Dikenal sebagai Kabupaten yang mendiami ujung timur pulau Jawa, Banyuwangi memiliki sebuah ritual yang tak kalah unik dengan ritual lain. Ritual ini disebut Koloan, yang berarti jebakan. Koloan sendiri dilaksanakan ketika seorang anak laki-laki akan menjalani prosesi sunat atau khinat, hal ini bertujuan agar sang anak siap dan tidak merasa takut ketika akan disunat. Dalam tradisi Koloan, terlebih dahulu sang anak harus ditetesi darah ayam oleh dengan bertelanjang dada duduk di atas kursi kayu kecil, di depannya terdapat beberapa sesaji. Sang pemimpin lalu berdoa dengan menggunakan bahasa tradisional setempat, Bahasa Osing, sambil mengusapkan bedak di wajah si anak. Kemudian seekor ayam jago warna merah disembelih. Ayam yang dipilih harus berbulu merah dan belum kawin. Darah segar yang keluar dari leher ayam diteteskan di atas kepala si anak dalam beberapa menit hingga ayamnya mati. Penyembelihan ayam disimbolkan seperti pengorbanan Nabi Ismail oleh Nabi Ibrahim. Diharapkan s...
Tradisi Ithuk-ithukan merupakan tradisi yang terdapat di Dusun Rejopuro, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur. Tradisi ini biasa diadakan pada 11 – 12 Dzulhizah dan baru diangkat oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pariwisata Banyuwangi untuk dilestarikan sebagai salah satu agenda di Banyuwangi Festival 2018. Tradisi ini berisi acara arak-arakan makanan khas Dusun Rejopuro yaitu ingkung ayam yang disajikan diatas ancak yang terbuat dari pelepah pohon pisang yang diarak dari Dusun Rejopuro menuju sumber air yang bernama Sumber Hajar. Ancak tersebut diarak sendiri oleh ibu-ibu yang menggunakan kebaya hitam dan batik gajah oling. Lalu setelah diarak, makanan tersebut dimakan bersama-sama masyarakat Suku Osing Rejopuro (Suku yang terdapat didusun tersebut) setelah berdoa bersama di sumber air tersebut. Tradisi ini diadakan dengan tujuan selain sebagai bentuk rasa syukur atas rahmat dari Tuhan Yang Maha Agung atas sumber daya alam y...
Banca'an Banca'an adalah suatu kegiatan muslim kelompok di daerah Mojokerto yang berisikan do'a dan makan bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT . Biasanya masyarakat mengadakan banca'an untuk merayakan ulang tahun, khatam Al Qur'an, atau hal-hal membahagiakan lainya. Banca'an diadakan oleh pihak perseorangan atau kelompok di rumah, Masjid, atau tempat luas yang dapat memuat orang banyak . Undangan yang ditujukan untuk masyarakat yang terundang berupa lisan dari seorang suruhan untuk mendatangi setiap rumah warga yang ingin di undang dan bersifat spontan. Pihak yang mengadakan banca'an menyediakan makanan , minuman, atau camilan lain dan diletakkan di bagian tengah , dan para undangan memutarinya . Bancaan dipimpin oleh tokoh masyarakat yang paham tentang agama. Dimulai dari baca'an surat Al Fatihah, dzikir, dan ditutup dengan do'a . Setelah itu, para undangan dipersilahkan men...
Carok adalah sebuah pembelaan harga diri ketika diinjak-injak oleh orang lain yang berhubungan terkait harga diri dan demi kehormatan. Ada sebuah istilah yang dinyatakan orang Madura sebagai etambang pote mata lebih bagus pote tolang (Lebih baik putih tulang daripada putih mata) yang berarti lebih baik mati daripada menanggung malu. Istilah tersebut merupakan motivasi dari carok. Carok yaitu suatu tindakan atau upaya pembunuhan menggunakan senjata tajam. Pada umumnya yang melakukan adalah laki-laki terhadap laki-laki lainnya yang telah melakukan pelecehan terhadap harga diri yang terutama berkaitan dengan masalah kehormatan istri misalnya selingkuhan sehingga timbul perasaaan malu saat terjadi pelecehan. "Lima unsur carok yakni tindakan atau upaya pembunuhan antar laki-laki, pelecehan harga diri terutama berkaitan kehormatan perempuan (isteri), perasaan malu, adanya dorongan, dukungan serta persetujuan sosial disertai perasaan puas dan perasaan bangga bagi pemen...
