Bahan-bahan 1 kg ikan toman besar, jangan disisik. bersihkan 1 buah jeruk lemon atau jeruk nipis secukupnya garam sesuai selera cabe giling 5 siung bawang merah secukupnya garam dan gula Langkah Belah punggung ikan. Potong dua Lumuri garam dan perasan jeruk nipis/lemon Panggang dengan happycall sampai matang Utk cocolannya. Peras 3 buah jeruk lemon dengan pemeras jeruk. Masukkan cabe giling 2 sdm dan 1/2 sdt bawang merah. Masukkan air panas seperempat gelas Tambahkan gula dan garam. Koreksi rasa Taburi irisan bawang merah mentah. Sajikan Sumber : https://cookpad.com/id/resep/2337760-ikan-panggang-cocol-jeruk
Mehegi atau mengilo ; adalah kuliner tradisi dengan makan ikan mentah Tradisi kuliner ini masih tetap ada, sampai sekarang, terutama di daerah pesisir yang mata pencaharian penduduknya nelayan. Keunikan kuliner ini, dapat dibuat oleh nelayan yang sementara melaut, ataupun oleh penduduk pesisir tepian pantai, saat pagi menjemput nelayan dari melaut; yang memperoleh ikan segar. Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=5818
Bahan-bahan ( 5 porsi) 500 gr ikan toman (saudaraan sama gabus) 7 siung bawang merah dirajang 5 siung bawang putih di rajang cabe rawit merah 25 biji belah 2 atau utuh jg boleh 1 ruas lengkuas rajang 1 ruas jahe di rajang 1 ruas kunyit di rajang 1 batang sereh/serai d geprek/rajang 1 buah tomat di rajang 3-4 keping asam kandis (boleh pake belimbing sayur/jeruk nipis) bawang prei 2 batang di rajang kemangi di petik ambil daun nya garam/kaldu bubuk jg boleh Langkah ( 30menit) Bawang merah,bawang putih,lengkuas,jahe,kunyit,batang sereh,asam kandis di masukkan dalam rebusan air (biar ga terlalu rame masukin bahan di atas dalam plastik bening yg sudah di tusuk2 pake pisau trus diikat baru deh d cemplungin ke rebusan air) jangan lupa sering2 celup2in plastiknya spt teh celup biar aroma n rasa bumbunya kluar Setelah mendidih,masuk kan ikan yg sudah d cuci bersih dan tambahkan kaldu bub...
Bahan-bahan ( 6 porsi) 1/2 kg ikan asin toman 1 buah labu kuning 3 buah santan kara yg kecil 2 lmbar daun salam 1 btg serai memar bumbu yg dihaluskan 5 buah bawang merah 4 buah bawang putih 5 butir cabe rawit 1 sdt ketumbar sedikit garam dan penyedap rasa Langkah ( 90 menit) potong2 ikan asin sesuai selera,lalu rendam dg air garam(10menit)kemudian bilas dg air bersih kupas dan potong2 labu kuning lalu bersihkan tumis bumbu yg sudah dihaluskan tambahkan daun salam dan serai yg sdh dimemarkan,tumis hingga harum.kemudian mskkan ikan asin.tambahkan penyedap rasa aduk2 hingga bumbu merata kemudian masukkan buah labu kuning aduk2 tgg kira2 5menit.masukkan air santan tunggu hingga mendidih.jgn lupa koreksi rasa Sumber : https://cookpad.com/id/resep/528031-gulai-ikan-asin-toman-waluhlabu-kuning
Winongos adalah jenis kuliner tradisional yang bahan bakunya berasal dari alam sekitar. Bahan: Terdiri dari daun pepaya / kates, atau jenis sayuran lain. Misalnya : sayur paku (pakis), daun ubi kayu, dll. Jenis kuliner ini adalah makanan khas Minahasa yang sering disajikan dan sangat digemari dan disukai oleh banyak orang Minahasa bahkan oleh orang selain orang Minahasa, karena rasa dan nikmatnya makanan ini. Orang Minahasa rasanya belum merasa puas apabila menghadiri acara pesta jika belum menikmati sayuran winongos ini. Winongos berasal dari kata bahasa Tontemboan, yang adalah sub-etnik bahasa Minahasa, kata wongos berarti : layu = mengenai daun, dan/atau masak dan/atau dibuat menjadi layu atau mengerut/masak misalnya : daging atau ikan, dll. Dalam hal ini layu/masak, karena dimasak atau karena dibungkus dengan sesuatu benda atau karena proses alam atau karena dibuat menjadi layu/masak. Prosesnya baik karena dikerjakan oleh alam maupun juga oleh buatan tangan manus...
