97 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Rumpu Rampe
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Bahan: 2 sdm minyak sayur 10 butir bawang merah, iris tipis 6 siung bawang putih, iris tipis 8 buah cabai rawit merah, iris 2 buah tomat merah, potong juring 1 cm 1 sdt terasi mentah 300 g bunga pepaya, rebus 300 g jantung pisang, rebus, potong-potong 500 g daun singkong, rebus, potong-potong 30 g ikan teri medan, goreng ½ sdt garam Cara Membuat: Panaskan minyak. Tumis semua bawang hingga harum. Tambahkan cabai, tomat, dan terasi. Masak hingga terasi matang dan tomat layu. Masukkan bunga pepaya, jantung pisang, dan daun singkong. Aduk rata hingga agak layu. Tambahkan ikan teri dan garam, aduk rata. Angkat.  Sajikan segera.  Untuk 8 porsi   sumber: https://www.femina.co.id/sayur/rumpu-rampe

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Bombardom
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

BOMBARDOM adalah alat musik tiup tradisional di Kabupaten Ngada yang masih eksis hingga generasi modern saat ini. Bombardom terbuat dari dua jenis bambu yang dalam bahasa daerah disebut Peri dan Ila. Bambu yang berukuran besar (peri) berfungsi menampung udara dan bambu berukuran kecil (ila) berfungsi meniup udara. Bambu penampung suara dibuat dalam dua bentuk, yaitu yang panjang berukuran 75 centimeter dan yang pendek 53 centimenter. Sedangkan bambu peniup suara (ila) lebih panjang tujuh centimeter dari ukuran bambu besar. Diameter lumbang pada bambu besar sekitar lima centimeter. Bombardom menghasilkan dua jenis suara yakni bariton dan sopran. lat musik yang diwariskan orangtua mereka sejak puluhan tahun lalu itu sebagai alat musik pendamping untuk alat musik lain seperti suling. Pada zaman manusia belum mengenal alat musik modern, bombardom menjadi alat musik yang selalu digunakan masyarakat untuk mengiringi lagu-lagu di setiap event, misalnya, saat kunjungan pejabat pemerintah ke...

avatar
Widra
Gambar Entri
Gong Kupang
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Kota Kupang, NTT memiliki dua macam musik gong. Yang pertama adalah gong yang memiliki instrumen yang ditata horizontal dan ada pula yang ditata vertikal (digantung). Untuk penataannya pun berurutan, gong yang paling besar diletakkan pada bagian kiri, makin ke kanan makin kecil ukurannya. Gong yang paling besar berdiameter lebih kurang 40 cm, sedangkan yang kecil sekitar 20 cm. Tiga gong besar yang terletak disebelah kiri itu disebut Gong Mama, selanjut?nya yang berukuran sedang disebut Gong Papa, dan yang ukuran kecil Gong Anak. Kecuali instrumen gong juga ada instrumen membran semacam gendang bermembran tunggal dan mereka sebut tambur. Tidak terdengar alur melodi di dalam musik ini, yang terdengar adalah ritme-ritme bernada saling berjalinan mengiringi sebuah lagu vokal atau instrumentalia saja. Tambur memberi tekanan-tekanan dan hiasan warna suara lain. Walaupun demikian ritme Tambur di tempat-tempat tertentu sama persis dengan ritme yang dibuat oleh Gong Mama. Kira-kira 2 atau 3...

