Tradisi Ithuk-ithukan merupakan tradisi yang terdapat di Dusun Rejopuro, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur. Tradisi ini biasa diadakan pada 11 – 12 Dzulhizah dan baru diangkat oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pariwisata Banyuwangi untuk dilestarikan sebagai salah satu agenda di Banyuwangi Festival 2018. Tradisi ini berisi acara arak-arakan makanan khas Dusun Rejopuro yaitu ingkung ayam yang disajikan diatas ancak yang terbuat dari pelepah pohon pisang yang diarak dari Dusun Rejopuro menuju sumber air yang bernama Sumber Hajar. Ancak tersebut diarak sendiri oleh ibu-ibu yang menggunakan kebaya hitam dan batik gajah oling. Lalu setelah diarak, makanan tersebut dimakan bersama-sama masyarakat Suku Osing Rejopuro (Suku yang terdapat didusun tersebut) setelah berdoa bersama di sumber air tersebut. Tradisi ini diadakan dengan tujuan selain sebagai bentuk rasa syukur atas rahmat dari Tuhan Yang Maha Agung atas sumber daya alam y...
Tradisi Lompat Batu adalah salah tradisi yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Tradisi ini dilakukan pemuda- pemuda dengan cara melompati tumpukan batu dengan tinggi 2 meter untuk menunjukan bahwa mereka secara fisik sudah dianggap dewasa. . Selain ditampilkan sebagai acara adat, Tradisi Lompat Batu ini juga dijadikan suatu pertunjukan, khususnya bagi para wisatawan yang datang ke sana. Sejarah Tradisi Lompat Batu Tradisi Lompat Batu dilakukan sejak dahulu kala. Menurut sejarahnya, Tradisi Lompat Batu ini muncul karena kebiasaan masyarakat saat perang suku yang pernah terjadi di Nias. Katanya, kampung- kampung yang berperang mempunyai bentengnya masing-masing untuk menjaga wilayah mereka. Sehingga untuk menyerang, dibutuhkan kemampuan untuk melompati benteng tersebut. Oleh karena itu, mereka membuat tumpukan batu untuk berlatih. Seiring dengan berakhirnya perang tersebut, lompat batu ini masih dilakukan ole...
Kota Bandung merupakan sebuah bagian dari Negara Kesatuan Repubik Indonesia sekaligus mempunyai jabatan sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Barat. Selain menjadi ibu kota di Provinsi yang menurut sensus penduduk terakhir memiliki jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Saat ini, Kota Bandung dikenal juga sebagai kota yang memiliki banyak gedung-gedung tinggi, juga sebagai salahsatu tempat belanja kelas atas bagi sebagian masyarakat Indonesia, tak terkecuali turis asing. Dalam peribahasa Indonesia dijelaskan bahwa “tamu adalah raja”. Maka sebagai kelanjutannya, di sini penulis akan membahas sisi baik, ramah-tamah dalam bahasa Sunda disebut soméah yang Kota Bandung tawarkan terhadap para tamunya, tanpa pandang bulu. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Citra diri yang melekat pada masyarakat Sunda adalah sosok orang-orang Sunda yang ramah, rengkuh, mudah menerima kehadiran orang lain. Inilah gambaran dari sebuah masyarakat yang memiliki konsep budaya “somea...
Nugal berarti menanam padi. Nugal merupakan budaya unik peninggalan nenek moyang Suku Dayak Tunjung karena memiliki makna filosofi kebersamaan dan kekeluargaan. Kegiatan yang dilakukan adalah menanam padi di ladang secara gotong royong oleh masyarakat sekampung termasuk tetangga maupun keluarga setelah pembukaan ladang selesai. Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama baik laki-laki maupun perempuan yang berasal dari berbagai kalangan usia. Umumnya, laki-laki bertugas melubangi lahan untuk benih padi dengan menggunakan tongkat kayu (biasanya ulin dan bengkirai) yang ditajamkan ujungnya, sedangakan perempuan bertugas memasukkan benih padi ke lubang yang telah disiapkan. Lubang tugal tidak ditutup, dibiarkan terbuka, namun seiring berjalannya waktu lubang tersebut akan tertutup oleh tanah akibat aliran air hujan pada permukaan tanah. Anak-anak biasanya hanya turut meramaikan saja sambil bermain di area sekitar lahan. Nugal diawali dengan menyiapkan dan membersih...
