2.369 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Keunikan Dogdog Lojor
Tarian Tarian
Jawa Barat

Indonesia merupakan negara agraris, sebagian masyarakatnya bekerja sebagai petani. Begitu pula dengan masyarakat Pulau Jawa, tepatnya Sukabumi, Jawa Barat. Di Kabupaten Sukabumi, terdapat masyarakat Kasepuhan Pancer Pengawinan yang setiap tahunnya setelah panen mengadakan acara serah tahunan di pusat kampung adat. Masyarakat ini melakukan penghormatan padi karena mereka masih memegang teguh adat lama. Secara tradisi mereka mengaku sebagai keturunan para pejabat dan prajurit Keraton Pajajaran dalam barisan bertombak. Dalam ritual padi di daerah ini selalu diadakannya sebuah tarian yang dinamakan Tari Dogdog Lojor. Dogdog Lojor sendiri merupakan nama dari salah satu jenis angklung yang saat ini sudah jarang ditemukan. Dengan Instrumen utama Angklung Dogdog Lojor dan empat buah angklung yang masing - masing mempunyai nama Gonggong (angklung yang besar), Panembal, Kingking dan Inclok. Tiap instrumen ini dimainkan oleh seorang pemain sehingga semuanya berjumlah enam orang. ditambah d...

avatar
OSKM18_19918176_Intan
Gambar Entri
Tari Keling Ponorogo
Tarian Tarian
Jawa Timur

Seni Keling, kostum kesenian ini menyeramkam dan menggelikan, begitu juga para penari serta para parogonya (pengrawit yang memainkan musik pengiring). Keling, bisa diartikan hitam (bahasa Sankerta), bisa diartikan keliling karena penarinya bermain berkeliling (membuat lingkaran), bisa juga dari bahasa Kalingga (nama sebuah kerajaan). Tari Keling merupakan tarian yang berasal dari Kabupaten Ponorogo tepatnya di Dusun Mojo Desa Singgahan Kecamatan Pulung. Pendiri atau penggagas kesenian Tari Keling adalah Mbah Kasan Ngali dan Mbah Silas pada tahun 1942. Pada lebaran tahun 1942, Dusun Mojo mengalami masa-masa sulit dimana kemarau panjang mengakibatkan paceklik dan gagal panen. Dari situasi itulah muncul keinginan untuk menciptakan suatu kesenian yang tidak banyak membutuhkan biaya, tetapi bisa menghibur dan melibatkan banyak orang. Mbah Warni, salah satu menantu Mbah Kasan Ngali menuturkan bahwa pada waktu itu ketika jaman larang pakaian, bapak melatih beberapa orang dibantu oleh...

avatar
OSKM18_19918075_Wahyu Eka Yurina
Gambar Entri
Tari Topeng Betawi
Tarian Tarian
DKI Jakarta

TARI TOPENG BETAWI   Tarian Topeng sebenarnya merupakan salah satu ciri khas budaya tari di Indonesia. Pada awalnya, seni tari di Jakarta memiliki pengaruh Sunda dan China seperti Jaipong dan Tari Topeng yang para pemainnya menggunakan kostum penari khas pemain Opera khas negeri Tirai Bambu tersebut. Tari Topeng adalah visualisasi gerak, yang dibuat tanpa melalui konsep yang khusus. Di dalamnya ada pengaruh budaya Sunda, namun memiliki ciri khasnya berupa selancar. Para penarinya menggunakan topeng yang mirip dengan Topeng Banjet Karawang Jawa Barat, namun dalam topeng Betawi memakai Bahasa Betawi. Tari Topeng Betawi adalah salah satu tarian tradisional masyarakat betawi di Jakarta yang memakai topeng sebagai ciri khasnya. Tari Topeng Betawi ini merupakan perpaduan antara musik, seni tari, dan nyanyian. Seperti pertunjukan teater atau opera, para penari menari dengan diiringi suara musik dan nyanyian. Tari Topeng Betawi ini lebih bersifat teatrikal dan juga komunika...

avatar
OSKM18_16718149_Meivia Nisrina Salsabila
Gambar Entri
Simbol Verbal dan Nonverbal Tarian Kabasaran dalam Budaya Minahasa
Tarian Tarian
Sulawesi Utara

 A. Sejarah Kabasaran       Tanah Minahasa zaman dahulu sering mendapat ancaman dari dua suku yang berdekatan yaitu suku Mangindano dan suku Mongondo. Leluhur orang Minahasa sering terlibat perang untuk mempertahankan diri. Maesaan mulai terbentuk ketika leluhur Minahasa mulai mengadakan perundingan, bagaimana cara menghalau suku Mangindanau yang menguasai perairan laut di sekitar Minahasa. Kemudian dikumpulkan orang-orang kuat dan berbadan besar. Dilatih cara berperang dengan menggunakan senjata berupa pedang dan tombak, mereka pergi berperang dengan keyakinan bahwa mereka harus menang.             Dalam legenda sejarah leluhur Minahasa Assaran Tua Puhuna yang dikumpul dan ditulis oleh pendeta Reidel pada tahun 1870. Diceritakan tentang peperangan peperangan di Minahasa yang tidak berkeputusan dari zaman orang Minahasa mengenal tanaman padi hingga abad ke XVII, dan bentuk taria...

