Tarian tradisional berikutnya sudah tidak asing lagi ditelinga kita, tari Indang yang saya sebut di awal artikel, tari ini ternyata kadang disebut tari badindin. Biasanya ditarikan dengan jumlah 7 orang dan dibawakan oleh pria, namun seiring dengan zaman, wanita pun banyak yang menarikan tarian ini. Sejarahnya, tarian ini dibuat untuk menyebarkan dakwah agama Islam ketika dibawa Syekh Burhanudin. Namun sekarang, tarian ini diadakan bila ada seminar budaya dan bersifat hiburan saja. Makna yang terkandung didalamnya mengajarkan kita kerja sama dengan orang lain. Hal ini terlihat dari gerakannya yang sangat dinamis, ceria dan kompak. Dan mengenai lagu latar yang berjudul “Dindin Badindin” mengandung makna yang mengajak orang-orang untuk bertegur sapa.
Tari Foti Lalendo adalah tarian tradisional dari Rote Ndao, Nusa Provinsi Tenggara Timur (NTT). Tarian ini umumnya ditampilkan oleh para penari wanita berbusana cantik dan juga menggunakan kain selimut sebagai atribut dalam menarinya. Dalam tarian ini biasanya juga terdapat para penari pria yang menari dengan gerakan yang khas dan unik. Tari Foti Lalendo ini merupakan salah satu dari tarian tradisional yang cukup terkenal di Rote Ndao, dan juga sering ditampilkan diberbagai acara seperti pada acara penyambutan tamu penting, pernikahan dan lain sebagainya. Asal Mula Tari Foti Lalendo Tari Foti Lalendo merupakan tarian tradisional yang berasal dari pulau Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tarian ini dahulunya digunakan untuk menyambut kedatangan para prajurit pada saat pulang dari medan perang. Selain itu juga Tari Foti Lalendo digunakan untuk menyambut para tamu penting atau tamu kehormatan yang sedang datang ke sana. Di saat ini, Tari Foti Lalendo me...
Tari Yakonda, yang berasal dari Kamasan Biak, Papua. Tarian ini menggambarkan rasa syukur masyarakat Papua kepada Sang Pencipta atas keindahan dan kekayaan alam tanah Papua.
Tari Jari Manis melukiskan dinamika pergaulan di antara remaja putri di Betawi. Tari ini merupakan sebuah karya yang berpijak pada tari cokek.
Tari ini menggambarkan keindahan dinamis kehidupan para wanita suku dayak. Tarian ini merupakan kreasi Wahyu K S S.Pd
Tâari Wira Pertiwi berasal dari Jawa Tengah . Tarian ini merupakan kreasi baru ciptaan Bagong Kussudiardjo yang menggambarkan sosok kepahlawanan seorang prajurit putri Jawa . Semangat prajurit wanita dalam olah keprajuritan memanah. Wujud semangat penuh pengabdian bela Negara para Srikandi Indonesia pada Tanah air dan Bangsa. Ketegasan, ketangkasan dan ketangguhan seorang prajurit tergambar dalam gerak yang dinamis.
Tarian ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang lari dari desanya. Penduduk desa dan orang tua Mambo menyusuri sungai dan hutan untuk mencari Mambo. Sayangnya, Ibu Mambo meninggal di tengah pencarian tersebut. Penduduk desa menangisi kepergiannya. Setelah itu, penduduk desa kembali melanjutkan pencarian. Akhirnya mereka menemukan Mambo dan mereka merayakan keberhasilan ini.
Tari Puspanjali adalah sebuah tarian kreasi baru yang diciptakan oleh seorang seniman kawakan dai Bali yakni N.L.N. Swasthi Wijaya Badem 26 tahun yang lalu tepatnya tahun 1989. Seperti apa sinopsis, sejarah serta bagaimana gerakan dan keindahan tarian yang juga mendapat sentuhan dari I Nyoman Windha sebagai penata musik pengiring nya tersebut? Selengkapnya bisa kita simak di bawah ini. Nama dari Puspanjali sendiri berasal dari dua kata yakni puspa dan anjali yang masing-masing memiliki arti bunga dan menghormat. Dari nama tersebut tentu akan kita dapati tujuan tarian puspanjali yakni sebagai tarian penghormatan bagi para tamu. Adalah N.L.N. Swasthi Wijaya Badem seorang seniman profesional inilah yang menciptakan gerakan puspanjali. Selain dikenal sebagai pencipta puspanjali Swasthi Wijaya Badem juga terkenal akan tarian hasil karyanya yang lain seperti Tari Saraswati, Belibis, Siwa Nataraja, dan Tari Sekarjagad....
Tari Caci adalah salah satu kesenian tradisional sejenis tarian perang khas dari masyarakat Manggarai di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara timur. Tarian ini merupakan tarian tradisional yang dimainkan oleh 2 (dua) para penari laki-laki yang menari dan juga saling bertarung dengan menggunakan cambuk dan sebuah perisai sebagai senjatanya. Tari Caci ini juga merupakan salah satu dari kesenian tradisional yang cukup terkenal di Pulau Flores, Provinsi NTT. Tarian ini sering ditampilkan diberbagai acara seperti pada saat syukuran musim panen (hang woja), ritual tahun baru (penti), dan juga berbagai upacara adat lainnya. Sejarah Tari Caci Menurut sejarah, Tari Caci ini berawal dari sebuah tradisi masyarakat Manggarai dimana para laki-laki akan saling bertarung satu lawan satu untuk menguji keberanian dan juga ketangkasan mereka dalam bertarung. Tarian ini kemudian berkembang menjadi kesenian dimana ada gerakan tari, lagu, dan juga musik pengiring dalam memeriahkan a...