuliner dari Ubi kayu kering (gaplek) yang diambil dari kebun menjadi bahan dasar untuk pembuatan Ohu Ai Prungan. Langkah awal, ubi dikupas dan dikeringkan dengan cara dijemur minimal dua minggu. Ubi kayu ditumbuk di Lesung hingga halus lalu ditapis memakai Nyiru. Ubi yang ditumbuk harus sampai halus menyerupai tepung. Persiapan lainnya, yakni parutan kelapa. Kelapa yang dipakai sebaiknya jangan terlalu tua biar hasilnya lebih renyah dan baunya lebuh harum. Kelapa parut dan tepung ubi kayu (Ohu Ai) diaduk merata di Nyiru (Lida) seraya diremas kedua tangan. Saat diaduk tambahkan sedikit air saja biar legket. Biasanya cuma dicampur kelapa saja tanpa dicampur gula. Tapi kadang juga campur denga...
Beras dikenal sebagai makanan pokok yang banyak dikonsumsi rakyat Indonesia. Banyak cara mengolah beras hingga menjadi nasi yang nikmat untuk dikonsumsi. Seperti yang dilakukan masyarakat Jawa Barat, dimana beras kerap dimasak menjadi sangu liwet. Sangu liwet alias nasi liwet khas Sunda ini biasanya dimasak menggunakan kastrol atau periuk dan lebih nikmat jika dimakan hangat dengan cara botram alias bersama-sama. Cara membuatnya pun tidak sulit, langkah pertama oseng 4 siung bawang merah dan 3 siung bawang putih yang sudah di iris tipis di dalam kastrol. Tunggu sampai harum lantas masukan beras yang sudah dicuci bersih. Setelah itu masukan pula 2 potong laos dan 2 batang sereh yang sudah digemprek. Ditambah 1 lembar daun pandan, 3 lembar daun salam dan 2 lembar daun jeruk. Kemudian beri garam dan penyedap rasa secukupnya. Lalu beri campuran air dan santan hingga satu ruas jari di atas beras. Masak di api kecil, hingga nasi benar-benar matang. Tunggu hingga pinggiran n...
Lanting berbahan dasar singkong dengan bentuk bulat dan berlubang bagian tengahnya. Rasanya yang renyah dan gurih menjadikan makanan satu ini cocok untuk dijadikan cemilan ketika bersantai bersama keluarga teman ataupun pasangan. Di daerah Adipala menjadi pusat pembuatan lanting yang khas rasanya dan sudah distribusikan ke seluruh pelosok Cilacap dan kabupaten sekitarnya. Lanting ini sangat pas dan cocok buat kamu yang suka singkong, namun bosa dengan tampilan singkong yang seperti itu saja. Bahan yabg dibutuhkan untuk membuat Lanting Khas Cilacap yang renyah dan enak adalah 500 gr singkong, 6 siung bawang putih, haluskan, ¾ sdm ketumbar, haluskan, garam secukupnya, pewarna makanan dan minyak goreng secukupnya. Adapun cara membuat lanting khas Cilacap dengan pertama-tama mengupas kulit singkong, kemudian cuci dengan air mengalir hingga bersih. Selanjutnya rendam singkong kurang lebih selama 1 jam, tiriskan. Kukus singkong diatas api sedang hingga empuk. Angkat, haluskan s...
Bahan: Biji gude 1/4 kg Bumbu-bumbu: Bawang merah 5 buah Lombok merah 5 buah Gula merah 1 sdm Garam 1/2 sdm Terasi 1 sdt Cara membuatnya: Biji gude dibersihkan. Lombok merah dibuang biji-bijinya. Terasi dibakar. Semua bumbu-bumbu dihaluskan lalu biji gude sedikit-sedikit dimasukkan dan ditumbuk kasar. Diaduk-aduk sampai bumbu-bumbu rata. Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halman 769
Bahan-bahan: Gandaria 1 ons Ebi/udang kering 2 sdm Bumbu-bumbu: Lombok merah 4 buah Garam 1 sdt Petis udang 2 sdt Gula merah 1/2 sdt Terasi 1/2 sdt Cara membuatnya: 1. Gandaria dicuci bersih, dipotong-potong kecil, ebi direndam sebentar, ditiriskan, dihaluskan. 2. Bumbu dihaluskan, gandaria dan ebi dimasukkan, diaduk sambil ditumbuk sebentar. RM/Toko yang Menyediakan : Rumah Makan Nusa Indah Restoran Alamat: Jl. KH. Ahmad Dahlan Kby. No.33, RT.3/RW.1, Kramat Pela, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130 Telepon: (021) 7398883 Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halaman 769
Bahan: Kelapa setengah tua 1/2 butir Bumbu-bumbu: Bawang putih 3 siung Lombok merah 5 buah Kencur 1 ruas jari Gula merah 2 sdm Garam 1 sdm Tempe bosok 1 sdm Cara membuatnya: 1. Kelapa dibersihkan, diparut. 2. Semua bumbu dihaluskan. 3. Bumbu-bumbu dicampur dengan kelapa dan dikukus. RM/Toko yang Menyediakan : RM Sambel Joss Rumah Makan Alamat: Jalan Gerilya, Karangklesem, Purwokerto Sel., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53144 Telepon: (0281) 6572333 Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halaman 768
Bahan-bahan: kangkung 6 ikt. lombok rawit 10 bj. terasi 1 sdt garam 1/2 sdt. cuka 1 sdt. jeruk limo 2 bh. Cara Memasaknya: 1. Kangkung direbus, waktu merebus diberi garam supaya hijau kelihatannya waktu masak, kalau kangkung telah masak diangkat dan dicelupkan kedalam air dingin. 2. Kangkung lalu disobek menurut sobekan daunnya. 3. Bumbu-bumbu dihaluskan, ditambahkan dengan cuka. Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno
Bahan: Daun pagagah 2 ikat Bumbu-bumbu: Bawang merah 5 buah Lombok rawit 5 buah Asam sunti/belimbing wuluh 3 buah Kelapa sangan halus 2 sdm Sereh 3 batang Garam 1 sdm Daun jeruk purut 5 lembar Cara membuatnya: 1. aun pagagah, daun jeruk purut dan sereh dirajang halus. 2. Bawang merah, lombok rawit dan garam digiling halus. 3. Asam sunti/belimbing wuluh diiris halus atau digiling halus. 4. Semua bahan dan bumbu-bumbu dicampur rata. Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halaman 766