2.368 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tarian Joged Dadua, Tabanan
Tarian Tarian
Bali

Beberapa sebutan/nama untuk merujuk pada tarian joged yang tedapat di Banjar Suda Kanginan seperti : Joged Duwe: tarian ini berkait langsung dengan ritual keagamaan, dominan pada ritual sakral upacara piodalan yang dilaksanakan di banjar Suda Kanginan, dan pura-pura yang memiliki paiketan/kaitan dengan Ida Bhatara/i yang malingga di Sudha Kanginan. Joged Pingitan: tarian joged ini tidak seperti joged lain pada umumnya yang dipentaskan secar profan untuk hiburan dan bisa di ibingi oleh khalayak umum. Joged jenis ini memang dipingit, dan hanya dipentaskan pada acara-acar ritual magis tertentu saja dan pengibingnyapun adalah para sutri yang telah memiliki ayahan untuk hal tersebut. Joged Klasik: sebutan yang diberkan oleh orang-orang ”modern”, seperti kalangan seniman/akademisi, yang menurutnya bisa diklasifikasikan/ dikategorikan sebagai seni atau tarian klasik. Menurut penuturan para tetua banjar Suda Kanginan, bahwa joged Duwe telah diketahui ada sejak tahun 1920-an, atau bah...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tari Oleg Tambulilingan
Tarian Tarian
Bali

Salah satu tari yang menjadi ikon dan kemudian menjadi genre tari Bali pada kurun masa berikutnya adalah Oleg Tamulilingan. Karya tari yang amat kesohor hingga ke mancanegara ini diciptakan I Ketut Marya yang kemudian lebih akrab dipanggil I Mario. Bagaimana sesungguhnya perjalanan awal hingga terciptanya tari Oleg Tamulilingan ini? ADALAH budayawan bernama John Coast (1916-1989), kelahiran Kent, Inggris, sangat terkesan dengan kebudayaan Bali. Sebelum berkiprah di Bali, ketika perang dunia kedua meletus, Coast masuk wajib militer dan sebagai perwira, sampai sempat bertugas di Singapura. Ketika Singapura keburu dikuasai Jepang, Coast yang berstatus tawanan lalu dikirim ke Thailand. Namun begitu, Coast memang berbakat seni. Ia ternyata melahirkan tulisan “Railroad of Death” pada 1946 yang kemudian mencapai best seller dalam waktu singkat. Hal itu mendorong semangatnya lagi untuk menulis buku “Return to the River Kwai” pada 1969. Di sela itu, Coast sempat berkolaborasi dengan seniman...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tari Rejang Ayunan Sebagai Sarana Upacara
Tarian Tarian
Bali

Tari Rejang merupakan tarian kuno yang bersifat sakral yang khusus ditarikan pada waktu piodalan di pura-pura. Tari Rejang Ayunan adalah Tari Rejang yang bermaian ayuanan. Terbukti setelah para penari berkeliling sebanayak tiga kali putaran di “Jaba Tengah” mereka langsung menuju pohon cempaka yang ada di “Jabaan” untuk bermain ayunan pada salah satu ujung tali yang sudah disediakan sebelumnya dengan cara bergelantungan. Fungsi Tari Rejang Ayunan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Upacara Dewa Yadnya di Pura Puseh Bale Agung, karena tanpa tarian ini upacara dianggap kurang sempurna. Dilihat dari segi fungsinya tari-tarian Bali dapat diklasifikasikan sebagai berikut :Seni Tari Wali (sacral, religius dance) ialah : Seni yang dilakukan di Pura-pura dan ditempat-tempat yang ada hubungannya dengan upakara dan upacara agama yang pada umumnya tidak menggunakan lakon. Seni Tari Bebali (ceremonial dance), ialah segala seni tari yang berfungsi sebagai pengiring upacara atau upakara...

avatar
Widra
Gambar Entri
Bebing, Tarian Perang Kab Sikka
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Timur