Wari'mbis adalah jenis kuliner tradisional khas Minahasa. Bahannya berasal dari alam sekitar. Sangat digemari oleh orang Minahasa. Bahan dasar masakan dan makanan ini adalah cendawan atau atau dalam bahasa Minahasa Rumpun Tontemboan disebut kulat. Bahan-bahan untuk membuat wari'mbis : Cendawan atau jamur sesuai jenisnya, tentu yang dapat dimakan atau dijadikan masakan, bawang batang atau bawang merah, bawang putih, cabe atau rica dan garam secukupnya Cara membuat : Siapkanlah cendawan atau jamur sesuai kebutuhan atau banyaknya sesuai selera dan kebutuhan atau sesuai dengan ketersediaan bahan baku. Sobek-sobeklah apabila itu adalah cendawan payung. Cucilah dan keringkan air di cendawan atau jamur yang siap dimasak. Cucilah juga bawang putih, bawang batang atau bawang merah dan juga cabe atau rica. Irislah bawang putih secara halus dan juga bawang batang iris seadanya. Demikianpun...
Lempeng Petanak Bahan: -500 gram tepung beras -1/2 dari buah nyiur, diparut dan dijadikan santan kental -2 buah telur - cangkir gula pasir Cara Membuat: Campurkan tepung beras bersama santan dan gula diaduk rata Kemudian terlur dikocok, masukkan ke dalam adonan Masukkan adonan ke dalam loyang Panggang sampai masak Setelah masak potong menurut selera, siap disajikan Sumber: http://www.butang-emas.net/2009/10/4-penganan-kue-mue-basah-lempeng.html
Linopi adalah salah satu kuliner atau makanan tradisional yang ada di Minahasa dan termasuk dalam kategori kue tradisional. Bahan dasarnya adalah sagu atau yang disebut towang (bahasa Tontemboan) dan opa (bahasa Tombulu). Selain sagu yang menjadi bahan kelengkapan lainnya dalam membuat kue tradisional ini adalah kelapa dan gula merah (gula aren). Karya budaya ini sebagai makanan tradisional oleh orang Minahasa biasa disajikan di waktu pagi hari dan sore atau petang hari dan dapat dinikmati semua orang baik laki-laki maupun perempuan kecuali balita. dapun proses pembuatannya juga menarik dan unik. Jaman dahulu sebelum masyarakat minahasa mengenal kompor (minyak tanah ataupun gas) mereka memasak kue Linopi ini dengan menggunakan api bara (dari kayu atau tempurung juga sabut kelapa), dan sampai saat ini masih ada juga yang memasak Linopi dengan cara tersebut Dengan demikian untuk menghasilkan kue tradisional Linopi masyarakat menggunakan dan memanfaatkan...
Sayur gomopo adalah jenis paku hijau (képêm) yang lebih pahit. Paku hijau disebut sebagai gomopo oleh dalam dialek Okpari di bagian Selatan, sedang dalam dialek Kawiyét di bagian tengah biasa menyebutnya sebagai komokpo. Sayur jenis ini diyakini bisa dipergunakan untuk menurunkan suhu tubuh di saat terserang demam, untuk obat batuk, selain juga berfungsi untuk meningkatkan selera/nafsu makan. Tidak ada penjelasan yang cukup meyakinkan tentang dosis yang pasti untuk sayur gomopo ini. Cara Pembuatan: Cara memasaknya cukup dengan memasukkan gomopo ke dalam buluh (bambu) sebelum kemudian dibakar di atas amkotép. Bisa juga dengan menambahkan larutan sagu encer ke dalam buluh. Sumber : Anyiman - Studi Etnografi Makanan Suku Muyu