Barimbang adalah sejenis alat musik tradisional di Kabupaten Kepulauan Aru yang Terbuata dari batang pohon pinang hutan, yang dibentuk dengan istilah "KAKAL" (bahasa Benjina/Benjinae) di Kepulauan Aru ( Menyerupai dawai mini yang dipahat dengan uliran besar dan kecil yang akan memberi sonar dari reganga tali yang dibuat dari kulit kering pohon Ganemo yang disebut UKA ( bahasa Benjina/Benjina di Kepulauan Aru) dan nantinya dengan mengandalkan desahan nafas untuk mendapatkan suara/nada yang keluar
Tumbilotohe adalah perayaan yang menandakan berakhirnya Ramadan di Gorontalo. Perayaan ini dirayakan pada 3 malam terakhir menjelang hari raya Idul Fitri. Pemasangan lampu dimulai sejak waktu magrib sampai menjelang subuh. Tumbilotohe berasal dari bahasa Gorontalo, yaitu tumbilo dan tohe. Tumbilo artinya memasang, dan tohe artinya lampu. Tradisi ini dikabarkan sudah berlangsung sejak abad ke-15, ketika penerangan masih berupa wango-wango, yaitu alat penerangan yang terbuat dari wamuta atau seludang yang dihaluskan dan diruncingkan, kemudian dibakar. Tahun-tahun berikutnya, alat penerangan mulai menggunakan tohetutu atau damar yaitu semacam getah padat yang akan menyala cukup lama ketika dibakar. Berkembang lagi dengan memakai lampu yang menggunakan sumbu dari kapas dan minyak kelapa, dengan menggunakan wadah seperti kima, sejenis kerang, dan pepaya yang dipotong dua, dan disebut padamala. Seiring dengan perkembangan zaman, maka bahan lampu buat penerangan di ganti...
Gendang Beleq adalah kesenian musik tradisional yang dimainkan secara berkelompok dengan menggunakan beberapa macam alat musik dan gendang berukuran besar sebagai alat musik utamanya. Alat musik gendang yang digunakan sedikit berbeda dengan gendang pada umumnya karena memiliki ukuran yang lebih besar. Kesenian Gendang Beleq ini merupakan salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Suku Sasak di Pulau Lombok, NTB. Terbuat dari pohon meranti yang tumbuh subur di Lombok, gendang beleq menghasilkan suara yang besar dan bergema. Suara ini dihasilkan oleh bagian tengah ba...
Polopalo adalah alat musik tradisional khas semenanjung Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Polopalo merupakan alat musik jenis idiofon atau golongan alat musik yang sumber bunyinya diproleh dari badannya sendiri. Dalam artian bahwa ketika Polopalo tersebut di pukul atau sebaliknya memperoleh pukulan, bunyinya akan dihasilkan dari proses bergetarnya seluruh tubuh Polopalo tersebut. Alat musik Polopalo adalah alat musik yang bahan dasarnya terbuat dari bambu, bentuknya menyerupai garputala raksasa dan teknik memainkannya yakni dengan memukulkan kebagian anggota tubuh yaitu lutut. Pada perkembangannya, Polopalo mendapatkan penyempurnaan pada beberapa hal, salah satunya adalah kini Polopalo dibuatkan sebuah pemukul dari kayu yang dilapisi karet agar mempermudah dan membantu dalam proses memainkan alat musik Polopalo. Hal ini memberi dampak selain tidak membuat sakit bagian anggota tubuh yang dipukul, juga membuat Polopalo tersebut berbunyi lebih nyaring. Perkembangan la...
Gordang Sambilan adalah salah satu kesenian Tradisional suku Mandailing . Gordang artinya gendang atau bedug sedangkan sambilan artinya sembilan . Gordang Sambilan terdiri dari sembilan Gendang atau bedug yang mempunyai panjang dan diameter yang berbeda sehingga menghasilkan nada yang berbeda pula. Gordang Sambilan biasa dimainkan oleh enam orang dengan nada gendang yang paling kecil 1,2 sebagai taba-taba,gendang 3 tepe-tepe,gendang 4 kudong-kudong,gendang 5 kudong-kudong nabalik,gendang 6 pasilion,gendang 7,8,9 sebagai jangat. Dahulu gordang sambilan hanya dimainkan pada acara-acara yang sakral,seiring dengan berkembangya kultur sosial masyarakat saat ini gordang sambilan sudah sering diperdengarkan baik dalam acara pernikahan,penyambutan tamu,hari besar. Sebagai salah satu warisan budaya Indonesia Gordang sambilan sudah pernah di mainkan di istana presiden Saat datang ke acara pernikahan lebih awal,...
