Piil Pesenggiri adalah tatanan moral yang merupakan pedoman bersikap dan berperilaku masyarakat adat Lampung dalam segala aktivitas hidupnya. Falsafah hidup orang Lampung sejak terbentuk dan tertatanya masyarakat adat adalah piil pesenggiri. Piil (fiil=arab) artinya perilaku, dan pesenggiri maksudnya bermoral tinggi, berjiwa besar, tahu diri, tahu hak dan kewajiban. Piil pesenggiri merupakan potensi sosial budaya daerah yang memiliki makna sebagai sumber motivasi agar setiap orang dinamis dalam usaha memperjuangkan nilai-nilai positif, hidup terhormat dan dihargai di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Sebagai konsekuensi untuk memperjuangkan dan mempertahankan kehormatan dalam kehidupan bermasyarakat, maka masyarakat Lampung berkewajiban untuk mengendalikan perilaku dan menjaga nama baiknya agar terhindar dari sikap dan perbuatan yang tidak terpuji. Piil pesenggiri merupakan suatu keutuhan dari unsur-unsur yang mencakup Juluk-adek, Nemui-nyimah, Nengah-nyappur, dan Sakai-Samb...
Batak dikenal dengan suku yang memiliki alur pernikahan yang tahapannya cukup panjang. Orang batak pun menyebut istilah pernikahan mereka sebagai “Adat nagok” yang artinya acara adat dilaksanakan secara utuh dan lengkap. Berikut adalah tahapan pernikahan orang batak. 1. Magarisika Perkenalan pihak pria dan beberapa keluarga pihak pria yang berkunjung secara tidak resmi ke kediaman rumah wanita untuk penjanjakan. 2. Marhusip-husip Orangtua pihak pria bertemu dengan pihak wanita untuk membicarakan hal-hal pernikahan secara tidak resmi. 3. Marhata sinamot Pihak pria “membeli” wanita yang akan menjadi istrinya dengan pembagian daging dan melakukan pembicaraan mengenai tanggal, lokasi pesta, undangan dan tata cara adat. 4. Martumpol Bertunangan. 5. Martonggo Raja Pra-pesta pernikahan. 6. Manjalo pasu-pasu parbagason Pemberkatan pernikahan di gereja. 7. Pesta unjuk Pemberkatan pernikahan dari kedua pihak...
Manulangi Tulang merupakan suatu istilah yang berasal dari suku Batak Toba. Istilah ini sangat umum didengar di kalangan masyarakat Batak yang notabene kental akan budaya dan adat istiadat. Terdiri dari dua kata, istilah ini tidak boleh dipandang sebelah mata sebab merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat batak. Pertama, “manulangi”. Manulangi jika diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia artinya, “menyuap” atau “memberi makan”. Sedangkan tulang artinya, “paman” atau “om”. Jadi, manulangi tulang bisa diartikan “memberi makanan kepada paman”. Manulangi tulang juga sering disebut “Parmisi Tu Tulang” atau “Patio Baba Ni Mual”. Nah, mengapa harus Manulangi Tulang? Manulangi Tulang ini sendiri berkaitan erat dengan suatu pelaksanaan pernikahan. Zaman dulu, ada budaya dari suku Batak, dimana anak perempuan dari tulang yang sudah dewasa akan ditawarkan dan ditunangkan kepa...
Tingkatan kasur untuk kepala adat sai batin marga berjumlah 12 sedangkan untuk tingkatan raja berjumlah 7. Untuk tambo silsilah yang ada di sai batin warga way napal berdasarkan tambo atau silsilah diambil dari keturunan raja-raja kerajaan Brawijaya yang berasal dari Pulau Jawa. Resepsi pernikahan Mengenai adat pernikahan sai batin diawali dengan tangguh duakha yang mana masing-masing mempelai pria/wanita turun kejalan dan di atur oleh sesepuh adat. Alat-alat yang digunakan saat pernikahan : Lampit, kasur, alam gemisegh, adadap, jabakhuang, talam. talam 12 ini utusan dari masing-masing raja. Jadi setiap raja harus mengutus muli batin sebagai tukang yang megang talamnya. Talam 12 melambangkan 12 suku marga. Jadi hinji perwakilan jak masing-masing raja jumlahnya 12 orang makanya disebut lapah talam 12. Jambakhuang dibawa satu orang isinya amplop pakai duit. Adadap yaitu telur yang dikasih bendera dibawa 2 orang. Pemberian gelar/adok...
MERGA SEMBIRING Layaknya suku batak lain yang terkenal akan marganya . Suku Batak Karo juga memiliki marga yang disebut Merga. Suku Batak Karo memiliki 5 induk merga, yaitu MERGA SILIMA . Merga Silima terdiri dari Ginting, Sembiring, Perangin-Angin , Tarigan, dan Karo-Karo . Masing masing merga tersebut memiliki beberapa Sub merga. Merga sebagai identitas masyarakat Karo, yang artinya jika seseorang memiliki merga atau beru yang melekat di belakang namanya, maka dia merupakan suku Karo. Merga adalah sebutan untuk laki-laki sedangkan untuk anak perempuan disebut beru. Merga/beru di letakkan di akhir nama masyarakat karo. Untuk laki laki setelah nama langsung di sebutkan merganya contohnya : Namanya adalah Tongat dan merganya Karo-karo sehingga menjadi Tongat Karo-karo , sedangkan untuk beru setelah nama di tambah dahulu kata beru atau singkatannya br , contohnya namanya adalah But...
Prosesi pingitan merupakan ritual yang biasa dilakukan oleh pasangan pengantin yang melaksanakan pernikahannya menggunakan ada jawa, khususnya Yogya. calon pengantin putri tidak diperbolehkan keluar rumah atau bertemu calon pengantin putra sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, yaitu sebelum acara akad nikah. Kedua mempelai harus tidak saling bertemu dulu. Lalu, apa sih manfaat sebenarnya dari pingitan itu? Berikut ini dalam manfaat-manfaat pingitan: • tujuan dari pelaksanaan pingitan adalah agar pengantin terpantau setiap saat dan bisa merasa bugar pada saat hari pernikahan tiba. • Selain agar pengantin terpantau setiap saat, pingitan juga mempunyai manfaat supaya ada rasa rindu dan berdebar- debar yang muncul di antara kedua calon mempelai. Jadi ketika keduanya bertemu di hari pernikahan , ada rasa rindu yang memuncak. •Tradisi pingitan juga dilaksanakan guna merawat tubuh mempelai wanita, agar saat pernikahan tiba, a...
Ngujuban merupakan permohonan doa oleh seseorang atau keluarga tertentu yang dilakukan saat hari perayaan, muludan, dan juga malam jumat kliwon. selain doa yg dipanjatkan ada juga sesajen yang disediakan, sesajen itu ada yg berupa 7 bunga berbeda penampilan, air manis, kopi pahit, kopi manis, sampai ada yang hanya menyediakan air putih biasa, dan selalu ada dengan nasi dan lauk pauknya, rokok atau sulutru. Seperti yang diadakan di daerah ciniru kabupaten kuningan, jawa barat. orang tua disana masih selalu mengadakan acara ngujuban untuk orang yang meninggal. sumber dari cerita orang tua setempat #OSKMITB2018
Sehari sebelum tanggal 17 agustus yaitu saat kita semua merayakan hari kemerdekaan Negara Indonesia, sering digelar malam tasyakur atau malam bersyukur menjelang esok merayakan hari kemerdekaan Negara Indonesia. Salam malam tasyakur ini warga akan datang dan kumpul untuk bersama-sama mendengar ceramah kebangsaan serta ceramah keislaman, karena mayoritas warga di RW kami adalah muslim. Tradisi malam tasyakur ini merupakan perwujudan nilai-nilai kebudayaan Bangsa Indonesia , yakni gotong royong dan kerukunan dari warga karena semua yang dipersiapkan ialah "dari warga, oleh warga, dan untuk warga itu sendiri". Acara ini dibuka dengan doa dari sesepuh RW kami, lalu sambutan dari para petinggi dan sesepuh RW , dilanjutkan dengan ceramah kebangsaan , ceramah keagamaan , dan acara ditutup dengan makan malam bersama dengan para warga sembari mempererat tali silaturahmi. Acara seperti inilah yang sebenarnya menjadi keunggulan Ba...
Ngolotkeun adalah prosesi dimana pihak keluarga pengantin laki – laki mengirimkan utusan untuk melakukan observasi dan pengamatan kepada calon pihak pengantin perempuan tentang status apakah calon pengantin perempuan masih berstatus single atau tidak. Tradisi Ngolotkeun ini hingga kini masih ada meski kehidupan modern sudah menghinggapi kehidupan sehari – hari masyarakat Kota Tangerang. Ngolotkeun ini dilakukan untuk memastikan status pihak pengantin perempuan sehingga prosesi berikutnya bisa dilakukan dengan lancar.