302 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Legenda Watuprau (Batu Perahu) di Gunung Gajah, Bayat, Klaten
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Watuprau (Batu Perahu) dinamakan seperti ini karena batu tersebut mempunyai bentuk mirip perahu terbalik (mirip Tangkuban perahu namun dalam skala lebih kecil). Lokasi Obyek wisata yang mempunyai jarak dari kota Klaten ± 15 km, terletak di Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, obyek ini merupakan potensi spesifik suasana alam pegunungan dan pemandangan alam yang indah dan alami. Watuprau mempunyai legenda yang mirip dengan cerita di Prambanan (Roro Jonggrang). Konon, pada zaman dahulu Roro Denok hendak dipersunting oleh Joko Tua, namun Rara Denok tidak menginginkan pernikahan itu terjadi, Roro Denok akan menyetujui pinangan tersebut namun dengan syarat Joko Tua harus membuatkan perahu dan mengisinya dengan bermacam-macam perhiasan dan ternak dalam waktu semalam. Joko tua yang sakti mandraguna tidak menolak persyaratan tersebut, dengan bantuan jin permintaan Roro Denok dapat selesai sesuai kurun waktu yang ditentukan. Namun dengan kecerdikan Roro Denok, syarat itu ti...

avatar
OSKM18 16318051 Fadli Nurrohman Susena
Gambar Entri
ASAL USUL KOTA KLATEN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Daerah Kabupaten Klaten semula adalah bekas daerah swapraja Surakarta. Kasunanan Surakarta terdiri dari beberapa daerah yang merupakan suatu kabupaten. Setiap kabupaten terdiri atas beberapa distrik. Susunan penguasa kabupaten terdiri dari Bupati, Kliwon, Mantri Jaksa, Mantri Kabupaten, Mantri Pembantu, Mantri Distrik, Penghulu, Carik Kabupaten angka 1 dan 2, Lurah Langsik, dan Langsir. Susunan penguasa Distrik terdiri dari Pamong Distrik (1 orang), Mantri Distrik (5), Carik Kepanawon angka 1 dan 2 (2 orang), Carik Kemanten (5 orang), Kajineman (15 orang).   Pada zaman penjajahan Belanda, tahun 1749, terjadi perubahan susunan penguasa di Kabupaten dan di Distrik. Untuk Jawa dan Madura, semua provinsi dibagi atas kabupaten-kabupaten, kabupaten terbagi atas distrik-distrik, dan setiap distrik dikepalai oleh seorang wedono.   Pada tahun 1847 bentuk Kabupaten diubah menjadi Kabupaten Pulisi. Maksud dan tujuan pembentukan Kabupaten Pulisi ad...

avatar
Muh_abdaziz
Gambar Entri
Asal Muasal Nama Kota Solo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Kota Surakarta pada mulanya adalah bagian dari Kerajaan Mataram. Akan tetapi, adanya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) menyebabkan Kerajaan Mataram Islam terpecah karena propaganda kolonialisme Belanda. Pemecahan pusat pemerintahan terbagi menjadi 2, yakni Kota Surakarta dan Yogyakarta. Pemerintah Kota Surakarta terpecah menjadi 2 lagi, yakni Kasunanan dan Mangkunegaran atas dasar Perjanjian Salatiga (1767). Kota Surakarta sendiri lebih dikenal masyarakat dengan nama Kota Solo. "Sala" adalah nama sebuah desa yang dipilih oleh Sunan Pakubuwana II untuk mendirikan istana baru setelah perang suksesi Mataram yang terjadi di Kartasura. Pada saat itu, Sunan Pakubuwana II membeli tanah itu dari seorang Kepala Desa Sala bernama Kyai Gedhe Sala. Kata "sala" berasal dari nama sebuah pohon suci asal India, yaitu Pohon Sala (Couroupita guianensis). Nama Kota Sala (dibaca Solo) terus dipakai secara meluas, bahkan lebih umum penggunaannya dibandingkan nama Kota Surakarta. Akan tetapi ejaanny...

avatar
OSKM18_19918060_Safiranisa Ardelia
Gambar Entri
Bhatara Kala
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Hyang Girinata menginginkan melingkari dunia berbarengan istrinya. Mereka naik diatas punggung lembu Andini, terbang di angkasa. Mereka sudah usai melingkari pulau Jawa, lantas terbang di atas samodera. Kebetulan saat matahari tenggelam, saat senja saat, cahaya matahari merah menyinari air samudera, menyebabkan pandangan indah di lautan.  Hyang Guru melihat keindahan samudera, bimbang sangsi hatinya, bangkit asmaranya, lantaran mulai sejak kelahiran Wisnu, jauh dari rindu asmara. Mulai sejak tersebut baru bangkit hasrat untuk berwawan asmara dengan istrinya. Namun sayang, Dewi Uma tidak ada menanggapinya, sebab rasa hati masihlah jauh untuk bersenggama. Sang Hyang Guru berkemauan keras, sang istri dipegang lantas dipangkunya dan bakal digaulinya. Sang istri menampik serta menghindar dan berkata kasar. Dikatanya Hyang Guru sangat kasar seperti raksasa, berbuat di sembarang tempat di atas punggung lembu. Sang istri mengharap supaya Hyang Guru sabar, lantaran kata Dewi Uma itu...

