3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Adat Upacara Belian Khas RIAU
Ritual Ritual
Riau

Belian Upacara Belian merupakan upacara pengobatan tradisional yang berlaku di Riau. Tradisi ini dilakukan untuk memohon kesembuhan atas penyakit yang diderita. Zaman dahulu belum ada dokter atau alat medis yang canggih seperti saat ini.

avatar
Roro
Gambar Entri
Adat Upacara Badewo Khas RIAU
Ritual Ritual
Riau

Badewo Upacara Bedewo merupakan pengobatan tradisional daerah Riau yang sekaligus dapat dipergunakan untuk mencari benda-benda yang hilang. Benda yang hilang bisa milik pribadi atau milik bersama. Yang pasti benda yang akan dicari adalah benda yang memiliki nilai bagi empunya. Tidak selalu benda yang dicari melalui upacara Badewo ini bisa langsung ditemukan. Namun warga setempat tetap meyakini hal ini sebagai cara efektif untuk menemukan barang yang hilang. https://www.silontong.com/2018/11/06/upacara-tradisional-riau/

avatar
Roro
Gambar Entri
Adat Budaya Upacara Menetau Tanah
Ritual Ritual
Riau

Menetau Tanah Upacara Menetau Tanah Riau adalah tradisi membuka lahan untuk pertanian atau mendiri­kan bangunan. Upacara ini bertujuan untuk memohon keberkahan dari lahan yang akan digunakan oleh masyarakat.   https://www.silontong.com/2018/11/06/upacara-tradisional-riau/

avatar
Roro
Gambar Entri
Upacara Tiang Guru
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Upacara ini dilakukan ketika akan membuat rumah bagi mereka yang telah berkeluarga. Dalam membuat rumah mereka melakukan dengan cara bergotong-royong dan bentuk rumah yang mereka buattampak persegi empat dilihat dari depan sampai kebelakang. Rumah umumnya bertiang antara 16 sampai 20 buah ini tergantung dari besar tidaknya bangunan yang dibuat. Dari sekian banyaknya tiang yang ada di dalam kerangka rumah maka ada satu tiang yang dijadikan sebagai dasar atau tiang utama. Istilah local menyebut tiang guru. Tiang guru ini akan dapat diidentifikasi dengan melihat posisi kayu bakau dalam kerangka bangunan rumah tersebut. Tiang guru ini biasanya diletakan pada posisi nomer dua dilihat dari kiri pada jajaran tiang kedua dari depan. Dalam hal ini tiang guru merupakan kayu yang memiliki kualitas baik dan merupakan kayu pilihan sebagai penyangga utama dari bangunan rumah tersebut. Dalam pemasangan tiang guru ini dilakukan oleh orang tertentu saja, yakni orang yang memiliki pendalaman spir...

avatar
Aze
Gambar Entri
Upacara Nampo Tawar
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Upacara Nampo Tawar merupakan suatu bentuk upacara yang sangat terkait dengan persembahan kepenguasa laut. Ini sering disebut upacara turun ke laut. Upacara ini juga sangat disakralkan. Sacral dalam arti ini mengandung makna suci (Agus, 2007: 80). Upacara Nampo Tawar dilakukan sebelum akan berangkat menangkap ikan atau bagi generasi mudannya yang akan berangkat merantau keluar pulau menyeberangi lautan, maka suatu upacara menurut kepercayaan masyarakat setempat mengadakan ritual yang disebut upacara turun laut. Khusus bagi nelayan yang akan berangkat menangkap ikan, maka pada malam sebelum berangkat, di rumah pada salah satu warga pemilik perahu (juragan) akan diadakan suatu upacara keagamaan yakni melakukan pembacaan doa bersama, pengajian, dan selain itu juga disertai dengan ritual persembahan berupa sesajian yang di dalamnya berisi bunga tiga macam dengan warna yang berbeda. Sesajian juga berisi bubur putih, tumpeng, ketan, tumpeng ketan warna kuning. Sesajian ini akan dipersemba...

