Naskah Kuno dan Prasasti
Naskah Kuno dan Prasasti
Karya Sastra Jawa Barat Bandung
Mantra Sunda

Apa itu mantra? Mantra adalah salah satu jenis karya sastra puisi kuno yang yang dianggap mempunyai kekuatan ghaib/magis. Orang - orang dulu memakai mantra ini dan mempercayainya sebagai alat untuk menyembuhkan dari penyakit, menjauhkan dari kesialan, mendapat kekuatan, sampai mencari jodoh :)

Oke sekarang kita akan bahas satu persatu jenis jenis mantra tersebut.

  1. Jangjawokan

Mantra ini biasa dipakai untuk memulai suatu kegiatan/pekerjaan, biasanya diucapkan didalam hati. Berikut adalah contoh jangjawokan:

Jangjawokan yang dibaca sebelum mandi

cahaya mamandi cahya
ya iku anganggo cahyaning macan gebong
maka wulung ati
digugul sia bagulong-gulong
beunang gulungan pantang sia bagolong
tek anceup tek sieup ka awaking

Fungsi dari jangjawokan ini tidak lain adalah meminta keselamatan, maksud, dan tujuan. Jika kita teliti Jangjawokan ini mirip seperti doa-doa sebelum melakukan sesuatu di agama kita.

  1. Asihan

Asihan ini biasanya disebut pelet, pasti sudah tau kan apa fungsi pelet. Mantra asihan ini bermaksud untuk membuat orang yang kita kenal menjadi menyukai orang yang menggunakan mantra ini, efek lain yang ditimbulkan oleh mantra asihan dapat membuat orang yang memakai menjadi lebih muncul ketampanannya atau kecantikannya, itu membuat nya disukai dan disayangi banyak orang. Berikut adalah contoh Asihan:

Nu cunduk bayu si anunu 
datang atma si eta
reujeung satineung jeung aingmangka
datang jeung raganamangka 
cunduk jeung bayunamangka 
baraya jeung satineungmangka 
tunggal atmanaiya rasa nira 
iya rasa nisunsaking purbaning pangeran
asih na asih ka awaking

  1. Ajian

Ajian digunakan dengan maksud mendapat kekuatan, kekebalan, keberanian, awet muda, dsb. Intinya kekuatan kekuatan super yang ga masuk akal.
Contoh Ajian Kekebalan:

Dampal Suku ngabatu datar
bitis ngabatu wilis
nyurup ka badanna
nyurup ka sungsumna
getih sabadan

bedas ngala aki

  1. Singlar

Singlar dibacakan untuk mengusir atau menghilangkan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti sakit, kesialan, bahkan bisa dipakai untuk mengusir makhluk halus.

Contoh Singlar yang dibaca untuk musuh:

Curulung cai ti manggung
barabat ti awang-awang
cai tiis tanpa bisi
mun deuk nyatru ka si itu
mun deuk hala ka si eta
anaking palias teuing

  1. Jampe

Jampe biasa dibacakan untuk mengobati atau menghilangkan suatu penyakit, kesakitan, sifat-sifat negatif manusia. Misalnya sakit kepala, jatuh, bodoh, dsb

Contoh Jampe supaya pintar:

Bismillah
otak encer lir paser jamparing
panon seukeut lir panon heulang
hate ngagebray caang lir srangenge
biwir matuh saciduh metu saucap nyata
bray paningal pinuh ninditu ka awaking

  1. Rajah

Biasanya dibacakan untuk keselamatan dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan. Lalu apa bedanya dengan singlar? Nah rajah ini biasa dibaca pada saat pembukaan acara, mendatangi sebuah tempat atau mendiami suatu tempat dengan maksud meminta izin makhluk makhluk halus yang ada di sekitar tempat tersebut sehingga kita tidak diganggu oleh mereka. Contoh Rajah:

Hong citra kasunyian
hong citra kasundulan
jleg bumi
jleg manusa
jleg setan
manusa wisesa
setan sampurna
sampurna kersaning alloh
asahadu alla illaha ilalloh
waashadu anna muhammadar rasululloh

Nah dengan adanya ragam karya sastra sunda ini, sekarang kita harus menjaga kebudayaan Basa Sunda. Semoga pemahaman tentang Mantra Sunda ini ada manfaatnya untuk kita semua.

OSKMITB2018

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu