Kampung Gandongan terletak di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.Sebuah Kampung yang berada di sebelah utara Kota Malang dan berbatasan dengan Kabupaten Malang. Ada sebuah tradisi yang dianut oleh masyarakat Kampung Gandongan berkaitan dengan cara menenangkan bayi yang rewel. Kadang-kadang bayi menangis terus-menerus tanpa tahu apa penyebabnya. Setelah berbagai cara, biasanya ibu membawa bayinya ke "orang pintar" atau dukun bayi untuk menenangkan bayinya. Dukun bayi tersebut akan membacakan mantera dengan komat-kamit dengan meletakkan tangan kanannya di kening bayi. Setelah selesai, dukun bayi itu akan meniup kening si bayi. Alhasil, walaupun terdengar aneh, si bayi berhenti menangis dan langsung tertidur lelap. Kata dukun bayi itu, biasanya bayi yang menangis tak kunjung henti disebabkan arwah leluhur yang mengunjungi mereka, seperti nenek atau kakek. Sebagai ganti resep, dukun bayi meminta sesajen berupa 1 ekor ikan bandeng goreng, 1 batang rokok dan 1 cangkir k...
Kawin Lari ( Mangalua ) Pada umumnya Perkawinan orang batak ada yang diakui 1. Kawin dengan Adat 2. Kawin Lari ( Mangalua ) Saat ini banyak orang-orang muda yang terlalu malas untuk melalukan perkawinan adat Batak. Karena adatnya yang sangat ribet. Para pemuda pemudi saat ini lebih memilih resepsi daripada kawin adat. Dalam adat batak juga ada yang namanya Kawin Lari ( Mangalua ) biasanya terjadi karena pihak keluarga laki-laki yang disebut Panitua dengan pihak keluarga perempuan (Panitua), tidak ada kesepakatan antara jumlah Mahar (Tuhor) yang diserahkan keluarga laki-laki kepada keluarga perempuan maka di suruh lah kawin lari (Mangalua), karena kedua pemuda-pemudi sudah saling mencintai. Dalam perkawinan dengan adat harus ada Mahar (Tuhor) yang disepakati terlebih dahulu. Dalam budaya batak mahar yang diberikan dari laki-laki ke perempuan menentukan status sosial. Semakin besar mahar yang diberika...
Setiap tanggal 7 bulan Syawal yang jatuh setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri, Sedekah Laut ini digelar besar-besaran. Biasanya warga lokal menyebutnya dengan Lomban Syawalan. Tradisi ini berpusat di Kecamatan Juwana. Dimana terdapat tempat pelelangan ikan terbesar di Pati. Seolah menjadi aset budaya untuk masyarakat Pati terutama daerah pesisir. Sebelum dilaksanakan Sedekah Laut Juwana, banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh warga. Hal yang paling penting adalah persiapan untuk menata sesaji. Peserta sedekah laut adalah para nelayan yang biasa mencari ikan dari laut. Salah satu syarat sesaji tersebut adalah kepala kerbau atau kepala kambing beserta 4 kakinya. Ada dua sesaji yang disiapkan dalam ritual ini. Sesaji yang pertama akan dilarung ke laut dan sesaji yang satu akan diarak dalam kirab untuk penanda batas akhir Lomban tersebut. Sebelum kegiatan Larung Sesaji dilakukan, biasanya akan dilakukan kirab atau arak-arakan yang menampilkan ik...
Ater Ater “Ater-ater” merupakan tradisi menjelang Hari Raya Idul Fitri yang masih sering dilakukan oleh masyarakat di Jawa Tengah. Tradisi ini dilakukan dengan berkunjung ke rumah kakek nenek, saudara, dan tetangga. Biasanya ketika berkunjung kita membawa semacam parcel sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Selain itu, tradisi ini juga bertujuan untuk menyambung silahturahmi sebelum hari raya. Di dalam parcel biasanya berisi tentang SEMBAKO (Sembilan Kebutuhan Pokok) seperti gula,minyak, sayur, dll. Selain itu, roti, gelas, peralatan rumah tangga lainnya juga biasa terdapat di dalam parcel. Tradisi ini biasanya dibarengi dengan ziarah kubur ke makam para leluhur,seperti kakek, nenek, kakek buyut dan saudara kita yang telah meninggal dunia. Hal ini bertujuan untuk mendoakan arwah-arwah leluhur sebelum menyambut hari suci Idul Fitri. Ziarah kubur atau “nyekar” (dalam bahasa Jawa) dilakukan setahun dua kali. Waktu pelaksanaann...
Adat endhog-endhogan merupakan suatu acara tahunan yang diadakan di Banyuwangi, ketika bertepatan dengan bulan kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Setiap desa di Banyuwangi terutama desa-desa Using (suku khas Banyuwangi) berlomba-lomba memeriahkan acara ini. Adat ini dilakukan dengan beramai-ramai mengelilingi desa sambil membawa telur yang ditancapkan di pelepah pisang yang sudah kering dan diakhiri ketika sampai di masjid setempat. Endhog artinya telur. Maka ketika bulan kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tiba, masyarakat setempat beramai-ramai merebus telur. Telur ini nantinya akan dimasukkan ke dalam plastik yang sudah dibentuk bermacam-macam. Ada bentuk kerucut, keranjang, serta kotak. Wadah ini nantinya akan dihiasi oleh kertas berwarna-warni. Kemudian, wadah ini diikatkan ke tusuk bambu dan kemudian tusuk bambu tersebut ditancapkan di pelepah pisang yang sudah mengering. Adapun nanti pelepah pisangnya juga akan dihias dengan...
