×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Manuskrip Lontar dan naskah kuno Bali

Elemen Budaya

Naskah Kuno dan Prasasti

Asal Daerah

Buleleng

Manuskrip Lontar dan naskah kuno di Muse...

Tanggal 04 Aug 2014 oleh Eviakbarwati .

Perpustakaan Lontar Gedong Kertya. Gedong Kertya dan Museum Buleleng terletak di lingkungan Pura Seni Sasana Budaya Singaraja, tepatnya di jalan Veteran no. 23 Singaraja. Gedong Kertya adalah perpustakaan lontar yang ada hanya satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia. Museum Gedong Kirtya yang didirikan pada 2 Juni 1928 dan mulai dibuka untuk umum pada 14 September 1928.

Jumlah koleksi Museum Gedong Kirtya mencapai 1750 lontar, 7211 judul salinan lontar yang mulai dikerjakan sejak tahun 1930-an. Terdapat juga 8490 judul buku tentang agama, sastra bali, jawa kuna, linguistic dan masih banyak lainnya

Semua tersusun rapi berdasarkan kelompok atau klasifikasi. Barisan paling atas Lontar Sasak, isinya tentang budaya Sasak. Kemudian Matrastawa (mantra/puja/weda), Niticastra (etik), Wariga (astronomi dan astrologi), Tutur (petuah), Usadha (pengobatan tradisional), Geguritan (kidung), Babad Pamancangah (sejarah), Satua (cerita rakyat). Semua lontar berbahasa Jawa kuno dan Sansekerta. Cuma, dalam Lontar Satua hanya menggunakan bahasa Bali.

Lemari-lemari yang berjajar menyimpan koleksi gedung Kirtya terbagi dalam kategori atau klasifikasi berdasarkan isi dari lontar-lontar tersebuti: Weda, Agama, Wariga, Itihasa, Babad, Tantri.

  1. WEDA (Weda versi Bali), terbagi atas:
  1. Weda: Weda Indik Maligia, Weda Pangentas, Weda Panglukatan, Weda Sawawedana, dll.
  2. Mantra: Atmaraksa, Pabersihan, Pangastawa, Pujastawa, Tirta Gamana, dll.
  3. Kalpasastra: Banten Pangentas, Bebantenan, Caru Suci, Indik Galungan, Manca Balikrama, Pacecaron, PangabenaN, Pawintenan, Plutuk, Sang Kulputih, dll.
  1. AGAMA (pedoman budi pekerti dan moral), terbagi atas
  1. Palakerta : Agama, Purwadigama, Awig-awig, Kerta ring Sawah, Stri Sanggraha, Pamastuning, Cor, Widi Pamincatan, Adigama, Paswara, Kutaragama, dll.
  2. Sesana: Dasa Sila, Dewa Sesana, Kerta Bujangga, Mantra Sesana, Putra Sesana, Raja Sesana, Resi Sesana, Sarasamuscaya, Sila Krama, Sila Sesana Sang Prabu, dll.
  3. Niti: Niti Praja, Niti Sastra, Raja Niti, dll.
  1. WARIGA (teknologi rohani dan pengetahuan alam) terbagi atas:
  1. Wewaran: Ala Ayuning Dewasa, Ala Ayuning Wuku, Palelintangan, Pangalihan Dina, Pawacakan, Sadreta, Suryamandala, Tenung Astawara, Tenung Pawetuan anut wuku, Tetenger Sasih, dll.
  2. Tutur Upadesa: Aji Kalepasan, Atma Tattwa, Badawang Nala, Bima Swarga, Brahmandapurana, Buanakosa, Catur Janma, Darma Bayu, Darma Putus, Kamoksan, Purwa Bumi , Rwabineda, Siwatiga, Tantu Pagelaran, Tutur Pralina, dll.
  3. Kanda: Asta Kosali, Cacakan ayam, Canda (warga aksara), Dasa nama, Guru Lagu, Kanda Sastra, Kertabasa, Kruna lingga, Panerangan, Pangayam-ayam, Pangeger, Pangiwa, Pangujanan, Paramasastra, Paribasa, Pemanes Karang, Pengasih-asih, Piodalan, Siksan Kedis, Smara Kanda, Swara Wianjana, Wrettasancaya, dll.
  4. Anusada: Bebayon, Buda Kecapi, Pakakas, Panawar, Tumbal Leak, Usada Buduh, Usada Rare, Usada Tuju, dll.
  1. ITIHASA (WIRACARITA, epos kepahlawanan dari Mahabharata dan Ramayana), terbagi atas:
  1.  Parwa: Astadasaparwa, Calon Arang, Pamuteran Ksirarnawa, Uttara Kanda, dll.
  2. Kekawin: Arjuna Wijaya , Arjuna Wiwaha, Barata Yuda, Boma Kawia, Gatotkacasraya, Hariwangsa, Ramayana, Smaradahana, Sumaasantaka, dll.
  3. Kidung: Alis Alis Ijo, Jagat Karana, Panji Malat Lasmi, Sri Tanjung, Sudamala, dll.
  4. Geguritan/ Paparikan: Basur, Brayut, Bungkling, Cupak, Durma, Jayaprana, Megantaka, Pakangraras, Sampik, Salya, dll.
  1. BABAD (sastra yang bersumber dari peristiwas sejarah, bukan murni sejarah) , terbagi atas:
  1. Pamancangah: Pamancangah Dalem, Prasasti- prasasti.
  2. Babad: Babad Arya Kenceng, Babad Buleleng, Babad Gianyar, Babad Mengwi , Babad Panji, Sakti Wijaya, Babad Pasek, Babad Pasek Gelgel, Babad Rangga Lawe, Babad Usana Bali, Babad Usana Jawa, dll.
  1. TANTRI (kisah petuah dalam kias kisah binatang) terbagi atas:
  1. Tantri Hindu: Kidung Tantri (Bahasa Tengahan), Ni Diah Tantri (Bahasa Bali Kepara), Tantri Kamandaka (Bahasa Kawi), dll.
  2. Tantri Bali: Gunawati, Lutung Mungil, dll.

 

Salah satu naskah kuno yang ditulis di lontar sumber : www.bali-indonesia.com

DISKUSI


TERBARU


Lagenda Tanjung...

Oleh Widra | 07 Jul 2020.
Cerita Rakyat

Tanjung menangis merupakan nama tanjung yang berada di bagian timur pulau Sumbawa. Pada zaman dahulu, putri dari Datu Samawa terjangkit penyakityang...

Rebana Di Betaw...

Oleh Aziz Blantek | 06 Jul 2020.
Musik Betawi

SELAYANG PANDANG REBANA DI TANAH BETAWI PENGANTAR Mengungkap fakta sejarah masa lalu tentu harus memiliki bukti secara konkret baik itu berupa t...

Sarang Burung W...

Oleh Widra | 01 Jul 2020.
Makanan

78% kebutuhan sarang burung walet nyatanya dipasok dari Bumi Pertiwi. Hal ini tak terlepas karena Indonesia merupakan habitat yang nyaman bagi burung...

Mie Bakso Babat

Oleh Abe Tanu | 27 Jun 2020.
Makanan

Mie bakso memang bisa ditemui di banyak tempat kuliner. Akan tetapi, mie bakso babat khas Tasikmalaya ini istimewa. Selain tekstur mienya yang lembut...

Kalua Jeruk

Oleh Abe Tanu | 27 Jun 2020.
Makanan ringan

Kalua jeruk masuk dalam daftar makanan khas Tasikmalaya. Kalua jeruk adalah manisan kulit jeruk yang dipadukan dengan gula dan perasa unik seperti du...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai penjaga rum...