3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Suku Kamoro
Ritual Ritual
Papua

Salah satu tradisi suku Kamoro adalah menggendong anak laki-laki dari rumah adat kemudian ke pantai lalu diarak keliling kampung. Tujuan dari ritual tersebut adalah anak laki-laki tersebut diharapkan kelak menjadi anak yang dewasa dan mandiri. OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16818037_David Christopher
Gambar Entri
Makna Filosofi dalam Upacara Tedhak Siti
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tedhak Siti atau yang biasa dikenal Tedhak Siten atau juga Mudun Lemah terdiri atas kata Thedak dan Siti. Tedhak artinya turun dan Siti artinya tanah. Tedhak Siti berarti turun tanah. Ritual ini merupakan ritual budaya Jawa dimana bayi berusia 7-8 bulan sebelum bisa berjalan bayi tersebut diperkenalkan dengan tanah dan masyarakat Jawa membuat acara tersebut dengan acara syukuran. Dalam syukuran ini sang bayi didampingi oleh orang tuanya. Menurut budayawan Jawa, Ki Suryo, syukuran ini berisi semua harapan dan arahan dalam hidup. Upacara syukuran diawali dengan sang bayi dipanjatkan tangga yang terbuat dari tebu. Tebu ini dalam kepercayaan adat Jawa memiliki akronim anteping kalbu atau ketetapan hati dalam menjalani kehidupan. Setelah dipanjatkan, bayi melalui proses napaki jadah atau berjalan di atas jenang yang terbuat dari ketan. Jadah ini terdiri dari berbagai warna. Ada tujuh warna jadah yang dipakai, yaitu warna hitam, ungu, biru, hijau, merah, kuning, dan putih. Jadah yang...

avatar
OSKM18_19718243_Sharfina Adaningtyas
Gambar Entri
MANGONGKAL HOLI
Ritual Ritual
Sumatera Utara

MANGONGKAL HOLI adalah suatu tradisi yang dilakukan oleh orang batak khusunya suku batak toba (sumatera utara), biasanya mangongkal holi itu memindahkan tulang – tulang leluhur (opung) dari tanah perantauan ke tanah kelahiran. Di tanah kelahiran itu sudah di bangun berupa tugu, lalu tulang – tulang tersebut dimasukkan ke dalam tugu yang di dalam tunggu tersebutlah semua keturunannya dimasukan. Mangongkal holi sudah pernah dilaksanakan dalam keluarga ayah saya yaitu keturunan OPUNG PARULIAN SIDABUKE. Ayah saya adalah cucu pertama laki – laki dalam keluarganya dan ayah saya lah yang menjadi pembawa nama dari orang tua dan kakeknya. Ayah saya bernama PARULIAN maka orang tuanya disebut bapak Parulian dan kakeknya opung Parulian. Tahun 1955 kakek dan nenek ayah saya meninggal di Jakarta di Pondok Rangon, tahun itu pula mereka sepakat memindahkan tulang – tulangnya ke tanah kelahirannya di silabayu disana sudah dibangun berupa tugu untuk keturunan...

avatar
OSKM18_16618367_Mitha Aprilla
Gambar Entri
Lebaran Ketupat Khas Pekalongan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tepat seminggu setelah memasuki bulan Syawal, umat muslim di beberapa daerah di Indonesia, seperti Madura, Lombok, dan Kudus, melaksanakan suatu tradisi yang dinamakan ‘Lebaran Ketupat’. Tak lain halnya dengan salah satu desa di Kota Pekalongan. Jika Kudus merayakan lebaran ketupat ini dengan prosesi kirab gunungan seribu ketupat dan Lombok melaksanakan tradisi nyangkar , Desa Krapyak yang terletak di sebelah utara Pekalongan ini meramaikan tradisi lebaran ketupat dengan kue lopis. Setelah umat muslim melaksanakan puasa sunah enam hari di awal bulan Syawal, di hari kedelapan mereka berbondong-bondong mengarak kue lopis raksasa yang nantinya akan dipotong-potong dan dibagikan kepada masyarakat. Tak hanya kue lopis raksasa, nampaknya masing-masing rumah pun membuat kue lopis yang tentunya jauh lebih kecil untuk diri mereka sendiri. Jika berjalan menyusuri desa Krapyak saat mendekati atau beberapa hari setelah tanggal 8 Syawal, kita akan menemukan puluhan warga yang ju...

