SAPAAN “LO GUE” DI MASYARAKAT JAKARTA Kalau kita ke Jakarta, atau berbicara dengan orang yang berasal dari Jakarta, pasti familiar dengan percakapan berikut, “Gue kesana dulu ya” “Apa kabar lo?” Yang menjadi khas dari percakapan tersebut ialah sapaan yang digunakan oleh mayoritas warga Jakarta, yaitu “lo” dan “gue”. “Lo” (atau dalam prakteknya sering diucapkan sebagai “lu” dan “lau” sebagai versi alay -nya) merujuk pada lawan bicara, yang dalam bahasa Indonesia sama seperti “anda”, “kamu”. Sementara “gue’ (atau dalam prakteknya sering diucapkan sebagai “gua” dan “gw”, “w” dalam percakapan di dunia maya) merujuk pada orang pertama, yang falam bahasa Indonesia sama seperti “aku”, “saya”. Yang perlu diketahui disini adalah konteks penggunaan kata sapaan ini, yaitu hanya saat ber...
Tentu saja banyak orang sudah mengetahui tentang cerita rakyat/legenda Si Pitung. Dalam istilah sejarah disebut “Folklor” atau cerita rakyat yang turun menurun sudah melegenda. Dikenal sebagai “Robin Hood”, Pitung dan komplotannya merampok dari orang-orang kaya Belanda dan memberikan hasil curiannya kepada orang-orang yang membutuhkan disekitar Jakarta. Di mata Belanda dia adalah perampok, namun di mata Betawi dia adalah pahlawan. Banyak versi mengenai cerita Si Pitung, sehingga kematiannya pun masih jadi kontroversi. Ada yang bilang Pitung dibunuh dengan peluru emas seorang tentara Belanda, ada juga yang bilang jenazah tubuh Pitung dipotong-potong menjadi beberapa bagian dan dikuburkan di tempat yang terpisah karena jika dikuburkan dalam satu tempat yang sama, jenazah Pitung bisa hidup kembali. Bahkan sampai saat ini, belum ada orang yang bisa memastikan dimana jenazah tokoh tahun 1800-an ini disemayamkan. &...
Di tengah kota megapolitan ini ternyata juga terdapat cerita seram terowongan kotakasblanka. Ketika kita mencari terowongan kotakasablanka di internet maka yang muncul adalah cerita-cerita mistis mengenai terowongan tersebut. Terowongan kota kasblanka terletak di bawah jalan kuningan, Jakarta Selatan. Terowongan tersebut merupakan lahan kuburan massal sebelum dibangun terowongan tersebut. Setelah terowongan tersebut beroperasi mulai muncul cerita-cerita mengenai penampakan-penampakan oleh pengendara yang melewati terowongan tersebut. Banyak orang mengatakan itu merupakan arwah-arwah orang yang kuburannya dipindahkan tetapi masih menetap di sana. Ada pula yang mengatakan itu merupakan arwah perempuan yang meninggal karena diperkosan oleh sekelompok orang hingga akhirnya meninggal. Bahkan ada yang mengatakan itu merupakan arwah orang yang meninggal gantung diri. Oleh karena penampakan arwah-arwah ini banyak pengendara yg kecelakaan ketika berkendara. IndonesiakuSatu NirmalaPemba...
Kata “Petojo” mungkin terdengar asing di telinga masyarakat luar Jakarta. Jangankan luar Jakarta, tidak sedikit masyarakat Jakarta Pusat yang saya temui tidak tahu apa atau dimana Petojo itu. Namun, pada masa penjajahan Belanda, kawasan Petojo merupakan kawasan prominen. Mengapa begitu? Hotel des Indes dulunya terletak di kawasan Petojo, begitu juga Gedung Harmonie yang merupakan gedung tempat pesta dan hiburan Belanda. Kawasan Petojo terletak di Jakarta Pusat dan sekarang terbagi menjadi dua kelurahan, yaitu Petojo Utara dan Petojo Selatan. Lalu, darimana kata “Petojo” itu berasal? Konon, di abad ke-17, wilayah ini dimiliki seorang komandan bernama Petuju Jongker. Maka dari situ lah nama Petojo berasal. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa nama Petojo berasal dari nama Datuk Petuju, anak buah Raja Bone yang datang ke Batavia untuk meminta bantuan Belanda dalam perang menghadapi Sultan Hasanuddin dari Makassar. Sumber: Wawancara Orang Tua,&...