avatar
Aze
Gambar Entri
Mekhatin
Ritual Ritual
Lampung

Mekhatin adat adalah musyawarah mengenai urusan yang berkenaan dengan adat, yang dilakukan oleh para penyimbang adat dan dipimpin oleh penyimbang adat tertinggi (penyimbang marga, Bandar) atau penyimbang yang ditunjuk mewakili. Menurut sebagian penyimbang adat, Perwatin diartikan sebagai pelaksana musyawarah adat; sedangkan Merwatin diartikan sebagai warga non-penyimbang sbg pelaku musyawarah. Pendapat ini juga dapat diterima kebenarannya sesuai dengan pemahaman maknanya bagi kepenyimbangan adat dan para kelompok masyarakat setempat (lokal). Merwatin juga dapat diartikan sebagai tokoh/pemimpin/jakhu/pimpinan warga di luar struktur adat yang melakukan (me=kata kerja, predikat) kegiatan musyawarah. Pada dasarnya istilah Merwatin menunjukkan pada kegiatan peppung/buhippun (musyawarah), baik dari para penyimbang adat, maupun dari tokoh-tokoh masyarakat setempat. Sedangkan mekhatin warga di luar struktur adat dalam kehidupan sosial sehari-hari sering diartikan sebagai kegiatan peppun...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Upacara Tiba Ancak
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Upacara ancak merupakan salah satu ritual yang sifatnya komunal. Kegiatan ini dilakukansecara bersama dengan menggunakan berbagai peralatan dan perlengkapannya. Upacara ancak sering disebut “bebalian”, dalam bebalian tersebut berisi tentang sesajian dengan rangkaian yang sederhana. Dalam sesajian itu, terbuat dari rangkaian daun kelapa mudayang berisi serangkaian bunga atau kembang dan juga berisi berbagai perlengkapan pendukung seperti buah pisang, beras kuning, beras putih, kemenyan dan lainnya. Selain itu disertai juga dengan satu ekor ayam yang masih hidup sebagai hewan kurban. Kesemuanya itu merupakan peralatan dan perlengkapan pendukung dalam rangkaian sesajian upacara tiba ancak. Prosesi upacara dilakukan dengan diawali pembuatan tempat ancak. Semua perlengkapan dan sesajian yang akan dipersembahkan di letakan di atas kayu denganketinggian tiga meter. Kayu tersebut diletakan diperbatasan desa atau digerbang masuk ke pulau Bungin. Upacara ritual ancak dilaksana...

avatar
Aze
Gambar Entri
Maca Syekh/ Maca Seh
Ritual Ritual
Lampung

Maca Seh terdiri dari kata “maca” = membaca, dan “Seh” = Syekh, artinya membaca riwayat Syekh Abdul Qodir Jaelani, yaitu salah seorang tokoh ulama fiqih, tarekat, dan sufisme yang sangat dihormati oleh kalangan Sunni di seluruh dunia. Bacaan riwayat tersebut ditulis pada sebuah buku dalam bentuk manuskrip (tulisan tangan), yang dalam pengelompokan ilmu sosial termasuk ke dalam kelompok naskah kuno. Naskah Maca Seh ditulis dalam huruf Arab (Arab Pegon) dengan menggunakan bahasa Jawa, bentuknya adalah wawacan. Wawacan adalah cerita yang ditulis berdasarkan aturan tertentu yang disebut pupuh. Dalam praktiknya, tradisi Maca Seh ini tidak dibaca sekaligus tamat, tetapi berlangsung secara terus-menerus dalam kurun waktu tertentu. Biasanya dilakukan seminggu sekali, yaitu pada malam Jum’at, artinya setiap kali membaca dilakukan sebanyak 1 (satu) pupuh (bab). Hal ini dikarenakan cerita yang berbentuk wawacan ini mengenal sebutan “tujuh belas pupuh&rdq...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Caca Gulali
Ritual Ritual
DKI Jakarta

Permainan caca gulali adalah permainan anak Betawi yang menggunakan nyanyian. Biasanya dimainkan sekitar 4–6 orang anak. Sebelum permainan dimulai, harus dicari dulu pemain yang akan menjadi “penjaga/jaga” melalui undian (hompimpah, gamsit, dll.). Pemain yang jaga harus menelungkup menghadap lantai dan menutup wajahnya. Pemain yang lain duduk melingkari pemain yang jaga. Permainan diawali dengan pemimpin permainan yang akan memindahkan batu kecil dari satu tangan peserta ke tangan peserta yang lain, sambil menyanyikan lagu caca gulali. Pada saat syair sampai pada kalimat ‘anak raja berpayungan’, maka pemimpin permainan akan meletakkan batu kecil tadi pada salah seorang pemain untuk disembunyikan. Dalam praktiknya batu kecil dapat saja diletakkan saat nyanyian berlangsung yang tujuannya mengecoh yang jaga dalam menebak pemain yang diberi batu. Selanjutnya, pada saat syair lagu ‘guncir riwiw riwir’, seluruh peserta menyanyikannya bersa...

avatar
Sri sumarni