Desa kalumpang terletak di Kecamatan Mantangai sebagai desa yang bermukim di pingiraan sungai Kapuas. Untuk menuju kesana bisa melalui jalur air dan darat, kalau melalui darat waktu tempuh mencapai 2,5 jam dari Kuala Kapuas sedangkan melalui transportasi air waktu tempuh bisa mencapai 7 jam. Jam7 pagi dari pelabuhan Kuala Kapuas sampai pada jam 1 siang. Cukup jauh selisih waktu perjalanan.
Transfortasi air yang digunakan sampai sekarang yaitu longboat. Kalau ingin menikmati suasana maka gunakan jalur air karna kita dapt melihat keadaan dan kondisi desa-desa yang mendiamai pinggiran sungai seperti desa; Dadahup, Manusup, Saka Tamiang, Kaladan dan Mantangai, tidak terlewatkan juga pulau LAMPAHEN yang dihuni banyak kera dan tempat orang BAHAJAT atau BALAMPAH (bernazar dan bermeditasi). Kalau melalui jalur air kita siap menerima resiko penuh sesak, kaki tidak bisa dengan leluasa kita gerakan dan yang pasti kita harus tahan menahan untuk buang air kecil.
RAJA ONGKO BATU sendiri adalah sebuah batu besar berwarna hitam yang menurut cerita batu tersebut ditemukan mengapung di atas permukaan air dan dipercaya sebagai batu yang dapat melindungi desa dari serangan asang kayau (Pemburu Kepala) pada jaman dulu. Sehingga dibangun PASAH (Balai Kecil) untuk menyimpan batu tersebut.
Dalam foto terlihat batu tersebut dikelilingi banyak batu kecil yang dipercaya sebagai anak dari batu tersebut, juga dipercaya pada saat tertentu dapat menghilang dan bertambah banyak. Pada bagian atas pasah terdapat tengkorak kepala manusia dan batok kura-kura. Menurut beberapa cerita; tengkorak tersebut adalah tengkorak kepala asang kayau yang kalah, namun ada juga yang menyebutkan bahwa tengkorak tersebut milik leluhur jaman dulu.
Selain dipercaya sebagai pelindung desa batu tersebut juga dipercaya dapat mengabulkan permohonan atau hajat. Dengan meminta atau mahajat pada batu tersebut, maka wajib untuk orang tersebut memberikan persembahan baik itu memberi makan batu tersebut atau memperbaiki pasah tersebut. Mungkin ini salah satu cerita dan bukti tradisi kepercayaan dari suku dayak jaman dulu yang masih dipegang dan dijaga.
Sumber: https://folksofdayak.wordpress.com/2016/04/03/mengenal-raja-ongko-batu-desa-kalumpang-kabupaten-kapuas/
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...