Beras ketan sering digunakan sebagai bahan makanan seperti kue basah dan kue kering. Salah satunya jajanan Pertolo, makanan tradisional tempo dulu yang kini masih disukai meski jarang dijumpai. Jajanan Pertolo dibuat dari tepung beras dan ketan. Dibuat berwarna-warni agar menarik, dan disajikan dengan kuah santan beraroma daun pandan. Rasanya sangat nikmat dan segar, apalagi jika disajikan waktu santannya masih panas. Pertolo di kota Kediri bisa dijumpai jalan Cendana tepat di belakang pasar Pahing kota Kediri. Penjualnya bernama pak Suroso. Dengan menggunakan gerobak dorongnya pak Suroso sering berjualan di jalan Cendana. Mulai jam 9 pagi hingga siang hari. Dia mengaku jajanan Pertolo merupakan makanan jaman dulu yang kini jarang dijumpai. Masyarakat sekarang, kemungkinan tidak begitu suka menikmati jajan pertolo, karena sudah mulai hilang. Pak Suroso mengaku, sampai saat ini masih tetap bertahan dengan jualan pertolo, karena masih banyak yang mencari terutama orang tua. &nbs...
Kue patah merupakan kue tradisional khas Banjar yang termasuk dalam salah satu macam dari wadai ampat puluh satu. Dahulu kue ini disajikan sebelum malam pergelaran kesenian, seperti wayang ataupun teater topeng. Konon, wadai ampat puluh satu dipercaya memiliki kekuatan untuk mengusir roh-roh jahat yang berkelana di malam hari di saat pertunjukan kesenian sedang digelar. Sebagai salah satu bagian dari wadai ampat puluh satu, kue patah akan disajikan bersama dengan beraneka kue tradisional lainnya. Bahan: 3 ons tepung beras 3 ½ gelas santan dari 1 butir kelapa yang dididihkan 50 ml air daun suji dari 20 lembar daun suji yang Anda parut Vanili secukupnya Garam secukupnya 1 sendok teh air kapur Cara Membuat: 1. Persiapkan alat dan bahan yang Anda gunakan untuk membuat kue petah ini kemudian lakukan langkah pertama 2. Ambil wadah dan campurkan semua bahan kue petan di dalamnya sampai menjadi adonan yang merata...
Makanan tradisional masyarakat Napan dan masyarakat Yaur adalah sagu. Sagu dalam bahasa orang Napan adalah Fi sedangkan untuk orang Yaur adalah Moore. Sagu adalah makanan pokok dan termasuk salah satu hal utama dalam setiap upacara adat masyarakat Napan dan masyarakat Yaur. Sagu diolah menjadi beraneka ragam makanan dan mempunyai sebutan yang berbeda sesuai dengan bahan yang campur atau digunakan. Sagu yang dikelola sering dikombinasikan dengan buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan dan daging babi, ikan, udang, daging penyu dan siput laut, makanan ini disebut Tananoko atau Papedah Biji-bijian. Masyarakat Napan dan masyarakat Yaur tidak mengenal bakar batu sebagai cara pengolahan makanan. Mereka mengolah makanan dengan cara dipanggang diatas bara atau diasar dan direbus. Bahan yang digunakan untuk pembuatan Tananoko adalah tepung sagu dan air. Kemudian Tepung sagu yang sudah disiapkan dicampur dengan air hingga mencair lalu diendapkan setelah itu diremas-remas kembali hingga...
Karirano adalah cara memasak tradisional suku-suku bangsa Gwenanggia (Moor, Mambor, Ariti, Arui, Keuw, Woa, Kuri, Koan, Wasi Wararei, Sanemarei, Banggatusui, Burate dan Makimi) di Kabupaten Nabire Papua. Cara memasak karirano dilakukan sebelum suku-suku bangsa tersebut mengenal alat memasak yang diintroduksi dari luar kebudayaan mereka seperti periuk, wajan dan sebagainya. Teknik memasak karirano dilakukan dengan cara ; Bahan makanan yang hendak dimasak terlebidahulu dibungkus dengan daun kemudian menggali tanah dengan kedalaman 20 cm s/d 40 cm, dan menguburkan bahan makanan yang telah dibungkus tersebut, setelah itu dinyalakan api tepat diatas tempat menguburkan bahan makanan tersebut dengan besar nyala api disesuaikan dengan banyaknya jumlah bahan makanan yang dimasak. Panas api dengan sendirinya akan mematangkan bahan makanan yang telah dikubur tersebut. Apabila diperkirakan bahwa bahan makanan sudah matang maka api dipadamkan dan bahan makanan diangkat dan siap untuk diko...