Dalam kepercayaan Jawa, arti dari suatu peristiwa yang terjadi pada hari tertentu dapat diramal dengan menelaah saat terjadinya peristiwa tersebut dalam suatu siklus hari dalam kalender tradisional. Dasarnya adalah moco ing waskito, yang berarti membaca kejadian dari fenomena atau tanda-tanda (alam) yang telah terjadi sebagai panduan untuk memahami setiap peristiwa yang akan terjadi. Ingatan-ingatan tersebut kemudian dicatat ketika orang mulai mengenal tulisan. Catatan-catatan fenomena alam yang polanya telah diuji berulang-ulang secara empiris, kemudian ditata menjadi suatu sistem penanggalan. Salah satu contoh dari metode peramalan ini dapat ditemukan dalam sistem hari kelahiran Jawa yang disebut Wetonan. Leluhur kita percaya bahwa hari dimana seorang anak dilahirkan akan membawa pengaruh pada sifat, karakter dan jalan hidup anak tersebut. Sejak jaman dahulu, sistem penanggalan atau penghitungan dengan weton ini sudah biasa digunakan oleh masyarakat Jawa. Bukan hanya sebagai pena...
Upacara Kebo Ketan adalah salah satu tradisi yang biasanya diadakan setahun sekali. Biasanya diadakan di Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Menurut nasihat Habib Lutfi Yahya, upacara ini adalah bagian dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini diekspresikan di dalam budaya Jawa kontemporer, dan diselenggarakan oleh warga desa Sekaralas dan Sekarputih didampingi LSM Kraton Ngiyom. Narasi yang dikembangkan dimulai dengan kisah Kodok Ibnu Sukodok kawin dengan Peri Setyowati, seorang dhanyang yang menjaga kawasan hutan dan mata-air di hutan Begal, yakni Sendang Marga dan Sendang Ngiyom. Sebagai roh tanpa badan, Setyowati meminta Kodok membantunya menanami kembali hutan yang dahulu berisi pohon-pohon tua namun ludes disaat penjarahan hutan di tahun ’98. Misi dan pamrih perkawinan Kodok dan Setyowati bukan sex, bukan harta, bukan pula mendukung kemusyrikan, sebaliknya dan melainkan, narasi mitos yang diciptakan, berpamrih penyelamatan b...
Jawa merupakan daerah di Indonesia yang memiliki berbagai macam budaya untuk setiap kabupaten/kota di daerahnya. Berbagai macam budaya tersebut bisa berupa kebiasaan, ritual, pakaian , dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang terdapat di tanah jawa adalah tegal deso. Tegal deso merupakan budaya yang sering di lakukan di tanah jawa khususnya daerah pedesaan/perkampungan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada tuhan Yang Maha Esa karena kelimpahan dan kemakmuran yang telah diberikan di tanah jawa ini. Tegal deso biasanya dilaksanakan masyarakat jawa di balai desa yang memiliki tanah luas ,karena pada saat acara ini dimulai masyarakat jawa sangat berantusias untuk mengikutinya. Acara yang dilakukan pada tegal deso biasanya berupa doa, berbagi makanan gratis, dan biasanya juga diadakan pertunjukan perwayangan. Tegal deso tidak hanya diikuti ol...
Saat mendengar janur kuning pasti tak asing lagi bagi kita untuk menyadari bahwa sedang dilangsungkan acara pernikahan. janur kuning memang dimanfaatkan untuk petunjuk untuk sang empunya hajat bahwa di tempat tersebut tengah berlangsung acara besar terutama di daerah Jawa tentunya. Dari segi bahasa, kata janur berasal dari bahasa Arab yang artinya cahaya dari surga sedangkan kata kuning diambil dari bahasa Jawa yang berarti suci. Sama halnya dengan masyarakat Jawa yang mengartikan janur sebagai 'sejating nur' yang berarti cahaya sejati. Janur memiliki makna bahwa sejatinya manusia membutuhkan cahaya dari Tuhan Yang Maha Esa untuk dapat melihat jelas hal yang baik dan buruk. Janur dianggap sebagai simbol kebahagiaan yang diolah menjadi berbagai bentuk dan fungsi. janur juga dirangkai menjadi kembang mayang seperti hiasan yang dipajang disepanjang pelaminan. Dalam upacara perkawinan adat Jawa, kembar mayang digunakan sejak prosesiÃâÃ&...
Haul—seperti definisinya—adalah acara peringatan hari wafat seseorang yang diadakan setahun sekali. Haul Mbah Sholeh Desa Prasung ini dilaksanakan untuk mengenang jasa-jasa Mbah Sholeh yang pertama kali membuka desa. Haul, berkaitan dengan definisi yang telah dijelaskan, identic dengan kajian yang berkaitan dengan keislaman. Acara ini diperingati oleh masyarakat desa Prasung itu sendiri. Desa Prasung terletak di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Berlokasi di utara Desa Banjarsari, Desa Dukuh Tengah dan Desa Damarsi; sebelah selatan dari Desa Siwalan Panji dan Desa Kemiri; serta berada di sebelah barat dari Desa Wadung Asih. Jarak Desa Prasung adalah sekitar empat sampai lima kilometer dari pusat pemerintahan otonomi daerah—alun-alun—Kabupaten Sidoarjo. Wilayah ini berada di lokasi yang cukup strategis. Untuk mengunjungi desa ini, bisa dicapai menggunakan akses jalur lingkar timur dari pusat kota, jalan-jalan kampung yang terhubun...