Akad Jual-Beli Adat Banjar, Kalimantan Selatan Siapa yang tidak mengenal akad? Akad secara harfiah merupakan ikatan atau persetujuan; sedangkan menurut istilahnya adalah transaksi atau kesepakatan antara seseorang (yang menyerahkan) dengan orang lain (yang menerima) untuk pelaksanaan suatu perbuatan. (sumber : https://www.bacaanmadani.com/2017/09/pengertian-akad-rukun-syarat-macam.html) Dalam adat kami, suku Banjar memiliki kebiasaan yang mungkin kedengarannya singkat, padat, jelas; namun memiliki maksud dan tujuan yang sangat baik yaitu akad jual-beli. Mengapa demikian? Karena masyarakat kami masih mengandalkan pasar tradisional seperti salah satunya Pasar Terapung Muara Kuin yang letaknya di Sungai Barito ataupun tukang sayur keliling, ketimbang pasar modern seperti minimarket, swalayan, dan lain-lain. Hal tersebut juga melatar belakangi kenapa masyarakat Kalimantan mudah untuk bersosialisasi terhadap masyarakat di sekitarnya. Untuk akad jual-beli sendiri dilakukan dengan bahasa se...
Kali ini saya akan membahas tenteng salah satu upacara adat Tabuik yang berasal dari Pariaman,Sumatera Barat. Tabuik mrupakan benda berbentuk keranda bertingkat tiga yang biasanya terbuat dari kayu, bambu, dan rotan. Tabuik berasal dari bahasa Arab Melayu yang artinya peti atau keranda yang dihiasi bunga berwarna-warni dan kemudia dibawa berarak-arak keliling kampung. Upacara Tabuik ini di adakan sebagai rangka memperingat Asyura, atau gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein bin Ali yang jatuh pada 10 muharram. Tradisi ini melibatkan banyak orang, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan dan tahap akhir pada penyelesaian puncak acara. Keterlibatan tradisi ini bukan hanya pada warga setempat, melainkan hingga ke pemerintah daerah. Rangkaian tradisi upacara Tabuik di pariaman terdiri dari tujuh tahapan ritual Tabuik, yaitu : -Mengambil tanah -Menebang batang pisang -Mataan -Mengarak jari-jari -Mengarak sorban -Tabuik naik pangkek -Membuang Tabuik...
Bagi umat muslim, jika terjadi fenomena langit gerhana Bulan dianjurkan untuk menunaikan ibadah salat sunah gerhana atau kerap disebut salat 'khusuf'. Karena fenomena gerhana baik matahari maupun bulan adalah bukti kekuasaan Allah. Berikut tata cara menjalankan shalat 'khusuf' : 1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram. 2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati. 3. Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah. 4. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah. 5. Itidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Ali Imran. 6. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah. 7. Itidal. Baca doa i’tidal. 8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama. 9. Duduk di antara dua sujud 10. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua. 11. Duduk is...
Penganten tebu merupakan suatu kebiasaan masyarakat desa babakan ketika pabrik gula akan beroperasi. Kebiasaan ini telah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat desa babakan, penganten tebu ini bisa dikatakan sebagai permohonan keselamatan kerja bagi karyawannya dan diberi hasil panen tebu yang banyak kepada yang maha kuasa atau dalam bahasa jawa disebut selametan. Penganten tebu sendiri itu adalah sebuah dua pohon tebu yang dipilih dari kebun tebu yang siap panen dan diambil dari kebun tebu yang berbeda lokasinya, dan kemudian dua batang pohon tebu tersebut diarak seperti halnya seorang pengantin lengkap dengan orang-orang yang memakai baju tradisional seperti pengaman kerajaan disekitar area lingkungan pabrik gula. Pada prosesi pengarakan pengantin tebu biasanya acara ini ramai dengan masyarakat yang berantusias demi sekedar melihat dan berbelanja. Sebelum acara pengantin tebu ini mulai biasanya terdapat pasar tumpah seperti penjual makanan, pakaian, mainan anak-anak ataupun...
Bagi masyarakat Melayu rumah bukan saja sebagai tempat tinggal di mana kegiatan kehidupan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Tetapi juga menjadi lambang kesempurnaan hidup. Beberapa ungkapan tradisional Melayu menyebutkan rumah sebagai “Cahaya Hidup di Bumi, Tempat Beradat Berketurunan, Tempat Berlabuh Kaum Kerabat, Tempat Singgah Dagang Lalu, Hutang Orang tua kepada Anaknya”. Langkah pertama yang dilakukan sebelum mendirikan rumah adalah melakukan musyawarah, baik antarkeluarga maupun dengan melibatkan anggota masyarakat lain. Biasanya dalam musyawarah, dijelaskan tentang segala pantangan dan larangan, serta adat dan kebiasaan yang harus dilakukan dengan tertib. Pengerjaannya ditekankan pada asas kegotong-royongan yang disebut batobo , besolang, bepiari , atau betayan . Seseorang yang mendirikan suatu bangunan tanpa mengadakan musyawarah dapat dianggap sebagai orang yang “kurang adab” atau “tak tahu adat”. Bangunan yang didirikan tanpa musya...