1. Gamolan Gamolan adalah alat musik menyerupai gamelan. Alat musik Gamolan dari Provinsi Lampung ini merupakan alat musik yang terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara dipukul. Diperkirakan alat musik khas Lampung ini sudah dimainkan masyarakat Lampung kuno sejak abad ke-4 masehi, akan tetapi sampai dengan saat ini banyak masyarakat Lampung yang belum mengetahui dari kekayaan alat musik tradisional ini. Seorang peneliti asal Australia tertarik untuk meneliti alat musik gamolan ini. Menurutnya alat musik gamolan ini sudah ada dan lebih tua dari gamelan. Hal ini terbukti dengan ditemukannya gambar gamolan pada relief candi Borobudur. Gamolan modern yang dapat ditemui di Lampung Barat dan Way Kanan, memiliki perbedaan dibandingkan dengan gamolan kuno. Gamolan kuno memiliki delapan bilah bambu yang sejajar di atas satu bongkahan bulat bambu sebesar sekitar lengan orang dewasa. Delapan bilah bambu masing-masing mewakili delapan tangga nada, yaitu do re mi fa so l...
Bongkel merupakan instrumen musik bambu yang merupakan hasil karya dari masyarakat pedesaan agraris di wilayah Banyumasan. Pada mulanya alat ini sangat populer dikalangan petani hutan dan lahan kering karena pada jaman itu lingkungan hutan masih rimba dan binatang huniannya merupakan ancaman bagi petani. Alat ini menjadi alat pengusir binatang baik binatang perusak tanaman maupun binatang-binatang pemangsa lainnya. Pada masa dimana alat ini belum tercipta, para petani mengalami kesulitan dan ancaman yang membahayakan bagi keselamatan para petani. Karena para petani di wilayah Banyumas seringkali harus berhadapan langsung dengan binatang tersebut secara tiba-tiba. Keberadaan Bongkel bagi para petani merupakan media pengusir binatang agar tidak langsung berhadapan dengan binatang. Dengan bunyian Bongkel yang ritmik di kejauhan maka binatang akan berlari karena secara alami bunyian tersebut dianggap sebagai ancaman bagi binatang. Alat musik Bongkel mulanya terisinpirasi dari al...
Asal Mula Gamelan Jawa Awalnya, alat musik instrumen gamelan dibuat berdasarkan relief yang ada dalam Candi Borobudur pada abad ke-8. Dalam relief di candi tersebut, terdapat beberapa alat musik yang terdiri dari kendang, suling bambu, kecapi, dawai yang digesek dan dipetik, serta lonceng. Sejak itu, alat musik tersebut dijadikan sebagai alat musik dalam alunan musik gamelan jawa. Alat musik yang terdapat di relief Candi Borobudur tersebut digunakan untuk memainkan gamelan. Pada masa pengaruh budaya Hindu-Budha berkembang di Kerajaan Majapahit, gamelan diperkenalkan pada masyarakat Jawa di Kerajaan Majapahit. Konon, menurut kepercayaan orang Jawa, gamelan itu sendiri diciptakan oleh Sang Hyang Guru Era Saka, sebagai dewa yang dulu menguasai seluruh tanah Jawa. Sang dewa inilah yang menciptakan alat musik gong, yang digunakan untuk memanggil para dewa. Alunan musik gamelan jawa di daerah Jawa sendiri disebut karawitan. Karawitan adalah isti...
Komunitas adat Ammatowa Kajang merupakan suatu kekayaan adat istiadat Kabupaten Bulukumba yang tidak dapat ditemukan di daerah lain di belahan Bumi ini, Masyarakat yang terkenal akan busana hitam tanpa alas kaki dan memakai destar ini sudah terkenal sampai kemancanegara dan menjadi daya pikat wisatawan yang ingin mengenalnya lebih dalam. Dewasa ini, Masyarakat Adat telah lama berjuang memegang teguh jati diri mereka akan Adat istiadat, berbicara tentang Bulukumba maka nama Kajang tidak akan luput didalamnya. Tahuka Anda ? Di Kajang terdapat Musik kematian, yakni Basing atau Bulo', Alat musik yang mirip seruling ini terbuat dari bambu dengan panjang 50 cm, memiliki lima lubang dan bagian ujungnya terbuat dari tanduk kerbau. Basing atau sering juga disebut Bulo' ini biasa dimainkan ketika salah satu warga Desa Adat yang meninggal dunia, Basing biasa dimainkan pada hari ke seratus setelah prosesi penguburan dan dimainkan semalam suntuk. Basing ini sendiri dimaink...