Sumatera Barat sangat kaya dengan budaya-budaya khasnya, salah satunya yaitu Pasambahan. Pasambahan adalah sebuah pidato adat yang dilakukan oleh niniak mamak, sumando dan pemuda Minangkabau secara bergantian dan saling berbalas dalam suatu perhelatan seperti pernikahan, batagak pangulu dan baralek gadang. Pasambahan ini biasanya dilakukan sebelum menyantap hidangan yang telah disediakan dalam acara baralek tersebut. Bisa dianggap Pasambahan ini seperti basa basi antara niniak mamak atau yang juga disebut sipangka dengan urang sumando yang juga disebut sialek. 'Pasambahan ka makan' ini bisa berlangsung antara 45 menit sampai 90 menit, tergantung dari situasi dan kondisi. Pasambahan juga salah satu bentuk karya sastra minangkabau. Pasambahan itu mengandung makna yang dalam.Dia terhimpun didalam ungkapan ,petatah petitih ,dan mamangan. Dia terdiri atas kata-kata berkias ,beribarat,dan berumpama. Untuk mendapatkan makna yang ada didalamnya, diperlukan pemah...
Sumatera Barat sangat kaya dengan budaya-budaya khasnya, salah satunya yaitu Pasambahan. Pasambahan adalah sebuah pidato adat yang dilakukan oleh niniak mamak, sumando dan pemuda Minangkabau secara bergantian dan saling berbalas dalam suatu perhelatan seperti pernikahan, batagak pangulu dan baralek gadang. Pasambahan ini biasanya dilakukan sebelum menyantap hidangan yang telah disediakan dalam acara baralek tersebut. Bisa dianggap Pasambahan ini seperti basa basi antara niniak mamak atau yang juga disebut sipangka dengan urang sumando yang juga disebut sialek. 'Pasambahan ka makan' ini bisa berlangsung antara 45 menit sampai 90 menit, tergantung dari situasi dan kondisi. Sebelum melakukan pasambahan ka makan ini, biasanya dalam baralek pernikahan, menjelang pengantin laki-laki datang, juga diadakan serangkaian iring-iringan menggunakan alat musik rebana. Pasambahan ka makan ini juga disebut Panitahan. Pasambahan juga salah satu bentuk karya sastra minangkabau. Pasa...
Sumatera Barat sangat kaya dengan budaya-budaya khasnya, salah satunya yaitu Pasambahan. Pasambahan adalah sebuah pidato adat yang dilakukan oleh niniak mamak, sumando dan pemuda Minangkabau secara bergantian dan saling berbalas dalam suatu perhelatan seperti pernikahan, batagak pangulu dan baralek gadang. Pasambahan ini biasanya dilakukan sebelum menyantap hidangan yang telah disediakan dalam acara baralek tersebut. Bisa dianggap Pasambahan ini seperti basa basi antara niniak mamak atau yang juga disebut sipangka dengan urang sumando yang juga disebut sialek. 'Pasambahan ka makan' ini bisa berlangsung antara 45 menit sampai 90 menit, tergantung dari situasi dan kondisi. Pasambahan juga salah satu bentuk karya sastra minangkabau. Pasambahan itu mengandung makna yang dalam.Dia terhimpun didalam ungkapan ,petatah petitih ,dan mamangan. Dia terdiri atas kata-kata berkias ,beribarat,dan berumpama. Untuk mendapatkan makna yang ada didalamnya, diperlukan pemah...
Makan luar adalah tradisi makan bersama yang dilakukan di sebuah acara pernikahan. Hal yang membuat tradisi makan ini berbeda dari biasanya, hidangan makanan yang disediakan itu berada di luar daerah tempat resepsi pernikahan dilaksanakan. Hidangan makanannya disediakan di rumah keluarga atau tetangga dari yang menikah. Jadi di rumah kelaurga atau tetangganya itu sudah disiapkan makanan untuk para tamu undangan yang datang. Tamu undangan yang makan di tradisi makan luar ini dipilih secara acak. Bisa 4-5 orang untuk di setiap rumah. Makan luar ini dilakukan setelah dilaksanakan akad nikah. Jadi, tujuan dari tradisi ini adalah agar para tamu undangan tahu bahwa orang-orang yang menjamu makan luar itu adalah keluarga besar dari keluarga yang menikah. Setelah para tamu undangan dihidangkan makanan di makan luar itu, mereka wajib datang kembali ke tempat resepsi pernikahan dan akan disediakan makanan lagi. Para tamu undangan diharuskan makan lagi untuk menghargai tuan rumah yang melaksan...