3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Matrialkal
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Matrialkal merupakan garis keturunan dari pihak ibu. Hal ini masih dianut oleh masyarakat Padang yang memegang kepercayaan adat dengan kuat. Misalkan seorang anak memiliki ayah orang Padang sedangkan ibunya orang Sunda maka tidak dianggap sebagai keturunan Padang. Namun apabila ayahnya orang Sunda sedangkan ibunya orang Padang maka akan diakui sebagai keturunan Padang. Dalam hal menikahpun yang melamar harus dari pihak perempuan bukan pihak lelaki. Contoh lainnya pada pembagian warisan. Dalam pembagian warisan hanya anak perempuan yang mendapatkan hak waris sedangkan lelaki tidak dan anak lelaki diharuskan untuk merantau.  Namun semakin berkembangnya zaman dan pengetahuan, banyak masyarakat Padang yang mulai meninggalkan matrialkal karena tidak sesuai dengan hukum agama yang dianut. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16018368_intan
Gambar Entri
Upacara Adat Ulur-Ulur
Ritual Ritual
Jawa Timur

Upacara Adat Ulur-Ulur merupakan wujud ucapan terima kasih dan rasa hormat kepada leluhur yang telah dikaruniai kemurahan dari Tuhan berupa sumber air, dalam istilah Jawa adalah "Cikal Bakal". Sumber air ini berasal dari bekas peninggalan sejarah dalam bentuk telaga yang dimanfaatkan oleh warga sejumlah 4 desa, yauitu desa Sawo, desa Gedangan, desa Gamping, dan desa Ngentrong untuk pengairan 4 desa tersebut. Telaga tersebut berupa sumur dengan garis tengah kurang lebih 75 meter dan di sebut telaga Buret karena terletak di Dukuh Buret, Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Menurut kepercayaan, yang menguasai (mbau reksa) di telaga Buret adalah Mbah Jigan Jaya. Oleh karena itu, setiap tahunnya pada hari Jum’at legi bulan Sela(penanggalan jawa) diadakan ritual Ulur-ulur di telaga Buret. Ritual Ulur-ulur yang diadakan berupa upacara sesaji atau upacara pepetri. Oleh masyarakat setempat ritual Ulur-ulur telah menjadi adat kebiasaan turun temurun dari nenek...

avatar
OSKM18_16618120_Werner
Gambar Entri
Tirakatan 17an
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Di Bantul, ada kebudayaan tirakatan saat malam 17 Agustus. Biasanya tirakatan dilakukan setiap RT atau bisa jadi 1 se dusun. Tirakatan berisi doa2 untuk para pahlawan dan leluhur kita yang sudah gugur serta doa untuk kebaikan digenerasi-generasi saat ini, lalu dilanjutkan pembagian makanan dan kemudian dimakan bersama-sama. OSKMITB2018

avatar
Oskm18_16618213_refo
Gambar Entri
Upacara Kematian Adat Batak
Ritual Ritual
Sumatera Utara

                Tentu saja kita tahu, kematian adalah suatu akhir dari perjalanan hidup seseorang. Ketika seseorang meninggal, ada kalanya dilakukan upacara adat untuk menghormati kepergiannya.                 Pada adat Batak, upacara adat yang dilaksanakan dilakukan dengan berpesta, merayakan dengan suka cita hingga 3 hari lamanya. Tergantung dengan umur dan status sebelum kematiannya, setiap orang yang meninggal memliki perlakuan yang berbeda-beda dalam penguburanya. DImulai dari anak yang belum lahir ( mate di bortian) , anak bayi ( mate di poso-poso ), anak-anak ( mate dakdanak ), remaja ( mate bulung ), dewasa yang belum menikah ( mate ponggol ), dan dewasa yang sudah menikah.                 Hanya ada satu kesamaan yang diperlakukan, menutupi tubuh yang sudah meninggal dengan kain...