avatar
Aze
Gambar Entri
Asal-Usul Naga Baru Kelinting (penyebab munculnya Telaga Rawa PenIng)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Diceritakan dalam kisah Babad Tanah Jawa bahwa setelah beberapa bulan menikah, Putri Dyah Kasmala pun mengandung. Ajar Windusana bahagia karena istrinya akanmelahirkan anak yang menjadi penerus keluarganya. Ia makin mencintai istrinya selama masa kehamilan. Tatkala di desa diadakan acara bersih desa para dayang dan endang sibuk menggoreng dan memasak. Sang Putri sangat tertarik ingin turut membantunya. Putri Dyah Kasmala mengetahui bahwa suaminya mempunyai sebilah pisau kecil. Tetapi ia tidak mengerti darimana asalnya. Ia mengambil pisau itu untuk digunakan membantu memasak di dapur. Pisau itu disarungkan ke dalam buluh gading yang dibentuk sebagai kepala ular dan dijadikan kenang-kenangan waktu istrinya belum disusulkannya. Demikian cerita rakyat Jawa Tengah menyebut asal-usul keris pusaka itu. Sang Putri meminjam pisau itu dari suaminya. Tetapi dipesankan jangan sampai pisau itu disimpan di dekat perutnya. Sang Putri senang sekali melihat pisau itu, lalu dipergunakan membuat t...

avatar
Aze
Gambar Entri
Kisah Cinta Legendaris Putri Dyah Kasmala dan Resi Ajar Windusana dari Kerajaan Majapahit
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Kisah percintaan para keluarga Kerajaan Majapahit selalu menarik untuk disimak. Dalam kisah Babad Tanah Jawa disebutkan bahwa Prabu Brawijaya adalah Raja Majapahit yang terakhir memerintah salah satu kerajaan besar di Nusantara ini. Sang Prabu berwajah tampan sebagai Hyang Asmara turun ke Bumi, adil dalam memerintah negara serta termasyhur sebagai raja yang senantiasa jaya dalam perang, hingga namanya terkenal di seluruh jagat. Ia mempunyai seorang putri yang sangat elok parasnya, cahayanya mengalahkan segala keindahan, namanya Putri Dyah Kasmala.  Sang putri telah dinikahkan tujuh kali, tetapi karena ia menderita sakit berbisa, suaminya semua meninggal. Kebahagiaan sang putri hanya berlangsung singkat karena setiap kali menikah dengan pria, maka pria tersebut meninggal dunia tak lama setelah melangsungkan malam pertama. Sang Maharaja sangat prihatin, bahkan agak merasa malu, hingga ia hampir tak pernah keluar dari keraton. Ia senantiasa ada di dalam sebuah gedung di taman...

avatar
Aze
Gambar Entri
Legenda Telaga Dringo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Dikatakan bahwa dahulu ada dua putra Resi Gautama (resi: gelar khusus untuk pertapa dalam cerita wayang) yaitu Guwarso dan Guwarsi, dan putrinya yaitu Dewi Anjani. Suatu hari, mereka bertarung satu sama lain atas piala khusus milik dewa yaitu berupa cangkir Cupu Manik Astagina. Cangkir itu begitu istimewa karena ketika tutup bawah dibuka, itu akan menunjukkan suatu peristiwa di dunia, sedangkan ketika tutup atas terbuka, itu akan memberikan pemandangan suatu peristiwa di Sorga Loka atau surga. Resi Gautama merasa kesal dan marah melihat anak-anaknya saling bertarung. Dia kemudian melemparkan Cupu Manik ke udara. Itu menyebabkan bagian atas dan bawah dari piala itu terpisah. Bagian atas, yang disebut Dringo, jatuh ke tanah dan berubah menjadi danau yang kemudian dikenal sebagai Danau Dringo. Sementara itu, bagian atas jatuh jauh di lokasi yang berbeda dan juga berubah menjadi danau yang sekarang dikenal sebagai Danau Merdada. SUmber: http://arizqi.com/cerita-rakyat-di-...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Legenda Kawah SIleri
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Kawah Sileri, Cerita rakyat menceritakan tentang seorang penyihir tua yang mencoba memperkuat sihirnya dengan mendaki gunung dan membawa “leri” (air beras) bersamanya dalam wadah khusus yang disebut “tempurang”. Tiba-tiba, dia tergelincir dan “leri” yang dia bawa tumpah. Air yang tumpah dari “leri” menciptakan banyak kawah kecil. Kawah-kawah itu terbentuk dan airnya putih. Dari legenda ini, kawah dikenal sebagai Kawah Sileri. Sumber: http://arizqi.com/cerita-rakyat-di-dataran-tinggi-dieng/

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Jaka Tarub
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Di desa Tarub, tinggallah seorang ibu bernama Mbok Randa Tarub. Ia hidup sebatang kara, oleh karenanya Mbok Randa Tarub kemudian mengangkat seorang anak laki-laki yang ia beri nama Jaka Tarub. Mbok Randa Tarub mengasuh anak angkatnya dari kecil hingga dewasa dengan penuh kasih sayang layaknya anak sendiri. Setelah dewasa, Jaka Tarub tumbuh menjadi seorang pemuda yang rajin bekerja membantu ibunya. Jaka Tarub juga memiliki wajah sangat tampan. Sering ia berburu binatang di hutan menggunakan sumpitnya. Ketampanan dan ketangkasannya membuat banyak gadis-gadis desa jatuh hati padanya, namun Jaka Tarub belum berniat untuk berumah tangga. Mbok Randa Tarub sering berkata bahwa ia menginginkan Jaka Tarub segera menikah. “Mbok, saat ini Jaka belum menginginkan untuk memiliki pendamping hidup. Akan tiba saatnya nanti Jaka akan mencari istri.” jawab Jaka Tarub. “Baiklah, jika itu kehendakmu Jaka. Mbok hanya mendoakan yang terbaik bagimu. Mbok sangat menyayangi Jaka.&...

avatar
Bangindsoft