3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
RAJA ONGKO BATU
Ritual Ritual
Kalimantan Tengah

Desa kalumpang terletak di Kecamatan Mantangai sebagai desa yang bermukim di pingiraan sungai Kapuas. Untuk menuju kesana bisa melalui jalur air dan darat, kalau melalui darat waktu tempuh mencapai 2,5 jam dari Kuala Kapuas sedangkan melalui transportasi air waktu tempuh bisa mencapai 7 jam. Jam7 pagi dari pelabuhan Kuala Kapuas sampai pada jam 1 siang. Cukup jauh selisih waktu perjalanan. Transfortasi air yang digunakan sampai sekarang yaitu longboat. Kalau ingin menikmati suasana maka gunakan jalur air karna kita dapt melihat keadaan dan kondisi desa-desa yang mendiamai pinggiran sungai seperti desa; Dadahup, Manusup, Saka Tamiang, Kaladan dan Mantangai, tidak terlewatkan juga pulau LAMPAHEN yang dihuni banyak kera dan tempat orang BAHAJAT atau BALAMPAH (bernazar dan bermeditasi). Kalau melalui jalur air kita siap menerima resiko penuh sesak, kaki tidak bisa dengan leluasa kita gerakan dan yang pasti kita harus tahan menahan untuk buang air kecil. RAJA ONGKO BATU sendiri a...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
PROSES MENJADI BOBOLIAN DAYAK DUSUN UTARA BORNEO
Ritual Ritual
Kalimantan Timur

Untuk menjadi seorang IMAM Dayak, sangatlah tidak gampang, ada proses “MANGAJI” atau belajar yang cukup lama. Penulis pernah berjumpa dan berdiskusi dengan seorang Belian Dayak Dusun di Samarinda. Beliau mempelajari ilmu Belian selama 7 tahun, 7 minggu, 7 hari, 7 jam, 7 menit dan 7 detik. Selama proses mangaji ini, banyak hal yang tidak mengenakan harus dilalui sang “apprentice” . Tidak seperti saat ini banyak bermunculan para belian “express”,  hanya tahu beberapa rinait atau mantera sudah mengaku diri sebagai seorang belian. Berikut ini adalah proses menjadi seorang BOBOLIAN atau BOBOHIZAN Dayak Dusun Sabah: 1. Proses pertama adala proses MANGAJI atau proses pembelajaran yang dilakukan minimal 9 tahun, untuk mempelajari Rinait (Mantera) Mengenali tumbuhan hutan dan kegunaannya praktek ritual 2. Pengajar senior disebut “Mokiraa” , semantara sang apprentice disebut “Po...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Tutang
Ritual Ritual
Kalimantan Tengah

Tidak banyak literature yang membahas mengenai tattoo ataupun motive tattoo Dayak Ngaju. Memang saat ini tattoo Dayak Ngaju bisa dikatakan telah punah, karena sudah banyak suku Dayak Ngaju yang menganut kepercayaan Islam, Kristen dan juga aturan Pemerintah yang tidak menerima pegawai/polisi/tentara yang memiliki tattoo, disamping itu tiidak ada lagi generasi tua yang masih tersisa yang bertattoo. Leluhur penulis yang bertattoo adalah kakek dari kakek ku salah satunya yang ada di daerah Tangkahen – konon cerita kakekku badannya penuh dengan tattoo dan semacam garis-garis. Sedangkan leluhur penulis yang berasal dari Tumbang Mantuhe juga dahulu bertatto – hanya menurut cerita kakeku tattoo leluhur yang ada di Tumbang Mantuhe adalah perlambangan dari “sahabat-sahabat” ghaibnya. Orang sering mengasosiasikan Dayak dengan tattoo dan kuping panjang. Padahal tidak semua sub suku dayak menggunakan tattoo dan berkuping panjang. Pada kebudayaan Dayak Ngaju tidak dike...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Arakan Sahur di Kuala Tungkal
Ritual Ritual
Jambi

Setiap daerah di Indonesia tentu memiliki tradisi masing-masing dalam arakan sahur (untuk membangunkan orang yang sedang berpuasa), begitu juga di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Dimana tradisi arakan sahur di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Kuala Tungkal) dulunya hanya sebuah tradisi turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat Kota Kuala Tungkal untuk membangun masyarakat untuk sahur. Namun dengan perkembangan zaman, justru saat ini tradisi arakan sahur menjadi agenda utama bagi Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan masuk dalam agenda wisata religi khas yang ada di Tanjung Jabung Barat dimalam bulan suci ramadhan. Kegiatan arakan sahur ini, biasanya diadakan saat malam menjelang sahur. Pemerintah mempertahankan tradisi ini, dengan mengagendakan arakan sahur menjadi festival arakan sahur untuk setiap malam Minggu. Bahkan festival arakan sahur ini dijadikan lomba dengan hadiah uang jutaan rupiah, alhasil semua elemen masyarakat, pihak swasta, pemerin...