Bebing merupakan tarian perang yang mengisahkan tentang penyambutan prajurit dari medan perang. Tarian Bebing berasal dari kampung Hokor, Desa Hokor, Kecamatan Bola. Dalam tarian ini terdapat empat babak yaitu: Babak doa: Dalam babak ini, ada tiga unsur yang menjadi permohonan masyarakat. Yang pertama permohonan kepada Allah sebagai penguasa jagat raya, kedua permohonan kepada arwah leluhur untuk meminta dukungan agar dalam pertempuran, para prajurit bisa mendapatkan kemenangan, ketiga adalah permohonan keapda alam. Doa diucapkan agar alam dapat menyatu dengan para prajurit di medan pertempuran. Keseluruhan babak pertama ini diiringi musik gong waning yang disebut ‘plahi’. Babak pemilihan prajurit atau dalam bahasa Sikka disebut “li’i lahi”. Dalam babak ini, hulu balang sebagai pemimpin pasukan akan memilih prajurit-prajurit terbaik untuk turun ke medan pertempuran. Babak ini diiringi dengan gong waning yaitu, “‘le’ wawa”. Babak latihan. Sebelum berangkat ke medan p...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tari Ambabar Batik
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Ambabar Batik adalah karya ciptaan koreografer tari, Jonet Sri Kuncoro, S.Kar., M.Sn., tarian ini merupakan sebuah koreografi kelompok yang menjadikan motif kain batik sebagai inspirasinya. Dalam setiap gerak tarinya, menceritakan penggalan proses pembuatan batik serta memamerkan motif-motif batik yang menjadi khas Indonesia, diantaranya Sidoluhur, Sidomulyo, Sidomukti, Truntum, Kawung, Parang Barong, Semen, Udan Liris, Parang Rusak, Parang Kusumo, Parang Klithik, dan Wahyu Tumurun.

avatar
Widra
Gambar Entri
Tari Topeng Sekartaji
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Topeng Sekartaji adalah sebuah tarian yang menceritakan tentang perjuangan Raden Panji Asmorobangun mempertahankan cintanya kepada Dewi Sekartaji. Penggambaran tokoh di tarian ini dijelaskan dengan pemakaian topeng dari setiap tokoh dimana topeng warna putih dipakai sebagai karakter Dewi Sekartaji yang mempunyai sifat baik hati, lembut dan suci. Sedangkan warna topeng keemasan menggambarkan Raden Panji Asmorobangun yang menjadi tokoh sentral yang mempunyai sifat tampan , gagah, setia, halus dan bersahaja. Pementasan tarian ini merupakan bagian dari pelestarian seni dan budaya Indonesia, terkhusus budaya Jawa.

avatar
Widra
Gambar Entri
Tari Gambyong Retno Kusumo
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Gambyong Retno Kusumo diciptakan oleh KGPAA. Mangkunagoro VIII. Tarian ini menggambarkan sekelompok gadis remaja yang sedang menunjukkan kebolehannya menari dengan lemah gemulai. Kata ‘Retno’ berarti emas, sedangkan kata ‘kusumo’ mengandung arti bunga. Dapat pula diartikan sebagai gadis yang beranjak dewasa dan bersinar bagaikan emas. Tarian ini biasa digunakan sebagai penyambutan tamu yang hadir pada suatu perhelatan di kerajaan.

avatar
Widra
Gambar Entri
Tari Gambyong Pareanom
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Gambyong merupakan salah satu tarian yang berasal dari Jawa Tengah, lebih tepatnya, tarian ini berasal dari Surakarta. Gambyong, diambil dari nama seorang penari yang sangat terkenal pada masa itu, yaitu Sri Gambyong. Disebut dengan Tari Gambyong Pareanom karena iringannya adalah Gending Pareanom. Ada beberapa macam tari Gambyong menyesuaikan iringannya, antara lain Gambyong Pareanom, Gambyong Mudhatama, Gambyong Gambir Sawit, Gambyong Pangkur, dsb. . Tarian gambyong memiliki gerakan dasar yaitu gerakan kepala dan tangan yang kenes dan luwes. Kostumnya pun menggambarkan ciri khas Jawa Tengah dengan memakai sanggul dan kemben (angkin), terlihat simpel namun tetap elegan. Para penari pun diharuskan untuk menunjukkan ekspresi yang lembut nan anggun ketika menarikan tarian ini, tidak lupa dengan senyuman yang indah.

avatar
Widra
Gambar Entri
Tari Kelana Gandrung
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Salah satu kekayaan karya seni tari yang dimiliki Indonesia khususnya Jawa Tengah adalah tari Kelana Gandrung. Tari Kelana Gandrung merupakan jenis tarian putra gagah yang secara garis besar menggambarkan kegagahan, kewibawaan, kasmaran, dan semangat jiwa seorang raja untuk mendapatkan cintanya yaitu Dewi Sekartaji, yang sebenarnya adalah isteri Raden Panji Inu Kertapati. Pementasan tarian ini dapat disaksikan pada kegiatan-kegiatan budaya yang diantaranya dalam ritual perkawinan, khitanan, upacara-upacara peringatan hari besar nasional, dan juga sebagai salah satu tarian yang biasa ditampilkan pada saat misi budaya baik nasional ataupun internasional.

avatar
Widra