avatar
OSKM2018_16518386_Muhammad Ziad Rahmatullah
Gambar Entri
Tari Gong
Tarian Tarian
Kalimantan Timur

Tari Gong Budaya Khas Suku Dayak Kenyah Kalimantan Timur  -  Tari Gong adalah salah satu tarian dari sekian banyak tarian yang berasal dari kalimantan timur, sama dengan namanya tarian ini menggunakan alat gong sebagai media untuk menari, tari gong ini di tarikan oleh beberapa gadis cantik dengan gong sebagai alat musik pengiringnya, tari gong ini biasa disebut juga dengan nama kencet lendo, biasanya diadakan pada saat upacara menyambut kelahiran seseorang bayi kepala suku tersebut dan upacara penyambutan tamu agung. Tari gong ini menggambarkan gerakan tarian yang begitu lembut, dengan gerakan tangan yang sederhana serta tidak banyak terdapat pola gerakan bahkan banyak juga gerakan yang di ulang-ulang, selain dari gerakan tangan, tari gong ini juga melibatkan gerakan kaki dan tubuh saat melangkah dan berpijak pada gong, dan yang istimewa dari tari ini adalah dibutuhkan kelenturan serta keseimbangan, s elain gong musik pengiringnya juga dilengkapi sapeq, yaitu ala...

avatar
OSKM18_16518352_Satrio Puji Laksono
Gambar Entri
Tarian Sate Maranggi
Tarian Tarian
Jawa Barat

Goyang Sate Maranggi adalah salah satu tarian baru yang diciptakan sekitar tahun 2015. Saya tahu tarian ini karena kaka saya saat itu yang bercerita kepada saya. Tarian itu terinspirasi dari makanan khas daerah Purwakarta yaotu goyang sate maranggi. Tarian itu sendiri membawa aksesoris hihid atau kipas yang terbuat dari anyaman bambu yang menjadi alat utama untuk membuat sate.Setiap Penari Mengibas ngibaskan hihid terserbut dalam setiap gerakanya.

avatar
OSKM_19818181_SITH-R Raygerda
Gambar Entri
Tari merak
Tarian Tarian
Jawa Barat

Tari Merak merupakan suatu kesenian yang berasal dari tanah pasundan. Tarian merak adalah salah satu ragam tarian yang mengekspresikan kehidupan binatang, yaitu burung merak. Tata cara dan geraknya diambil dari kehidupan merak yang diangkat ke pentas oleh Seniman Sunda Raden Tjetje Somantri.   Pada tahun 1950an seorang kareografer bernama Raden Tjetje Somantri menciptakan gerakan Tari Merak. Tarian ini mengimplementasikan gerakan burung merak jantan yang selalu mengembangkan ekornya untuk menarik perhatian burung merak betina. Motif pakaian penari merak yang berwarna-warni dan dapat mengembang ketika tangan si penari direntangkan melambangkan ekor burung merak tersebut.   Namun, pada tahun 1985,  koreografi dari tari merak direvisi oleh Irawati Durban Ardjo (2011) yang merupakan murid dari Raden Tjeje Somantri, yang menilai bahwa gerakan tari merak tersebut terlalu kaku. Maka dari itulah, beliau mengubah beberapa gerakan agar menjad...

avatar
Oskm18_19718299_pridya
Gambar Entri
Tari Bondan Surakarta
Tarian Tarian
Jawa Tengah

TARI BONDAN SURAKARTA               Tari Bondan adalah tari tradisional yang berasal dari daerah Surakarta, Jawa Tengah. Tarian ini termasuk tarian klasik yang telah ada sejak lama. Tidak diketahui asal mula sejarah kemunculannya tapi yang jelas, tarian ini sekarang sangat populer karena dianggap mewakili kehidupan wanita Jawa pada umumnya. Tari Bondan banyak dipelajari di sanggar-sanggar tari yang ada di sekitar Jawa Tengah. Bahkan beberapa tahun terakhir, tarian ini juga menjadi salah satu bagian ekstrakulikuler yang dipelajari di sekolah-sekolah. Tari Bondan secara umum merupakan sebua sendra tari yang mengisahkan tentang kehidupan seorang ibu dalam mengasuh anaknya yang baru lahir. Kisah yang diangkat dalam sendra tari ini sendiri memiliki nilai filosofis tentang gambaran kehidupan wanita Jawa yang lemah lembut dan penyayang. Selain itu, pada salah satu versinya, yaitu Bondan Tani, tarian ini juga menggambarka...

avatar
OSKM18_16318264_Rizka
Gambar Entri
Tari Mallatu Kopi
Tarian Tarian
Sulawesi Selatan

Tari Mallatu Kopi (Mallattu Kopi, Malattu Kopi) Tarian ini berasal dari Tanah Toraja, tarian ini melambangkan masyarakat saat memanen/memetik kopi. Biasanya dibawakan oleh 6 gadis, diiringi oleh musik dari gendang dan seruling. Busana yang digunakan berupa pakaian adat toraja, dengan tambahan selendang yang dikalungkan di leher serta bakul dari anyaman daun lontar. Selendang digunakan untuk mengumpulkan kopi saat dipetik, dan akan disimpan di bakul saat kopi yang terkumpul sudah banyak. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16618195_Muhammad Andika