avatar
OSKM18_16418123_Anugrah
Gambar Entri
Budaya jaringan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Indramayu memang memiliki tradisi yang unik, terutama di daerah Pamanukan, Lebak, dan Parean Bulak, sangat akrab dengan tradisi mencari jodoh. Tradisi mencari jodoh ini biasa disebut Jaringan. Biasanya di daerah ini terdapat pasar jodohnya. Pasar jodoh ini selalu ramai oleh muda-mudi, hingga janda dan duda pun ikut berkumpul mencari jodoh. Jika merasa ada kecocokan, mereka akan mulai pacaran dan kemudian berlanjut pada proses lamaran untuk menikah. Uniknya lagi di prosesi Jaringan ini, pihak lelaki menggunakan sarung untuk menggaet wanita yang diinginkannya. Siapapun boleh ikut dalam prosesi Jaringan ini, siapa tahu bisa bertemu jodoh disana. Sebab, biasanya banyak pasangan mendapat jodoh dalam tradisi Jaringan ini. Jika berminat, Jaringan ini diadakan pada malam bulan purnama. Pasalnya bagi warga, jika melaut pada malam purnama biasanya ikan sulit didapatkan, sehingga tidak ada yang melaut, dan itu waktu yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul di pasar jodoh. Sum...

avatar
Jiyadfauzan
Gambar Entri
Budaya Jaringan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Indramayu memang memiliki tradisi yang unik, terutama di daerah Pamanukan, Lebak, dan Parean Bulak, sangat akrab dengan tradisi mencari jodoh. Tradisi mencari jodoh ini biasa disebut Jaringan. Biasanya di daerah ini terdapat pasar jodohnya. Pasar jodoh ini selalu ramai oleh muda-mudi, hingga janda dan duda pun ikut berkumpul mencari jodoh. Jika merasa ada kecocokan, mereka akan mulai pacaran dan kemudian berlanjut pada proses lamaran untuk menikah. Uniknya lagi di prosesi Jaringan ini, pihak lelaki menggunakan sarung untuk menggaet wanita yang diinginkannya. Siapapun boleh ikut dalam prosesi Jaringan ini, siapa tahu bisa bertemu jodoh disana. Sebab, biasanya banyak pasangan mendapat jodoh dalam tradisi Jaringan ini. Jika berminat, Jaringan ini diadakan pada malam bulan purnama. Pasalnya bagi warga, jika melaut pada malam purnama biasanya ikan sulit didapatkan, sehingga tidak ada yang melaut, dan itu waktu yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul di pasar jodoh. Sum...

avatar
Oskm18_16718431_jiyad
Gambar Entri
Tirakatan
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Di Bantul, ada kebudayaan tirakatan saat malam 17 Agustus. Biasanya tirakatan dilakukan setiap RT atau bisa jadi 1 se dusun. Tirakatan berisi doa2 untuk para pahlawan dan leluhur kita yang sudah gugur serta doa untuk kebaikan digenerasi-generasi saat ini, lalu dilanjutkan pembagian makanan dan kemudian dimakan bersama-sama. OSKMITB2018

avatar
Oskm18_ftsl_refo
Gambar Entri
Budaya Ceng Beng
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Budaya Ceng Beng merupakan budaya khas etnis Tionghoa di Indonesia. Ceng Beng jatuh biasanya pada bulan April, dan meliputi pembersihan dan ziarah kuburan keluarga dekat. Biasanya, para keluarga datang mengunjungi kuburan para almarhum 10 hari sebelum dan sesudah tanggal jatuhnya Ceng Beng. Mereka membersihkan batuan kuburan, memberi penghormatan serta menghidupkan lilin di sekitar kuburan tersebut. Asal mula Ceng Beng berawal dari seorang pemuda yang sangat mencintai orang tuanya. Ketika dia sudah menjadi salah satu pemimpin daerah, orang tuanya telah meninggal. Sayangnya, ia tidak mengetahui mana kuburan milik orang tuanya. Karena itu, ia meminta seluruh rakyat untuk membersihkan kuburan keluarga mereka dan memberi persembahan. Ketika akhirnya tinggal 2 kuburan berdekatan yang belum disentuh para rakyat, ia menyadari bahwa kuburan itulah kuburan orang tuanya. Tradisi ini diturunkan terus ke etnis Tionghoa dan menjadi bagian dari budaya Indonesia yang tidak kalah penting dengan...

avatar
Jeffrychriston
Gambar Entri
Gebleghi
Ritual Ritual
DKI Jakarta

Kepercayaan atau mitos ini bisa ditemui pada masyarakat Betawi yang menempati beberapa wilayah seperti di Kampung Baru Kelapa Dua Wetan, Pondok Ranggon, Pasar Rebo. Menurut warga sekitar, mereka percaya bahwa setiap bayi yang dilahirkan selalu didampingi dengan empat "saudara kandungnya" yang tidak bisa dilihat dengan mata. Empat saudara kandung masing-masing dinamai ; Mbok Tutuban, Nyai Gumelar, Urihi dan tali ari-ari dari sang bayi. Tali ari- ari ini dianggap sebagai saudara yang keempat yang disebut Gebleghi. Tali ari-ari ini kemudian dikubur dan rohnya menjadi penjaga dan pelindung saudaranya yang hidup. Bagi para warga yang mempercayai mitos ini, mereka juga harus memperdulikan saudara- saudara dari sang bayi. Oleh sebab itu, mereka sering memberikan sesajen yang dipasang di keempat penjuru rumah saat sedang mengadakan suatu acara, seperti acara ulang tahun sang anak, acara khitanan, dan acara pernikahan. Sesajen ini disebut ancak.   #OSKMITB2018

avatar
Oskm18_ftmd_william_ekasurya