Di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Dago, Bandung, terdapat dua buah situs peninggalan sejarah yang masih sering dikunjungi wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Situs tersebut adalah Gua Belanda dan Gua Jepang. Kedua gua tersebut merupakan peninggalan era kolonialisme Belanda dan Jepang, yang tentunya melengkapi susunan kronologi masa penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia. Tidak heran, masih sering dilakukan kunjungan-kunjungan dari pihak sekolah dan penelitian ke situs ini, dilengkapi dengan pemandu-pemandu yang tersedia di daerah kedua gua tersebut. Dalam jarak yang tidak terlalu berjauhan, terlihat dua mulut gua, yang secara arsitektur dapat terlihat perbedaan antara keduanya. Gua Belanda memiliki mulut dan celah gua yang lebih tinggi dibandinkan Gua Jepang. Hal tersebut dapat di analisis dari tujuan awal pembangunan gua, Gua Belanda dibangun pada tahun 1912 dengan tujuan awal sebagai kanal penyalur air Sungai Cikapundung guna mendukung dibuatnya pembangkit listrik te...
GKP Palalangon adalah gereja tertua yang ada di Ciranjang, bertempat fi pemukiman desa Palalangon, Ciranjang, kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pemukiman tersbeut adalah pemukiman dimana umat kristen paling terkonsentrasi dan salah satu yang masih menerapkan sistem marga dengan nama-nama kristen pada seluruh warganya. Pemukiman ini erbentuk ketika Nederlandsche Zendings Vereeniging (NZV), lembaga misi pekabaran Injil dari Rotterdam, Belanda datang pada tahun 1901 dan prihatin melihat kondisi umat Kristen pribumi yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, NZV mengirim seorang Sunda Bernama B.M. Alkem untuk menemukan lahan pemukiman bagi warga Kristen Pribumi tersebut, hingga jadilah pemukiman yaitu Palalangon yang artinya menara. Pemukiman ini merupakan salah satu pemukiman Kristen terbesar di Jawa Barat, sementara GKP Palalangon sendiri adalah sal;ah satu gerjea tertua di JAwa Barat. #OSKMITB2018
Gedung Juang Tambun adalah sebuah situs sejarah yang terletak di kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Sebelum Revolusi Nasional, bangunan ini bernama Landhuis Tamboen atau Gedung Tinggi, dan merupakan pusat tanah partikelir milik keluarga Khouw van Tamboen.Gedung Juang Tambun dan stasiun Tambun yang telah dihancurkan yang terletak di belakang gedung ini, dua-duanya bergaya Art Deco dan merupakan satu kesatuan sejarah tidak terpisahkan. Gedung Juang 45 Bekasi adalah sebuah situs gedung bersejarah pada masa kemerdekaan yang berada di Jl. Sultan Hasanudin No.39, Setiadarma, Tambun Sel., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17510. Gedung ini sering juga disebut Landhuis Tamboen atau Gedung Tinggi,  seperti nama pemiliknya pada masa lalu, keluarga Khouw Van Tamboen. Gedung ini terletak dipinggir jalan utama, sehingga dapat dilihat dari pinggir jalan langsung ketika melintas, Jalan Sultan Hasanuddin terbilang sebagai jalan utama yan...
Monumen Kali terletak di Jl. Ir. H. Juanda No.100, Marga Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17141. Monumen Kali Bekasi merupakan monumen perjuangan rakyat Bekasi di masa perang kemerdekaan, berdiri sejak tahun 1955. Bangunan itu berada di tepi Kali Bekasi, arah timur Stasiun Bekasi dan bersebelahan dengan jembatan rel. Dalam sejarahnya, pada 19 Oktober 1945, Komandan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Jatinegara, Sambas Atmadinata, menginformasikan kepada Zakaria, Komandan TKR di markas Bekasi, ada 90 tentara Jepang akan melintas menggunakan kereta menuju Bandar Udara Kali Jati Subang. Zakaria memerintahkan Kepala Stasiun Bekasi memindahkan jalur perlintasan dari jalur dua ke jalur satu yang merupakan jalur buntu. Akibatnya, kereta yang membawa pasukan Jepang berhenti tepat di tepi Kali Bekasi. Saat kereta digeledah, ditemukan banyak senjata api. Pejuang marah walaupun awak kereta menghadang memperlihatkan surat perintah jalan. Perang pun tak terhindarkan. Kali Bekasi yang...
Monumen Tugu Bambu Runcing terletak di pertigaan jalan Warung Bongkok, Desa Suka Danau, Kecamatan Cibitung. Monumen yang berbentuk bambu runcing ini dibangun pertama kali pada tanggal 5 juli 1962 oleh prakarsa Leguin Veteran RI mengunakan bambu yang diisi dengan kayu. Dengan bantuan warga Warung Bongkok yang secara gotong royong dan suka rela membangun monumen tersebut, kini bisa kita melihat monumen tersebut saat melintas di jalur Cikarang-Cibitung. Berdasarkan informasi dari warga sekitar, tugu ini direnovasi mengunakan besi rel kereta api pada 10 Agustus 1970 karena bahan tersebut mudah rusak dan diresmikan bertepatan dengan hari kemerdekaan RI, 17 Agustus 1970. Monumen yang memiliki tinggi 2,92 meter dengan lebar 2,92 meter ini ternyata dibuat sebagai bentuk penghargaan bagaimana para pejuang melawan tentara Belanda pada tanggal 13 Desember 1945. Daerah sekitar monumen ini dulunya adalah tempat perjuangan yang pada w...