avatar
Widra
Gambar Entri
Sasando: Senar yang Menyusun Jaring Waktu di Rote
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Sasando: Senar yang Menyusun Jaring Waktu di Rote Bagaimana mungkin sebuah instrumen yang tampak rapuh—hanya segeumpal daun lontar yang mengelilingi bilah kayu—mampu menghasilkan getaran suara yang menembus batas antara dunia materi dan spiritual? Di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, sasando hadir sebagai jawaban atas pertanyaan retoris tersebut, bukan sekadar sebagai alat musik, melainkan sebagai medium dialog antara leluhur dan generasi kini. Dalam bentuknya yang organik, terkandung sebuah sistem filosofis tentang hubungan manusia dengan alam, di mana setiap senar yang direntangkan bukan hanya menghasilkan nada, tetapi juga menyimpan narasi sejarah peradaban maritim di ujung timur Indonesia. Arsitektur Akustik dari Alam Keunikan sasando tidak terletak pada kompleksitas teknis semata, melainkan pada kesederhanaan yang sarat filosofi. Instrumen ini terdiri dari bilah kayu melengkung yang dililiti daun lontar kering, menciptakan bentuk yang mirip dengan kipas terbalik atau seten...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Sasando: Nada Abad ke-7 Rote Bergema di Basel
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Sasando: Nada Abad ke-7 Rote Bergema di Basel Identitas dan Asal-Usul Sasando merupakan alat musik tradisional berdawai dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, yang dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari [S1], [S2]. Alat musik ini memiliki keunikan identitas linguistik, dikenal dengan nama "Sasandu" dalam bahasa lokal Rote, sementara dalam bahasa Kupang disebut "Sasando" [S1]. Penamaan ganda ini mencerminkan penyebaran dan adaptasi budaya instrumen tersebut di wilayah pesisir dan kepulauan sekitar Rote. Akar sejarah Sasando sangat tua, tertanam kuat dalam tradisi lisan masyarakat Rote. Eksistensinya ditelusuri telah digunakan di kalangan masyarakat setempat sejak abad ke-7 [S1], [S5]. Narasi asal-usulnya yang paling kuat bersumber dari cerita rakyat mengenai seorang pemuda bernama Sangguana yang terdampar di Pulau Ndana dan menciptakan alat musik ini untuk memikat hati seorang putri raja [S1], [S4]. Legenda ini bukan sekadar dongeng, tetapi menjadi doku...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Sasando: Kisah Cinta di Balik Melodi Nusa Rote
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Sasando: Kisah Cinta di Balik Melodi Nusa Rote Identitas dan Asal-Usul Sasando merupakan alat musik tradisional berdawai yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) [S1][S4][S5]. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari-jari tangan, menghasilkan melodi yang khas [S1]. Keberadaannya sebagai ikon budaya NTT tidak hanya bertahan di tengah arus modernisasi, tetapi juga memiliki daya pikat magis yang sulit ditandingi oleh instrumen modern [S3]. Sejarah Sasando berakar kuat pada tradisi lisan masyarakat Rote. Sumber paling kuat mengenai asal-usulnya merujuk pada legenda Sangguana, seorang pemuda yang terdampar di Pulau Ndana dan jatuh cinta kepada putri seorang raja [S1]. Kisah ini menjadi fondasi naratif yang menjelaskan kelahiran alat musik tersebut dalam konteks budaya setempat. Sayangnya, belum ada sumber yang mengungkap detail kronologis pasti mengenai periode historis kemunculan Sasando di luar kerangka legenda tersebut. Keunikan Sasando tidak...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Sasando: Nada Abad ke-7 Rote yang Mendunia
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Sasando: Nada Abad ke-7 Rote yang Mendunia Identitas dan Asal-Usul Sasando adalah alat musik tradisional yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Alat musik ini dikenal sebagai instrumen petik yang dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari-jari tangan. Sejarah Sasando dapat ditelusuri hingga abad ke-7, menjadikannya salah satu warisan budaya yang kaya dan berharga bagi masyarakat Rote [C1][C2]. Sasando memiliki bentuk yang sederhana, menyerupai tabung panjang yang terbuat dari bambu, dengan senar yang direntangkan di atasnya, serta dilengkapi dengan wadah anyaman daun lontar [C3][C4]. Keunikan Sasando terletak pada cara pembuatannya dan suara yang dihasilkan. Penyangga di tengah tabung memberikan nada yang berbeda pada setiap petikan dawai, menciptakan melodi yang lembut dan khas [C5]. Selain itu, bentuknya yang menyerupai alat musik petik lainnya, seperti gitar dan kecapi, memberikan identitas tersendiri bagi Sasando dalam konteks musik tradisional Ind...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Sasando Rote: Pesona Bunyi dari Nusa Tenggara Timur
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Sasando Rote: Pesona Bunyi dari Nusa Tenggara Timur Identitas dan Asal-Usul Sasando merupakan alat musik kordofon tradisional yang identitas dan daerah asalnya tercatat secara konsisten di berbagai sumber. Alat musik ini berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia, tepatnya dari Kabupaten Rote Ndao [S2]. Identifikasi geografis yang spesifik ini menjadikan Sasando bukan sekadar instrumen umum NTT, melainkan warisan budaya yang sangat terikat dengan masyarakat Rote [S4]. Keberadaannya menjadi penanda budaya yang kuat, membedakannya dari alat musik petik lain di Indonesia [S2]. Keunikan fundamental Sasando terletak pada karakter suara yang dihasilkannya. Sumber-sumber secara eksplisit menyatakan bahwa suara khas instrumen ini berasal dari resonansi daun lontar yang berfungsi sebagai ruang akustik [S1, S3]. Mekanisme resonansi alami dari bahan organik ini menghasilkan warna bunyi yang tidak dapat ditemukan pada alat musik petik konvensional lainnya [S1, S3]. Klaim...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Sasando: Antara Nada Lontar dan Merdu dari Rote
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Sasando: Antara Nada Lontar dan Merdu dari Rote Identitas dan Asal-Usul Sasando adalah alat musik tradisional berdawai yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) [S1][S5]. Secara organologis, sasando diklasifikasikan sebagai kordofon, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari petikan jari terhadap senar [C2][C3]. Keunikan utama sasando terletak pada wadah resonansinya yang terbuat dari anyaman daun lontar, yang menghasilkan suara khas dan tidak dapat ditemukan pada alat musik lainnya [S2][C4]. Bentuknya yang unik ini membuat sasando mudah dikenali dan sering kali memikat perhatian pada pandangan pertama [S4][C7]. Alat musik ini memiliki kemiripan prinsip dengan kecapi atau harpa karena sama-sama dimainkan dengan cara dipetik, namun sasando memiliki bentuk dan karakter suara yang sangat khas [S5]. Perbedaan mendasar terletak pada konstruksi dan materialnya. Tabung bambu sebagai tempat merentangkan senar diletakkan di dalam sebuah wadah resonansi dari anyaman...

avatar
Kianasarayu