Pitung adalah nama seorang pemuda betawi yang hidup pada jaman penjajahan Belanda. Ia berasal dari Rawa Belong, kecamatan Kebayoran Lama, bapaknya bernama Piun sedangkan ibunya bernama pinah. Ibu si Pitung mempunyai adik bernama Jiih. Si Pitung dari kecil senang belajar mengaji, menolong yang lemah dan sangat senang belajar bela diri silat. Ibadah tidak pernah dilupakan dan bersifat dermawan. Untuk itulah dia disenangi teman-temannya dan orang lain. Si Pitung menjadi murid Hj Napin dari Rawa Belong. Ia termasuk murid Hj Napin yang paling pandai baik ilmu agama maupun bela diri. Ilmu si Pitung boleh d...
Berikut ini beberapa beberapa contoh teks jampe dengan macam fungsinya. Jampe nomor satu untuk lewat tempat angker; kedua, mengusir kuntilanak; ketiga, sakit tumbuan; dan keempat, berak-berak/diare). 1. Ingsun nang warui. Saturune warhana apa. Tatag tulak papag sungsang. Teluh pulang igawe pulang. Di situ berhalana didie barhayuna Istan-istan tampak rana. 2. Sang ratu kuntilanak. Anak-anak mati beranak. Sundel malem mati di kolong. Si borok tongtong. Ke kitu ke kidang. Ke tegal awat-awatan. Ke duku pata paluna. Nenek luwung gede. Kaki cai gede. Mahula deket-deket. Mahulang ke manusa. 3. Urung-urung tempolong kapur. Urung tumbuan. Jadi tempolong kapur. Jadi tumbuan Urung tempolong kapur. Urung tumbuan. 4. Nenek jaga jalan. Ula jaga jalan. Jangan ngeregahi rang di sini. Ngeragahi rang di sono Tempat lu di muara cai. Istan-istan tampak rana. Dari contoh teks jampe di atas, jelas sekali ada pola rima, sehingga dapatlah jampe dikategorikan sebagai sastra lisan...
Di daerah Duren, Betawi pinggiran, pada masa lampau hiduplah seorang hartawan. Juragan Boing namanya. Ia lelaki terpandang di daerah kediamannya. Orang-orang segan padanya. Apalagi, ia juga pemarah. Kemarahannya akan segera meledak jika ada sesuatu yang tidak membuatnya senang. Juragan Boing mempunyai seorang anak lelaki, namanya Mat Salim. Ia pemuda baik. Terbilang tampan wajahnya. Banyak gadis yang mengimpikan dapat menjadi istrinya. Juragan Boing memiliki banyak sawah dan ladang, tersebar di berbagai tempat. Beberapa orang yang bekerja padanya, menggarap sawah dan ladang miliknya itu. Selain itu, Juragan Boing mengupah centeng untuk keamanan diri, keluarga, dan hartanya. Bokir nama centeng Juragan Boing. Seperti tuannya, Bokir juga pemarah. Bahkan, kemarahannya pada pekerja kerap melebihi kemarahan Juragan Boing sendiri. Salah seorang pekerja Juragan Boing adalah Bang Maun. Bang Maun telah beristri. Mpok Ida nama istrinya. Mereka dikaruniai seorang anak perempuan. Jul...
Pangeran Sarif adalah salah seorang ulama di Betawi. Ia terpaksa menyingkir keluar dari Jayakarta setelah Jayakarta dikuasai Kompeni Belanda. Bersama para ulama dan kekuatan lain yang menentang Kompeni Belanda, Pangeran Sarif menyusun kekuatan secara sembunyi-sembunyi. Ia sangat membenci penjajahan manusia atas manusia lainnya seperti yang dilakukan Kompeni Belanda terhadap bangsanya. Pangeran Sarif yakin, suatu saat kekuatan Kompeni Belanda akan dapat diusir dari Jayakarta. Dalam pengungsiannya, Pangeran Sarif tetap aktif menyebarkan agama Islam. Ia memberikan pelajaran menulis huruf Arab dan membaca Al Qur’an. Dengan ketinggian ilmu agama yang dimilikinya, Pangeran Sarif juga menjelaskan makna dan tafsir ayat-ayat Al Qur’an tersebut. Penjelasannya disampaikannya dalam bahasa sederhana yang kerap diselingi dengan humor hingga dapat ditangkap dengan mudah oleh murid-muridnya. Kian bertambah hari kian banyak saja orang yang datang kepada Pangeran Sarif dan meminta men...
Bahan-bahan 400 gr kikil 200 gr kacang merah 1 sachet santan kara ukuran kecil 2 lembar daun jeruk 1 batang serai,memarkan 500 ml air secukupnya Gula+garam Bumbu halus : 4 buah bawang merah 3 siung bawang putih 1 sdt ketumbar 1/2 sdt merica 5 butir kemiri 1 ruas kunyit Langkah ...