Wati adalah salah satu minuman tradisional yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat Malind Animn di pesisir pantai selatan mulai daratan Selatan Kondo pertabatasn RI-PNG sampai di daratan pulau Kimaam, di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Wati (piperaceae misthycum) merupakan salah satu jenis tumbuhan, bagian yang digunakan adalah Akar dan batang. Wati dalam masyarakat Marind Anim mempunyai fungsi yang beragam antara lain; sebagai pembayaran mas kawin, sarinya disuguhkan dalam acara adat, upacara adat. Dalam acara ini mereka boleh menyediakan untuk tamu terhormat dan orang boleh minum dalam jumlah besar. Dahulu sarinya diperas lewat mulut gadis-gadis yang ditumpahkan dalam tempurung kelapa lalu diminum oleh laki-laki dan bisa tidur untuk beberapa hari lamanya. Sekarang wati bisa minum atau diolah oleh masing-masing individu. Keberadaan Magna Wati pada masyarakat Malind Anim merupakan salah satu benda yang sangat berharga, dapat dikatakan Wati sebagai maskawin orang Malind selain...
Madu kasirat adalah kue tradisional khas Banjar yang tergolong sebagai kue (wadai) untuk upacara tradisional. Selain dodol, kokolah, dan wajik, madu kasirat termasuk salah satu dari empat jenis wadai pokok/wajib yang harus disediakan saat pelaksanaan upacara. Keempat wadai pokok ini biasanya disebut wadai ampat. Kini madu kasirat tidak hanya ditemui pada saat upacara tradisionla saja, karena sudah sering disajikan pada acara pernikahan dan hari raya Lebaran Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=5775
Dombo adalah istilah dalam bahasa Tamakuri etnis Dambo Kabupaten Mamberamo Raya untuk menyebut buah teratai. Buah dan biji teratai merupakan salah satu kuliner tradisional suku-suku bangsa di Provinsi Papua (Dombo artinya buah teratai, sedangkan dongganda artinya biji teratai). Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=2578
Makanan ini terbuat dari ikan laut seperti ikan parang, ikan cucut, ikan payot atau udang segar. Makanan ini direbus bersama bumbu seperti lada hitam, jahe, bawang merah, bawang putih, dan asam jawa. Biasanya makanan ini dihidangkan untuk kebutuhan sehari-hari atau ketika ada kegiatan gotong royong. Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=176
Bahan: 1 kg atau 1 ekor ayam negeri 50 gr daun lelem/ daun melinjo 3 ikat daun kemangi 5 buah asam jawa 3 sdt garam untuk rendam ayam 100 gram bawang merah iris tipis 50 gram cabai merah keriting 5-10 buah cabai rawit merah 5 cm jahe 5 cm kunyit 1 sdt garam 1 sdt gula pasir atau gula jawa Minyak goreng untuk memanggang dan menumis Cara Membuat: Potong Ayam Campur asam jawa dan garam dengan 50 ml air matang hangat, aduk merata Marinate potongan ayam dengan air campuran asam jawa dan garam Diamkan min 1 jam petik daun lelem/ melinjo dan daun kemangi ambil daunya saja Rebus sebentar daun melinjo hingga matang kemudian tiriskan potong tipis-tipis bawang merah Tumbuk halus cabai merah keriting, cabai rawit merah, kunyit dan jahe Siapkan dan panaskan wajan teflon dengan sedikit minyak Bakar ayam yang telah dimarinate dengan api keci...