avatar
OSKM18_16818192_Kezia
Gambar Entri
Seba Laut Sukabumi
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pesta Laut Sukabumi, adalah salah satu bentuk dari rasa syukur atas melimpahnya hasil kekayaan laut, yang dilaksanakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai, salah satunya yaitu daerah Pelabuhan Ratu. Dalam pelaksanaanya, banyak  helaran (arak-arakan) yang dipertontonkan. Misalnya, Tari  Angklung Buncis,  hingga Sisingaan. Sebagai puncak acara, berbagai macam sajian dihanyutkan ke laut, sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil tangkapan laut yang berlimpah.   #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16018012_Dzaky Ruhimat
Gambar Entri
'Mabaca Doang' dan 'Massiara Kuburu'
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

ada tradisi yang dianggap masih melekat kuat ditengah masyarakat suku bugis pada saat ini yaitu "mabaca doang" dan "massiara kuburu". Mabaca doang sendiri dilakukan malam hari sebelum esoknya melaksanakan Sholat Id. sebagian masyarakat desa dan pedalaman suku bugis untuk menjalangkan tradisi dari nenek moyang yang berguna untuk mengirimkan doa kepada sanak keluarga yang telah mendahului ke hadirat tuhan(meninggal dunia) yang prosesinya menyiapkan makanan seperti sokko,ayam,ketam,udang dan sebagainya dan memanggil tuan guru(katakanlah orang tua kampung,yang dituakan,imam) dengan media dupa,hal ini sendiri dilakukan sebagai bentuk mengingat dan mendoakan walaupun itu lepas dari sisi keagamaan dari banyak pihak. Sementara setelah melaksanakan Sholat Id warga mendatangi kuburan sanak familinya untuk sekedar menyapa dengan doa,membersihkan,bersama dengan keluarga dan ini oleh sebagian warga merupakan satu rangkaian tradisi wajib dalam setiap bulan suci baik ramadhan maupun idhul adha nanti...

avatar
Aaa
Gambar Entri
Petang Megang, pekanbaru
Ritual Ritual
Riau

Tradisi ini terjadi di daerah Pekanbaru dan memiliki arti yang harafiah. Di sini kata petang itu berarti pada sore hari, bertepatan juga dengan waktu pelaksanaan tradisi ini. Megang di sini artinya memegang sesuatu tetapi bisa juga di artikan memulai sesuatu. Hal ini sesuai dengan waktunya tradisi ini akan diadakan yaitu sebelum masa masa Ramadhan dan ingin memulai sesuatu yang baik dan suci, pada kasus ini adalah puasa. Tradisi ini dilakukan di Sungai Siak karena ini mengacu kepada leluhur suku Melayu di Pekanbaru yang memang berasal dari Siak. Awal tradisi ini adalah ziarah ke berbagai makan pemuka agama dan tokoh tokoh penting di Riau dan ziarah ini dilakukan setelah sholat Dzuhur. Setelah penziarahan tersebut dilanjutkan dengan penziarahan utama yaitu ke makam Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah, yang dikena juga dengan nama Marhum Pekan. Beliau merupakan sultan kelima Kerajaan Siak Sri Indrapura (1780-1782 Mdan juga pendiri kota Pekanbaru #OSKMITB2018

avatar
Oskm18_ftig_aditya
Gambar Entri
Noken dan Sistem Noken di Papua
Ritual Ritual
Papua

Noken merupakan hasil dari daya cipta yang unik, dirajut dan dianyam dari berbagai materi alami dari daerah Papua. Noken sendiri terbuat dari berbagai bahan serat pohon, kulit kayu dan daun pandan seta rumput rawa. Pengrajin Noken sering ditemukan di daerah Meeuwo, Epouto, Paniai. Hebatnya, Noken telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Masyarakat menggunakan Noken tidak seperti tas biasa yang diletakkan di pundak, namun diletakkan di kepala. Walaupun berbentuk sederhana, Noken tidak hanya sebuah penampung barang. Dahulu, Noken menjadi simbol dari kedewasaan wanita Papua; kemahiran membuat Noken terkadang juga dijadikan syarat untuk menikah. Noken menjadi bagian penting dalam proses pelaksanaan Pilkada di daerah Papua yang susah terjangkau. Benda unik ini, sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) KPU Papua Nomor 1 tahun 2013, noken digunakan sebagai pengganti kotak suara sebagai wadah dalam kegiatan Pemilihan Umum di Papua; Noken yang secara konstan digunakan dalam acara...

avatar
Oskm18_16818252_eleanora
Gambar Entri
Mangure Lawik
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Mangure Lawik merupakan kearifan lokal yang dilaksanakan masyarakat Tapanuli Tengah dengan tujuan untuk mendapatkan keselamatan dan berkah dari Allah agar dapat memperoleh hasil tangkapan ikan yang berlimpah. Dalam tradisi ini juga harapan, keinginan, agar masyarakat terhindar dari malapetaka yang menimpa mereka sehingga untuk mencegah hal tersebut sekaligus sebagai ungkapan rasa terima kasih, maka diperlukan dari tradisi tumbuhan atau sedekah laut.   #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16018425_HAFIZHIBNU RIYANTO