Taman Sri Baduga adalah salah satu kompleks kolam air mancur yang menampilkan pertunjukan air mancur terbesar di Indonesia.Kompleks kolam air mancur ini terletak di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Taman air mancur ini dilengkapi dengan struktur patung Sri Baduga yang menggambarkan tokoh Sunda, Prabu Siliwangi, dikelilingi oleh sejumlah patung harimau. Dikisahkan bahwa pembangunan taman air mancur ini bermula dari gagasan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, untuk menghidupkan semangat kearifan lokal masyarakat Sunda yang dimiliki oleh Prabu Siliwangi sebagai sosok yang meletakkan dasar-dasar sistem adat masyarakat Sunda. Semangat kearifan lokal yang dimiliki oleh Prabu Siliwangi mencakup menebarkan rasa kasih sayang, toleransi, serta rutin bergotong-royong dalam memimpin masyarakat Sunda membangun Tanah Sunda bersama segenap rakyatnya. Kompleks Taman Sri Baduga dikelilingi oleh pagar dan dilengkapi oleh pilar-pilar setiap jarak beberapa meter. Pada setiap pil...
Masjid Al-Baakhirah di Baros, Kota Cimahi ini memang menarik perhatian, ditambah lagi dengan posisinya yang dibangun di pertigaan jalan membuatnya tampak seperti sebuah monumen kapal laut yang disandarkan di daratan. Masjid Kapal ini juga dilengkapi dengan sebuah menara yang bentuknya menyerupai sebuah mercusuar. Masjid Kapal ini dibangun oleh keluarga mantan nakhoda kapal, H, Budianto. Sebelum wafat mendiang Pak Budiyanto ingin membangun masjid sebagai kenang kenangan dan bisa dipakai untuk kepentingan warga sekitar. Cita cita tersebut dilaksanakan oleh istri dan anak anak beliau yang mewakafkan tanah juga mengeluarkan dana untuk membangun masjid tersebut. Pembangunan masjid selesai dan diresmikan tanggal 26 April 2016 yang laluPembangunan masjid ini dilaksanakan selama 8 bulan dengan luas bangunan 90 meter persegi di atas lahan seluas 200 meter persegi dengan daya tampung sekitar 100 Jemaah. Sebagai sebuah masjid, Masjid Al-Baakirah ini pun terbuka untuk umum terma...
Societeit voor Officieren atau bangunan yang lebih dikenal oleh warga Cimahi dengan sebutan The Historich ini merupakan gedung peninggalan masa kolonial Belanda yang berlokasi di Jawa Barat atau tepatnya di Jalan Gatot Subroto No. 19, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Gedung berwarna putih yang belum diketahui siapa arsiteknya ini dibangun pada tahun 1895. Dari segi arsitektur, The Historich ini menggunakan gaya yang dipengaruhi oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda, Herman Willem Daendels yaitu gaya arsitektur yang bernuansa Romawi dan Yunani. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, The Historich digunakan sebagai tempat hiburan para tentara yang mempunyai jabatan karena pada saat itu terdapat teater, dansa, dan pertunjukan film. Selain itu, lokasi gedung ini sangat strategis karena dekat dengan Stasiun Cimahi, kolam berenang Berkleus, dan atau Rumah Sakit Dustira. Usai kemerdekaan, kepemilikan gedung ini dipindahtangank...
Masjid Agung Sang Cipta Rasa, atau yang sering dikenal dengan Masjid Agung Cirebon, adalah sebuah masjid yang terleatak di dalam lingkungan Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Masjid ini dibangun pada tahun 1480 M oleh Sunan Gunung Jati yang diperkirakan pada waktu itu merupakan waktu penyebaran Agama Islam di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Perancangan Masjid Agung Sang Cipta Rasa ini dilakukan oleh Sunan Kalijaga, dengan bantuan Raden Sepat, yaitu sebuha arsitek dari Kerajaan Majapahit. Di dalam pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa sendiri, banyak kekhasan arsitektur yang dimiliki masjid ini. Salah satu contoh yaitu seperti pintu yang digunakan untuk memasuki ruang utama. Pintu yang diguanakn untuk memasuki ruang utama tersebut memiliki ciri-ciri yaitu ukurannya yang pendek dan jumlahnya pintu tersebut yaitu 9. Alasan menagapa pintu dibaut pendek yaitu agar pengunjung diharapkan menunjukkan rasa hormat ketika memasuki ruangan utama yaitu dengan menunduk....