avatar
OSKM18_16118059_Alifa Salsabila
Gambar Entri
Ma'nene, Tradisi Unik Tana Toraja
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Tana Toraja dikenal sebagai suku budaya Indonesia yang memiliki berbagai macam keunikan khas. Salah satu keunikannya adalah Ma'nene. Ma'nene adalah upacara adat mengganti pakaian mayat para leluhur. Ritual Ma'nene dilakukan khusus oleh masyarakat Baruppu di pedalaman Toraja Utara. Upacara ini dilakukan setiap tiga tahun sekali dan biasanya pada bulan Agustus setelah panen. Masyarakat adat Toraja percaya bahwa jika ritual tersebut tidak dilakukan, maka sawah-sawah dan ladang mereka akan rusak oleh hama dan ulat yang datang tiba-tiba.   Ritual Ma'nene dilaksanakan lewat hasil musyawarah desa dan diputuskan oleh keluarga dan tetua adat. Setelah keputusan bulat, prosesi Ma'nene diawali dengan berkunjung ke lokasi leluhur mereka yang dinamakan Patane. Peti-Peti mati para leluhur akan dikeluarkan dari makam-makam liang batu dan diletakkan di arena upacara dengan membaca doa bahasa Toraja oleh tetua adat. Doa untuk memohon izin kepada leluhur agar masy...

avatar
OSKM18_16518222_Syukri Galih Gunarji
Gambar Entri
Mate Pupur
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Sumatera Utara memiliki sebuah tradisi khusus yang dijalankan untuk seorang perempuan yang menjadi janda dalam kondisi belum atau tidak mempunyai anak. Tradisi tersebut dikenal dengan istilah “ Mate Pupur ” yang artinya “meninggal dunia tanpa ada keturunan”.   Dalam tradisi Batak, perempuan yang menjadi janda dan memiliki keturunan akan diberikan kain ulos ( kain tenun khas suku Batak ) yang disebut dengan “Ulos Tujung” di bagian kepala, yang menandakan bahwa perempuan tersebut dalam masa berkabung sampai waktu tertentu. Namun pada kejadian Mate Pupur , ulos tersebut tidak diberikan sebagai pertanda bahwa perempuan tersebut tidak terikat dengan keluarga dari suami yang sudah meninggal.     Pada dasarnya perempuan yang menikah harus tinggal di kampung suaminya, namun seusai dengan tradisi Mate Pupur perempuan tersebut harus segera dibawa pulang kembali ke kampung asalnya setelah selesai penguburan. Hal ini dilakuka...

avatar
OSKM18_16818029_Anggi
Gambar Entri
Pernikahan Suku Karo
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Cara Pernikahan Menurut Sudut Pandang Suku Karo

avatar
Ratugracia01
Gambar Entri
Aruh-Aruh; Sederhana Namun Terlupakan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Aruh-aruh , bila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia adalah menyapa atau memberi sapaan. Aruh-aruh merupakan kebiasaan peninggalan nenek moyang orang jawa yang sangat sederhana tetapi dapat membuktikan keramahan orang jawa dengan sesamanya. Aruh-aruh dilakukan ketika kita bertemu teman, tetangga, dan masyarakat sekitar dengan cara memberi salam, sekedar "hai", atau hanya basa basi semata. Pada era modern ini, aruh-aruh jarang sekali dilakukan di perkotaan tetapi apabila kita berkunjung ke pedesaan di Jawa Tengah maupun Timur, aruh-aruh merupakan suatu keharusan sebagai tanda sopan santun kepada sesama. Aruh-aruh tidak perlu membicarakan hal-hal berat ataupun yang bersifat pribadi, kita hanya perlu menunjukan kepedulian kita terhadap sesama dengan sedikit sapaan. Secara budaya dan kebiasaan, aruh-aruh adalah tanda sopan santun. Namun, apabila kita tinjau dari pandangan yang lebih modern, aruh-aruh memberikan manfaat bagi setiap individu. Aruh-aruh yang dilakukan dapat membua...

avatar
OSKM18_16318212_Dinda Farradila Jasmine
Gambar Entri
Sedekah Bumi Desa Lajer : Penyembelihan Delapan ekor Kerbau sampai Pertunjukan Wayang Kulit
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Sedekah Bumi Desa Lajer : Penyembelihan Delapan ekor Kerbau sampai Pertunjukan Wayang Kulit Semalaman Pada Bulan Suro, tepatnya hari Jumat Kliwon, di Desa saya sendiri, Desa Lajer, Ambal, Kebumen, Jawa Tengah, selalu diadakan sebuah tradisi yaitu Sedekah Bumi. Sebuah tradisi yang sudah dilakukan sejak ratusan tahun dan masih lestari sampai saat ini menyesuaikan perkembangan zaman. Tradisi ini berupa rangkaian prosesi yang dimulai dengan penyembelihan seekor kerbau di setiap dusun, di desa saya terdapat delapan dusun, jadi total kami menyembelih delapan ekor kerbau. Kemudian diikuti tradisi Kenduren (Kenduri) di setiap rumah pokok di dusun, setelah itu diadakan pertunjukan hiburan berupa wayang kulit pada malam minggunya. Sejatinya, hiburan wayang kulit awalnya dilaksanakan malam setelah penyembelihan kerbau, namun diganti malam minggu agar semua orang  yang bekerja dan anak sekolah dapat menonton karena esoknya hari libur. Mulanya sedekah bumi adalah sarana untuk...

avatar
OSKM_16418128_Akmal Yahya HIdayat