3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Sunda Wiwitan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Sunda Wiwitan adalah sebuah aliran kepercayaan orang-orang Sunda dahulu dan hingga saat ini masih ada yang menganutnya di desa pedalaman Jawa Barat. Mereka meyakini kepercayaan tersebut sebagai kepercayaan Sunda asli, kepercayaan masyarakat asli Sunda. Mereka menyembah kekuatan alam dan roh para leluhur mereka. Mereka menyebut "tuhan" mereka sebagai Sang Hyang Kersa. Hingga saat ini, tidak ada yang mengetahui asal-usul Sunda Wiwitan, namun beberapa masyarakat penganut kepercayaan ini percaya bahwa Nabi Adam, manusia pertama merupakan orang asli Sunda/Baduy. Penganut ajaran ini bisa ditemukan di sebagian desa di provinsi Banten dan Jawa Barat. Menurut panganutnya, Sunda Wiwitan adalah kepercayaan yang dianut oleh orang Sunda sebelum datangnya ajaran Hindu, Buddha, dan Islam. Dalam ajaran Sunda Wiwitan, penyampaian doa dilakukan dengan nyanyian pantun serta gerak tarian. Tradisi ini bisa dilihat dari upacara syukuran panen padi dan perayaan pergantian tahun yang did...

avatar
OSKM_16718325_Die Inezkea Nabila Bainus
Gambar Entri
Pela Gandong Asilulu
Ritual Ritual
Maluku

Penulis adalah seorang yang berasal dari provinsi Maluku tepatnya Maluku tengah di sebuah desa kecil yang bernama Asilulu. Untuk itu pada kesempatan kali ini, penulis akan meceritakan tentang budaya yang ada di desa penulis. Budaya yang terkenal di Asilulu adalah Pela Gandong. Apa sih Pela Gandong itu ? Pela adalah suatu sistem hubungan sosial yang dikenal dalam masyarakat Maluku, berupa suatu perjanjian hubungan antara satu negeri (sebutan untuk kampung atau desa) dengan negeri lainnya, yang biasanya berada di pulau lain dan kadang juga menganut agama lain di Maluku (Bahasa Ambon: Tapele Tanjong). Biasanya satu negeri memiliki paling tidak satu atau dua Pela yang berbeda jenisnya. Untuk diketahui saja, sistem perjanjian pela ini diperkirakan telah dikenal atau telah ada sebagai bagian kearifan lokal masyarakat Maluku sebelum masa kedatangan bangsa-bangsa Eropa, terutama Portugis dan Belanda; dan digunakan untuk memperkuat pertahanan terhadap penyerangan bangsa Eropa yang pada...

avatar
Oskm18_sappk_rianti
Gambar Entri
Rebo Pungkasan
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

          Rebo Pungkasan adalah tradisi masyarakat desa Wonokromo yang diselenggarakan pada hari rabu terahir bulan sapar (Nama bulan kedua dalam kalender jawa) dengan simbol utama Lemper ( Makanan tradisional ) raksasa dengan panjang 2,5 meter dan diameter 90 cm yang diarak setelah pembacaan doa oleh bupati Bantul menuju Balai Desa Wonokromo yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer.Lemper raksasa tersebut diangkat oleh 4 orang menggunakan tandu dan diiringi oleh prajurit Bregade Lombok Abang ( prajurit kraton yogyakarta, namun dalam perayaan ini hanya masyarakat yang menyerupai bregade lombok abang ), kemudian dibelakangnya disusul oleh pasukan oncor ( orang yang membawa obor tradisional ), lalu dibelakangnya ada gunungan yang berisi hasil bumi masyarakat, dan paling belakang ada iring-iringan kesenian tradisional dari masyarakat seperti drum band prajurit kraton, drum band masyarakat, hadroh, dan lain-lain.Setelah Lemper Raksasa sampai di Balai Desa Wonokrom...

avatar
OSKM_1661818267_fatikhul ikhsan
Gambar Entri
RITUAL ADAT DI KABUPATEN MAMUJU TENGAH
Ritual Ritual
Sulawesi Barat

Ritual adalah serangkaian kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan suatu agama atau bisa juga berdasarkan tradisi dari suatu komunitas tertentu untuk tujuan yang simbolis. Seperti halnya tradisi yang ada di Desa Tabolang, kec. Topoyo, kab. Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, berupa RITUAL MAMOSE. Ritual Mamose adalah adat orang Budong-Budong yang harus di lestarikan. Ritual Mamose berkaitan dengan kegiatan bercocok tanam yang dilakukan tiga kali dalam setahun. Yang pertama dilakukan sebelum masuk hutan atau lahan. Kedua dilakukan setelah selesai merumbut atau membersihkan lahan yang nantinya akan ditanami tanaman. Dan yang ketiga, dilakukan setelah panen. Dalam mamose terdapat berbagai ritual yang dijalankan, mulai dengan melakukan aksi menggunakan parang di tempat terbuka di sekitaran rumah adat Budong-Budong serta disaksikan langsung oleh raja dan masyarakat. Dalam aksi Pamose (sebutan bagi tokoh adat yang sedang beraksi dengan berbicara bahasa Budong-Budong), Ia menyampaikan pes...

avatar
OSKM18_16018350_Fahrisah Nurfadeliah Bahraini
Gambar Entri
Tradisi Kirab Budaya Suro Pandanan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

     Indonesia kaya akan tradisi dan adat istiadat,salah satunya adalah tradisi yang ada di Pandanan,Soropaten,Karanganom,Klaten yaitu tradisi kirab budaya suro.Tradisi ini dilaksanakan sebagai tanda untuk memperingati pergantian tahun baru hijriyah pada awal bulan muharram atau bulan suro.      Tradisi kirab budaya suro sangat lekat dengan budaya jawa.Tradisi ini juga  untuk mewujudkan rasa syukur dengan pawai budaya bersih desa,pentas pertunjukan wayang kulit semalam suntuk.Dalam pawai atau kirab budaya juga ada kirab kebo bule keturunan kerbau kiai slamet Solo, ada sejumlah gunungan hasil bumi, ada penampilan ibu-ibu PKK, seni reog, dan wayang kulit      Semarak acara ini memang terasa sekali, seperti ada puluhan kelompok pengibar bendera, regu Drumband dan Marching Band dari sekolah TK, SD, SMP dan SLTA sekitar.Disamping itu juga prajurit bersenjata (Jawa), kelompok masyarakat, Paguyuban Kawula Surakarta, kelompok Wayang...

avatar
OSKM18_19718258_erna yeni nofianti
Gambar Entri
Mangokkal Holi
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Proses adat Batak tidak akan pernah berhenti dan tetap dijalankan bahkan sekalipun mereka sudah meninngal, salah satunya yaitu Mangokkal Holi. Mangokkal holi adalah suatu tradisi orang Batak, atau lebih tepatnya lagi orang Batak Toba, membongkar tulang-tulang suatu keluarga lalu mengumpulkannya dalam satu Tugu. Masyarakat Batak Toba percaya bahwa kematian bukan akhir perjalanan hidup, namun justru tahap mencapai kesempurnaan. Lewat rangkaian mangokkal ini maka akan tercapai hasangapaon, atau kemuliaan suatu marga atau keturunan. Proses mangokkal holi ini diawali dengan menggali kuburan leluhur untuk mengambil tulang-belulangnya yang awalnya dikubur secara terpisah. Setelah dikumpulkan dan dibersihkan, semua tulang dari leluhurnya sampai yang terakhir kali mati dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kotak atau peti lalu dikubur kembali di sebuah tugu yang telah dibangun. Tugu yang telah dibangun, atau nama lainnya Tambak, siap dipestakan. Keluarga yang mengadakan adat ini harus menj...

avatar
OSKM18_16018207_Jeremias Geraldo Natanael Situmorang
Gambar Entri
Tepung Tawar
Ritual Ritual
Jawa Timur

UPACARA TEPUNG TAWAR Upacara tepung tawar dilaksanakan dalam persitiwa-peristiwa penting di masyarakat, seperti kelahiran, perkawinan, diterima sekolah, dll. Dalam perkawinan, Upacara Tepung Tawar adalah simbol pemberian doa dan restu bagi kesejahteraan kedua pengantin, dan sebagai penolakan terhadap bala dan gangguan.   Tepung tawar adalah ramuan yang sebagian terdiri dari bedak selo, beras basuh, beras kunyit, inai, bunga rampai dan daun setawar dan sedingin. Setelah menggunakan tepung ini, diharapkan keadaan orang yang kena tepung ini menjadi tawar, tidak terjadi apa-apa yang dapat mendatangkan malapetaka. Begitu juga ramuan yang bernama sedingin telah tersisip harapan, agar sesuatu yang panas menjadi dingin, sedangkan setawar diharapkan kembali seperti sediakala.   Alat dan Bahan yang digunakan dalam upacara ini yaitu: Bedak dingin, tepung beras dilarutkan ke dalam air mawar Beras basuh maknanya mensucikan lahir dan batin...

avatar
OSKM18_16018147_Arkana Yudhistira
Gambar Entri
Upacara tolak bala
Ritual Ritual
Riau

Indonesia sedang dirundung duka. Beberapa tahun belakangan ini Indonesia mulai akrab dengan yang namanya bencana. Belum tuntas bencana satu, sudah disusul oleh bencana lain. Rakyat Indonesia dipaksa bersahabat dengan bencana alam. Berbagai bencana yang terjadi di negeri ini disikapi beragam oleh masyarakat. Salah satu fenomena yang menarik yaitu dengan ritual tolak bala. Ritual tolak bala merupakan tradisi yang umumnya ada pada masyarakat Jawa yang tujuannya untuk menolak bencana atau meminta agar dilindungi dari maea bahaya. Ada berbagai macam tolak bala yang ada saat ini. Dari mulai upacara adat, larungan, atau penyembelihan hewan-hewan tertentu. Seperti yang terjadi di Gunung Sinabung, ketika beberapa saat yang lalu gunung berapi ini memiliki tanda-tanda akan meletus, warga sekitar melakukan tolak bencana dengan memberikan sesajen kepada arwah leluhur yang menjaga Gunung sinabung agar mereka dijauhkan dari bencana meletusnya Gunung Sinabung.

avatar
Oskm18_16718152_nikita
Gambar Entri
Koloan, Budaya Khitan Banyuwangi
Ritual Ritual
Jawa Timur

Dikenal sebagai Kabupaten yang mendiami ujung timur pulau Jawa, Banyuwangi memiliki sebuah ritual yang tak kalah unik dengan ritual lain. Ritual ini disebut Koloan, yang berarti jebakan. Koloan sendiri dilaksanakan ketika seorang anak laki-laki akan menjalani prosesi sunat atau khinat, hal ini bertujuan agar sang anak siap dan tidak merasa takut ketika akan disunat. Dalam tradisi Koloan, terlebih dahulu sang anak harus ditetesi darah ayam oleh dengan bertelanjang dada duduk di atas kursi kayu kecil, di depannya terdapat beberapa sesaji. Sang pemimpin lalu berdoa dengan menggunakan bahasa tradisional setempat, Bahasa Osing, sambil mengusapkan bedak di wajah si anak. Kemudian seekor ayam jago warna merah disembelih. Ayam yang dipilih harus berbulu merah dan belum kawin. Darah segar yang keluar dari leher ayam diteteskan di atas kepala si anak dalam beberapa menit hingga ayamnya mati. Penyembelihan ayam disimbolkan seperti pengorbanan Nabi Ismail oleh Nabi Ibrahim. Diharapkan s...

avatar
OSKM18_16418309_Muhammad